Pesan Untuk Diri sendiri yang sedang Berda`wah

“Jika Seorang manusia sudah menyampaikan pendapatnya maka itu sudah mencukupi, dalam hal ini yakni sudah ditunaikan apa yang seharusnya disampaikan dengan cara yang baik dan santun serta beretika. Namun Apabila melahirkan suatu permusuhan, perdebatan, dan menyerang serta menyesat-sesatkan, maka inipun tidaklah termasuk pada sunnah Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi wa Sallam dalam hal memberikan penjelasan, tentu bukanlah cara dakwah dengan atas nama Allah dan kepada sunnah Rasulullah.
Latest Post
Loading...
Selamat Datang di Blog Dunia Cahaya hati yang menghadirkan kajian-kajian ilmu hikmah yang berlandaskan Al Qur`an dan Al Hadits dan dapatkan pula buku Al Fuaad Fi Nuurin Edisi Terbaru Semoga Blog disini dapat memberikan manfaat bagi para pengunjung
Wednesday, 22 July 2015
Duniacahayahati.blogspot.com Situs tentang Ilmu Ma`rifatullah (Tauhid) Didalamnya banyak mengandung Ilmu Hikmah yang hanya dapat dirasakan oleh orang-orang yang diberikan Ilmu ini.
“Jika Seorang manusia sudah menyampaikan pendapatnya maka itu sudah mencukupi, dalam hal ini sudah ditunaikan apa yang seharusnya disampaikan dengan cara yang baik dan santun serta beretika. Namun Apabila melahirkan suatu permusuhan, perdebatan, dan menyerang serta menyesat-sesatkan, maka inipun tidaklah termasuk pada sunnah Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi wa Sallam dalam hal memberikan penjelasan, tentu bukanlah cara dakwah dengan atas nama sunnah kepada Allah dan kepada sunnah Rasulullah.

Hukum Mengirim Al Fatihah atau menghadiahkan Al Fatihah kepada yang meninggal


Imam Ghozali mengatakan di Kitabnya : AWALLUDIN MA`RIFATULLAH (Awal Agama adalah mengenal Allah) disinilah peran yang amat sangat penting dalam menjalankan syariat sesuai Sunnah yang di ajarkan oleh Rasullullah Sholallahu Alaihi Wassalam.

Sehingga dalam menjalankan Syariat tidak mentuhankan syariat itu sendiri apalagi melakukannya dengan berlebih-lebihan sehingga terkesan Allah Ta`ala diperintah-perintah untuk menyampaikan Pahala (bahasa ini hanya dapat dipahami jika sudah mengkaji Al Hikam atau Al Fuaad Fi Nurin).

Adapun Hukum Mengirim Al Fatihah atau menghadiahkan Al Fatihah kepada yang meninggal harus dikaji kembali dan benar-benar memahami apa yang dilakukan, sebagaimana dalam hal ini Ustadz Khalid Basalammah menjelaskan :



KAJIAN : Hukum Mengirim Al Fatihah atau menghadiahkan Al Fatihah kepada yang meninggal 
Dalam kajian ini mohon disikapi dengan kedewasaan hati, kedewasaan berpikir dan kedewasaan dalam mendengar dan membaca segala permasalahan yang dihadapi pada diri masing-masing.

Di Indonesia dalam hal kirim pahala baca Al Qur`an, Sholat Hadiah, atau Suroh-Suroh tertentu baik itu Yasiin maupun Al Fatihah sudah merupakan yang tak terpisahkan dari kebiasaan masyarakat bahkan sudah menjadi darah daging sehingga dalam menerima sesuatu yang asing pada pandangannya maka akan dapat menimbukan suatu perdebatan yang sangat panjang dan sangat berpotensi terjadi perkelahian kedua kelompok  yang malah semakin jauh dari sunnah Rasulullah itu sendiri.

