Pesan Untuk Diri sendiri yang sedang Berda`wah

“Jika Seorang manusia sudah menyampaikan pendapatnya maka itu sudah mencukupi, dalam hal ini yakni sudah ditunaikan apa yang seharusnya disampaikan dengan cara yang baik dan santun serta beretika. Namun Apabila melahirkan suatu permusuhan, perdebatan, dan menyerang serta menyesat-sesatkan, maka inipun tidaklah termasuk pada sunnah Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi wa Sallam dalam hal memberikan penjelasan, tentu bukanlah cara dakwah dengan atas nama Allah dan kepada sunnah Rasulullah.
Latest Post
Loading...
Selamat Datang di Blog Dunia Cahaya hati yang menghadirkan kajian-kajian ilmu hikmah yang berlandaskan Al Qur`an dan Al Hadits dan dapatkan pula buku Al Fuaad Fi Nuurin Edisi Terbaru Semoga Blog disini dapat memberikan manfaat bagi para pengunjung
Sunday, 12 July 2015
Duniacahayahati.blogspot.com Situs tentang Ilmu Ma`rifatullah (Tauhid) Didalamnya banyak mengandung Ilmu Hikmah yang hanya dapat dirasakan oleh orang-orang yang diberikan Ilmu ini.

BAB RUKU & BACAAN RUKU

Diriwayatkan dari Mush’ab bin Sa’ad a, ia berkata : “ Aku pernah sholat disamping ayahku (kemudian ruku’) dengan meletakkan tangan dipaha dengan jari-jemari merapat.  Lantas ayahku melarang dari hal itu, ia berkata, “Kami diperintahkan untuk meletakan tangan dilutut (dikala ruku’) (HR. Ahmad).
Meluruskan punggung di saat ruku’Diantara sifat ruku’ Nabi Muhammad صلّى الله عليه وسلّم  di dalam sholat adalah beliau menegakkan punggungnya, dan menyeimbangkan kepala, yakni tidak menunduk dan juga tidak mendongak. Sebagaimana keterangan dari ummul mukminin Aisyah yang mengatakan : “Beliau ketika ruku’ tidak mengangangkat atau menundukkan kepala, tetapi seimbang diantara keduanya.” (HR. Muslim).
Tentang sifat punggung Rasulullah صلّى الله عليه وسلّم  yang lurus dalam ruku’nya, disifati oleh sayidina Ali, “ Adalah Rasulullah صلّى الله عليه وسلّم  ketika ruku’ seandainya diletakkan gelas yang berisi air, niscaya tidak akan tumpah.” (HR. Ahmad)
Hal ini dikarenakan lurusnya punggung dan tenangnya beliau dalam ruku.

Tuma’ninah dalam ruku’
Rasulullah صلّى الله عليه وسلّم  bersabda : “Sejelek-jeleknya pencuri ialah orang yang mencuri dari shalatnya”.Mereka bertanya: “Ya Rasulullah. Bagaimana caranya mencuri dari shalat itu ?”Beliau menjawab : “Tidak disempurnakanNya ruku’ dan sujudnya”,atau dalam riwayat lain dikatakan, “Tidak diluruskannya punggung sewaktu ruku’ dan sujud.” (HR. Ahmad dan lainnya).
Bacaan dalam ruku’
Ada beberapa bacaan ruku’ yang dibaca Rasulullah  dalam sholatnya. Ini artinya beliau terkadang membaca dengan sebuah bacaan namun terkadang menggantinya dengan yang lain. Berikut diantara bacaan ruku’ tersebut :
سُبْحَانَ رَبِّيَ الْعَظِيمِ
“Maha suci rabbku yang maha agung.”([1])
Atau biasa juga dengan lafadz berikut :
سُبْحَانَ رَبِّىَ الْعَظِيْمِ وَبِحَمْدِهِ
Maha Suci Rabbku yang maha Agung dan maha terpuji.” ([2])
Menurut mayoritas ulama kalimat dzikir diatas batas minimalnya adalah dibaca sekali dan sempurnanya dibaca tiga kali. Pendapat ini didasarkan kepada hadits riwayat Ibnu Mas’ud bahwa Rasulullah صلّى الله عليه وسلّم  bersabda : “Apabila kalian ruku’ maka bacalah dalam ruku’ kalian ‘Subhana rabbiyal ‘adziem’ tiga kali.” (HR. Tirmidzi).
 Sebagian ulama menyukai membaca tasbih sebanyak sepuluh kali, hal ini didasarkan pada perkataan dari shahabat Anas bin Malik ketika melihat Umar bin Abdul Aziz sholat, ia berkata : “Aku tidak pernah sholat di belakang seorangpun (sepeninggal Rasulullah) yang sholatnya paling mirip dengan Rasulullah  dari pada pemuda ini (Umar bin Abdul Aziz). Sa’id bin Jubair berkata : “Maka kami kira-kirakan waktu ruku’ dan sujudnya sekitar sepuluh kali bacaan tasbih.”(HR Abu Dawud)
Namun Malikiyah mengatakan banyaknya bacaan tersebut tidak meiliki batasan. ([3])
Bacaan ruku’ lainnya adalah dzikir berikut ini :

