Pesan Untuk Diri sendiri yang sedang Berda`wah

“Jika Seorang manusia sudah menyampaikan pendapatnya maka itu sudah mencukupi, dalam hal ini yakni sudah ditunaikan apa yang seharusnya disampaikan dengan cara yang baik dan santun serta beretika. Namun Apabila melahirkan suatu permusuhan, perdebatan, dan menyerang serta menyesat-sesatkan, maka inipun tidaklah termasuk pada sunnah Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi wa Sallam dalam hal memberikan penjelasan, tentu bukanlah cara dakwah dengan atas nama Allah dan kepada sunnah Rasulullah.
Latest Post
Loading...
Selamat Datang di Blog Dunia Cahaya hati yang menghadirkan kajian-kajian ilmu hikmah yang berlandaskan Al Qur`an dan Al Hadits dan dapatkan pula buku Al Fuaad Fi Nuurin Edisi Terbaru Semoga Blog disini dapat memberikan manfaat bagi para pengunjung
Saturday, 11 July 2015
Duniacahayahati.blogspot.com Situs tentang Ilmu Ma`rifatullah (Tauhid) Didalamnya banyak mengandung Ilmu Hikmah yang hanya dapat dirasakan oleh orang-orang yang diberikan Ilmu ini.

CAK NUN : "Sangat dilarang menyakiti hati orang lain"

Siapa yang tidak mengenal Tokoh Senior dalam Bidang Keilmuan Tauhid, Seni dan Kebudayaan, Beliau Muhammad Ainun Nadjib atau sering dipanggil Cak Nun, Dalam Hal ini Cak Nun memberikan suatu Ketegasan buat dirinya dan orang lain pada umumnya dengan suatu penyataan yang sangat dalam maknanya :

“ Wis anggaplah aku ini kafir fir... terus opo hak mu...? 
utowo hak wong liyo terhadap aku...? Iki menyangkut martabat manusia.... !!!

Mengenai benar kafir tidak orang itu.... wilayahnya Alloh.....Urusan sesrawung antar manusia adalah ojo nuding-nuding wong,...itu merendahkan dan menyakiti hatinya Sedang di dalam Islam ....sangat dilarang menyakiti hati orang lain.

Wis anggaplah misalnya Gus Dur itu antek Yahudi....terus kalian mau apa.....!!!

Apakah kalian yakin ....bahwa saya muslim ...? Dari mana kalian tau saya muslim...? Kalau ternyata saya hanya akting...? Kalau darah saya halal....wis gek ndang dipateni dan okeh sing kudu dipateni....!!!

Alloh saja masih memiliki ruang ....barangsiapa mau beriman maka berimanlah, barangsiapa mau kufur... silakan kufur....!!! Al Qur`an Al Kahfi, Maka kepada orang yang kita anggap sesat atau kufur, mbok wis didongakke wae ...supaya diberi hidayah oleh Alloh...

Jangan dituding-tuding... Itu menghina martabat manusia, Musuh kita adalah kesempitan dan kedangkalan berpikir... koyo JARAN....!!!

Anda semua harus ombo dan jembar pikirane, Harus mengerti kiasan dan konteks-konteks....
Duniacahayahati.blogspot.com Situs tentang Ilmu Ma`rifatullah (Tauhid) Didalamnya banyak mengandung Ilmu Hikmah yang hanya dapat dirasakan oleh orang-orang yang diberikan Ilmu ini.

"Sesungguhnya telah ada pada (diri) Rasulullah itu suri teladan yang baik bagimu (yaitu) bagi orang yang mengharap (rahmat) Allah dan (kedatangan) hari kiamat dan dia banyak menyebut Allah"

Didalam Hadits Qudsi yang Shohih :

Diriwayatkan dari 'Adiy ibn Hatim r.a., beliau berkata, ketika aku sedang berada disamping
Rasulullah ﷺ, kemudian datanglah dua orang laki-laki, salah satunya mengadukan tentang
kemiskinan, dan lelaki yang lainnya mengadukan tentang perampokan di jalan, kemudian Rasulullah ