Pesan Untuk Diri sendiri yang sedang Berda`wah

“Jika Seorang manusia sudah menyampaikan pendapatnya maka itu sudah mencukupi, dalam hal ini yakni sudah ditunaikan apa yang seharusnya disampaikan dengan cara yang baik dan santun serta beretika. Namun Apabila melahirkan suatu permusuhan, perdebatan, dan menyerang serta menyesat-sesatkan, maka inipun tidaklah termasuk pada sunnah Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi wa Sallam dalam hal memberikan penjelasan, tentu bukanlah cara dakwah dengan atas nama Allah dan kepada sunnah Rasulullah.
Latest Post
Loading...
Selamat Datang di Blog Dunia Cahaya hati yang menghadirkan kajian-kajian ilmu hikmah yang berlandaskan Al Qur`an dan Al Hadits dan dapatkan pula buku Al Fuaad Fi Nuurin Edisi Terbaru Semoga Blog disini dapat memberikan manfaat bagi para pengunjung
Thursday, 23 July 2015
Duniacahayahati.blogspot.com Situs tentang Ilmu Ma`rifatullah (Tauhid) Didalamnya banyak mengandung Ilmu Hikmah yang hanya dapat dirasakan oleh orang-orang yang diberikan Ilmu ini.


Menyikapi Fatwa MPU terhadap Ajaran Salafy yang sesat dan menyesatkan

Dalam Kajian ini adalah bentuk sikap seorang Muslim yang saling ingin sekali mecari benang merah dalam hal kepemahaman ajaran yang disesatkan yakni Salafi (wahabi).

Sebagaimana yang tertuang Fatwa MPU (Majelis Permusyarawan Ulama) di Aceh yakni ; Nomor 09 Tahun 2014 Tentang Pemahaman, Pemikiran, Pengamalan, dan Penyiaran Agama Islam di Aceh, yang mana di terbitkan tanggal 27 Sya`ban 1435 Hijriyah dan bertepatan pada tanggal 25 Juni 2014, yang mana di dalamnya ada beberapa poin penting salah satunya : "Allah itu berada di atas 'Arsy dan Allah itu membutuhkan tempat, waktu, dan arah. Ini berarti Allah membutuhkan makhluk, Allah naik dan Turun, Pulang dan pergi"

Kajian Kasus dalam hal ini bagi yang membacanya mohon menyikapinya dengan kedewasaan serta objektif tidak ada kepentingan apapun apalagi penumpang gelap dalam hal ini.

"Allah itu berada di atas 'Arsy dan Allah itu membutuhkan tempat, waktu, dan arah. Ini berarti Allah membutuhkan makhluk, Allah naik dan Turun, Pulang dan pergi" kalimat ini merupakan suatu sangkaan atau daya tangkap kepemahaman yang di tanggapi Pihak MPU yang tentu ini merupakan suatu hasil IJMA Ulama Aceh yang terhimpun di dalam MPU dalam hal ini penulis menjabarkannya pada kajian didalam ini :

Pemeluk Agama Islam yakni orang-orang yang beriman kepada nama-nama Allah dan sifat-sifat-Nya yang tinggi serta tidak menyekutukan-Nya, dalam hal ini pendapat Salafy yang disesatkan oleh MPU adalah : "Tidak menta`wilkan (menjelaskan atau menerangkan agar jelas) maksudnya Tidak ada penjelasan ataupun keterangan apapun dalam hal ini dikarenakan ini mustahil sebab Allah dan sifat-sifat-Nya tidak dapat dijelaskan atau diraba-raba apalagi menyerupai makhluk-Nya apabila di ta`wilkan sifat-sifat itu akan menyebabkan mengingkari-Nya yang mana dapat menyerupakan-Nya dengan sifat-sifat makhluk.

Sebagaimana Dalil Naqli Didalam Al Qur`an  :

وَلِلّٰهِ الۡاَسۡمَآءُ الۡحُسۡنٰى فَادۡعُوۡهُ بِهَا‌

وَذَرُوا الَّذِيۡنَ يُلۡحِدُوۡنَ فِىۡۤ اَسۡمَآٮِٕهٖ‌ ؕ سَيُجۡزَوۡنَ مَا كَانُوۡا يَعۡمَلُوۡنَ

Hanya milik Allah asma-ul husna, maka bermohonlah kepada-Nya dengan menyebut asma-ul husna itu dan tinggalkanlah orang-orang yang menyimpang dari kebenaran dalam [menyebut] nama-nama-Nya. Nanti mereka akan mendapat balasan terhadap apa yang telah mereka kerjakan. (Al A`raf 7:180)


