Pesan Untuk Diri sendiri yang sedang Berda`wah

“Jika Seorang manusia sudah menyampaikan pendapatnya maka itu sudah mencukupi, dalam hal ini yakni sudah ditunaikan apa yang seharusnya disampaikan dengan cara yang baik dan santun serta beretika. Namun Apabila melahirkan suatu permusuhan, perdebatan, dan menyerang serta menyesat-sesatkan, maka inipun tidaklah termasuk pada sunnah Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi wa Sallam dalam hal memberikan penjelasan, tentu bukanlah cara dakwah dengan atas nama Allah dan kepada sunnah Rasulullah.
Latest Post
Loading...
Selamat Datang di Blog Dunia Cahaya hati yang menghadirkan kajian-kajian ilmu hikmah yang berlandaskan Al Qur`an dan Al Hadits dan dapatkan pula buku Al Fuaad Fi Nuurin Edisi Terbaru Semoga Blog disini dapat memberikan manfaat bagi para pengunjung
Thursday, 14 September 2017
Duniacahayahati.blogspot.com Situs tentang Ilmu Ma`rifatullah (Tauhid) Didalamnya banyak mengandung Ilmu Hikmah yang hanya dapat dirasakan oleh orang-orang yang diberikan Ilmu ini.

Tulisanku adalah tulisan kehidupanmu jua

Ketika Tauhid Bergema Di Antara Dua Kubah


Sinopsis Novel faktual ini buat diriku, dirimu, diri kalian dan diri mereka

Semenjak Bulan maret 2017 NovelBidadari Surga Di Tanah Adat & Ketika Tauhid bergema di antara Dua Kubah yang merupakan Novel jilid dua dari Bidadari Surga Di Tanah Adat yang ditulis berdasarkan faktual kehidupan sebenarnya adalah sebuah kisah, kisah tentang kehidupanku, kamu, kalian dan mereka. Tak pandang apapun atribut yang ada pada diriku, kamu, kalian dan mereka.
Setiap insan mempunyai permasalahan kehidupan tak memandang besar maupun kecil masalah tersebut, namun pada kedalaman rasa tak akan pernah bisa berbohong atas itu yang terletak pada mata hatiku, kamu, kalian dan mereka.

Ingatkah ketika uang ataupun harta dikesampingkan, apa yang dapat diributkan dalam sebuah bahtera keluarga, tentu hanya memenuhi kebutuhan untuk bertahan hidup dan memandang indahnya kehidupan orang yang berharta dan memiliki uang setiap bulannya.

Tak sadarkah ketika masa sulit yang datang bertamu saat itu, Kita semakin bersatu, menyayangi tak lagi menilai sesuatu dengan hitung-hitungan, membangun bahtera Rumah tangga laksana baru menikah walaupun sudah bertahun-tahun menjalani, keluh kesah merupakan makanan sehari-hari disetiap sudut rumah walaupun hanya sebatas mengontrak, namun ketika uang datang bertamu apa yang terjadi, permusuhan, perkelahian, perselingkuhan, kebohongan, penipuan, depkolektor bahkan Konspirasi, penghianatan, pencurian, begal dan penindasan serta premanisasi itupun berlaku sebagai undangan resmi yang siap bertamu kepadamu.
Tak Sadarkah saat ini Agama banyak diperjual belikan bahkan ajang adu domba, begitu atheisnyakah Makhluk yang katanya beragama ini, apapun keyakinan yang melekat pada diri tersebut.

Saudaraku jika…………………..
Seseorang bicara keyakinannya bisa jadi itu hanya omong kosong belaka apapun manhaj yang di tanam pada dirinya.
Seseorang bicara Sunnah bisa jadi itu omong Kosong belaka apapun paham yang dimandikan kepada dirinya.
Seseorang Bicara Agama bisa jadi itu Omong Kosong belaka apapun agama yang ada pada Kartu Tanda Pengenalnya.
Ketika Harta, Uang, Dompet, motor, bahkan Handphone dan Laptop yang berisi data-data yang engkau anggap penting itu ketika suatu masa berpindah tangan dari dirimu, sungguh saat itu engkau tak memiliki agama, tittle yang cocok ada padamu hanyalah seorang ATHEIS ( Makhluk yang tak berTuhan).
Ketika Anak, istri dan orang tuamu meninggal ditabrak orang, dibunuh Orang atau mati dengan yang tak wajar sungguh keyakinanmu hanyalah mulut belaka, tetap saja engkau seorang Atheis ( Makhluk Tak ber Tuhan).
Ketika pahammu paling benar dan menolak paham orang lain sehingga memaki, mencaci, mentahjir, memfitnah bahkan menghalalkan segala cara dengan memalsukan beberapa pendapat ulama terdahulu, memutar balikkan fakta, menggelapkan uang untuk Lembaga Islam yang lainnya yang tak sepaham dan menghilangkan pendapat generasi terbaik 3 Abad terakhir yang ada pada masa Tabi`in, kemudian menyesatkan paham saudaranya yang seiman engkau bilang pahammu paling benar, paling sunnah, paling hikmah, sungguh saat itupun engkaupun seorang Atheis (Makhluk yang Tak BerTuhan).
Tetap saja engkau menTuhankan Ikhtiar, Ilmu, Paham, tenaga, amalmu bahkan penjagaanmu yang pada dirimu sendiri.

Sungguh Alloh punya cara sendiri membuat kita menjadi Atheis, dimulai dari luar yang ada pada diri kita yakni harta yang engkau senangi diambilnya dengan segala macam teknis, orang-orang yang kita cintai diambilnya, engkau tidak usah berbicara bagaimana teknisnya, Alloh punya cara sendiri untuk mengambilnya yang memang milik-NYA, kenapa engkau sibuk dengan masalah itu, Engkau punya Kitab Suci jenguklah sesaat jika tidak Alloh punya cara sendiri untuk memaksamu untuk membaca dan memahami secara Faktual dan Visual Al Quran pada apa yang terurai di Alam semesta ini, ketahuilah dan percayalah itu sangat amat pedih.

Ke Akuan yang ada pada dirimu mulai dipatahkanNya, Atributmu (suku,keluarga,jabatan,pangkat,paham bahkan gelar) pasti akan dipatahkan-Nya jangan lagi engkau menanyakan teknisnya, apapun teknisnya Alloh punya sistem sendiri yang kelak engkau akan paham seiringnya waktu berjalan, Percayaah Alloh memiskinkanmu, membangkrutkanmu,menghinakanmu sehingga membuat dirimu terpuruk kelembah yang terdalam dengan ketidak berdayaan seakan RELA DALAM PASRAH (keikhlasan yang terpaksa karena tak ada pilihan lagi yang bertamu).

Alloh punya cara sendiri membuat diri kita Atheis, Ekonomi dan pondasi Finansialmu mulai dicubit, masihkah ber AKU- AKU, jika Masih maka mulai hartamu sampai tempat tinggalmu yang di Cubit, Masihkah ber AKU-AKU, jika masih maka mulai harta warisanmu mulai di Cubit, Masih kah Ber Aku-Aku, maka mulai anak kesayanganmu mulai di Cubit, saudaramu bahkan sahabatmu mulai menjauhimu yang akhirnya Alloh mulai mencubit dirimu, mulai harga dirimu, kehormatanmu bahkan sampai jasadmu mulai dicubit-NYA, masihkan engkau mencaci dan memaki keadaan itu dan orang yang menyebabkan itu? Sungguh hidup tak se Atheis itu 

Saudaraku…..
Engkau jangan terlalu percaya dengan sang DAI jika menyampaikan ayat terkadang seenak dengkulnya semata dengan dipotong-potong sehingga membuatmu menjadi Fir`aun-Fir`aun Abad Baru, sudahlah sempurnakanlah ayat itu jika menyampaikannya sebagaimana sampaikanlah walau satu ayat bukan setengah ayat, pernahkah mendengar seorang Dai atau pengurus masjid yang mengeluhkan kotak Amal dan Honor yang belum dibayar ?

Diriku, dirimu, diri kalian bahkan mereka tentu pernah mendengar bunyi ayat ini:
“Sesungguhnya Alloh tidak merubah keadaan suatu kaum sehingga mereka merubah keadaan diri mereka sendiri”
Layaknya ayat itu sebagai Motivasi yang luar biasa, sehingga Ikhtiar yang ada pada diri kita itupun menjadi TUHAN-TUHAN BARU.

Pernahkah mendengar Palestina, Ambon, poso, Halmahera Suriah dan Rohingnya bisakah mereka berubah saat terjadi konflik bahkan tengoklah dirimu dan keluargamu adakah yang berubah dan perubahan apakah yang ada pada kehidupanmu dan keluargamu ? kerjaan,pangkat,jabatan ilmu bahkan amal ? itukah yang dibanggakan bisa jadi itu sesungguhnya adalah Fir`aun Abad Baru.

