Pesan Untuk Diri sendiri yang sedang Berda`wah

“Jika Seorang manusia sudah menyampaikan pendapatnya maka itu sudah mencukupi, dalam hal ini yakni sudah ditunaikan apa yang seharusnya disampaikan dengan cara yang baik dan santun serta beretika. Namun Apabila melahirkan suatu permusuhan, perdebatan, dan menyerang serta menyesat-sesatkan, maka inipun tidaklah termasuk pada sunnah Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi wa Sallam dalam hal memberikan penjelasan, tentu bukanlah cara dakwah dengan atas nama Allah dan kepada sunnah Rasulullah.
Latest Post
Loading...
Selamat Datang di Blog Dunia Cahaya hati yang menghadirkan kajian-kajian ilmu hikmah yang berlandaskan Al Qur`an dan Al Hadits dan dapatkan pula buku Al Fuaad Fi Nuurin Edisi Terbaru Semoga Blog disini dapat memberikan manfaat bagi para pengunjung
Friday, 26 June 2015

Allah Ta`ala yang bersedekah buat diri ini

         













Bagaimana Mungkin diri ini bersedekah padahal Allah Ta`ala lah yang bersedekah
Kalimat ini benar-benar mengandung hikmah yang sangat dalam bagaimana mungkin diri ini bersedekah modalnya dari mana datangnya ? Jika bukan dari Allah Ta`ala maka tidaklah diri ini dapat bersedekah, Bagaimana mungkin diri ini dapat beramal padahal Alla Ta`ala lah yang menolong hamba itu dapat beramal, kajian ilmu hikmah ini dapat di dapat di Kitab Al Hikam dan Al Fuaad Fi Nuurin.
Disinilah Diri ini dituntut untuk kemahami dua kalimat syahadat, namun kebanyak seorang Muslim dan Muslimah tidak menyadari dua kalimat syahadat yang dibaca itu bahkan tidak memahami dua kalimat syahadat itu sendiri, dikarenakan Islamnya adalah islam setruman dari keturunan semata, maka ini kelak akan menjadi boomerang.

Tauhid pokok paling utama dalam menjalankan syariat














Tauhid (Ma`rifatullah) Pokok dasar dalam menjalankan syariat
Tauhid bukanlah suatu Ilmu yang serta merta mematahkan Syari`at dan meninggalkan hukum Al Asbab (sebab Musabab) Tauhid suatu keharusan yang wajib dipelajari oleh Para Muslimun dan muslimat sehingga Syahadatain yang dibaca tidak salah kaprah dan tidak hanya kesaksian yang bohong semata, disinilah para muslimun dan muslimat dituntut untuk mengetahui secara mendalam dua kalimat Syahadat yang dibaca itu dan buka hanya sekedar baca.

Kajian Islam & Bedah Buku

Majelis Kajian Islam & Bedah Buku Nuurul Fuaad Sindangsari.
Kajian Islam yang diadakan setiap malam jum`at dan malam selasa di Tiga Kelurahan yakni Sindangsari, Makroman dan Pulau Atas sudah berjalan kurang lebih 15 Tahun yang mana Para salik benar-benar dapat merasakan hikmah kandungan-kandungan Ilmu yang disampaikan Baik Al Fuaad Fi Nuurin, Al Hikam dan Nahwu Shorof serta Ilmu Fiqh, adapun perjalanan para salik bermacam ragam dalam menerima ilmu ini ada yang diberikan paham oleh Allah Ta`ala 4 Tahun dan bahkan 10 Tahun  sehingga disinilah mahalnya ilmu hikmah tidaklah sesederhana itu memahaminya apalagi hanya sekedar baca dan tidak dikaji kalimat perkalimat.

Namun didalam perjalanan bathiniyah setiap orang tentu mempunyai hikmah nya masing-masing yang hanya dapat dirasakan oleh yang mengalaminya diluar itu hanya hambar semata disinilah ilmu Tauhid itu wajib dirasa, jika tidak maka sesungguhnya diri ini belumlah memahami ilmu bertauhid. 