Demikian pula Allah telah menyifati diri-Nya, Dia Maha Mendengar, Dia Maha Melihat, Dia Maha mengetahui, Dia Maha Bijaksana,Maha Kuat, Maha Mulia, Maha Halus, Maha Waspada, Maha Penyayang, disebutkan pula Allah telah berbicara langsung dengan Nabi Musa dan Allah bersemayam di Arsy-Nya, Dia Menciptakan makhluk dengan kedua tangan-Nya, mencintai orang-orang yang baik, Allah ridho terhadap orang-orang mukmin begitu juga sifat-sifat lainya yang menunjukkan perbuatan Allah sebagai Diri-Nya, seperti Allah turun dan Allah Datang, sifat-sifat tersebut termaktub dalam Al Qur`an dan Al Hadits.

"Allah mentertawakan dua orang laki-laki yang satu membunuh yang lainnya keduannya dimasukkan ke Surga" (HR Muttafaq `alaih) Kedudukan Hadits Shohih.

Rasulullah Sholallahu Alaihi Wassalam bersabda : Neraka jahanam terus menerus di isi, Dia Berfirman : Apakah masih ada tambahan? sehingga Tuhan yang Maha Mulia menginjakkan kaki-Nya di neraka itu, menurut riwayat tapak kaki-Nya yang menjadikan neraka itu surut, Dia Berfirman: Cukup, Cukup." (HR Muttafaq Alaih) kedudukan Hadits Shohih.

Rasulullah Sholallahu Alaihi Wassalam bersabda :"Tuhan turun ke langit dunia setiap malam pada sepertiga malamterakhir, Dia Berfirman : Barang siapa yang berdoa kepada-Ku akan Ku kabulkan, Siapa minta pada-Ku akan Aku beri, Siapa minta Ampun kepada-Ku akan Aku ampuni" (HR Muttafaq Alaih)

Rasulullah Sholallahu Alaihi Wassalam bersabda :"Allah, ketika menerima tobat hamba-Nya, lebih bahagia dari salah seorang di antaramu yang menemukan kembali kendaraannya" (Muslim).

Rasulullah Sholallahu Alaihi Wassalam bersabda kepada budak seorang wanita :"Dimana Allah ? Ia menjawab di langit, Nabi bersabda, Aku ini siapa ? Ia menjawab : Engkau utusan Allah, Nabi bersabda : bebaskanlah dia karena dia perempuan beriman" (HR Bukhori)

Rasulullah Sholallahu Alaihi Wassalam bersabda :"Allah mengenggam bumi pada hari kiamat dan menggulung langit dengan tangan kanan-Nya kemudian Berfirman, Akulah raja dimana raja-raja bumi? (HR Bukhori).

Dalam hal ini Para sahabat gologan Salaf yang Sholeh, Para tabi`in dan Imam-Imam yang empat mengakui sifat-sifat Allah dan tidak menta`wilkan atau tidak menerangkan (menjelaskan) serta tidak menolak atau mengeluarkan dari makna Zhohir yakni apa adanya, namun tidak dikhayal-khayal dan juga tidak di Fantasi-fantasikan apalagi digambar-gambarkan.

Disini tidak ada seorang sahabatpun yang menta`wilkan satu sifat dari sifat-sifat Allah dan menolaknya atau mengatakan bahwa makna zhohirnya bukan itu maksudnya, mereka langsung beriman apa yang ditunjuk oleh ayat atau hadits dan mengartikan menurut zhohirnya. Mereka sangat amat mengetahui bahwa sifat-sifat Allah itu tidak sama dengan sifat-sifat makhluk yang bersifat baru.

Imam Malik ditanya tentang Firman Allah yakni :"Tuhan Maha Pemurah yang bersemayam diatas Arsy (Thoha 20:5), maka Imam Malik menjawab: Kata Istiwa (bersemayam) jelas Maknanya, bukan suatu kata yang tidak diketahui dan menanyakan arti kata itu adalah; BID`AH.

Imam As Syafi`i berkata : " Aku beriman kepada Allah dan kitab yang datang dari Allah menurut apa yang dimaksud Allah dan aku beriman kepada Rasul Allah dan kepada apa yang dibawanya menurut apa yang dimaksud oleh Rasulullah:.