Ketahuilah ayat diatas hanyalah potongan yang tak layak untuk diputus penyampaiannya, mari kita sempurnakan ayat 11 pada Suroh Ar Rad.
“Bagi Manusia ada malaikat-malaikat yang selalu mengikutinya bergiliran, dimuka dan dibelakangnya, mereka menjaga atas perintah Alloh, “Sesungguhnya Alloh tidak merubah keadaan suatu kaum sehingga mereka merubah keadaan diri mereka sendiri”. Dan Apabila Alloh menghendaki keburukan terhadap suatu kaum, maka tak ada yang dapat menolaknya dan sekali-kali tak ada pelindung bagi mereka selain DIA (sendiri)”
Pahamkah engkau ayat diatas ketika ayat itu sempurna dalam penyampaiannya ?

Kita ambil ayat yang lain pada Suroh Annur pada ayat 21
“Hai orang-orang yang beriman Janganlah kamu mengikuti langkah-langkah setan, barang siapa yang mengikuti langkah-langkah syetan maka sesungguhnya syetan itu menyuruh mengerjakan perbuatan keji dan mungkar” jika ayat ini disampaikan sampai disini, maka sungguh akan banyak Fir`aun abad baru yang lahir di dunia ini”

Ketika ayat ini disempurnakan dalam penyampaiannya maka :
Hai orang-orang yang beriman Janganlah kamu mengikuti langkah-langkah setan, barang siapa yang mengikuti langkah-langkah syetan maka sesungguhnya syetan itu menyuruh mengerjakan perbuatan keji dan mungkar” jika ayat ini disampaikan sampai disini, maka sungguh akan banyak Fir`aun abad baru yang lahir di dunia ini, sekiranya tidaklah karena kurnia Allah dan rahmat-Nya kepada kamu sekalian, niscaya tidak seorangpun dari kamu bersih (dari perbuatan-perbuatan keji dan mungkar itu) selama-lamanya, tetapi Allah membersihkan siapa yang dikehendaki-Nya dan Allah Maha mendengar lagi Maha Mengetahui.

Pahamkah engkau ayat diatas ketika ayat itu sempurna dalam penyampaiannya ?
Laksana maju kena dan mundurpun kena, sudah tahukah engkau atas kedudukanmu saat ini ?

Saudaraku……….
Ingatkah Takbir yang engkau baca itu setiap Idul Fitri dan Idul Adha, adakah Nabimu diajak, Panglima perang dan sahabat disebut ? bahkan orang tuamu dan nenek moyangmu pun tak disebut, bukankah Dia (Alloh) sendiri yang menolong dan memenangkan ?.
Pahitkah Suroh Annisa itu pada diri kaum wanita Muslimah ? ketika ada penolakan terlintas dihatimu pada suroh itu, sungguh engkau adalah kafir Inad.

Pernahkah membaca ayat ini : Apakah manusia itu mengira bahwa mereka dibiarkan [saja] mengatakan: "Kami telah beriman", sedang mereka tidak diuji lagi? Dan sesungguhnya Kami telah menguji orang-orang yang sebelum mereka, maka sesungguhnya Allah mengetahui orang-orang yang benar dan sesungguhnya Dia mengetahui orang-orang yang dusta.

Saudaraku.........
Minimal ATMmu berkata “ Maaf Dana tidak mencukupi”  hingga membuat dirimu berkali-kali ke ATM lebih banyak daripada engkau pergi ke Masjid, atau sebaliknya lemburmu engkau perjuangkan namun Yang Maha Pemberi engkau lalaikan, se ATHEIS itukah hidup ini.
Minimal suamimu mempunyai Idaman Wanita lain atau sebaliknya………………………
Minimal Bunyi handphone menganggumu seakan peluru yang siap menembakmu dengan daftar tagihan……….
Sudahkah memiskinkan dirimu, membodohkan dirimu, menghinakan dirimu sendiri ?

Saudariku..............
Bisakah kalian dan mereka menggores dinding taqdir yang sudah disampaikan Nabi Besar kalian, Masjid Megah, Perzinahan dimana-mana, Pendusta dipercaya, orang jujur ditinggalkan, Fitnah dimana-mana, agamamu terpecah menjadi 73 golongan bisakah kalian dan mereka menggores dinding itu ?, bisakah suatu kelompok masa merubahnya layaknya pencundang yang menghianati rukun iman itu sendiri.

Novel Bidadari Surga Di Tanah Adat dan Ketika Tauhid bergema di Antara Dua Kubah ( Bidadari Surga Di Tanah Adat Jilid II), merupakan Novel Faktual kehidupan sehari-hari yang tercatat pada diri setiap Insan, engkaupun tak luput dalam Novel ini.

Dan merupakan suatu cerita aktual atau Faktual yang banyak mengandung keilmuan dan pembelajaran sebagai berikut :
  • Mengandung Keilmuan Tauhid & Penyaksian pada syahadat yang diikrarkan
  • Mengandung Hikmah Kehidupan yang dapat merubah ritualitas menjadi spritualitas yang sejati
  • Mengandung Pelajaran Moralitas dan Spritualitas
  • Mengandung Penghambaan sejati kepada Sang Kholiq, menumbuhkan kecintaan kepada Dzat Yang Maha Indah.
  • Mengandung keilmuan Fiqih
  • Mengandung Kebesaran hati dalam menerima perbedaan pada Khilafiyyah.
  • Mengandung Pembelajaran Kesabaran dalam setiap permasalahan yang datang.
  • Menambah keimanan Ketaqwaan kepada Alloh Aza Wa Jalla.
  • Membangkitkan wawasan keislaman dalam memahami ayat-ayat yang tertulis pada kehidupan realita yang dijalani.

Penulis Elfiansyah Elham Spd di tulis di pedalaman Kaltim - Kutai Timur – Kelolokan KM 12
SMS 081254285572
Thursday, 7 September 2017
Duniacahayahati.blogspot.com Situs tentang Ilmu Ma`rifatullah (Tauhid) Didalamnya banyak mengandung Ilmu Hikmah yang hanya dapat dirasakan oleh orang-orang yang diberikan Ilmu ini.

Khilafiyyah Maulid Nabi Muhammad dan Hari Besar Islam


Dapat Buku-Buku Ini di Toko Buku kesayangan anda

Menurut Imam Al- Suyuthi, Al-Hafizh Ibnu Hajar al-‘Asqalani dan Ibnu Hajar Al Haitsami memperingati maulid nabi itu baik, meskipun demikian mereka mengingkari perkara-perkara bid’ah yang menyertai peringatan maulid. Pendapat mereka ini berdasarkan kepada firman Allah Ta`ala;

“Dan ingatkanlah mereka kepada hari-hari Allah”. (Qs. Ibrahim [14]: 5).

Imam an-Nasa’i, Abdullah bin Ahmad dalam Zawâ’id al-Musnad, Al-Baihaqi dalam Syu’ab al- Îmân  dari  Ubai  bin  Ka’ab  meriwayatkan  dari  Rasulullah, bahwa  Beliau menafsirkan kalimat  Ayyâmillah  sebagai  nikmat-nikmat  dan  karunia  Allah  Aza wa Jalla.  Dengan demikian maka makna ayat ini: “Dan ingatkanlah mereka kepada nikmat -nikmat dan karunia Allah”. Dan kelahiran nabi Muhammad adalah nikmat dan karunia terbesar yang mesti diingat dan disyukuri.

Rasulullah memperingati hari kelahirannya dengan melaksanakan puasa pada hari itu. Ini terlihat dari jawaban beliau ketika beliau ditanya mengapa beliau melaksanakan puasa pada hari Senin.

Rasulullah ditanya  tentang  puasa  hari  senin.  Beliau  menjawab,  “ Pada  hari  itu  aku dilahirkan dan hari aku dibangkitkan (atau hari itu diturunkan [al -Qur’an] kepadaku)”. (HR. Muslim).

Mengupas Kisah Pembebasan Tsuwaibah.

Para ulama menyebutkan dalam kitab-kitab hadits dan Sirah tentang pembebasan Tsuwaibah. Tsuwaibah  adalah  hamba  sahaya  milik  Abu  Lahab.  Ketika  Rasulullah  Saw  lahir,  maka Tsuwaibah  kembali ke  rumah  tuannya  menyampaikan  berita  kelahiran  nabi.  Karena  senang menyambut  kelahiran  nabi,  maka  Abu  Lahab  membebaskan  Tsuwaibah  dari  status  hamba sahaya. Al-‘Abbas bin Abdul Muththalib bermimpi bertemu dengan Abu Lahab, ia menanyakan keadaan Abu Lahab. Abu Lahab menjawab, “Saya tidak mendapatkan kebaikan setelah kamu, hanya saja saya diberi minum di sini, karena saya membebaskan Tsuwaibah dan azab saya diringankan setiap hari Senin”.

