Pesan Untuk Diri sendiri yang sedang Berda`wah

“Jika Seorang manusia sudah menyampaikan pendapatnya maka itu sudah mencukupi, dalam hal ini yakni sudah ditunaikan apa yang seharusnya disampaikan dengan cara yang baik dan santun serta beretika. Namun Apabila melahirkan suatu permusuhan, perdebatan, dan menyerang serta menyesat-sesatkan, maka inipun tidaklah termasuk pada sunnah Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi wa Sallam dalam hal memberikan penjelasan, tentu bukanlah cara dakwah dengan atas nama Allah dan kepada sunnah Rasulullah.
Latest Post
Loading...
Selamat Datang di Blog Dunia Cahaya hati yang menghadirkan kajian-kajian ilmu hikmah yang berlandaskan Al Qur`an dan Al Hadits dan dapatkan pula buku Al Fuaad Fi Nuurin Edisi Terbaru Semoga Blog disini dapat memberikan manfaat bagi para pengunjung
Friday, 18 September 2015
Duniacahayahati.blogspot.com Situs tentang Ilmu Ma`rifatullah (Tauhid) Didalamnya banyak mengandung Ilmu Hikmah yang hanya dapat dirasakan oleh orang-orang yang diberikan Ilmu ini.

Hikmah Syukur di balik Cobaan dan Ujian seorang Hamba
Kajian Al Fuaad Fi Nuurin Oleh Elfiansyah Elham Spd
Kemurnian Tauhid
Perhatikan-Perhatikanlah dengan baik, agar engkau mengetahui bagaimana musibah itu, dalam hal ini ada sebuah Kisah nyata tentang Abu Qilabah Al Jurmi, sebuah kisah yang menakjubkan diriwayatkan oleh Ibnu Hibban dalam kitab AtsTsiqot, kisah ini diriwayatkan dari Abdullah bin Muhammad, Dia Mengatakan : Suatu hari aku pernah berada di daerah perbatasan, wilayah Arish di negeri Mesir.

Aku melihat sebuah tenda kecil yang menunjukkan pemiliknya adalah seorang yang  sangat miskin, kemudian aku mendatangi tenda yang berada dipadang pasir tersebut untuk melihat apa yang ada didalamnya, aku melihat seorang laki-laki yang tangan dan kakinya buntung telinganya sulit mendengar, matanya buta, tidak ada yang manfaat baginya kecuali lisannya, kemudian orang tersebut berdoa : "Ya Allah berilah Aku Ilham untuk tetap mensyukuri nikmat-Mu yang telah Engkau anugerahkan kepadaku dan engkau sangat muliakan aku dari ciptaan-Mu yang lain"

Berkata Abdullah bin Muhammad ini benar-benar luar biasa, kemudian aku menemui orang tersebut, Aku berkata kepadanya : Wahai Saudaraku, Nikmat yang mana engkau syukuri ?, Ia Menjawab : Wahai saudaraku diamlah !. Demi Allah Seandainya Allah datangkan lautan niscaya laut tersebut menenggelamkanku, atau gunung Api pasti aku akan terbakar atau dijatuhkan langit kepadaku yang akan menghancurkanku, aku tidak akan mengatakan apapun kecuali rasa syukur, aku bertanya nikmat apalagi ?. Dia menjawab : Tidaklah engkau melihat bahwa aku di anugerahkan lisan yang senantiasa berdzikir dan bersyukur, Allah telah menganugerahkan kepada ku lidah yang selalu berdzikir dan selalu bersyukur kepada-Nya, adapun selain itu aku memiliki seorang anak yang diwaktu panggilan sholat ia selalu menuntunku untuk ke Masjid dan ia pula menyuapiku namun sejak 3 hari ini aku tidk melihatnya dan tolong carilah ia, maka akupun menyanggupinya untuk pergi mencari anaknya.