Imam Ahmad telah menyatakan seperti apa yang disabdakan oleh Rasulullah Shollahu Alaihi Wassalam"Sesungguhnya Allah Turun kelangit dunia dan Allah dilihat pada hari kiamat, Allah kagum, tertawa, marah, Ridho, benci dan cinta".

Imam Ahmad berkata : Kita beriman dengan sifat-sifat itu dan membenarkannya, tapi bukan dengan mengatakan caranya begitu atau begini atau pengertiannya demikian, tapi cukup dengan mengatakan kita beriman bahwa Allah turun dan dilihat pada hari kiamat, begitu juga Allah berada diatas Arsy, namun tidak ada satupun dari kita mengetahui bagaimana Allah turun dan bersemayam-Nya dan maknanya bukan Hakiki maka kita serahkan saja kepada Allah yang mengatakan dan mewahyukannya kepada nabi-Nya, kita tidak menolak ucapan Rasulullah, Kita tidak menyifati Allah dengan sifat-sifat yang lebih jauh dari apa yang disifatkan Allah atas diri-Nya dan apa yang disifatkan oleh Rasulullah tanpa memberi pengertian dan penjelasan terhadap sifat-sifat itu. Kita mengetahui bahwa tidak ada sesuatu yang menyamai Allah.


KESIMPULAN DALAM PEMAHAMAN INI :

Cukuplah menyifati Allah menurut apa adanya berdasarkan apa yang disifatkan oleh rasul-Nya dengan berkeyakinan bahwa sifat-sifat Allah sama sekali tidak serupa dengan sifat-sifat makhluk-Nya begitu juga pada Dzat-Nya.

Beriman pada sifat-sifat Allah dan menyifati-Nya dengan sifat-sifat Makhluk-Nya tidak berarti menyamakan sifat-sifat Allah dengan sifat-sifat Makhluk, karena ini hanya kemiripan dalam nama saja, Seorang yang beriman tidaklah berfantasi apalagi berkeyakinan bahwa tangan Alah sama dengan tangan makhluk namun tidak menafikan Allah mempunyai Tangan yang jelas Allah itu berbeda dengan makhluk-Nya baik dalam Dzat, Sifat dan perbuatan-Nya.

Dalam hal ini penulis seupaya mungkin untuk Objektif dalam memahami kasus ini namun didalam artikel ini bisa saja benar namun mengandung kesalahan, begitu juga sebaliknya bisa saja salah namun mengandung kebenaran.
Adapun dalam hal ini tulisan diatas dapat dipahami dengan hati yang tentram dan tidak ditumpangi kepentingan apapun.

Dalam hal ini penulis memberikan sisi yang lain pada hal ini yakni : Pada hakekatnya, Pengertian dan tujuannya Sama bahwa Allah itu tidak serupa dengan ciptaannya termasuk makhluk-Nya. siapapun dan apapun seseorang itu tidak akan bisa mengambarkan keadaan Dzat Allah dan Sifat-sifat-Nya dengan sebenar-benarnya.

Namun pada kedalam ilmu rasa maka Aqidah diatas sangat jauh untuk mencapai keimanan pada rasa itu, karena Iman itu wajib di rasa, Maka penulis tetap ada Ta`wil yang menjelaskan dalam hal ini dikarenakan setiap kadar kepemahaman seseorang sesuai kadar yang diberikan oleh Allah Ta`ala. jika dalam hal penyampaian diatas itu hanya pada tekstual (Multak sebatas teks itu) maka bagi yang belum memahami keilmuan tauhid akan menyebabkan terjadi gagal paham yang dapat membahayakan para Salik itu sendiri, adapun dalam menta`wilkan disini bukan untuk menolak atau menafikan namun bertujuan untuk memberikan kemudahan jalan kepemahaman agar tidak terjadi gagal paham yang dapat merusak Aqidah yang ada pada diri setiap muslim yang di ajarkan.

Dalam hal ini dapat kita rujuk ke Buku Al Fuaad Fi Nurin atau Kitab Al Hikam untuk dapat memahami perbedaan dalam penyampaian Keilmuan Tauhid sehingga dapat Objektif dalam memahami metode kepemahaman yang ada di indonesia khususnya dalam bidang Aqidah.

Artikel ini dapat dipertanggung jawabkan adapun tulisan ini merupakan tulisan : Elfiansyah Elham Spd dalam menyikapi Fatwa MPU terhadap ajaran Salafi yang sesat dan menyesatkan.