سُبْحَانَكَ اللَّهُمَّ رَبَّنَا وَبِحَمْدِكَ اللَّهُمَّ اغْفِرْ لِي
“Maha suci Engkau wahai rabb kami, segala pujian bagi-Mu. Ya Allah, ampunilah aku).” (Mutafaqqun ‘alaih)
سُبُّوحٌ قُدُّوسٌ رَبُّ الْمَلَائِكَةِ وَالرُّوحِ
“Mahasuci, Maha Qudus, Rabbnya para malaikat dan ruh.” (HR. Muslim)
فَسَبِّحْ بِاسْمِ رَبِّكَ الْعَظِيمِ
“Maka bertasbihlah dengan (menyebut) nama Rabbmu yang Maha Besar.”  ([4])
Selanjutnya, juga bisa membaca dzikir berikut ini:
اللَّهُمَّ لَكَ رَكَعْتُ، وَبِكَ آمَنْتُ، وَلَكَ أَسْلَمْتُ، خَشَعَ لَكَ سَمْعِيْ وَبَصَرِيْ وَمُخِّيْ وَعَظْمِيْ وَعَصَبِيْ وَمَا اسْتَقَلَّ بِهِ قَدَمِيْ
Ya Allah, untukMu aku ruku’. KepadaMu aku beriman, kepadaMu aku berserah diri. Pendengaranku, penglihatanku, otakku, tulangku, sarafku dan apa yang berdiri di atas dua tapak kakiku, telah merunduk dengan khusyuk kepada-Mu.([5] )
سُبْحَانَ ذِي الْجَبَرُوْتِ وَاْلمَلَكُوْتِ وَالْكِبْرِيَاءِ وَالْعَظَمَةِ
“Maha Suci (Allah) Yang memiliki Keperkasaan, Kerajaan, Kebesaran dan Keagungan.” [6]

Dzikir Yang Dilarang Ketika Ruku'
Bentuk bacaan dzikir yang dilarang ketika dalam kondisi ruku’ adalah membaca ayat-ayat dari Al Quran. Berdasarkan hadits: 
"Bahwasanya Nabi صلّى الله عليه وسلّم  melarang membaca Al Quran dalam ruku' dan sujud." (HR. Muslim).



[1]) Dari Huzaifah bin Al-Yaman a  “bahwa dia pernah shalat bersama nabi shallallahu ‘alaihi wasallam. maka ketika ruku’ beliau membaca: “subhana rabbiyal azhim (maha suci rabbku yang maha agung),” dan ketika sujud beliau membaca: “subhana rabbiyal a’la (maha suci rabbku yang maha tinggi).” (Hadits Shahih riwayat abu Daud, at-Tirmidzi, an-Nasai, dan ibnu Majah)
[2]) Bacaan dengan tambahan ‘wa bihamdihi’ diriwayatkan dalam hadits dengan jalur periwayatan yang banyak, sehingga  Imam Asy-Syaukani berkata bahwa riwayat-riwayat yang banyak itu saling menguatkan.” (Fiqih Sunnah I:137)
[3]) Fiqh al Islami wa adillatuhu (2/57).
[4]Uqbah bin Amir berkata, manakala turun ayat, فسبح باسم ربك العظيم (Al-Waqi’ah: 74) Nabi Muhammad صلّى الله عليه وسلّم   bersabda, “Jadikan ia sebagai bacaan dalam ruku’ kalian.” Ketika turun ayat,سبح اسم ربك الأعلى (Al-A’la: 1) Nabi صلّى الله عليه وسلّم   bersabda, “Jadikan ia sebagai bacaan dalam sujud kalian.” (HR. Abu Dawud, Ibnu Majah dan Ahmad dengan sanad hasan).
[5])  HR. Muslim 1/534, begitu juga empat imam hadis, kecuali Ibnu Majah.
[6])  HR. Abu Dawud 1/230, An-Nasai dan Ahmad. Dan sanadnya hasan.