Kisah ini disebutkan para ulama hadits dan Sirah. Disebutkan oleh Imam Abdurrazzaq al- Shan’ani dalam kitab  al-Mushannaf,  Imam al-Bukhari dalam Shahih  al-Bukhari  (Kitab: al- Nikah, Bab: wa Ummahatukum allati Ardha’nakum). Ibnu Hajar al-‘Asqalani dalam Fath al-Bari, Imam Ibnu Katsir dalam al-Bidâyah wa al-Nihâyah:

Karena ketika Tsuwaibah menyampaikan berita gembira kelahiran Muhammad bin Abdillah putra saudara laki-lakinya, maka Abu Lahab membebaskan Tsuwaibah (dari hamba sahaya). Maka Abu Lahab diberi balasan atas perbuatannya itu”.Komentar Imam para ahli Qira’at al-Hafizh Syamsuddin bin al-Jazari seperti yang dinukil oleh al-Hafizh al-Suyuthi dalam kitab al-Hâwi li al-Fatâwa: “Jika  Abu  Lahab  kafir  yang  disebutkan  celanya  dalam  al-Qur’an,  ia  tetap  diberi balasan meskipun ia di dalam neraka, karena rasa senangnya pada malam maulid nabi. Maka bagaimanakah keadaan seorang muslim yang bertauhid dari umat nabi Muhammad Saw yang senang dengan kelahirannya dan mengerahkan segenap kemampuannya dalam mencintai Rasulullah Saw.  Sungguh, pastilah balasannya dari Allah Swt ia akan dimasukkan ke dalam surga karena karunia-Nya”. Al-Hafizh    Abdurrahman    bin    Al-Daiba’   Al-Syaibani  pengarang  Jâmi’   al-Ushûl meriwayatkan kisah ini dalam kitab Sirah karya beliau. Komentar beliau: “Keringanan azab bagi Abu Lahab hanya karena kemuliaan untuk Rasulullah, sebagaimana azab Abu Thalib diringankan, bukan karena Abu Lahab membebaskan Tsuwaibah. Berdasarkan firman Allah Ta`ala: “ Dan lenyaplah di akhirat itu apa yang telah mereka usahakan di dunia dan sia-sialah apa yang telah mereka kerjakan”. (Qs. Hud [11]: 16).

Komentar Syekh Syamsuddin bin Nashiruddin al-Dimasyqi dalam kitab Maurid al-Shâdi fî Maulid al-Hâdi tentang kisah diringankan azab Abu Lahab karena membebaskan Tsuwaibah saat ia gembira mendengar berita kelahiran Rasulullah; Jika orang kafir ini (Abu Lahab) yang telah dikecam Celaka kedua tangannya di dalam neraka kekal abadi Diriwayatkan bahwa setiap hari Senin selamanya, Azabnya diringankan karena merasa senang dengan Muhammad, Maka bagaimana dengan seorang hamba yang sepanjang umurnya,Gembira dengan kelahiran Muhammad dan mati dalam keadaan bertauhid

Pandangan pendapat Para Ulama tentang Peringatan Maulid Nabi

Pendapat Ibnu At Taimiyyah

“Mengagungkan  hari kelahiran  nabi  Muhammad dan  menjadikannya  sebagai perayaan terkadang dilakukan sebagian orang, maka ia mendapat balasan pahala yang besar karena kebaikan niatnya dan pengagungannya kepada Rasulullah.

Pendapat Al-Hafizh Ibnu Hajar al-‘Asqalani.

Al-Hafizh  Ibnu  Hajar  al-‘Asqalani  pernah  ditanya  tentang  peringatan  maulid  nabi, beliau menjawab: Hukum asal melaksanakan maulid adalah bid’ah, tidak terdapat riwayat dari seorang pun d ari kalangan  Salafushshalih  dari tiga  abad  (pertama).  Akan tetapi maulid  itu  juga mengandung banyak  kebaikan  dan  sebaliknya.  Siapa  yang  dalam  melaksanakannya mencari  kebaikan - kebaikan dan menghindari hal-hal yang tidak baik, maka maulid itu adalah bid’ah hasanah. Dan siapa yang tidak menghindari hal-hal yang tidak baik, berarti bukan bid’ah hasanah

Syekh ‘Athiyyah Shaqar mantan ketua Komisi Fatwa Al-Azhar Mesir:
Menurut pendapat saya, boleh memperingati maulid nabi pada saat ini ketika para pemuda nyaris melupakan agama dan keagungannya, pada saat ramainya perayaan-perayaan lain yang hampir mengalahkan hari-hari besar agama Islam. Peringatan maulid tersebut diperingati dengan memperdalam sirah (sejarah nabi), membuat peninggalan-peninggalan yang dapat mengabadikan peringatan maulid seperti membangun masjid atau lembaga pendidikan atau amal baik lainnya yang dapat mengaitkan antara orang yang melihatnya dengan Rasulullah dan sejarah hidupnya.

Pendapat Syekh Yusuf al-Qaradhawi.

Syekh Yusuf al-Qaradhawi ketua al-Ittihâd al-‘Âlami li ‘Ulamâ’ al-Muslimîn ditanya tentang hukum memperingati maulid nabi. Beliau memberikan jawaban:

Bismillah, Alhamdulillah, shalawat dan salam semoga senantiasa tercurah ke hadirat Rasulullah:
Ada bentuk perayaan yang dapat kita anggap dan kita akui memberikan manfaat bagi kaum muslimin. Kita mengetahui bahwa para shahabat –semoga Allah Swt meridhai mereka- tidak pernah merayakan maulid nabi, peristiwa hijrah dan perang Badar, mengapa?
Karena semua peristiwa ini mereka alami secara langsung. Mereka hidup bersama Rasulullah. Nabi Muhammad hidup di hati mereka, tidak pernah hilang dari fikiran mereka. Sa’ad bin Abi Waqqash berkata, “Kami bercerita kepada anak-anak kami tentang peperangan Rasulullah sebagaimana kami menghafalkan satu surah al-Qur’an kepada mereka”. Mereka menceritakan kepada anak-anak mereka tentang apa yang terjadi pada perang Badar, Uhud, Khandaq dan Khaibar. Mereka menceritakan kepada anak-anak mereka tentang berbagai  peristiwa  dalam  kehidupan  Rasulullah.  Oleh  sebab  itu  mereka  tidak  perlu diingatkan tentang berbagai peristiwa tersebut.

Kemudian  tiba  suatu  masa,  kaum  muslimin  melupakan  berbagai  peristiwa  tersebut, semua peristiwa itu tidak lagi ada di benak mereka. Tidak ada dalam akal dan hati mereka. Oleh sebab  itu  kaum  muslimin  perlu  menghidupkan  kembali  makna -makna yang  telah  mati, mengingatkan kembali berbagai peristiwa yang terlupakan. Memang benar bahwa ada beberapa bentuk  bid’ah  terjadi,  akan  tetapi saya  nyatakan  bahwa kita  merayakan  maulid  nabi untuk mengingatkan kaum muslimin tentang kebenaran hakikat sejarah Rasulullah, kebenaran risalah Nabi Muhammad. Ketika saya merayakan maulid nabi, maka saya sedang merayakan lahirnya risalah Islam. Saya mengingatkan manusia tentang risalah dan sirah Rasulullah.

Pada kesempatan ini saya mengingatkan umat manusia tentang sebuah peristiwa agung dan banyak pelajaran yang bisa diambil, agar saya dapat mengeratkan kembali antara manusia dengan sejarah nabi. Firman Allah Ta`ala: “ Sesungguhnya telah ada pada (diri) Rasulullah itu suri teladan yang baik bagimu (yaitu) bagi orang yang mengharap (rahmat) Allah dan (kedatangan) hari kiamat dan Dia banyak menyebut Allah”. (Qs. Al-Ahzab [33]: 21).

Agar kita bisa berkorban sebagaimana para shahabat berkorban. Sebagaimana Ali mengorbankan dirinya dengan menempatkan dirinya di tempat tidur nabi. Sebagaimana Asma’ berkorban dengan naik ke atas bukit Tsur setiap hari, sebuah bukit terjal. Agar kita dapat membuat strategi sebagaimana Rasulullah membuat strategi hijrah. Agar kita mampu bertawakkal kepada Allah Ta`ala sebagaimana Rasulullah Saw bertawakkal ketika Abu Bakar berkata kepadanya, “Wahai Rasulullah, jika salah seorang dari mereka melihat ke bawah kedua kakinya, pastilah ia mel ihat kita”. Rasulullah Saw menjawab, “Wahai Abu Bakar, tidaklah menurut prasangkamu tentang dua orang, maka Allah adalah yang ketiga. Jangan bersedih, sesungguhnya Allah bersama kita”.

Kita membutuhkan pelajaran-pelajaran  ini, Peringatan maulid  nabi merupakan sarana untuk mengingatkan kembali umat manusia akan  makna -makna yang mulia ini.  Saya yakin bahwa hasil positif di balik peringatan maulid adalah mengikat kembali kaum muslimin dengan Islam dan mengeratkan mereka kembali dengan sejarah nabi Muhammad agar mereka bisa menjadikan Rasulullah sebagai suri tauladan. Adapun hal-hal yang keluar dari semua ini, maka semua itu bukanlah perayaan maulid nabi dan kami tidak membenarkan seorang pun untuk melakukannya.

Peringatan maulid nabi tidak lebih dari sekedar ekspresi kegembiraan seorang hamba atas nikmat dan karunia besar yaitu kelahiran Muhammad. Dari beberapa pendapat ulama diatas dapat ditarik kesimpulan bahwa yang dipermasalahkan itu bukanlah peringatannya, akan tetapi cara memperingatinya. Ketika dengan peringatan maulid kesadaran umat semakin bertambah, membangkitkan semangat menjalankan agama, menyadarkan generasi muda akan nabi dan keagungan agamanya, maka maulid menjadi sesuatu yang baik. Akan tetapi perlu inovasi dalam peringatan  maulid  nabi,  tidak  hanya  sekedar  seremonial tanpa  makna  yang  membuat  umat terjebak pada rutinitas. Perlu menjadikan momen maulid nabi sebagai wasilah, sebagaimana yang dinyatakan Syekh al-Sayyid Muhammad ‘Alawi al-Maliki:

Perkumpulan-perkumpulan (maulid) ini adalah wasilah/sarana terbesar untuk berdakwah kepada Allah dan merupakan kesempatan emas yang semestinya tidak terlewatkan. Bahkan para da’i dan ulama mesti mengingatkan umat tentang nabi Muhammad, tentang akhlaknya, adab sopan santunnya,  keadaannya,  sejarah  hidupnya,  mu’amalah  dan ibadahnya.  Memberikan  nasihat kepada kaum muslimin dan  menunjukkan  jalan kebaikan dan kemenangan, memperingatkan umat akan musibah, bid’ah, kejelekan dan fitnah.

Pandangan tentang Peringatan Hari-Hari Besar Islam

Adapun peringatan hari-hari besar Islam seperti tahun baru Hijrah, Isra’ Mi’raj, Nuzul al-Qur’an dan peristiwa-peristiwa penting lainnya, maka sebenarnya tidak lebih dari sekedar mengisi taushiyah  atau kajian  dengan  tema-tema  tersebut  untuk  mengingatkan  ummat  Islam  tentang peristiwa yang pernah terjadi di masa silam. Misalnya, pengajian pada bulan Rajab diisi dengan tema kajian tentang Isra’ Mi’raj,  untuk kembali menyegarkan ingatan ummat Islam tentang peristiwa tersebut. Berikut pendapat Syekh Ibnu ‘Utsaimin tentang khatib yang memilih tema tertentu pada momen tertentu:

Anjuran memilih judul-judul yang sesuai dengan momentum pada khutbah Jum’at.

Pertanyaan: ada sebagian khatib, ketika mereka menyampaikan khutbah, mereka buat judul sesuai momentum. Misalnya, pada momen Isra’ Mi’raj, mereka sampaikan khutbah tentang Isra’ Mi’raj, mereka jelaskan tentang manfaat-manfaat Isra’ Mi’raj, kemudian mereka jelaskan tentang perbuatan bid’ah dan kekeliruan yang terjadi saat ini, apa hukumnya?

Jawaban:

Ini baik. Maksudnya, seorang khatib menyampaikan khutbah berdasarkan momentum, ini bagus. Demikianlah khutbah Rasulullah  pada umumnya. Oleh sebab itu, jika terjadi suatu peristiwa yang membutuhkan khutbah, maka Rasulullah tegak berdiri dan menyampaikan khutbah hingga beliau menyampaikannya kepada orang banyak. Bahwa seseorang memperhatikan momentum tertentu, kemudian menyampaikan judul khutbah sesuai momentum tersebut, maka itu baik. Misalnya, ketika bulan Ramadhan ia sampaikan tentang puasa. Pada momen haji ia sampaikan khutbah tentang ibadah haji. Pada bulan Rabi’ al-Awal ia sampaikan tentang Hijrah.
Maksudnya, memperhatikan momen-momen tertentu, ini boleh. Dan ini menunjukkan bahwa khatib tersebut seorang yang mengerti dan bijaksana. Jika dalam khutbah Jum’at saja boleh memasukkan judul tertentu, apalagi dalam ceramah, maka tentulah lebih boleh lagi.


"Selama Masih dalam Khilafiyyah maka suatu keniscayaan saling sesat dan menyesatkan"

Thursday, 1 June 2017
Duniacahayahati.blogspot.com Situs tentang Ilmu Ma`rifatullah (Tauhid) Didalamnya banyak mengandung Ilmu Hikmah yang hanya dapat dirasakan oleh orang-orang yang diberikan Ilmu ini.

Bidadari Surga ditanah adat 
Penulis : Elfiansyah Elham Spd

Bidadari Surga Di Tanah Adat Jilid I

Novel Islam yang insya Allah sebagai salah satu jalan sebab untuk membangun Jiwa dan Mereformasi moral dan mempertajam spritual bagi yang membacanya, Novel Islam yang ditulis dipedalaman Kalimantan pada suatu tempat di Kelolokan Kilometer dua belas Kutai Timur yang bersebelahan dengan Desa Mandu Dalam dan terletak tak jauh dari Desa Saka, Desa Tepian Terap dan Pelawan.

Mengangkat kisah nyata dalam perjalanan penulis yang memenuhi setiap catatan harian diiringi begitu besarnya permasalahan yang dihadapi setiap hamba Allah dalam menjalani proses kehidupan, ketika mayoritas sang hamba Allah meragukan bahkan mencampakan adanya suatu kasih sejati, cinta sejati dan kemurnian cinta yang terbalut dalam kesucian cinta, disisi lain penulis menemukan hal jauh berbeda dengan apa yang telah mereka ragukan dan yang telah mereka campakkan, sehingga Novel ini lahir yang ditulis dengan bahasa apa adanya yang lahir dari jiwa penulis yang merasakan perjalanan kasih sayang seorang hamba kepada orang yang dikasihi.

Bidadari Surga ditanah adat merupakan kisah nyata yang terukir dalam suatu tulisan-tulisan yang menyimpan banyak mutiara hati yang terkandung didalamnya yang berakhir kepada kemurnian Tauhid yang menguraikan alam semesta sebagai ayat-ayat Allah yang mengantarkan seorang hamba kepada Dzat yang Maha Suci.

Penulis mengucapkan terima kasih kepada : Kedua Orang Tua, KH Elwansyah Elham, Ust Abdul Aziz, DR KH Haderanie HN, Ust Al Faqir Mohammad Ichsan,Ust Dai Raden serta Guru Muin (dalam pagar Martapura), Drs H Masdar Amin, Ainul Yakin, H.Soesanto, Yulius Bimbim, Fitri A Achmadi, Eko Romdhani, Suyud Kambyah, Muji Hartono,Soelindra, Supriaji (KTU) dan Pengurus Masjid At-Taqwa Kelolokan KM 12, serta Sutimah, Al Jihad Ahsan Alaik, Xara Zahroh Mawaddah, Uzlah Wal`afina Hasanah, Bukhori Muslim Ahsan Alaik, illa Billah Duwna Akhor, Dede Rahmat dan Radio Ibadurrahman Fm.
Begitu juga saya ucapkan terima Kasih banyak kepada : Mulyadi LC, Mulyadi WS, Abdul Ghofur, Wahyu Hardianto, Imam Sukarno, Safaat, Dahliati, Idawati, Firdawati Arini, Novianti, Fitri Asmayu, Ilma, Fatkhul Zanah, Malinda, Febriana Haris, Fanny Ardila, Saskia, M.Ramdhani, Zaini, Ramlan,Rohaq, Murzani, Ibrahim, Apriannur, Fitriawati, Nasrah, Sumarlin,Ramli Haruna, Anas Hatma, Basirun Andarias Solon, Khairil dan Ibu-ibu Odeka KM 12 serta Sahabat-Sahabatku Alumni Gontor dan Di Pondok Modern Ibadurrahman Tenggarong Seberang, tidak lupa pula seluruh Staff Departemen IT Kpp Group.
Allah سبحانه و تعالى mempertemukan kita dalam ruang waktu yang penuh kesibukkan dalam menjalankan amanah dan tugas yang di berikan pada kehidupan kita.
Walaupun dengan ruang dan waktu yang sempit serta kesibukan utama yang padat sehingga waktu yang tersisa sangat sedikit sekali dalam penulisan Novel ini yang ditulis dikelolokan-Desa Mandu Dalam Kutai Timur, mudah-mudahan Novel “Bidadari Surga Di Tanah Adat” dapat menambah perbendaharaan perpustakaan di Indonesia dan memberikan manfaat bagi generasi ke generasi berikutnya dalam menapak jalan mencari Keridhoan Tuhan Semesta Alam.


Ø Mengandung Keilmuan Tauhid
Ø Mengandung Hikmah Kehidupan yang dapat merubah ritualitas menjadi spritualitas yang sejati
Ø Mengandung Pelajaran Moralitas dan Spritualitas
Ø Mengandung Penghambaan sejati kepada Sang Kholiq, menumbuhkan kecintaan kepada Dzat Yang Maha Indah.
Ø Mengandung keilmuan Fiqih
Ø Mengandung Kebesaran hati dalam menerima perbedaan pada Khilafiyyah.
Ø Mengandung Pembelajaran Kesabaran dalam setiap permasalahan yang datang.
Ø Menambah keimanan Ketaqwaan kepada Alloh Aza Wa Jalla.

Ø Membangkitkan wawasan keislaman dalam memahami ayat-ayat yang tertulis pada kehidupan realita yang dijalani.
Akhir Kata : “Hidup tidak diukur dari lamanya waktu yang dijalani namun isi dan kualitas apa yang kita lakukan”

Bidadari Surga Ditanah Adat - Elfiansyah Elham Spd - Kelolokan KM 12 -Sangkulirang Kutai Timur
Saturday, 2 April 2016
Duniacahayahati.blogspot.com Situs tentang Ilmu Ma`rifatullah (Tauhid) Didalamnya banyak mengandung Ilmu Hikmah yang hanya dapat dirasakan oleh orang-orang yang diberikan Ilmu ini.

BENARKAH AKU BERIMAN ATAU ATHEIS (TAK BERTUHAN)

Kajian Tauhid dan Nahwu Shorof Mengkaji Alqur`an dan hadits Pada Kitab Al Fuaad Fi Nuurin dan Al Hikam.
Disyarahkan Oleh Elfiansyah Elham Spd S,com M,com

Dalam memahami suatu Al Qur`an dan Hadits tidaklah hanya tektual dan tidaklah hanya memahaminya hanya pada terjemahan karena apapun itu wajib ada visualisasinya (Kehidupan nyata sehari-hari).

Teknik atau Metode memahami Al Qur`an dan hadits secara visualisasi berdasarkan Nahwu Shorof dan Tauhid.

Perhatikan hadits Dibawah ini :

Dari Abu Hurairah; Rasulullah bersabda:
أَحَبُّ الْبِلَادِ إِلَى اللهِ مَسَاجِدُهَا، وَأَبْغَضُ الْبِلَادِ إِلَى اللهِ أَسْوَاقُهَا صحيح مسلم
"Tempat yang paling dicintai oleh Allah adalah mesjid, dan tempat yang paling dibenci Allah adalah pasar." [Sahih Muslim]

لَا تَكُونَنَّ إِنْ اسْتَطَعْتَ أَوَّلَ مَنْ يَدْخُلُ السُّوقَ وَلَا آخِرَ مَنْ يَخْرُجُ مِنْهَا فَإِنَّهَا مَعْرَكَةُ الشَّيْطَانِ وَبِهَا يَنْصِبُ رَايَتَهُ
“Jika engkau bisa, janganlah menjadi orang yang pertama masuk pasar dan terakhir keluar darinya. Karena pasar merupakan medan pertempuran syetan dan di sanalah ia menancapkan benderanya.” (Shahih, HR. Muslim (2451))

KENAPA HARUS PASAR tempat yang dibenci dan Syetan menancapkan benderanya ?...

Jawabannya : DISINILAH KEBANYAKAN MANUSIA SIAPAPUN DIA DAN APAPUN DIA DAN APAPUN AGAMANYA MAKA AKAN MENJADI ATHEIS....

Kenapa menjadi Atheis ? karena mereka meyakini bahwa yang memberikan rezeki adalah makhluk, Indikator, Teknik serta usaha mereka dalam kehidupan nyata sehari-hari KARENA YANG TERPANDANG ATAU PENYAKSIANNYA ADALAH : MAKHLUK.

“Dan berapa banyak binatang yang tidak (dapat) membawa rezekinya sendiri. Allah-lah yang memberi rezeki kepadanya dan kepadamu dan Dia Maha Mendengar lagi Maha Mengetahui.(Al Ankabut ( 29 ) : 60)

“Katakanlah: "Sesungguhnya Tuhanku melapangkan rezeki bagi siapa yang dikehendaki-Nya dan menyempitkan (bagi siapa yang dikehendaki-Nya). akan tetapi kebanyakan manusia tidak mengetahui".(Saba ( 34 ) : 36)
Banyak Ayat Al Qur`an Dan Kitab Suci lainnya dalam hal ini yang berulang-ulang dengan makna yang penuh penekanan.

Jika penyaksian sehari-hari dalam hal ini adalah Makhluk : Maka Makhluk itu diliputi IRI, DENGKI HASAD, HASUD, DUSTA DAN KEBENCIAN, SAKIT HATI, EMOSIONAL SERTA CEMBURU BUTA..

Tidak peduli dipasar manapun engkau bertransaksi baik secara offline maupun online.

Untungkah dalam berdagang atau Rugikah dalam berdagang, lariskah atau sepikah dalam berdagang maka penyaksiannya hanya kepada Allah semata bukan karena A,B,C dan D...selain dari Allah Ta`ala ( ini akan selalu mencari kambing Hitam serta selau berdengkian kepada yang laris jualannya) dst.
Agar kita terhindari dari pembatalan syahadat dan menimialisir penyakit hati seperti : Iri, Dengki, Hasad, Hasud, Dusta dan Kebencian serta Cemburu Buta maka tancapkan di dalam hati : “Katakanlah: "Sesungguhnya Tuhanku melapangkan rezeki bagi siapa yang dikehendaki-Nya dan menyempitkan (bagi siapa yang dikehendaki-Nya).

JIKA PAHAM Maka kedudukan diri adalah : "FANABILLAH" (La Quwwata Illa Billah)
Kajian Tauhid & Nahwu Shorof setiap Malam Selasa dan Malam Jum`at di Sindangsari Kecamatan Sambutan
Tuesday, 1 December 2015
Duniacahayahati.blogspot.com Situs tentang Ilmu Ma`rifatullah (Tauhid) Didalamnya banyak mengandung Ilmu Hikmah yang hanya dapat dirasakan oleh orang-orang yang diberikan Ilmu ini.

Sesatkah Doa Abu Nuwas &Amal jadi alat sambung atau Pemisah
Oleh : Elfiansyah Elham Spd


Mengingkari Taqdir adalah Suatu Kebodohan

Ibnu Athoillah Assakandari mengatakan dalam Kitabnya Al Hikam, Tanda-Tanda seseorang bersandar kepada Amal.


مِنْ عَلاَمَاتِ الْاِعْتِمَادِعَلَى الْعَمَلِ نُقْصاَنُ الرَّجَاءِعِنْدَوُجُوْدِالزَّلَلِ
“Tanda-tanda bahwa seseorang itu bersandar / bertuhan kepada amal usahanya yaitu berkurangnya pengharapan terhadap karunia Allah Ta`ala ketika terjadi padanya suatu kesalahan atau dosa”.

Maka Penulis dalam hal ini melakukan ta`liq kepada perkataan Syeikh Ibnu Athaillah As-Sakandary yaitu : Tanda –tanda bahwa seseorang itu bersandar / berTuhan kepada Amal usahanya, bila seseorang itu beramal dia merasa dekat kepada Allah Ta`ala namun di saat tidak beramal atau di saat tidak sedang beramal maka Allah Ta`ala jauh dan lenyap, sehingga Allah Ta`ala ada jika sedang beramal namun apabila tidak sedang beramal Allah Ta`ala lenyap, sehingga Amal dijadikan jarak kepada Allah Ta`ala, dan waktu pun dijadikan sandaran untuk beribadah kepada Allah Ta`ala, jika bukan waktunya maka Allah Ta`ala pun lenyap dan tenggelam, Allah Ta`ala ada ditempat-tempat tertentu dan ada pada waktu-waktu tertentu saja serta Allah Ta`ala ada di keadaan situasi tertentu, bukankah ini perbuatan yang tanpa disadari seseorang itu telah bertuhankan dan bersandar kepada amal itu, bisa di renungkan jika seseorang yang beramal tadi melakukan perbuatan dosa tentu tambah lenyap sama sekali Allah Ta`ala pada dirinya.

Sesatkah Doa Abu Nuwas yang sering didengar oleh diri ini jawabannya dapat di simak Kajian Kemurnian Tauhid pada Majelis Nuurul Fuaad dibawah ini :





PEMESANAN BUKU DISINI




Tuesday, 17 November 2015
Duniacahayahati.blogspot.com Situs tentang Ilmu Ma`rifatullah (Tauhid) Didalamnya banyak mengandung Ilmu Hikmah yang hanya dapat dirasakan oleh orang-orang yang diberikan Ilmu ini.