Bagi yang belum membaca artikel sebelumnya silahkan membacanya disini : MPU Aceh mengeluarkan fatwa paham Salafy sesat menyesatkan.

Bagi yang ingin mengakses melalui Iphone atau Android silahkan klik tombol dibawah ini :


Post a Comment

Categories

Kelolokan Km 12 (2) Memahami Bab Furuiyyah (2) Adab Islam dalam memasuki Rumah (1) Ahmadiyah dan LDII (1) Aku berda`wah untuk golongan kalian dan Golongan kalian tidak boleh menda`wahi golonganku (1) Al Fuaad Fi Nurin (1) Al Fuaad Fi Nuurin (1) Al HIkam sesat dan menyesatkan (1) Al Quran bagi diri ini hanya sebagai simbol dan hiasan semata (1) Alergi Belajar Tauhid (Ma`rifatullah) Rusaklah Hati dan Jasad (1) Allah Ta`ala ditenggelamkan oleh pelampung (1) Allah Ta`ala yang bersedekah buat diri ini (1) Amal Ibadah bukanlah Jaminan Surga (1) Amal sholat dan puasa akan nampak nilai setelahnya... (1) Apakah diri ini bodoh ikut-ikutan dalam mengkafirkan Golongan lain ? (1) Awal Keberadaan Sufisme dan Anti Sufisme (1) BAB HAID Bagi Wanita (1) BAB SHOLAT DALIL SEBELUM TAKBIR (1) BAB SHOLAT Takbiratul Ihkram (1) BAGAIMANA AHMAD IBNU IDRIS SEBAGAI TOKOH SUFI DAPAT BERGANDENGAN TANGAN DENGAN KAUM WAHHABIYYAH ? (1) BAKTI SEORANG ANAK TERHADAP IBUNYA YANG GILA (1) BENARKAH AKU BERIMAN ATAU ATHEIS (TAK BERTUHAN) (1) BENARKAH PROF QURAISH SHIHAB SYI’AH? (1) Bab Duduk antara dua sujud beserta doanya (1) Bab Salam dalam Sholat (1) Bab Sujud dan Bacaan Sujud (1) Bab Takbiratul Ikhram (1) Bab mengangkat kedua tangan ketika Takbir (1) Bagaimana Pergerakan Keilmuan Tasawuf semakin merebak di Penjuru Dunia dan banyak diterima di Masyarakat baik para pemuda maupun yang Lanjut Usia ? (1) Bagaimana mungkin diri ini beramal ibadah (1) Bantahan Umat Muslim Di Tolikara Papua (1) Belajar Tauhid haruslah Kaffah (1) Benarkah cinta kita kepada Allah ? (1) Benarkah diri ini mengenal Allah Ta`ala (Ma`rifatullah) (1) Berbagai Jenis Amal adalah karena berbagai Ahwal (1) Beriman yang Dusta atau Tidak pada Umat islam di Tolikara (1) Berimankah diri ini atau dusta semata ? (1) Bid`ah Maulid Nabi dan Bid`ah Hari Besar (1) Bid`ah dan Khilafiyah yang akan selalu di debatkan sampai akhir zaman (1) Bidadari Surga ditanah Adat (1) Bodoh yang yang ditampakkan (1) Bukanlah diri ini seorang ahli hakekat jika masih suka mencela orang lain (1) Bukti Allah tidak menyukai orang yang bangga dengan amalnya (1) Bukti Bahwa Makhluk Tidak dapat membawa rezekinya sendiri (1) Buku Nahwu Shorof Bagi Pemula & Lanjut Usia (1) CAK NUN : "Sangat dilarang menyakiti hati orang lain" (1) DITIPU (1) Dai-Dai saat ini suka mencela Ulama Terdahulu (1) Dasar-Dasar Ma`rifatullah Pembatalan Syahadat yang Nampak (1) Disaat Al Qur`an di visualisasikan Maka Nampaklah dusta pada diri ini (1) Doa Iftitah (1) Doa dan amalan bukanlah sebagai jarak pemisah kepada Tuhan (1) Dusta Dalam Beramal dan beribadah kepada Allah (1) Dusta seorang Guru Tauhid yang Nampak Mendustakan (1) Elfiansyah Elham Spd (1) Elfiansyah Spd (1) Fiqh Bab Niat (1) Fiqh Bab Wudhu (1) Fitnah yang nampak yang ditujukan kepada Dr ZAKIR NAIK hal INSHA ALLAH (1) Gendrang Jihad telah ditabuh di Kabupaten Tolikara (1) Hakekat Kemiskinan adalah ketika kehilangan harapan (1) Haram berzakat didalam masjid (1) Hikmah Syukur di balik Cobaan dan Ujian seorang Hamba (1) Hukum Mengirim Al Fatihah atau menghadiakan Al Fatihah kepada yang meninggal (1) Hukum Nun Mati dan Tanwin (1) IDGHAM BIGHUNNAH ( ادغم بغنة ) (1) I`tidal dari ruku (1) Ibadah Umrah dan haji yang didustakan dan mendustakan-Nya (1) Iblis namanya adalah Azazil dia termasuk dari malaikat-malaikat yang paling mulia (1) Ilmu Hikmah bukanlah Ilmu sesat (1) Ilmu Tajwid (1) Iman