Ternyata aku dapati Serigala telah memakan anaknya, maka aku berkata pada diriku sendiri bagaimana cara aku menemuinya (untuk menyampaikan berita ini), hingga akhirnya akupun datang untuk menemuinya dan mengatakan apa yang harus aku katakan kepadanya : Bahwa anaknya di terkam serigala(padahal keadaanya demikian sangat menyedihkan), kemudian apa yang dikatakan Abdullah bin Muhammad ? ini adalah kisah yang sedih, mengharukan dan memilukan, kisah dari Abu Qilabah Rahimahullah, Apa yang harus Aku katakan padanya bahwa anaknya dimakan serigala yang lapar ?

Abdulan bin Muhammad mengatakan :"wahai Saudaraku" dijawab oleh Abu Qilabah : Iya, Abdullah bin Muhammad melanjutkan " Sudahkah engkau mendengar kisah Nabi Ayyub As.? dijawab oleh Abu Qilabah : "Iya pernah".

Abdullah bin Muhammad berkata : Sesungguhnya Allah telah memberinya cobaan dalam urusan hartanya, Abdullah bin Muhammad bertanya kepada Abu Qilabah : Bagaimana keadaanya dalam menghadapi Musibah ?  

Abu Qilabah : Dia menghadapi dengan sabar.
Abdullah bin Muhammad berkata : Tentu engkaupun mengetahui bahwa Nabi Ayyub alaihissalam beliau telah kehilangan anaknya, kemudian Allah Ta`ala mendatangkan banjir yang membinasakan hartanya dan segala yang beliau punya yakni hewan ternak hanya dalam satu malam sehingga Ayyub menjadi orang yang sangat miskin, Beliaupun bersabar dan dalam keadaan sabar tersebut Allah Ta`ala tambah lagi musibah yakni  anaknya yang berjumlah sepuluh orang yang mana berada didalam rumah serta merta rumahnya roboh dan kesepuluh anaknya tewas seketika, Beliapun tetap memuji Allah dan bersabar, dan dalam keadaan tersebut Allah tambah lagi deritanya dengan penyakit di badannya.

Abdullah bin Muhammad berkata : "Wahai Saudaraku Allah sudah menguji Ayyub dengan kefakiran bagaimana keadaannya ? Abu Qilabah : Dia menghadapi dengan sabar.
Abdullah bin Muhammad berkata : Beliau di uji dengan tewasnya anak-anaknya, bagaimana keadaannya ? Abu Qilabah : Dia menghadapi dengan sabar.
Abdullah bin Muhammad berkata : Beliau di uji dengan penyakit dibadannya, bagaimana keadaannya ? Abu Qilabah : Dia tetap sabar.

Abu Qilabah memotong pembicaraan: "Sekarang katakan kepadaku dimana anakku? Aku sangat lapar sedangkan anakku dalam perjalanan, Kemudian Aku pun memotong pembicaraan pula dengan mengajukan pertanyaan : Siapa yang dicinta Allah ? engkau atau nabi Ayyub Alaihissalam ? dijawab oleh Abu Qilabah :"tentu Ayyub Alaihissalam" maka berharaplah pahala dari musibahmu sesungguhnya anakmu dimakan serigala, ringankan beban ini dariku. kemudian Abu Qilabah mengatakan : "Segala puji bagi Allah" yang Dia tidak meninggalkan keturunan bagiku yang bermaksiat kepada Allah sehingga ia di azab dineraka sehingga Abu Qilabah tersedak sangat kuat disebabkan sangat sedih kemudian wafat.

Kemudian Abdullah bin Muhammad membaringkannya ditangannya dan berpikir apa yang harus aku perbuat, laki-laki ini wafat dan aku seorang diri untuk mengurus jenazahnya.

Abdullah bin Muhammad: Ya Rabb-ku siapa yang akan menolongku memandikan dan mengkafaninya apa yang harus aku perbuat, pada saat aku berpikir demikian dan jasadnya telah aku tutupi dengan mantelku, tiba-tiba datang empat orang laki-laki yang mengendarai kuda, mereka mengatakan :Wahai saudaraku apa yang terjadi padamu? Abdullah bin Muhammad: Alhamdulillah yang telah menbawa kalian kesini, bantulah aku memandikan, mengafani dan menyolatkan laki-laki ini, mereka bertanya siapa ini ? Aku juga tidak mengenalnya, dia dalam keadaan sakit dan memperhatinkan Kemudian Aku (Abdullah bin Muhammad) menceritakan kisahnya.