Sering Kita mendengar bacaan Al Fatihah (pahala yang membacanya) di hadiahkan atau di kirimkan kepada para Wali-Wali, namun ada kejanggalan disini dikarenakan Wali-Wali yang dikhususkan adalah Wali yang dikenal dengan nama Syeikh Abdul Qodir Al Jaelani yang mana Beliau adalah seorang Pengajar Ilmu Fiqh, namun disisi lain bagi yang menghadiahkan pahala tersebut adalah bermazhab Imam Asy Syafi`i, namun untuk pengkhususan pengiriman pahalanya kepada Syeikh Abdul Qodir Al Jaelani, oleh sebab itu ada kejanggalan disini, maka dapat kita simpulkan bahwa sudah terjadi Penggabungan kepemahaman yang dijadikan satu kesatuan yang disebut : TALFIQ

Dapat dikatakan demikian dikarenakan Syeikh Abdul Qodir Al Jaelani sebagai Guru Fiqh namun juga dikenal sebagai Guru para sufi dan Keilmuan Tasawuf yang mana meliputi pula Thoriqot didalamnya, sehingga para yang mengaku bermadzab Asy Syafi`i  melakukan juga Thoriqot para Sufi yang mana menjadi satu kesatuan padahal Imam Asy Syafi`i tidak pernah menyatakan dalam hal mengirim Pahala Al Fatihah kepada orang yang meninggal (Silahkan di rujuk Kitab-Kitab Imam Asy Syafi`i).


Syeikh Abdul Qodir Al Jaelani sebagai Guru Fiqh dan sekaligus Tokoh Keilmuan Fiqh yang bermazhab kepada Imam Hanbali namun sekaligus juga beliau sebagai Tokoh Thoriqot.

Kemudian kenapa sangat di agung-agungkan beliau dalam hal ini apalagi pengkhususan dalam pengiriman pahala Al Fatihah Untuk Beliau daripada Imam Mazhabnya sendiri yaitu : Imam As Syafi`i? maksudnya kenapa pahalanya itu tidak dikhususkan atau dihadiahkan kepada Imam As Syafi`i ?

Beberapa peran dalam hal pengkhususan itu

Terbitnya Kitab Siyar A'lam An-Nubala 


Kitab Siyar A'lam An-Nubala ditulis oleh Adz Dzahabi, yang mana beliau menulis tentang Syeikh Abdul Qadir Al-Jaelani dengan penuh rekayasa dan berlebih-lebihan yang mana kisah Beliau hidupnya banyak disalah artikan atau di plesetkan. sehingga melahirkan riwayat perkataan-perkataan dan perbuatan-perbuatan Syeikh Abdul Qadir Al Jaelani yang diluar adat kebiasaan manusia pada umumnya sehingga memberikan kesan seakan-akan beliau  sakti mandraguna dan mengetahui hal-hal yang ghaib. 

Terbitnya Manaqib Abdul Qadir Jaelani

Al-Muqri' Abul Hasan Asy-Syathnufi menyatukan cerita-cerita dan keutamaan Syeikh Abdul Qadir Al-Jaelani dalam tiga jilid kitab. Adapun Judul asli Kitab ini : Bahjatu Al-Asraar wa Ma’dinu Al-Anwar fi Ba’di Manaqib Al-Quthb Ar-Rabbani Abdul Qadir Jaelani.


Maka lahirlah sosok Abdul Qadir Al-Jaelani sebagai tokoh besar dalam dunia Thoriqat dan dunia sufi Sosoknya tidak lagi dikenal sebagai ulama fiqih, namun dikenal sebagai seorang Wali bahkan Pimpinan Wali.

Maka hadirnya Kitab-Kitab tersebut menjadikan Syeikh Abdul Qodir Al Jaelani menjadi sosok yang di Khususkan daripada yang lainnya, dapat kita dengarkan jika seseorang memimpin acara Tahlilan atau acara tertentu.

Maka sudah sangat jelas Bahwa kenapa terjadi pengkhususan pahala Al Fatihah Kepada Syeikh Abdul Qodir Al Jaelani, dan yang perlu di garis bawahi adalah Imam  Asy Syafi`i tidak pernah mengiyakan dalam hal ini (silahkan rujuk Kitab imam Asy  Syafi`i)

Dalam hal terbitnya Kitab-Kitab diatas beberapa kelompok ada yang mencelanya pada isi kitab itu, banyak pula yang bersikap Objektif dan mendukung.

Dalam Hal ini yakni : Hukum Mengirim Al Fatihah atau menghadiakan Al Fatihah kepada yang meninggal 


Imam Ibnu Katsir memberikan penjelasan bahwa ; Imam Asy Syafi’i dan pengikutnya menyatakan pahala membaca Al Quran tidak akan sampai sebagaimana dosa seseorang tidaklah dipikul oleh orang lain. Tidak ada anjuran dan perintah, dan tidak ada nash dari Rasulullah, tidak ada riwayat dari sahabat yang melakukannya. Seandainya baik, pasti mereka orang pertama yang akan melaksanakannya.. Tidaklah diperbolehkan qiyas dalam perkara ibadah ritual. Doa dan bersedekah atas nama mayit adalah boleh menurut ijma’, karena memiliki dasar dalam syariat. 