Bil Ghoib (1) Istiftah dan Al Fatihah (1) JALAN MEMPEROLEH MAKRIFAT (1) JANGAN ENGKAU DUSTAKAN KITAB SUCI MU SENDIRI (1) Jangan berbangga dengan kemajuan Zaman (1) Jika ada lintasan didalam hati ada kehendak selain kehendakNya maka MURTAD (1) Kajian Islam Ilmu Hikmah (1) Kajian Nahwu Shorof dan Fiqh Bit Takhrij Al Qur`an Wal Hadits (1) Kedustaan dan kesombongan dalam Tawadhu (Merendahkan diri) (1) Keputusan Mahkamah Agung Terhadap Syiah (1) Kesombongan yang mengecilkan diri sendiri (1) Ketika Tauhid Bergema Di Antara Dua Kubah (1) Khilafiyyah Maulid Nabi dan Hari Besar Islam (1) Kisah Nyata Imam Hanafi ( Abu Hanifah ) (1) Kitab Al Hikam Bukan Kitab yang sesat namun Malah Meluruskan (1) Kitab Al Hikam Sesat (1) Larangan waktu dalam menguburkan mayat (1) MPU Aceh mengeluarkan fatwa paham Salafi sesat menyesatkan (1) Maka diri ini terdiam: Allah Ta`ala ditenggelamkan oleh Tempe (1) Makna kedalaman Syahadat اَشْهَدُاَنْالَااِلَهَ اِلَّااللهُ (1) Mandu dalam kutim (1) Manusia tetaplah manusia tidaklah mampu dalam hal apapun (1) Membedah Buku Sufi dan Anti Sufi (1) Mengapa Kaum Wahhabiyyah mengambil sikap penentangan extstrem terhadap Sufiesme ? (1) Mengetahui Kedudukan Di Sisi Allah (1) Menyekutukan Allah Ta`ala dengan kekuatan (1) Menyikapi Fatwa MPU terhadap Ajaran Salafy yang sesat dan menyesatkan (1) Muslim atau Bukan Muslim atau muslimah (1) Novel Islam (1) PANDANGAN IBN HIBBAN PADA SIFAT ALLAH TA`ALA (1) PELAJARAN ISIM DHOMIR ( Kata Ganti ) (1) PENOLAKAN PADA TAREKAT OLEH KAUM WAHHABIYYAH (1) PERBEDAAN & BEDA KEPEMAHAMAN ITU HARUS ADA (1) Pandai Berma`rifatullah Sholatpun di tinggalkan (1) Pejabat Pemerintah yang Berdusta dan Kejam (1) Pelajaran Nahwu Shorof Bab Al Marifat & Annakiroh (1) Penghuni Surga dan neraka sudah ditetapkan (1) Penyakit UJUB yang Akut pada diri (1) Perselisihan Kedudukan Orang Tua Rasulullah yang dinyatakan Masuk Neraka (1) Praktek Syeikh Sufi yang jauh dari Al Qur`an dan As-Sunnah (1) Puasaku hanyalah dusta semata kepada Allah (1) Pujian Hanya Bagi Allah Ta`ala semata (1) Rasionalkah Beribadah & Hukum Insya Allah (1) Ruku dan Bacaan Ruku (1) SHOHIH HADITS QUDSI (1) SURGA MILIKU BUKAN MILIK GOLONGANMU (1) SYARAH TAUHIDUL AF`AL & TAUHIDUL RUBBUBIYYAH (1) Salafi yang suka menyesatkan (1) Sedekah Perkataan yang Baik itu lebih baik dari harta (1) Sesatkah Doa Abu Nuwas Amal jadi alat sambung atau Pemisah (1) Sesungguhnya setiap amalan tergantung pada niatnya (HR. Bukhari no. 1 dan Muslim no. 1907) (1) Sholat bukanlah hanya sekedar Sholat (1) Sholat sekedar Sholat Kerapunpun bisa sholat (1) Siapakah Ibnu Arabi yang di Kafirkan Wahhabi ? (1) Siapapun Diri ini tidak ada andil (1) Site Manubar (1) Syariat yang menipu pandangan mata manusia (1) Syukur yang dibaca namun didustakan setiap harinya (1) TAHUKAH ANDA ? (1) TERTIPU ATAU PURA-PURA BODOH TERHADAP JAMINAN ALLAH (1) Tanah adat Kutai timur (1) Tanda-Tanda Manusia yang Tidak Ikhlas pada Ketetapan Allah (1) Tasawuf dan Sufi gadungan (1) Tauhid Bab Syirik Khofi (Tersembunyi) (1) Tauhid adalah Pondasi Awal dalam menjalankan Syariat (1) Tentang Kebenaran Ilmu Laduni (1) Tentang Pertanyaan ZAKAT (1) Tertipu dengan pandangan dan Kufur Nikmat (1) Tuhan Maha Kecil disaat visualisasikan dalam kehidupan (1) Ucapan Alhamdulillah yang didustakan syarah Al Fuaad Fi Nurin (1) Ucapanku atas Shodaqollah adalah kenikmatan (1) Umat Muslim selain Manhaj Salaf Sesat dan Menyesatkan (1) Usaha Hamba Menghindarkan diri ini dari PENYAKIT UJUB (1) Zikir setelah Sholat berdasarkan Hadits Shohih (1) ilmu dan kemampuan (1) jangan meninggalkan Dzikir kepada Allah (1) “Khusyukah Diri ini dalam Beribadah kepada Tuhan” (1)