Dasar-Dasar Memahami Ilmu Tauhid

Memahami diri sendiri dan penyakit atau hama yang ada pada diri sendiri
  • Riya
    Penyakit siapa saja dapat terkena tak pandang siapa dan apapun diri ini
  • Ujub
    Penyakit ini tumbuh subur di posisi yang benar pada seseorang dan diri ini menonjol bahkan Taqbir setiap dibacapun didustakan
  • Dengki, Hasad dan Hasud
    Disinilah Diri ini belum mampu melihat orang lain bahagia, mendapatkan rezeki yang lebih dan berharap bisa semua itu berpindah kepada diri ini dengan cara-cara yang tidak dibenarkan
  • Berdusta dalam amal, ibadah dan berda`wah
    Penyakit ini sudah mewabah pada diri ini, amal, ibadah dan da`wah dapat dijadikan untuk meraup keuntungan serta simpatisan dalam meraih kepentingan dunia serta kelompok tertentu dan untuk dapat pengakuan serta hal-hal yang menampakkan kedustaannya.

Dusta Dalam Beramal

Dusta dalam beramal dan Ibadah Kepada Allah Ta`ala
  • Pandai membaca Takbir
    Diri ini selalu membaca Takbir yakni Allahu Akbar namun pada kenyataannya selalu ada yang lebih besar pada realita kehidupan dijalani, diri ini nongol disaat beribadah, diri ini lebih mementingan jemuran dari pada Takbir yang dibaca tadi.
  • Pandai Membaca Shodoqollah ( Maha Benar Allah) setelah membaca Al Qur`an
    Pada realita sehari-hari tak nampak Shodoqollah itu yang nampak hanya sumpah serapa, keluh kesah dan caci makian.
  • Pandai berzikir
    Namun pada kenyataannya hanyalah suara-suara yang keluar namun di Hati Allah Ta`ala tak hadir, serta visualisasi zikir itupun hanyalah dusta semata.
  • Pandai Berdalil
    Dalil hanya sebatas dalil namun tak dipahami dalil tersebut dalam realita kehidupan sehari-hari secara menyeluruh sehingga dalil itupun sebenarnya ditujukan pada diri ini sendiri.


Dzat yang bernama Allah adalah Maha Pencipta, Maha Terjadi sebab dari Dzat Allah maka adanya alam semesta berserta isinya termasuk di dalamnya segala kehidupan.

اللَّهُ لَا إِلَٰهَ إِلَّا هُوَ الْحَيُّ الْقَيُّومُ ۚ لَا تَأْخُذُهُ سِنَةٌ وَلَا نَوْمٌ ۚ لَهُ مَا فِي السَّمَاوَاتِ وَمَا فِي الْأَرْضِ ۗ مَنْ ذَا الَّذِي يَشْفَعُ عِنْدَهُ إِلَّا بِإِذْنِهِ ۚ يَعْلَمُ مَا بَيْنَ أَيْدِيهِمْ وَمَا خَلْفَهُمْ ۖ وَلَا يُحِيطُونَ بِشَيْءٍ مِنْ عِلْمِهِ إِلَّا بِمَا شَاءَ ۚ وَسِعَ كُرْسِيُّهُ السَّمَاوَاتِ وَالْأَرْضَ ۖ وَلَا يَئُودُهُ حِفْظُهُمَا ۚ وَهُوَ الْعَلِيُّ الْعَظِيمُ

Allah, tidak ada Tuhan (yang berhak disembah) melainkan Dia Yang Hidup kekal lagi terus menerus mengurus (makhluk-Nya); tidak mengantuk dan tidak tidur. Kepunyaan-Nya apa yang di langit dan di bumi. Tiada yang dapat memberi syafa´at di sisi Allah tanpa izin-Nya? Allah mengetahui apa-apa yang di hadapan mereka dan di belakang mereka, dan mereka tidak mengetahui apa-apa dari ilmu Allah melainkan apa yang dikehendaki-Nya. Kursi Allah meliputi langit dan bumi. Dan Allah tidak merasa berat memelihara keduanya, dan Allah Maha Tinggi lagi Maha Besar. (Qs 2:255)

Kepunyaan-Nya apa-apa yang ada dilangit dan apa-apa yang ada di bumi, ini bukti bahwa manusia tidak diperkenankan merasa memiliki sampai dapat menganggu Jiwanya, karena apapun itu atau sesuatu yang dimiliki itu adalah sebuah Pinjaman dan Amanah yang mana suatu saat akan diambil kembali, adapun teknis Allah dalam mengambilnya dapat kita rasakan dalam kehidupan kita sehari-hari.

Ayat diatas sangat jelas dan terang baik dalam kedudukan ayat maupun dalam Kedudukan Nahwu Shorof yang dikenal dengan Alif Lam Ma`rifat yang mana menyatakan apapun itu adalah milik Allah bahkan Kotoran dalam perut maupun yang sudah dikeluarkan itupun milik-Nya tanpa ada pengecualian.
Bukti kalimat diatas adalah : Allah memberikan tanda kepada manusia apabila kotoran yang ada didalam perut itu harus dikeluarkan agar Manusia ingin mengeluarkan Hajat dapat mengetahuinya lebih dahulu sehingga Manusia dapat mengeluarkannya dengan baik dan benar, dapat dibayangkan jika Allah tak memberikan tanda di saat manusia harus mengeluarkan hajat, tentu kotoran akan kemana-mana disebabkan merasa memiliki kotoran tersebut.
jikapun manusia memang merasa memiliki kotoran yang ada dalam perut atau sisa makanan seyogyanya dapat dikeluarkan semaunya, kenyataan tidak demikian.
bagi yang suka menggunakan akal dari pada keimanan yang mendalam tentu akan menjawab : "Inikan sudah sunatullah" sesungguhnya manusia yang mengeluarkan perkataan itu adalah : mereka yang mempunyai Ilmu namun tidak diberikan oleh Allah cahaya-Nya.

Berbicara sunatullah adalah : Hukum kebiasaan yang lazim dan dapat diterima oleh akal, bagaimana jika kita benturkan dengan Innayatullah (hukum diluar kebiasaan) ? inilah yang disebut ilmu bi nurillah wa Nurun ala Nuriin.

Manusia khususnya umat muslim selalu di jejali dengan hukum sunatullah sehingga umat banyak terhijab dan hijabnya menjadi tebal kepada Allah Ta`ala.
Jangankan merasa Pandai, manusia merasa bodoh itupun sudah memiliki yang bukan haknya. maka berhati-hatilah dalam hal ini
Bukankah kita tidak punya peran sedikitpun dalam penciptaan langit dan Bumi ? begitu juga terhadap diri kita sendiri (QS Saba :22 ), maka jika masih ada rasa memiliki baik diluar diri maupun didalam diri inilah bukti akan ke hancuran hamba itu sendiri, Ilmu ini dapat dibuktikan dalam perjalanan setiap manusia dalam menjalani proses hidup ini.

semakin kuat rasa memiliki maka semakin kuat pula Allah dalam mengambil apa yang dimiliki oleh hamba itu.
Sampai pada manusia itu mengangkat bendera putih kepada Allah Ta`ala dalam artian Merendahkan diri kepada Allah.

Rasulullah selalu mengingatkan akan bahayanya cinta dunia..........maka berhati-hatilah !

Jangankan merasa Pandai, manusia merasa bodoh itupun sudah memiliki yang bukan haknya. maka berhati-hatilah dalam hal ini