Adapun Imam Asy Syafi’i dan pengikutnya menolak keyakinan bahwa sampainya pahala bacaan Al Quran kepada orang yang sudah meninggal.

Imam Asy Syaukani menyatakan keterangan sebagai berikut: 

والمشهور من مذهب الشافعي وجماعة من أصحابه أنه لا يصل إلى الميت ثواب قراءة القرآن 
“Yang masyhur dari madzhab Asy Syafi’i dan jamaah para sahabat-sahabatnya adalah bahwa pahala membaca Al Quran tidaklah sampai ke mayit.” 

Asy Syaukani juga mengutip perkataan Imam Ibnu Nahwi, seorang ulama madzhab Asy Syafi’i, dalam kitab Syarhul Minhaj, sebagai berikut: 

لا يصل إلى الميت عندنا ثواب القراءة على المشهور 

“Termasyhur menurut madzhab kami, pahala bacaan Al Quran tidaklah sampai ke mayit.” (Nailul Authar, 4/142. Maktabah Ad da’wah Al Islamiyah)

Temuan suatu kejanggalan :

Imam Ibnu Taimiyah Rahimahullah yang mana tertulis dalam Majmu’ Fatawanya:

Beliau ditanya tentang membaca Al Quran yang dilakukan keluarga; apakah sampai kepada mayit? Begitu juga tasbih, tahmid, takbir, jika dihadiahkan olehnya untuk mayit , sampaikah pahalanya kepadanya atau tidak?
Beliau menjawab: “Pahala bacaan Al Quran keluarganya itu sampai kepada mayit, dan tasbih mereka, takbir, serta semua bentuk dzikir mereka kepada Allah Ta’ala jika dia hadiahkan kepada mayit, maka sampai kepadanya. Wallahu A’lam”
Beliau ditanya: menurut madzhab Syafi’I apakah pahala membaca Al Quran akan sampai kepada mayit dari anak atau tidak?
Beliau menjawab: “Ada pun sampainya pahala ibadah-ibadah badaniyah seperti membaca Al Quran, shalat, dan puasa, maka madzhab Ahmad, Abu Hanifah, segolongan sahabat Malik, Syafi’i menyatakan bahwa hal itu sampai pahalanya. Sedangkan pendapat kebanyakan sahabat Malik, Asy Syafi’i, mengatakan hal itu tidak sampai.” Wallahu A’lam, (Majmu' Fatawa, 34/324. Darul Maktabah Al Hayah)
Disini Imam Ibnu Taimiyah mengatakan sebaliknya dari pendapatnya diatas (mohon dirujuk kembali agar tidak terkesan memfitnah beliau);
Tidak menjadi kebiasaan salaf, apabila mereka shalat sunnat atau puasa sunnat atau haji sunnat atau mereka membaca Qur’an lalu mereka menghadiahkan pahalanya kepada orang-orang yang telah mati dari kaum muslimin. Maka tidaklah boleh berpaling (menyalahi) perjalanan salaf. Karena sesungguhnya kaum salaf itu lebih utama dan lebih sempurna” [Dari Kitab Al-Ikhtiyaaraat Ilmiyyah]
Imam An Nawawi Rahimahullah yang mana Beliau berkata dalam Raudhatuth Thalibin:

وإن قرأ ثم جعل ما حصل من الأجر له (للميت)، فهذا دعاء بحصول ذلك الأجر للميت فينفع الميت.

Jika membaca Al Quran kemudian menjadikan pahala yang diperolehnya untuk mayit, maka berdoa agar pahala yang dihasilkan membaca Al Quran itu untuk mayit akan bermanfaat buat mayit. (Raudhatuth Thalibin, 5/191)

Dalam hal ini silahkan merujuk kitab-kitab ataupun fatwa-fatwa yang menyangkut artikel diatas dan kedewasaannya dalam menyikapi hal ini, Penulis dalam hal ini adalah berusaha seobjektif mungkin agar bagi yang ingin mengetahui permasalahan yang sering terjadi saat-saat ini dapat diketahui dengan jelas sehingga generasi dibawah penulis akan berpikir secara terang dan dapat menyikapi pilihannya yang mantap.