Mereka berkata : "Cobalah buka penutup wajahnya bisa jadi kami mengenalnya ? Kemudian Aku pun membuka penutup wajahnya, tiba-tiba mereka tersentak kemudian menciumi dan menangisinya mereka mengatakan " Subhanallah" Wajah yang selalu bersujud kepada Allah Azza Wa Jalla, mata yang selalu menunduk dari apa yang diharamkan oleh Allah, tangan yang tiada hentinya diangkat untuk memohon kepada Allah.

Hingga Akupun bertanya : Apakah kalian mengenal laki-laki ini ? mereka bertanya apakah engkau tidak mengetahui ? aku katakan : TIDAK.

Ini adalah Abu Qilabah sahabat dari Ibnu Abbas Radhiallahu`anhu, laki-laki ini oleh khalifah pernah ingin dijadikan seorang hakim kemudian dia menghindar dari jabatan tersebut dimana mnusia saat itu meminta jabatan untuk menjadi hakim, jadi khalifah ini menjadikan Abu Qilabah menjadi seorang Hakim suatu kedudukan yang mulia, namun dia (Abu Qilabah) menolaknya dan pergi kenegeri Mesir yang mana saat ini wafat dalam keadaan demikian ( tidak dikenal ).

Kemudian kami memandikan dan mengafani, menyolatkan dan menguburkannya dan orang-orang itupun berlalu dan aku kembali ke perbatasan.

Kemudian Aku (Abdullah bin Muhammad) tertidur kemudian aku bermimpi, Aku melihat Abu Qilabah dalam mimpiku berada disurga disebuah taman dan ia mengenakan sutera hijau berjalan dengan terhormat di surga dengan penampilan yang menarik sambil membaca firman Allah  dengan suara yang merdu : 

سَلَـٰمٌ عَلَيۡكُم بِمَا صَبَرۡتُمۡ‌ۚ فَنِعۡمَ عُقۡبَى ٱلدَّارِ

 "Salamun `alaikum bima shabartum" [2], Maka alangkah baiknya tempat kesudahan itu. (Ar-Rad 13:24)

Aku katakan : Wahai Saudaraku bukankah engkau sahabatku itu ? Bukankah kami telah menguburkanmu kemarin malam ?

Abu Qilabah menjawab : IYA. aku bertanya " Apa yang menyebabkanmu sampai derajat demikian ?
Abu Qilabah menjawab : Sesungguhnya di surga terdapat tingkatan-tingkatan yang tidak akan dicapai kecuali dengan kesabaran ketika ditimpa musibah dan bersyukur dikala lapang.

Semoga Allah merahmati anda wahai Abu Qilabah, Ini adalah sebuah kesabaran, dan perhatikanlah bagaimana sabar dapat menyebabkan mengangkat derajatnya.

Penulis : Elfiansyah Elham Spd (Kemurnian tauhid)  

Bagi yang ingin mengakses melalui Iphone atau Android silahkan klik tombol dibawah ini :