Post a Comment

Categories

Kelolokan Km 12 (2) Memahami Bab Furuiyyah (2) Adab Islam dalam memasuki Rumah (1) Ahmadiyah dan LDII (1) Aku berda`wah untuk golongan kalian dan Golongan kalian tidak boleh menda`wahi golonganku (1) Al Fuaad Fi Nurin (1) Al Fuaad Fi Nuurin (1) Al HIkam sesat dan menyesatkan (1) Al Quran bagi diri ini hanya sebagai simbol dan hiasan semata (1) Alergi Belajar Tauhid (Ma`rifatullah) Rusaklah Hati dan Jasad (1) Allah Ta`ala ditenggelamkan oleh pelampung (1) Allah Ta`ala yang bersedekah buat diri ini (1) Amal Ibadah bukanlah Jaminan Surga (1) Amal sholat dan puasa akan nampak nilai setelahnya... (1) Apakah diri ini bodoh ikut-ikutan dalam mengkafirkan Golongan lain ? (1) Awal Keberadaan Sufisme dan Anti Sufisme (1) BAB HAID Bagi Wanita (1) BAB SHOLAT DALIL SEBELUM TAKBIR (1) BAB SHOLAT Takbiratul Ihkram (1) BAGAIMANA AHMAD IBNU IDRIS SEBAGAI TOKOH SUFI DAPAT BERGANDENGAN TANGAN DENGAN KAUM WAHHABIYYAH ? (1) BAKTI SEORANG ANAK TERHADAP IBUNYA YANG GILA (1) BENARKAH AKU BERIMAN ATAU ATHEIS (TAK BERTUHAN) (1) BENARKAH PROF QURAISH SHIHAB SYI’AH? (1) Bab Duduk antara dua sujud beserta doanya (1) Bab Salam dalam Sholat (1) Bab Sujud dan Bacaan Sujud (1) Bab Takbiratul Ikhram (1) Bab mengangkat kedua tangan ketika Takbir (1) Bagaimana Pergerakan Keilmuan Tasawuf semakin merebak di Penjuru Dunia dan banyak diterima di Masyarakat baik para pemuda maupun yang Lanjut Usia ? (1) Bagaimana mungkin diri ini beramal ibadah (1) Bantahan Umat Muslim Di Tolikara Papua (1) Belajar Tauhid haruslah Kaffah (1) Benarkah cinta kita kepada Allah ? (1) Benarkah diri ini mengenal Allah Ta`ala (Ma`rifatullah) (1) Berbagai Jenis Amal adalah karena berbagai Ahwal (1) Beriman yang Dusta atau Tidak pada Umat islam di Tolikara (1) Berimankah diri ini atau dusta semata ? (1) Bid`ah Maulid Nabi dan Bid`ah Hari Besar (1) Bid`ah dan Khilafiyah yang akan selalu di debatkan sampai akhir zaman (1) Bidadari Surga ditanah Adat (1) Bodoh yang yang ditampakkan (1) Bukanlah diri ini seorang ahli hakekat jika masih suka mencela orang lain (1) Bukti Allah tidak menyukai orang yang bangga dengan amalnya (1) Bukti Bahwa Makhluk Tidak dapat membawa rezekinya sendiri (1) Buku Nahwu Shorof Bagi Pemula & Lanjut Usia (1) CAK NUN : "Sangat dilarang menyakiti hati orang lain" (1) DITIPU (1) Dai-Dai saat ini suka mencela Ulama Terdahulu (1) Dasar-Dasar Ma`rifatullah Pembatalan Syahadat yang Nampak (1) Disaat Al Qur`an di visualisasikan Maka Nampaklah dusta pada diri ini (1) Doa Iftitah (1) Doa dan amalan bukanlah sebagai jarak pemisah kepada Tuhan (1) Dusta Dalam Beramal dan beribadah kepada Allah (1) Dusta seorang Guru Tauhid yang Nampak Mendustakan (1) Elfiansyah Elham Spd (1) Elfiansyah Spd (1) Fiqh Bab Niat (1) Fiqh Bab Wudhu (1) Fitnah yang nampak yang ditujukan kepada Dr ZAKIR NAIK hal INSHA ALLAH (1) Gendrang Jihad telah ditabuh di Kabupaten Tolikara (1) Hakekat Kemiskinan adalah ketika kehilangan harapan (1) Haram berzakat didalam masjid (1) Hikmah Syukur di balik Cobaan dan Ujian seorang Hamba (1) Hukum Mengirim Al Fatihah atau menghadiakan Al Fatihah kepada yang meninggal (1) Hukum Nun Mati dan Tanwin (1) IDGHAM BIGHUNNAH ( ادغم بغنة ) (1) I`tidal dari ruku (1) Ibadah Umrah dan haji yang didustakan dan mendustakan-Nya (1) Iblis namanya adalah Azazil dia termasuk dari malaikat-malaikat yang paling mulia (1) Ilmu Hikmah bukanlah Ilmu sesat (1) Ilmu Tajwid (1) Iman Bil Ghoib (1) Istiftah dan Al Fatihah (1) JALAN MEMPEROLEH MAKRIFAT (1) JANGAN ENGKAU DUSTAKAN KITAB SUCI MU