Baca Juga Bid`ah dan Khilafiyah akan terus didebatkan hingga akhir zaman silahkan baca disini :http://duniacahayahati.blogspot.co.id/2015/09/bidah-dan-khilafiyah-yang-akan-selalu.html

Bagi yang ingin mengakses melalui Iphone atau Android silahkan klik tombol dibawah ini :


Post a Comment

Categories

Kelolokan Km 12 (2) Memahami Bab Furuiyyah (2) Adab Islam dalam memasuki Rumah (1) Ahmadiyah dan LDII (1) Aku berda`wah untuk golongan kalian dan Golongan kalian tidak boleh menda`wahi golonganku (1) Al Fuaad Fi Nurin (1) Al Fuaad Fi Nuurin (1) Al HIkam sesat dan menyesatkan (1) Al Quran bagi diri ini hanya sebagai simbol dan hiasan semata (1) Alergi Belajar Tauhid (Ma`rifatullah) Rusaklah Hati dan Jasad (1) Allah Ta`ala ditenggelamkan oleh pelampung (1) Allah Ta`ala yang bersedekah buat diri ini (1) Amal Ibadah bukanlah Jaminan Surga (1) Amal sholat dan puasa akan nampak nilai setelahnya... (1) Apakah diri ini bodoh ikut-ikutan dalam mengkafirkan Golongan lain ? (1) Awal Keberadaan Sufisme dan Anti Sufisme (1) BAB HAID Bagi Wanita (1) BAB SHOLAT DALIL SEBELUM TAKBIR (1) BAB SHOLAT Takbiratul Ihkram (1) BAGAIMANA AHMAD IBNU IDRIS SEBAGAI TOKOH SUFI DAPAT BERGANDENGAN TANGAN DENGAN KAUM WAHHABIYYAH ? (1) BAKTI SEORANG ANAK TERHADAP IBUNYA YANG GILA (1) BENARKAH AKU BERIMAN ATAU ATHEIS (TAK BERTUHAN) (1) BENARKAH PROF QURAISH SHIHAB SYI’AH? (1) Bab Duduk antara dua sujud beserta doanya (1) Bab Salam dalam Sholat (1) Bab Sujud dan Bacaan Sujud (1) Bab Takbiratul Ikhram (1) Bab mengangkat kedua tangan ketika Takbir (1) Bagaimana Pergerakan Keilmuan Tasawuf semakin merebak di Penjuru Dunia dan banyak diterima di Masyarakat baik para pemuda maupun yang Lanjut Usia ? (1) Bagaimana mungkin diri ini beramal ibadah (1) Bantahan Umat Muslim Di Tolikara Papua (1) Belajar Tauhid haruslah Kaffah (1) Benarkah cinta kita kepada Allah ? (1) Benarkah diri ini mengenal Allah Ta`ala (Ma`rifatullah) (1) Berbagai Jenis Amal adalah karena berbagai Ahwal (1) Beriman yang Dusta atau Tidak pada Umat islam di Tolikara (1) Berimankah diri ini atau dusta semata ? (1) Bid`ah Maulid Nabi dan Bid`ah Hari Besar (1) Bid`ah dan Khilafiyah yang akan selalu di debatkan sampai akhir zaman (1) Bidadari Surga ditanah Adat (1) Bodoh yang yang ditampakkan (1) Bukanlah diri ini seorang ahli hakekat jika masih suka mencela orang lain (1) Bukti Allah tidak menyukai orang yang bangga dengan amalnya (1) Bukti Bahwa Makhluk Tidak dapat membawa rezekinya sendiri (1) Buku Nahwu Shorof Bagi Pemula & Lanjut Usia (1) CAK NUN : "Sangat dilarang menyakiti hati orang lain" (1) DITIPU (1) Dai-Dai saat ini suka mencela Ulama Terdahulu (1) Dasar-Dasar Ma`rifatullah Pembatalan Syahadat yang Nampak (1) Disaat Al Qur`an di visualisasikan Maka Nampaklah dusta pada diri ini (1) Doa Iftitah (1) Doa dan amalan bukanlah sebagai jarak pemisah kepada Tuhan (1) Dusta Dalam Beramal dan beribadah kepada Allah (1) Dusta seorang Guru Tauhid yang Nampak Mendustakan (1) Elfiansyah Elham Spd (1) Elfiansyah Spd (1) Fiqh Bab Niat (1) Fiqh Bab Wudhu (1) Fitnah yang nampak yang ditujukan kepada Dr ZAKIR NAIK hal INSHA ALLAH (1) Gendrang Jihad telah ditabuh di Kabupaten Tolikara (1) Hakekat Kemiskinan adalah ketika kehilangan harapan (1) Haram berzakat didalam masjid (1) Hikmah Syukur di balik Cobaan dan Ujian seorang Hamba (1) Hukum Mengirim Al Fatihah atau menghadiakan Al Fatihah kepada yang meninggal (1) Hukum Nun Mati dan Tanwin (1) IDGHAM BIGHUNNAH ( ادغم بغنة ) (1) I`tidal dari ruku (1) Ibadah Umrah dan haji yang didustakan dan mendustakan-Nya (1) Iblis namanya adalah Azazil dia termasuk dari malaikat-malaikat yang paling mulia (1) Ilmu Hikmah bukanlah Ilmu sesat (1) Ilmu Tajwid (1) Iman Bil Ghoib (1) Istiftah dan Al Fatihah (1) JALAN MEMPEROLEH MAKRIFAT (1) JANGAN ENGKAU DUSTAKAN KITAB SUCI MU SENDIRI (1) Jangan berbangga dengan kemajuan Zaman (1) Jika ada lintasan didalam hati ada kehendak selain kehendakNya maka MURTAD (1) Kajian Islam Ilmu Hikmah (1) Kajian Nahwu Shorof dan Fiqh Bit Takhrij Al Qur`an Wal Hadits (1) Kedustaan dan kesombongan dalam Tawadhu (Merendahkan diri) (1) Keputusan Mahkamah Agung Terhadap Syiah (1) Kesombongan yang mengecilkan diri sendiri (1) Ketika Tauhid Bergema Di Antara Dua Kubah (1) Khilafiyyah Maulid Nabi dan Hari Besar Islam (1) Kisah Nyata Imam Hanafi ( Abu Hanifah ) (1) Kitab Al Hikam Bukan Kitab yang sesat namun Malah Meluruskan (1) Kitab Al Hikam Sesat (1) Larangan waktu dalam menguburkan mayat (1) MPU Aceh mengeluarkan fatwa paham Salafi sesat menyesatkan (1) Maka diri ini terdiam: Allah Ta`ala ditenggelamkan oleh Tempe (1) Makna kedalaman Syahadat اَشْهَدُاَنْالَااِلَهَ اِلَّااللهُ (1) Mandu dalam kutim (1) Manusia tetaplah manusia tidaklah mampu dalam hal apapun (1) Membedah Buku Sufi dan Anti Sufi (1) Mengapa Kaum Wahhabiyyah mengambil sikap penentangan extstrem terhadap Sufiesme ? (1) Mengetahui Kedudukan Di Sisi Allah (1) Menyekutukan Allah Ta`ala dengan kekuatan (1) Menyikapi Fatwa MPU terhadap Ajaran Salafy yang sesat dan menyesatkan (1) Muslim atau Bukan Muslim atau muslimah (1) Novel Islam (1) PANDANGAN IBN HIBBAN PADA SIFAT ALLAH TA`ALA (1) PELAJARAN ISIM DHOMIR ( Kata Ganti ) (1) PENOLAKAN PADA TAREKAT OLEH KAUM WAHHABIYYAH (1) PERBEDAAN & BEDA KEPEMAHAMAN ITU HARUS ADA (1) Pandai Berma`rifatullah Sholatpun di tinggalkan (1) Pejabat Pemerintah yang Berdusta dan Kejam (1) Pelajaran Nahwu Shorof Bab Al Marifat & Annakiroh (1) Penghuni Surga dan neraka sudah ditetapkan (1) Penyakit UJUB yang Akut pada diri (1) Perselisihan Kedudukan Orang Tua Rasulullah yang dinyatakan Masuk Neraka (1) Praktek Syeikh Sufi yang jauh dari Al Qur`an dan As-Sunnah (1) Puasaku hanyalah dusta semata kepada Allah (1) Pujian Hanya Bagi Allah Ta`ala semata (1) Rasionalkah Beribadah & Hukum Insya Allah (1) Ruku dan Bacaan Ruku (1) SHOHIH HADITS QUDSI (1) SURGA MILIKU BUKAN MILIK GOLONGANMU (1) SYARAH TAUHIDUL AF`AL & TAUHIDUL RUBBUBIYYAH (1) Salafi yang suka menyesatkan (1) Sedekah Perkataan yang Baik itu lebih baik dari harta (1) Sesatkah Doa Abu Nuwas Amal jadi alat sambung atau Pemisah (1) Sesungguhnya setiap amalan tergantung pada niatnya (HR. Bukhari no. 1 dan Muslim no. 1907) (1) Sholat bukanlah hanya sekedar Sholat (1) Sholat sekedar Sholat Kerapunpun bisa sholat (1) Siapakah Ibnu Arabi yang di Kafirkan Wahhabi ? (1) Siapapun Diri ini tidak ada andil (1) Site Manubar (1) Syariat yang menipu pandangan mata manusia (1) Syukur yang dibaca namun didustakan setiap harinya (1) TAHUKAH ANDA ? (1) TERTIPU ATAU PURA-PURA BODOH TERHADAP JAMINAN ALLAH (1) Tanah adat Kutai timur (1) Tanda-Tanda Manusia yang Tidak Ikhlas pada Ketetapan Allah (1) Tasawuf dan Sufi gadungan (1) Tauhid Bab Syirik Khofi (Tersembunyi) (1) Tauhid adalah Pondasi Awal dalam menjalankan Syariat (1) Tentang Kebenaran Ilmu Laduni (1) Tentang Pertanyaan ZAKAT (1) Tertipu dengan pandangan dan Kufur Nikmat (1) Tuhan Maha Kecil disaat visualisasikan dalam kehidupan (1) Ucapan Alhamdulillah yang didustakan syarah Al Fuaad Fi Nurin (1) Ucapanku atas Shodaqollah adalah kenikmatan (1) Umat Muslim selain Manhaj Salaf Sesat dan Menyesatkan (1) Usaha Hamba Menghindarkan diri ini dari PENYAKIT UJUB (1) Zikir setelah Sholat berdasarkan Hadits Shohih (1) ilmu dan kemampuan (1) jangan meninggalkan Dzikir kepada Allah (1) “Khusyukah Diri ini dalam Beribadah kepada Tuhan” (1)