Post a Comment

Categories

Kelolokan Km 12 (2) Memahami Bab Furuiyyah (2) Adab Islam dalam memasuki Rumah (1) Ahmadiyah dan LDII (1) Aku berda`wah untuk golongan kalian dan Golongan kalian tidak boleh menda`wahi golonganku (1) Al Fuaad Fi Nurin (1) Al Fuaad Fi Nuurin (1) Al HIkam sesat dan menyesatkan (1) Al Quran bagi diri ini hanya sebagai simbol dan hiasan semata (1) Alergi Belajar Tauhid (Ma`rifatullah) Rusaklah Hati dan Jasad (1) Allah Ta`ala ditenggelamkan oleh pelampung (1) Allah Ta`ala yang bersedekah buat diri ini (1) Amal Ibadah bukanlah Jaminan Surga (1) Amal sholat dan puasa akan nampak nilai setelahnya... (1) Apakah diri ini bodoh ikut-ikutan dalam mengkafirkan Golongan lain ? (1) Awal Keberadaan Sufisme dan Anti Sufisme (1) BAB HAID Bagi Wanita (1) BAB SHOLAT DALIL SEBELUM TAKBIR (1) BAB SHOLAT Takbiratul Ihkram (1) BAGAIMANA AHMAD IBNU IDRIS SEBAGAI TOKOH SUFI DAPAT BERGANDENGAN TANGAN DENGAN KAUM WAHHABIYYAH ? (1) BAKTI SEORANG ANAK TERHADAP IBUNYA YANG GILA (1) BENARKAH AKU BERIMAN ATAU ATHEIS (TAK BERTUHAN) (1) BENARKAH PROF QURAISH SHIHAB SYI’AH? (1) Bab Duduk antara dua sujud beserta doanya (1) Bab Salam dalam Sholat (1) Bab Sujud dan Bacaan Sujud (1) Bab Takbiratul Ikhram (1) Bab mengangkat kedua tangan ketika Takbir (1) Bagaimana Pergerakan Keilmuan Tasawuf semakin merebak di Penjuru Dunia dan banyak diterima di Masyarakat baik para pemuda maupun yang Lanjut Usia ? (1) Bagaimana mungkin diri ini beramal ibadah (1) Bantahan Umat Muslim Di Tolikara Papua (1) Belajar Tauhid haruslah Kaffah (1) Benarkah cinta kita kepada Allah ? (1) Benarkah diri ini mengenal Allah Ta`ala (Ma`rifatullah) (1) Berbagai Jenis Amal adalah karena berbagai Ahwal (1) Beriman yang Dusta atau Tidak pada Umat islam di Tolikara (1) Berimankah diri ini atau dusta semata ? (1) Bid`ah Maulid Nabi dan Bid`ah Hari Besar (1) Bid`ah dan Khilafiyah yang akan selalu di debatkan sampai akhir zaman (1) Bidadari Surga ditanah Adat (1) Bodoh yang yang ditampakkan (1) Bukanlah diri ini seorang ahli hakekat jika masih suka mencela orang lain (1) Bukti Allah tidak menyukai orang yang bangga dengan amalnya (1) Bukti Bahwa Makhluk Tidak dapat membawa rezekinya sendiri (1) Buku Nahwu Shorof Bagi Pemula & Lanjut Usia (1) CAK NUN : "Sangat dilarang menyakiti hati orang lain" (1) DITIPU (1) Dai-Dai saat ini suka mencela Ulama Terdahulu (1) Dasar-Dasar Ma`rifatullah Pembatalan Syahadat yang Nampak (1) Disaat Al Qur`an di visualisasikan Maka Nampaklah dusta pada diri ini (1) Doa Iftitah (1) Doa dan amalan bukanlah sebagai jarak pemisah kepada Tuhan (1) Dusta Dalam Beramal dan beribadah kepada Allah (1) Dusta seorang Guru Tauhid yang Nampak Mendustakan (1) Elfiansyah Elham Spd (1) Elfiansyah Spd (1) Fiqh Bab Niat (1) Fiqh Bab Wudhu (1) Fitnah yang nampak yang ditujukan kepada Dr ZAKIR NAIK hal INSHA ALLAH (1) Gendrang Jihad telah ditabuh di Kabupaten Tolikara (1) Hakekat Kemiskinan adalah ketika kehilangan harapan (1) Haram berzakat didalam masjid (1) Hikmah Syukur di balik Cobaan dan Ujian seorang Hamba (1) Hukum Mengirim Al Fatihah atau menghadiakan Al Fatihah kepada yang meninggal (1) Hukum Nun Mati dan Tanwin (1) IDGHAM BIGHUNNAH ( ادغم بغنة ) (1) I`tidal dari ruku (1) Ibadah Umrah dan haji yang didustakan dan mendustakan-Nya (1) Iblis namanya adalah Azazil dia termasuk dari malaikat-malaikat yang paling mulia (1) Ilmu Hikmah bukanlah Ilmu sesat (1) Ilmu Tajwid (1) Iman Bil Ghoib (1) Istiftah dan Al Fatihah (1) JALAN MEMPEROLEH MAKRIFAT (1) JANGAN ENGKAU DUSTAKAN KITAB SUCI MU SENDIRI (1) Jangan berbangga dengan kemajuan Zaman (1) Jika ada lintasan didalam hati ada kehendak selain kehendakNya maka MURTAD (1) Kajian Islam Ilmu Hikmah (1) Kajian Nahwu Shorof dan Fiqh Bit Takhrij Al Qur`an Wal Hadits (1) Kedustaan dan kesombongan dalam Tawadhu (Merendahkan diri) (1) Keputusan Mahkamah Agung Terhadap Syiah (1) Kesombongan yang mengecilkan diri sendiri (1) Ketika Tauhid Bergema Di Antara Dua Kubah (1) Khilafiyyah Maulid Nabi dan Hari Besar Islam (1) Kisah Nyata Imam Hanafi ( Abu Hanifah ) (1) Kitab Al Hikam Bukan Kitab yang sesat namun Malah Meluruskan (1) Kitab Al Hikam Sesat (1) Larangan waktu dalam menguburkan mayat (1) MPU Aceh mengeluarkan fatwa paham Salafi sesat menyesatkan (1) Maka diri ini terdiam: Allah Ta`ala ditenggelamkan oleh Tempe (1) Makna kedalaman Syahadat اَشْهَدُاَنْالَااِلَهَ اِلَّااللهُ (1) Mandu dalam kutim (1) Manusia tetaplah manusia tidaklah mampu dalam hal apapun (1) Membedah Buku Sufi dan Anti Sufi (1) Mengapa Kaum Wahhabiyyah mengambil sikap penentangan extstrem terhadap Sufiesme ? (1) Mengetahui Kedudukan Di Sisi Allah (1) Menyekutukan Allah Ta`ala dengan kekuatan (1) Menyikapi Fatwa MPU terhadap Ajaran Salafy yang sesat dan menyesatkan (1) Muslim atau Bukan Muslim atau muslimah (1) Novel Islam (1) PANDANGAN IBN HIBBAN PADA SIFAT ALLAH TA`ALA (1) PELAJARAN ISIM DHOMIR ( Kata Ganti ) (1) PENOLAKAN PADA TAREKAT OLEH KAUM WAHHABIYYAH (1) PERBEDAAN & BEDA KEPEMAHAMAN ITU HARUS ADA (1) Pandai Berma`rifatullah Sholatpun di tinggalkan (1) Pejabat Pemerintah yang Berdusta dan Kejam (1) Pelajaran Nahwu Shorof Bab Al Marifat & Annakiroh (1) Penghuni Surga dan neraka sudah ditetapkan (1) Penyakit UJUB yang Akut pada diri (1) Perselisihan Kedudukan Orang Tua Rasulullah yang dinyatakan Masuk Neraka (1) Praktek Syeikh Sufi yang jauh dari Al Qur`an dan As-Sunnah (1) Puasaku hanyalah dusta semata kepada Allah (1) Pujian Hanya Bagi Allah Ta`ala semata (1) Rasionalkah Beribadah & Hukum Insya Allah (1) Ruku dan Bacaan Ruku (1) SHOHIH HADITS QUDSI (1) SURGA MILIKU BUKAN MILIK GOLONGANMU (1) SYARAH TAUHIDUL AF`AL & TAUHIDUL RUBBUBIYYAH (1) Salafi yang suka menyesatkan (1) Sedekah Perkataan yang Baik itu lebih baik dari harta (1) Sesatkah Doa Abu Nuwas Amal jadi alat sambung atau Pemisah (1) Sesungguhnya setiap amalan tergantung pada niatnya (HR. Bukhari no. 1 dan Muslim no. 1907) (1) Sholat bukanlah hanya sekedar Sholat (1) Sholat sekedar Sholat Kerapunpun bisa sholat (1) Siapakah Ibnu Arabi yang di Kafirkan Wahhabi ? (1) Siapapun Diri ini tidak ada andil (1) Site Manubar (1) Syariat yang menipu pandangan mata manusia (1) Syukur yang dibaca namun didustakan setiap harinya (1) TAHUKAH ANDA ? (1) TERTIPU ATAU PURA-PURA BODOH TERHADAP JAMINAN ALLAH (1) Tanah adat Kutai timur (1) Tanda-Tanda Manusia yang Tidak Ikhlas pada Ketetapan Allah (1) Tasawuf dan Sufi gadungan (1) Tauhid Bab Syirik Khofi (Tersembunyi) (1) Tauhid adalah Pondasi Awal dalam menjalankan Syariat (1) Tentang Kebenaran Ilmu Laduni (1) Tentang Pertanyaan ZAKAT (1) Tertipu dengan pandangan dan Kufur Nikmat (1) Tuhan Maha Kecil disaat visualisasikan dalam kehidupan (1) Ucapan Alhamdulillah yang didustakan syarah Al Fuaad Fi Nurin (1) Ucapanku atas Shodaqollah adalah kenikmatan (1) Umat Muslim selain Manhaj Salaf Sesat dan Menyesatkan (1) Usaha Hamba Menghindarkan diri ini dari PENYAKIT UJUB (1) Zikir setelah Sholat berdasarkan Hadits Shohih (1) ilmu dan kemampuan (1) jangan meninggalkan Dzikir kepada Allah (1) “Khusyukah Diri ini dalam Beribadah kepada Tuhan” (1)