SENDIRI (1) Jangan berbangga dengan kemajuan Zaman (1) Jika ada lintasan didalam hati ada kehendak selain kehendakNya maka MURTAD (1) Kajian Islam Ilmu Hikmah (1) Kajian Nahwu Shorof dan Fiqh Bit Takhrij Al Qur`an Wal Hadits (1) Kedustaan dan kesombongan dalam Tawadhu (Merendahkan diri) (1) Keputusan Mahkamah Agung Terhadap Syiah (1) Kesombongan yang mengecilkan diri sendiri (1) Ketika Tauhid Bergema Di Antara Dua Kubah (1) Khilafiyyah Maulid Nabi dan Hari Besar Islam (1) Kisah Nyata Imam Hanafi ( Abu Hanifah ) (1) Kitab Al Hikam Bukan Kitab yang sesat namun Malah Meluruskan (1) Kitab Al Hikam Sesat (1) Larangan waktu dalam menguburkan mayat (1) MPU Aceh mengeluarkan fatwa paham Salafi sesat menyesatkan (1) Maka diri ini terdiam: Allah Ta`ala ditenggelamkan oleh Tempe (1) Makna kedalaman Syahadat اَشْهَدُاَنْالَااِلَهَ اِلَّااللهُ (1) Mandu dalam kutim (1) Manusia tetaplah manusia tidaklah mampu dalam hal apapun (1) Membedah Buku Sufi dan Anti Sufi (1) Mengapa Kaum Wahhabiyyah mengambil sikap penentangan extstrem terhadap Sufiesme ? (1) Mengetahui Kedudukan Di Sisi Allah (1) Menyekutukan Allah Ta`ala dengan kekuatan (1) Menyikapi Fatwa MPU terhadap Ajaran Salafy yang sesat dan menyesatkan (1) Muslim atau Bukan Muslim atau muslimah (1) Novel Islam (1) PANDANGAN IBN HIBBAN PADA SIFAT ALLAH TA`ALA (1) PELAJARAN ISIM DHOMIR ( Kata Ganti ) (1) PENOLAKAN PADA TAREKAT OLEH KAUM WAHHABIYYAH (1) PERBEDAAN & BEDA KEPEMAHAMAN ITU HARUS ADA (1) Pandai Berma`rifatullah Sholatpun di tinggalkan (1) Pejabat Pemerintah yang Berdusta dan Kejam (1) Pelajaran Nahwu Shorof Bab Al Marifat & Annakiroh (1) Penghuni Surga dan neraka sudah ditetapkan (1) Penyakit UJUB yang Akut pada diri (1) Perselisihan Kedudukan Orang Tua Rasulullah yang dinyatakan Masuk Neraka (1) Praktek Syeikh Sufi yang jauh dari Al Qur`an dan As-Sunnah (1) Puasaku hanyalah dusta semata kepada Allah (1) Pujian Hanya Bagi Allah Ta`ala semata (1) Rasionalkah Beribadah & Hukum Insya Allah (1) Ruku dan Bacaan Ruku (1) SHOHIH HADITS QUDSI (1) SURGA MILIKU BUKAN MILIK GOLONGANMU (1) SYARAH TAUHIDUL AF`AL & TAUHIDUL RUBBUBIYYAH (1) Salafi yang suka menyesatkan (1) Sedekah Perkataan yang Baik itu lebih baik dari harta (1) Sesatkah Doa Abu Nuwas Amal jadi alat sambung atau Pemisah (1) Sesungguhnya setiap amalan tergantung pada niatnya (HR. Bukhari no. 1 dan Muslim no. 1907) (1) Sholat bukanlah hanya sekedar Sholat (1) Sholat sekedar Sholat Kerapunpun bisa sholat (1) Siapakah Ibnu Arabi yang di Kafirkan Wahhabi ? (1) Siapapun Diri ini tidak ada andil (1) Site Manubar (1) Syariat yang menipu pandangan mata manusia (1) Syukur yang dibaca namun didustakan setiap harinya (1) TAHUKAH ANDA ? (1) TERTIPU ATAU PURA-PURA BODOH TERHADAP JAMINAN ALLAH (1) Tanah adat Kutai timur (1) Tanda-Tanda Manusia yang Tidak Ikhlas pada Ketetapan Allah (1) Tasawuf dan Sufi gadungan (1) Tauhid Bab Syirik Khofi (Tersembunyi) (1) Tauhid adalah Pondasi Awal dalam menjalankan Syariat (1) Tentang Kebenaran Ilmu Laduni (1) Tentang Pertanyaan ZAKAT (1) Tertipu dengan pandangan dan Kufur Nikmat (1) Tuhan Maha Kecil disaat visualisasikan dalam kehidupan (1) Ucapan Alhamdulillah yang didustakan syarah Al Fuaad Fi Nurin (1) Ucapanku atas Shodaqollah adalah kenikmatan (1) Umat Muslim selain Manhaj Salaf Sesat dan Menyesatkan (1) Usaha Hamba Menghindarkan diri ini dari PENYAKIT UJUB (1) Zikir setelah Sholat berdasarkan Hadits Shohih (1) ilmu dan kemampuan (1) jangan meninggalkan Dzikir kepada Allah (1) “Khusyukah Diri ini dalam Beribadah kepada Tuhan” (1)