Praktek Syeikh Sufi yang jauh dari Al Qur`an dan As-Sunnah
Oleh : Elfiansyah ELham Spd


Kaum Salafiyah di daerah-daerah Arab Suriah pada tahun 1901 seorang teman Rida di Damaskus Abdul Al Hamid Az Zahrawi 1871-1916 Mempublikasikan sebuah artikel panjang yang berisi kritik kerasnya terhadap kondisi hukum Islam yang ada pada saat itu dan terhadap sufisme tanpa mengungkapkan alasan-alasannya ia tidak hanya mengkritik dengan keras praktek-praktek ilegal Sufi yang baru-baru ini muncul dari pada Syeikh penipu yang curang dan malas dan kebanyakan untuk menipu uang para pengikutnya dan ingin diharap pengakuan dari para murid-muridnya atas ilmunya dan kesaktian serta kesholehannya dan bukannya perkembangan spritual sejati Tetapi dia juga dengan terbuka mempertanyakan dasar sufisme dalam Islam serta menuduhnya sebagai campuran teosofi,metafisika Yunani dan sedikit dari Alquran dan As-sunnah, reaksi ulama Sufi muncul dengan sangat keras Gubernur damaskus menangkap az-zahrawi dan mengirimnya ke Istambul untuk diinvestigasi.

Setelah kejadian-kejadian ini Rida menulis dalam Al Manar untuk meng-ekspresikan kekagumannya keberanian dan kebebasan yang ditunjukkan Az-zahrawi tetapi Rida juga menganggap Az-zahrawi agak berlebihan dalam menyerang sufisme yang mana di kemudian hari bisa jadi Rida akan memberi dukungan yang lebih terbuka akan Tetapi dia dan Salafiyah Syiria lainnya sadar bahwa apa yang ditulisnya itu telah menimbulkan serangan balik kaum konservatif sehingga mereka menuntut Az-zahrawi untuk dibunuh karena ia seorang heretik dan kafir dan menuntut bahwa ulama Sufi seharusnya menentukan doktrin dan praktik Islami berlakukan secara legal.

Adapun beberapa tahun setelah itu Rida mengalami sendiri akibat serangannya kelompok Sufi tradisional di Damaskus dalam sebuah perjalanan melintasi Syria pada musim gugur 1908 dia mengunjungi kota Damaskus dan pada 24 Oktober Ia menyampaikan ceramah umum di masjid Umayyah yang menarik banyak pendengar dan menyampaikan khutbah kepada mereka tentang masalah yang aktual perlunya kemajuan Kombinasi yang tepat antara Islam dan ilmu dalam khutbahnya ini Rida mengancam praktek tawasul pada orang-orang suci yang sebelumnya telah terkenal melalui kampanye, yakni Abduh menantang bid`ah tapi masyarakat lebih menghubungkannya dengan wahhabiyyah, maka Rida tidak diperbolehkan menyelesaikan khotbahnya karena dia diinterupsi oleh seorang Syekh Sufi yang dengan penuh emosi mengungkapkan dukungannya terhadap praktek tersebut yakni praktek ziarah ke makam makam dan mempercayai keramat keramat para orang suci, Syeik ini memperingatkan para hadirin untuk tidak mendengarkan kritik seperti Rida dan kaum Wahhabiyyah  dan seorang Syekh yang lain menghasut para hadirin untuk menentang kaum Wahhabiyyah dan menuduh Rida sebagai salah satu seorang dari mereka serta memaksanya untuk meninggalkan masjid dan terjadilah kerusuhan di jalan yang timbul kemudian sekelompok orang menuntut Rida dibunuh maka mereka menyerang kaum Salafiyyah damaskus lainnya karena berpegang pada pandangan-pandangan wahhabiyyah yang sama.

PEMESANAN BUKU DISINI




Tuesday, 10 November 2015
Duniacahayahati.blogspot.com Situs tentang Ilmu Ma`rifatullah (Tauhid) Didalamnya banyak mengandung Ilmu Hikmah yang hanya dapat dirasakan oleh orang-orang yang diberikan Ilmu ini.

Bukti Bahwa Makhluk Tidak dapat membawa rezekinya sendiri
Oleh : Elfiansyah Elham Spd


Maha Benar Allah
Maha Benar Allah tampak jelas didalam Al Qur`an baik tertulis maupun berupa visual dalam kehidupan yang nampak ini bahwa Rezeki urusan Allah dan tidaklah satupun makhluk yang dapat memberikan rezeki, oleh sebab itu TAUHID lah lebih diutamakan daripada syariat itu agar dalam kehidupan sehari-hari tidak mendustakan Al Qur`an yang dibaca, pandai membaca namun saat divisualisasikan maka banyak yang mendustakannya.

Sebagaimana Allah Ta`ala Berfirman didalam Al Qur`an Suroh Al Ankabut (29 57-62):

كُلُّ نَفۡسٍ۬ ذَآٮِٕقَةُ ٱلۡمَوۡتِ‌ۖ ثُمَّ إِلَيۡنَا تُرۡجَعُونَ (٥٧) وَٱلَّذِينَ ءَامَنُواْ وَعَمِلُواْ ٱلصَّـٰلِحَـٰتِ لَنُبَوِّئَنَّهُم مِّنَ ٱلۡجَنَّةِ غُرَفً۬ا تَجۡرِى مِن تَحۡتِہَا ٱلۡأَنۡهَـٰرُ خَـٰلِدِينَ فِيہَا‌ۚ نِعۡمَ أَجۡرُ ٱلۡعَـٰمِلِينَ (٥٨) ٱلَّذِينَ صَبَرُواْ وَعَلَىٰ رَبِّہِمۡ يَتَوَكَّلُونَ (٥٩) وَڪَأَيِّن مِّن دَآبَّةٍ۬ لَّا تَحۡمِلُ رِزۡقَهَا ٱللَّهُ يَرۡزُقُهَا وَإِيَّاكُمۡ‌ۚ وَهُوَ ٱلسَّمِيعُ ٱلۡعَلِيمُ (٦٠) وَلَٮِٕن سَأَلۡتَهُم مَّنۡ خَلَقَ ٱلسَّمَـٰوَٲتِ وَٱلۡأَرۡضَ وَسَخَّرَ ٱلشَّمۡسَ وَٱلۡقَمَرَ لَيَقُولُنَّ ٱللَّهُ‌ۖ فَأَنَّىٰ يُؤۡفَكُونَ (٦١) ٱللَّهُ يَبۡسُطُ ٱلرِّزۡقَ لِمَن يَشَآءُ مِنۡ عِبَادِهِۦ وَيَقۡدِرُ لَهُ ۥۤ‌ۚ إِنَّ ٱللَّهَ بِكُلِّ شَىۡءٍ عَلِيمٌ۬ (٦٢

Tiap-tiap yang berjiwa akan merasakan mati. Kemudian hanyalah kepada Kami kamu dikembalikan. (57) Dan orang-orang yang beriman dan mengerjakan amal-amal yang saleh, sesungguhnya akan Kami tempatkan mereka pada tempat-tempat yang tinggi di dalam surga, yang mengalir sungai-sungai di bawahnya, mereka kekal di dalamnya. Itulah sebaik-baik pembalasan bagi orang-orang yang beramal, (58) [yaitu] yang bersabar dan bertawakkal kepada Tuhannya. (59) Dan berapa banyak binatang yang tidak [dapat] membawa [mengurus] rezkinya sendiri. Allah-lah yang memberi rezki kepadanya dan kepadamu dan Dia Maha Mendengar lagi Maha Mengetahui. (60) Dan sesungguhnya jika kamu tanyakan kepada mereka: "Siapakah yang menjadikan langit dan bumi dan menundukkan matahari dan bulan?" Tentu mereka akan menjawab: "Allah", maka betapakah mereka [dapat] dipalingkan [dari jalan yang benar]. (61) Allah melapangkan rezki bagi siapa yang dikehendaki-Nya di antara hamba-hamba-Nya dan Dia [pula] yang menyempitkan baginya. Sesungguhnya Allah Maha Mengetahui segala sesuatu. (62).
Sebagaimana pada visual dalam video ini para semut tidak dapat mebawa rezekinya sendiri.


Kebanyakan pada kehidupan sehari-hari diri ini banyak sekali mendustakan dan merusak syahadat yang dibaca itu tetap saja yang terpandang Makhluk yang meberikan rezeki, Allah Terhijab dan Allah Tenggelam oleh Makhluk, berapa banyak manusia berlomba-lomba mentuhankan manusia satu sama lain ? inilah bahayanya jika hanya pandai membaca Al Qur`an namun tidak paham apa yang dibaca.