Hati Nurani

Dunia Cahaya Hati Nurani


Hati Nurani atau disebut Mata Hati bila sudah bicara, maka tak dapat dibantah akan suara yang terdengar oleh segenap tubuh ini, Hati Nurani dapat menembus apa yang tak dapat ditembus oleh Kedua Mata Zhohir ini, Hati Nurani selalu memberikan Support atas kebaikan dan menghalang-halangi suatu keburukan, tugas yang tak mudah dipikul oleh Hati Nurani, dimanakah hati Nurani diri ini ?

Imam Ibnul Jauzi rahimahullah berkata, “Sesungguhnya ma’rifatullâh (yang benar) adalah mengenal Dzat-Nya, mengenal nama-nama dan sifat-sifat-Nya, serta mengenal perbuatan-perbuatan-Nya.” Dinukil oleh syaikhul Islam Ibnu Taimiyah dalam Majmû’ul Fatâwâ (17/104).

AL Fuaad Fi Nurin

AL Fuaad Fi Nurin
1. Apakah Anda pernah melihat Allah Ta`ala sebagaimana anda bersaksi? 2. Apakah Anda seorang beriman atau pendusta semata ? 3. Apakah anda merasakan kesengsaraan didunia ? apakah ini gambaran hidup anda kelak dineraka ? Apapun pertanyaan pada diri sendiri maka Insya Allah jawabannya ada di buku ini

Markaz Buku Online

Usaha Ingin Di Iklankan ?

Informasi Keilmuan

Translate

Temukan Kami


Pembayaran Buku

Wilayah Pulau Jawa & Sumatera

BCA 165-1586-122
Dede Rahmat

Hp : 081316235961

Wilayah Pulau Kalimantan & Sulawesi

Mandiri 900000-2832-583
Sutimah

Hp : 081254285572

Konfirmasikan jika sudah Transfer, Terimaksih

Kata Kunci Kehidupan

"Bergantung dan Bersandarlah secara Total Kepada Allah Ta`ala tiadakanlah Makhluk yang lain jika engkau belum dapat mencapai kesana maka anggaplah tidak ada makhluk disekitarmu, jikapun masih belum bisa itulah kedudukanmu saat ini"
Powered by Blogger.

Dapatkan Kitab-Kitab ini

Bacaan yang disarankan

Beriman atau Dusta

Kontak Online

Informasi Keilmuan

Nahwu Shorof Bagi Pemula

Nahwu Shorof Bagi Pemula
Mahir dalam memberikan baris arab gundul