Hati Nurani

Dunia Cahaya Hati Nurani


Hati Nurani atau disebut Mata Hati bila sudah bicara, maka tak dapat dibantah akan suara yang terdengar oleh segenap tubuh ini, Hati Nurani dapat menembus apa yang tak dapat ditembus oleh Kedua Mata Zhohir ini, Hati Nurani selalu memberikan Support atas kebaikan dan menghalang-halangi suatu keburukan, tugas yang tak mudah dipikul oleh Hati Nurani, dimanakah hati Nurani diri ini ?

Imam Ibnul Jauzi rahimahullah berkata, “Sesungguhnya ma’rifatullâh (yang benar) adalah mengenal Dzat-Nya, mengenal nama-nama dan sifat-sifat-Nya, serta mengenal perbuatan-perbuatan-Nya.” Dinukil oleh syaikhul Islam Ibnu Taimiyah dalam Majmû’ul Fatâwâ (17/104).

AL Fuaad Fi Nurin

AL Fuaad Fi Nurin
1. Apakah Anda pernah melihat Allah Ta`ala sebagaimana anda bersaksi? 2. Apakah Anda seorang beriman atau pendusta semata ? 3. Apakah anda merasakan kesengsaraan didunia ? apakah ini gambaran hidup anda kelak dineraka ? Apapun pertanyaan pada diri sendiri maka Insya Allah jawabannya ada di buku ini

Markaz Buku Online

Usaha Ingin Di Iklankan ?

Informasi Keilmuan

Translate

Temukan Kami


Pembayaran Buku

Wilayah Pulau Jawa & Sumatera

BCA 165-1586-122
Dede Rahmat

Hp : 081316235961

Wilayah Pulau Kalimantan & Sulawesi

Mandiri 900000-2832-583
Sutimah

Hp : 081254285572

Konfirmasikan jika sudah Transfer, Terimaksih

Kata Kunci Kehidupan

"Bergantung dan Bersandarlah secara Total Kepada Allah Ta`ala tiadakanlah Makhluk yang lain jika engkau belum dapat mencapai kesana maka anggaplah tidak ada makhluk disekitarmu, jikapun masih belum bisa itulah kedudukanmu saat ini"
Powered by Blogger.

Dapatkan Kitab-Kitab ini

Bacaan yang disarankan

Beriman atau Dusta

Kontak Online

Informasi Keilmuan

Nahwu Shorof Bagi Pemula

Nahwu Shorof Bagi Pemula
Mahir dalam memberikan baris arab gundul