Hati Nurani

Dunia Cahaya Hati Nurani


Hati Nurani atau disebut Mata Hati bila sudah bicara, maka tak dapat dibantah akan suara yang terdengar oleh segenap tubuh ini, Hati Nurani dapat menembus apa yang tak dapat ditembus oleh Kedua Mata Zhohir ini, Hati Nurani selalu memberikan Support atas kebaikan dan menghalang-halangi suatu keburukan, tugas yang tak mudah dipikul oleh Hati Nurani, dimanakah hati Nurani diri ini ?

Imam Ibnul Jauzi rahimahullah berkata, “Sesungguhnya ma’rifatullâh (yang benar) adalah mengenal Dzat-Nya, mengenal nama-nama dan sifat-sifat-Nya, serta mengenal perbuatan-perbuatan-Nya.” Dinukil oleh syaikhul Islam Ibnu Taimiyah dalam Majmû’ul Fatâwâ (17/104).

AL Fuaad Fi Nurin

AL Fuaad Fi Nurin
1. Apakah Anda pernah melihat Allah Ta`ala sebagaimana anda bersaksi? 2. Apakah Anda seorang beriman atau pendusta semata ? 3. Apakah anda merasakan kesengsaraan didunia ? apakah ini gambaran hidup anda kelak dineraka ? Apapun pertanyaan pada diri sendiri maka Insya Allah jawabannya ada di buku ini

Markaz Buku Online

Usaha Ingin Di Iklankan ?

Informasi Keilmuan

Translate

Temukan Kami


Pembayaran Buku

Wilayah Pulau Jawa & Sumatera

BCA 165-1586-122
Dede Rahmat

Hp : 081316235961

Wilayah Pulau Kalimantan & Sulawesi

Mandiri 900000-2832-583
Sutimah

Hp : 081254285572

Konfirmasikan jika sudah Transfer, Terimaksih

Kata Kunci Kehidupan

"Bergantung dan Bersandarlah secara Total Kepada Allah Ta`ala tiadakanlah Makhluk yang lain jika engkau belum dapat mencapai kesana maka anggaplah tidak ada makhluk disekitarmu, jikapun masih belum bisa itulah kedudukanmu saat ini"
Powered by Blogger.

Dapatkan Kitab-Kitab ini

Bacaan yang disarankan

Beriman atau Dusta

Kontak Online

Informasi Keilmuan

Nahwu Shorof Bagi Pemula

Nahwu Shorof Bagi Pemula
Mahir dalam memberikan baris arab gundul