Post a Comment

Categories

Kelolokan Km 12 (2) Memahami Bab Furuiyyah (2) Adab Islam dalam memasuki Rumah (1) Ahmadiyah dan LDII (1) Aku berda`wah untuk golongan kalian dan Golongan kalian tidak boleh menda`wahi golonganku (1) Al Fuaad Fi Nurin (1) Al Fuaad Fi Nuurin (1) Al HIkam sesat dan menyesatkan (1) Al Quran bagi diri ini hanya sebagai simbol dan hiasan semata (1) Alergi Belajar Tauhid (Ma`rifatullah) Rusaklah Hati dan Jasad (1) Allah Ta`ala ditenggelamkan oleh pelampung (1) Allah Ta`ala yang bersedekah buat diri ini (1) Amal Ibadah bukanlah Jaminan Surga (1) Amal sholat dan puasa akan nampak nilai setelahnya... (1) Apakah diri ini bodoh ikut-ikutan dalam mengkafirkan Golongan lain ? (1) Awal Keberadaan Sufisme dan Anti Sufisme (1) BAB HAID Bagi Wanita (1) BAB SHOLAT DALIL SEBELUM TAKBIR (1) BAB SHOLAT Takbiratul Ihkram (1) BAGAIMANA AHMAD IBNU IDRIS SEBAGAI TOKOH SUFI DAPAT BERGANDENGAN TANGAN DENGAN KAUM WAHHABIYYAH ? (1) BAKTI SEORANG ANAK TERHADAP IBUNYA YANG GILA (1) BENARKAH AKU BERIMAN ATAU ATHEIS (TAK BERTUHAN) (1) BENARKAH PROF QURAISH SHIHAB SYI’AH? (1) Bab Duduk antara dua sujud beserta doanya (1) Bab Salam dalam Sholat (1) Bab Sujud dan Bacaan Sujud (1) Bab Takbiratul Ikhram (1) Bab mengangkat kedua tangan ketika Takbir (1) Bagaimana Pergerakan Keilmuan Tasawuf semakin merebak di Penjuru Dunia dan banyak diterima di Masyarakat baik para pemuda maupun yang Lanjut Usia ? (1) Bagaimana mungkin diri ini beramal ibadah (1) Bantahan Umat Muslim Di Tolikara Papua (1) Belajar Tauhid haruslah Kaffah (1) Benarkah cinta kita kepada Allah ? (1) Benarkah diri ini mengenal Allah Ta`ala (Ma`rifatullah) (1) Berbagai Jenis Amal adalah karena berbagai Ahwal (1) Beriman yang Dusta atau Tidak pada Umat islam di Tolikara (1) Berimankah diri ini atau dusta semata ? (1) Bid`ah Maulid Nabi dan Bid`ah Hari Besar (1) Bid`ah dan Khilafiyah yang akan selalu di debatkan sampai akhir zaman (1) Bidadari Surga ditanah Adat (1) Bodoh yang yang ditampakkan (1) Bukanlah diri ini seorang ahli hakekat jika masih suka mencela orang lain (1) Bukti Allah tidak menyukai orang yang bangga dengan amalnya (1) Bukti Bahwa Makhluk Tidak dapat membawa rezekinya sendiri (1) Buku Nahwu Shorof Bagi Pemula & Lanjut Usia (1) CAK NUN : "Sangat dilarang menyakiti hati orang lain" (1) DITIPU (1) Dai-Dai saat ini suka mencela Ulama Terdahulu (1) Dasar-Dasar Ma`rifatullah Pembatalan Syahadat yang Nampak (1) Disaat Al Qur`an di visualisasikan Maka Nampaklah dusta pada diri ini (1) Doa Iftitah (1) Doa dan amalan bukanlah sebagai jarak pemisah kepada Tuhan (1) Dusta Dalam Beramal dan beribadah kepada Allah (1) Dusta seorang Guru Tauhid yang Nampak Mendustakan (1) Elfiansyah Elham Spd (1) Elfiansyah Spd (1) Fiqh Bab Niat (1) Fiqh Bab Wudhu (1) Fitnah yang nampak yang ditujukan kepada Dr ZAKIR NAIK hal INSHA ALLAH (1) Gendrang Jihad telah ditabuh di Kabupaten Tolikara (1) Hakekat Kemiskinan adalah ketika kehilangan harapan (1) Haram berzakat didalam masjid (1) Hikmah Syukur di balik Cobaan dan Ujian seorang Hamba (1) Hukum Mengirim Al Fatihah atau menghadiakan Al Fatihah kepada yang meninggal (1) Hukum Nun Mati dan Tanwin (1) IDGHAM BIGHUNNAH ( ادغم بغنة ) (1) I`tidal dari ruku (1) Ibadah Umrah dan haji yang didustakan dan mendustakan-Nya (1) Iblis namanya adalah Azazil dia termasuk dari malaikat-malaikat yang paling mulia (1) Ilmu Hikmah bukanlah Ilmu sesat (1) Ilmu Tajwid (1) Iman Bil Ghoib (1) Istiftah dan Al Fatihah (1) JALAN MEMPEROLEH MAKRIFAT (1) JANGAN ENGKAU DUSTAKAN KITAB SUCI MU SENDIRI (1) Jangan berbangga dengan kemajuan Zaman (1) Jika ada lintasan didalam hati ada kehendak selain kehendakNya maka MURTAD (1) Kajian Islam Ilmu Hikmah (1) Kajian Nahwu Shorof dan Fiqh Bit Takhrij Al Qur`an Wal Hadits (1) Kedustaan dan kesombongan dalam Tawadhu (Merendahkan diri) (1) Keputusan Mahkamah Agung Terhadap Syiah (1) Kesombongan yang mengecilkan diri sendiri (1) Ketika Tauhid Bergema Di Antara Dua Kubah (1) Khilafiyyah Maulid Nabi dan Hari Besar Islam (1) Kisah Nyata Imam Hanafi ( Abu Hanifah ) (1) Kitab Al Hikam Bukan Kitab yang sesat namun Malah Meluruskan (1) Kitab Al Hikam Sesat (1) Larangan waktu dalam menguburkan mayat (1) MPU Aceh mengeluarkan fatwa paham Salafi sesat menyesatkan (1) Maka diri ini terdiam: Allah Ta`ala ditenggelamkan oleh Tempe (1) Makna kedalaman Syahadat اَشْهَدُاَنْالَااِلَهَ اِلَّااللهُ (1) Mandu dalam kutim (1) Manusia tetaplah manusia tidaklah mampu dalam hal apapun (1) Membedah Buku Sufi dan Anti Sufi (1) Mengapa Kaum Wahhabiyyah mengambil sikap penentangan extstrem terhadap Sufiesme ? (1) Mengetahui Kedudukan Di Sisi Allah (1) Menyekutukan Allah Ta`ala dengan kekuatan (1) Menyikapi Fatwa MPU terhadap Ajaran Salafy yang sesat dan menyesatkan (1) Muslim atau Bukan Muslim atau muslimah (1) Novel Islam (1) PANDANGAN IBN HIBBAN PADA SIFAT ALLAH TA`ALA (1) PELAJARAN ISIM DHOMIR ( Kata Ganti ) (1) PENOLAKAN PADA TAREKAT OLEH KAUM WAHHABIYYAH (1) PERBEDAAN & BEDA KEPEMAHAMAN ITU HARUS ADA (1) Pandai Berma`rifatullah Sholatpun di tinggalkan (1) Pejabat Pemerintah yang Berdusta dan Kejam (1) Pelajaran Nahwu Shorof Bab Al Marifat & Annakiroh (1) Penghuni Surga dan neraka sudah ditetapkan (1) Penyakit UJUB yang Akut pada diri (1) Perselisihan Kedudukan Orang Tua Rasulullah yang dinyatakan Masuk Neraka (1) Praktek Syeikh Sufi yang jauh dari Al Qur`an dan As-Sunnah (1) Puasaku hanyalah dusta semata kepada Allah (1) Pujian Hanya Bagi Allah Ta`ala semata (1) Rasionalkah Beribadah & Hukum Insya Allah (1) Ruku dan Bacaan Ruku (1) SHOHIH HADITS QUDSI (1) SURGA MILIKU BUKAN MILIK GOLONGANMU (1) SYARAH TAUHIDUL AF`AL & TAUHIDUL RUBBUBIYYAH (1) Salafi yang suka menyesatkan (1) Sedekah Perkataan yang Baik itu lebih baik dari harta (1) Sesatkah Doa Abu Nuwas Amal jadi alat sambung atau Pemisah (1) Sesungguhnya setiap amalan tergantung pada niatnya (HR. Bukhari no. 1 dan Muslim no. 1907) (1) Sholat bukanlah hanya sekedar Sholat (1) Sholat sekedar Sholat Kerapunpun bisa sholat (1) Siapakah Ibnu Arabi yang di Kafirkan Wahhabi ? (1) Siapapun Diri ini tidak ada andil (1) Site Manubar (1) Syariat yang menipu pandangan mata manusia (1) Syukur yang dibaca namun didustakan setiap harinya (1) TAHUKAH ANDA ? (1) TERTIPU ATAU PURA-PURA BODOH TERHADAP JAMINAN ALLAH (1) Tanah adat Kutai timur (1) Tanda-Tanda Manusia yang Tidak Ikhlas pada Ketetapan Allah (1) Tasawuf dan Sufi gadungan (1) Tauhid Bab Syirik Khofi (Tersembunyi) (1) Tauhid adalah Pondasi Awal dalam menjalankan Syariat (1) Tentang Kebenaran Ilmu Laduni (1) Tentang Pertanyaan ZAKAT (1) Tertipu dengan pandangan dan Kufur Nikmat (1) Tuhan Maha Kecil disaat visualisasikan dalam kehidupan (1) Ucapan Alhamdulillah yang didustakan syarah Al Fuaad Fi Nurin (1) Ucapanku atas Shodaqollah adalah kenikmatan (1) Umat Muslim selain Manhaj Salaf Sesat dan Menyesatkan (1) Usaha Hamba Menghindarkan diri ini dari PENYAKIT UJUB (1) Zikir setelah Sholat berdasarkan Hadits Shohih (1) ilmu dan kemampuan (1) jangan meninggalkan Dzikir kepada Allah (1) “Khusyukah Diri ini dalam Beribadah kepada Tuhan” (1)