Hati Nurani

Dunia Cahaya Hati Nurani


Hati Nurani atau disebut Mata Hati bila sudah bicara, maka tak dapat dibantah akan suara yang terdengar oleh segenap tubuh ini, Hati Nurani dapat menembus apa yang tak dapat ditembus oleh Kedua Mata Zhohir ini, Hati Nurani selalu memberikan Support atas kebaikan dan menghalang-halangi suatu keburukan, tugas yang tak mudah dipikul oleh Hati Nurani, dimanakah hati Nurani diri ini ?

Imam Ibnul Jauzi rahimahullah berkata, “Sesungguhnya ma’rifatullâh (yang benar) adalah mengenal Dzat-Nya, mengenal nama-nama dan sifat-sifat-Nya, serta mengenal perbuatan-perbuatan-Nya.” Dinukil oleh syaikhul Islam Ibnu Taimiyah dalam Majmû’ul Fatâwâ (17/104).

AL Fuaad Fi Nurin

AL Fuaad Fi Nurin
1. Apakah Anda pernah melihat Allah Ta`ala sebagaimana anda bersaksi? 2. Apakah Anda seorang beriman atau pendusta semata ? 3. Apakah anda merasakan kesengsaraan didunia ? apakah ini gambaran hidup anda kelak dineraka ? Apapun pertanyaan pada diri sendiri maka Insya Allah jawabannya ada di buku ini

Markaz Buku Online

Usaha Ingin Di Iklankan ?

Informasi Keilmuan

Translate

Temukan Kami


Pembayaran Buku

Wilayah Pulau Jawa & Sumatera

BCA 165-1586-122
Dede Rahmat

Hp : 081316235961

Wilayah Pulau Kalimantan & Sulawesi

Mandiri 900000-2832-583
Sutimah

Hp : 081254285572

Konfirmasikan jika sudah Transfer, Terimaksih

Kata Kunci Kehidupan

"Bergantung dan Bersandarlah secara Total Kepada Allah Ta`ala tiadakanlah Makhluk yang lain jika engkau belum dapat mencapai kesana maka anggaplah tidak ada makhluk disekitarmu, jikapun masih belum bisa itulah kedudukanmu saat ini"
Powered by Blogger.

Dapatkan Kitab-Kitab ini

Bacaan yang disarankan

Beriman atau Dusta

Kontak Online

Informasi Keilmuan

Nahwu Shorof Bagi Pemula

Nahwu Shorof Bagi Pemula
Mahir dalam memberikan baris arab gundul