PEMESANAN BUKU DISINI




Sunday, 8 November 2015
Duniacahayahati.blogspot.com Situs tentang Ilmu Ma`rifatullah (Tauhid) Didalamnya banyak mengandung Ilmu Hikmah yang hanya dapat dirasakan oleh orang-orang yang diberikan Ilmu ini.

Disaat Al Qur`an di visualisasikan Maka Nampaklah dusta pada diri ini
Oleh : Elfiansyah ELham Spd

Al Qur`an bukanlah hanya semata tektual namun yang nampak inilah visualisasinya yang dapat dilihat dan dirasakan, banyak disekitar diri ini menemukan banyak yang pandai membaca Al Qur`an namun disaat visualnya nampaklah dusta semata yang ada terdengar pada kedua telinga ini hanyalah sumpah serapah, cacian dan makian seyogyanya ucapkanlah Shodaqollahul Adzim, bukan malah mencela apa yang dilihat dan mencaci makinya.

Sebagaimana dapatkan disaksikan pada Visual di bawah ini :


Video diatas adalah Kejadian dua orang yang menjadi Pelaku Pengemis di Masjid Raya Samarinda Kalimantan Timur yang sedang bertengkar dikarenakan ditegur oleh salah satu orang yang berprofesi sama sehingga terjadilah perkelahian yang mana seorang yang sudah lanjut usia merasa tersinggung ditegur dan salah satu pihak merasa lahannya di ambil.

Vidoe diatas adalah Visualisasi Al Qur`an yang nampak jelas dan terang maka jika melihat kejadian itu ucapkanlah Shodaqollahul Azhim ( Maha Benar Allah ) bentuk kesaksian pada diri melihat Al Qur`an secara Visual.

Namun disaat divisualisasikan banyak yang berjatuhan dan banyak yang tidak memahami apa yang dibaca itu, hanya sebatas tulisan semata.

Komentar Nitizen

Beberapa Komentarpun di Media Sosial akan nampak jelas hinaan cacian dan makian yang dilontarkan.

Sudahkah diri ini memahami Al Qur`an yang dibaca itu ?  



Download Aplikasi Real Market Indonesia V1 (Aplikasi Keilmuan)

PEMESANAN BUKU DISINI


Tuesday, 3 November 2015
Duniacahayahati.blogspot.com Situs tentang Ilmu Ma`rifatullah (Tauhid) Didalamnya banyak mengandung Ilmu Hikmah yang hanya dapat dirasakan oleh orang-orang yang diberikan Ilmu ini.

Kisah Nyata Imam Hanafi ( Abu Hanifah )



Nu'man bin Tsabit adalah nama asli dari Abu Hanifah, yang mana sekarang dikenal dengan IMAM HANAFI yakni Imam tertua dari Imam yang lainnya seperti Imam Malik, Imam As-Syafi`i dan Imam Hanbali.
Abu Hanifah sedang berjalan dan  berpapasan dengan seorang anak kecil yang berjalan mengenakan terompah kayu, maka Abu Hanifah menegur :"Hati-hati nak dengan sepatu kayumu itu, Jangan sampai kau tergelincir".

Seorang anak kecil itupun tersenyum dan mengucapkan terima kasih atas perhatian Abu Hanifah, kemudian anak kecil itu bertanya ""Bolehkah saya mengetahui namamu Tuan?" 
Dijawab oleh Abu Hanifah :"Nu'man bin Tsabit"
Jadi, Tuan lah yang selama ini terkenal dengan gelar Al-imam Al-A'dhom. (Imam agung) itu..?" 
Abu Hanifahpun menjawab :"Bukan aku yang memberi gelar itu, Masyarakat-lah yang berprasangka baik dan memberi gelar itu kepadaku"


Anak kecil itupun berkata :"Wahai Imam, hati-hati dengan gelarmu. Jangan sampai Tuan tergelincir ke neraka karena gelar, sedangkan Sepatu kayuku ini mungkin hanya menggelincirkanku di dunia. Tapi gelarmu itu dapat menjerumuskan-mu ke dalam api yg kekal jika kesombongan dan keangkuhan menyertainya".

Abu Hanifah langsung tersungkur menangis, Imam Abu Hanifah bersyukur. Siapa sangka, peringatan datang dari lidah seorang anak kecil.
"SEPASANG TANGAN YG MENARIKMU SAAT TERJATUH LEBIH HARUS KAU PERCAYAI DARIPADA SERIBU TANGAN YANG MENYAMBUTMU SAAT TIBA DI PUNCAK KESUKSESAN"
Ambillah hikmah dibalik kisah nyata ini dan jadikanlah suatu pelajaran penting pada diri ini dalam menjalani proses kehidupan yang sedang dijalani.



Bagi yang ingin mengakses melalui Iphone atau Android silahkan klik tombol dibawah ini :