Hati Nurani

Dunia Cahaya Hati Nurani


Hati Nurani atau disebut Mata Hati bila sudah bicara, maka tak dapat dibantah akan suara yang terdengar oleh segenap tubuh ini, Hati Nurani dapat menembus apa yang tak dapat ditembus oleh Kedua Mata Zhohir ini, Hati Nurani selalu memberikan Support atas kebaikan dan menghalang-halangi suatu keburukan, tugas yang tak mudah dipikul oleh Hati Nurani, dimanakah hati Nurani diri ini ?

Imam Ibnul Jauzi rahimahullah berkata, “Sesungguhnya ma’rifatullâh (yang benar) adalah mengenal Dzat-Nya, mengenal nama-nama dan sifat-sifat-Nya, serta mengenal perbuatan-perbuatan-Nya.” Dinukil oleh syaikhul Islam Ibnu Taimiyah dalam Majmû’ul Fatâwâ (17/104).

AL Fuaad Fi Nurin

AL Fuaad Fi Nurin
1. Apakah Anda pernah melihat Allah Ta`ala sebagaimana anda bersaksi? 2. Apakah Anda seorang beriman atau pendusta semata ? 3. Apakah anda merasakan kesengsaraan didunia ? apakah ini gambaran hidup anda kelak dineraka ? Apapun pertanyaan pada diri sendiri maka Insya Allah jawabannya ada di buku ini

Markaz Buku Online

Usaha Ingin Di Iklankan ?

Informasi Keilmuan

Translate

Temukan Kami


Pembayaran Buku

Wilayah Pulau Jawa & Sumatera

BCA 165-1586-122
Dede Rahmat

Hp : 081316235961

Wilayah Pulau Kalimantan & Sulawesi

Mandiri 900000-2832-583
Sutimah

Hp : 081254285572

Konfirmasikan jika sudah Transfer, Terimaksih

Kata Kunci Kehidupan

"Bergantung dan Bersandarlah secara Total Kepada Allah Ta`ala tiadakanlah Makhluk yang lain jika engkau belum dapat mencapai kesana maka anggaplah tidak ada makhluk disekitarmu, jikapun masih belum bisa itulah kedudukanmu saat ini"
Powered by Blogger.

Dapatkan Kitab-Kitab ini

Bacaan yang disarankan

Beriman atau Dusta

Kontak Online

Informasi Keilmuan

Nahwu Shorof Bagi Pemula

Nahwu Shorof Bagi Pemula
Mahir dalam memberikan baris arab gundul