PEMESANAN BUKU DISINI




Categories

Kelolokan Km 12 (2) Memahami Bab Furuiyyah (2) Adab Islam dalam memasuki Rumah (1) Ahmadiyah dan LDII (1) Aku berda`wah untuk golongan kalian dan Golongan kalian tidak boleh menda`wahi golonganku (1) Al Fuaad Fi Nurin (1) Al Fuaad Fi Nuurin (1) Al HIkam sesat dan menyesatkan (1) Al Quran bagi diri ini hanya sebagai simbol dan hiasan semata (1) Alergi Belajar Tauhid (Ma`rifatullah) Rusaklah Hati dan Jasad (1) Allah Ta`ala ditenggelamkan oleh pelampung (1) Allah Ta`ala yang bersedekah buat diri ini (1) Amal Ibadah bukanlah Jaminan Surga (1) Amal sholat dan puasa akan nampak nilai setelahnya... (1) Apakah diri ini bodoh ikut-ikutan dalam mengkafirkan Golongan lain ? (1) Awal Keberadaan Sufisme dan Anti Sufisme (1) BAB HAID Bagi Wanita (1) BAB SHOLAT DALIL SEBELUM TAKBIR (1) BAB SHOLAT Takbiratul Ihkram (1) BAGAIMANA AHMAD IBNU IDRIS SEBAGAI TOKOH SUFI DAPAT BERGANDENGAN TANGAN DENGAN KAUM WAHHABIYYAH ? (1) BAKTI SEORANG ANAK TERHADAP IBUNYA YANG GILA (1) BENARKAH AKU BERIMAN ATAU ATHEIS (TAK BERTUHAN) (1) BENARKAH PROF QURAISH SHIHAB SYI’AH? (1) Bab Duduk antara dua sujud beserta doanya (1) Bab Salam dalam Sholat (1) Bab Sujud dan Bacaan Sujud (1) Bab Takbiratul Ikhram (1) Bab mengangkat kedua tangan ketika Takbir (1) Bagaimana Pergerakan Keilmuan Tasawuf semakin merebak di Penjuru Dunia dan banyak diterima di Masyarakat baik para pemuda maupun yang Lanjut Usia ? (1) Bagaimana mungkin diri ini beramal ibadah (1) Bantahan Umat Muslim Di Tolikara Papua (1) Belajar Tauhid haruslah Kaffah (1) Benarkah cinta kita kepada Allah ? (1) Benarkah diri ini mengenal Allah Ta`ala (Ma`rifatullah) (1) Berbagai Jenis Amal adalah karena berbagai Ahwal (1) Beriman yang Dusta atau Tidak pada Umat islam di Tolikara (1) Berimankah diri ini atau dusta semata ? (1) Bid`ah Maulid Nabi dan Bid`ah Hari Besar (1) Bid`ah dan Khilafiyah yang akan selalu di debatkan sampai akhir zaman (1) Bidadari Surga ditanah Adat (1) Bodoh yang yang ditampakkan (1) Bukanlah diri ini seorang ahli hakekat jika masih suka mencela orang lain (1) Bukti Allah tidak menyukai orang yang bangga dengan amalnya (1) Bukti Bahwa Makhluk Tidak dapat membawa rezekinya sendiri (1) Buku Nahwu Shorof Bagi Pemula & Lanjut Usia (1) CAK NUN : "Sangat dilarang menyakiti hati orang lain" (1) DITIPU (1) Dai-Dai saat ini suka mencela Ulama Terdahulu (1) Dasar-Dasar Ma`rifatullah Pembatalan Syahadat yang Nampak (1) Disaat Al Qur`an di visualisasikan Maka Nampaklah dusta pada diri ini (1) Doa Iftitah (1) Doa dan amalan bukanlah sebagai jarak pemisah kepada Tuhan (1) Dusta Dalam Beramal dan beribadah kepada Allah (1) Dusta seorang Guru Tauhid yang Nampak Mendustakan (1) Elfiansyah Elham Spd (1) Elfiansyah Spd (1) Fiqh Bab Niat (1) Fiqh Bab Wudhu (1) Fitnah yang nampak yang ditujukan kepada Dr ZAKIR NAIK hal INSHA ALLAH (1) Gendrang Jihad telah ditabuh di Kabupaten Tolikara (1) Hakekat Kemiskinan adalah ketika kehilangan harapan (1) Haram berzakat didalam masjid (1) Hikmah Syukur di balik Cobaan dan Ujian seorang Hamba (1) Hukum Mengirim Al Fatihah atau menghadiakan Al Fatihah kepada yang meninggal (1) Hukum Nun Mati dan Tanwin (1) IDGHAM BIGHUNNAH ( ادغم بغنة ) (1) I`tidal dari ruku (1) Ibadah Umrah dan haji yang didustakan dan mendustakan-Nya (1) Iblis namanya adalah Azazil dia termasuk dari malaikat-malaikat yang paling mulia (1) Ilmu Hikmah bukanlah Ilmu sesat (1) Ilmu Tajwid (1) Iman Bil Ghoib (1) Istiftah dan Al Fatihah (1) JALAN MEMPEROLEH MAKRIFAT (1) JANGAN ENGKAU DUSTAKAN KITAB SUCI MU SENDIRI (1) Jangan berbangga dengan kemajuan Zaman (1) Jika ada lintasan didalam hati ada kehendak selain kehendakNya maka MURTAD (1) Kajian Islam Ilmu Hikmah (1) Kajian Nahwu Shorof dan Fiqh Bit Takhrij Al Qur`an Wal Hadits (1) Kedustaan dan kesombongan dalam Tawadhu (Merendahkan diri) (1) Keputusan Mahkamah Agung Terhadap Syiah (1) Kesombongan yang mengecilkan diri sendiri (1) Ketika Tauhid Bergema Di Antara Dua Kubah (1) Khilafiyyah Maulid Nabi dan Hari Besar Islam (1) Kisah Nyata Imam Hanafi ( Abu Hanifah ) (1) Kitab Al Hikam Bukan Kitab yang sesat namun Malah Meluruskan (1) Kitab Al Hikam Sesat (1) Larangan waktu dalam menguburkan mayat (1) MPU Aceh mengeluarkan fatwa paham Salafi sesat menyesatkan (1) Maka diri ini terdiam: Allah Ta`ala ditenggelamkan oleh Tempe (1) Makna kedalaman Syahadat اَشْهَدُاَنْالَااِلَهَ اِلَّااللهُ (1) Mandu dalam kutim (1) Manusia tetaplah manusia tidaklah mampu dalam hal apapun (1) Membedah Buku Sufi dan Anti Sufi (1) Mengapa Kaum Wahhabiyyah mengambil sikap penentangan extstrem terhadap Sufiesme ? (1) Mengetahui Kedudukan Di Sisi Allah (1) Menyekutukan Allah Ta`ala dengan kekuatan (1) Menyikapi Fatwa MPU terhadap Ajaran Salafy yang sesat dan menyesatkan (1) Muslim atau Bukan Muslim atau muslimah (1) Novel Islam (1) PANDANGAN IBN HIBBAN PADA SIFAT ALLAH TA`ALA (1) PELAJARAN ISIM DHOMIR ( Kata Ganti ) (1) PENOLAKAN PADA TAREKAT OLEH KAUM WAHHABIYYAH (1) PERBEDAAN & BEDA KEPEMAHAMAN ITU HARUS ADA (1) Pandai Berma`rifatullah Sholatpun di tinggalkan (1) Pejabat Pemerintah yang Berdusta dan Kejam (1) Pelajaran Nahwu Shorof Bab Al Marifat & Annakiroh (1) Penghuni Surga dan neraka sudah ditetapkan (1) Penyakit UJUB yang Akut pada diri (1) Perselisihan Kedudukan Orang Tua Rasulullah yang dinyatakan Masuk Neraka (1) Praktek Syeikh Sufi yang jauh dari Al Qur`an dan As-Sunnah (1) Puasaku hanyalah dusta semata kepada Allah (1) Pujian Hanya Bagi Allah Ta`ala semata (1) Rasionalkah Beribadah & Hukum Insya Allah (1) Ruku dan Bacaan Ruku (1) SHOHIH HADITS QUDSI (1) SURGA MILIKU BUKAN MILIK GOLONGANMU (1) SYARAH TAUHIDUL AF`AL & TAUHIDUL RUBBUBIYYAH (1) Salafi yang suka menyesatkan (1) Sedekah Perkataan yang Baik itu lebih baik dari harta (1) Sesatkah Doa Abu Nuwas Amal jadi alat sambung atau Pemisah (1) Sesungguhnya setiap amalan tergantung pada niatnya (HR. Bukhari no. 1 dan Muslim no. 1907) (1) Sholat bukanlah hanya sekedar Sholat (1) Sholat sekedar Sholat Kerapunpun bisa sholat (1) Siapakah Ibnu Arabi yang di Kafirkan Wahhabi ? (1) Siapapun Diri ini tidak ada andil (1) Site Manubar (1) Syariat yang menipu pandangan mata manusia (1) Syukur yang dibaca namun didustakan setiap harinya (1) TAHUKAH ANDA ? (1) TERTIPU ATAU PURA-PURA BODOH TERHADAP JAMINAN ALLAH (1) Tanah adat Kutai timur (1) Tanda-Tanda Manusia yang Tidak Ikhlas pada Ketetapan Allah (1) Tasawuf dan Sufi gadungan (1) Tauhid Bab Syirik Khofi (Tersembunyi) (1) Tauhid adalah Pondasi Awal dalam menjalankan Syariat (1) Tentang Kebenaran Ilmu Laduni (1) Tentang Pertanyaan ZAKAT (1) Tertipu dengan pandangan dan Kufur Nikmat (1) Tuhan Maha Kecil disaat visualisasikan dalam kehidupan (1) Ucapan Alhamdulillah yang didustakan syarah Al Fuaad Fi Nurin (1) Ucapanku atas Shodaqollah adalah kenikmatan (1) Umat Muslim selain Manhaj Salaf Sesat dan Menyesatkan (1) Usaha Hamba Menghindarkan diri ini dari PENYAKIT UJUB (1) Zikir setelah Sholat berdasarkan Hadits Shohih (1) ilmu dan kemampuan (1) jangan meninggalkan Dzikir kepada Allah (1) “Khusyukah Diri ini dalam Beribadah kepada Tuhan” (1)

Hati Nurani

Dunia Cahaya Hati Nurani


Hati Nurani atau disebut Mata Hati bila sudah bicara, maka tak dapat dibantah akan suara yang terdengar oleh segenap tubuh ini, Hati Nurani dapat menembus apa yang tak dapat ditembus oleh Kedua Mata Zhohir ini, Hati Nurani selalu memberikan Support atas kebaikan dan menghalang-halangi suatu keburukan, tugas yang tak mudah dipikul oleh Hati Nurani, dimanakah hati Nurani diri ini ?

Imam Ibnul Jauzi rahimahullah berkata, “Sesungguhnya ma’rifatullâh (yang benar) adalah mengenal Dzat-Nya, mengenal nama-nama dan sifat-sifat-Nya, serta mengenal perbuatan-perbuatan-Nya.” Dinukil oleh syaikhul Islam Ibnu Taimiyah dalam Majmû’ul Fatâwâ (17/104).

AL Fuaad Fi Nurin

AL Fuaad Fi Nurin
1. Apakah Anda pernah melihat Allah Ta`ala sebagaimana anda bersaksi? 2. Apakah Anda seorang beriman atau pendusta semata ? 3. Apakah anda merasakan kesengsaraan didunia ? apakah ini gambaran hidup anda kelak dineraka ? Apapun pertanyaan pada diri sendiri maka Insya Allah jawabannya ada di buku ini

Markaz Buku Online

Usaha Ingin Di Iklankan ?

Informasi Keilmuan

Translate

Temukan Kami


Pembayaran Buku

Wilayah Pulau Jawa & Sumatera

BCA 165-1586-122
Dede Rahmat

Hp : 081316235961

Wilayah Pulau Kalimantan & Sulawesi

Mandiri 900000-2832-583
Sutimah

Hp : 081254285572

Konfirmasikan jika sudah Transfer, Terimaksih

Kata Kunci Kehidupan

"Bergantung dan Bersandarlah secara Total Kepada Allah Ta`ala tiadakanlah Makhluk yang lain jika engkau belum dapat mencapai kesana maka anggaplah tidak ada makhluk disekitarmu, jikapun masih belum bisa itulah kedudukanmu saat ini"
Powered by Blogger.

Dapatkan Kitab-Kitab ini

Bacaan yang disarankan

Beriman atau Dusta

Kontak Online

Informasi Keilmuan

Nahwu Shorof Bagi Pemula

Nahwu Shorof Bagi Pemula
Mahir dalam memberikan baris arab gundul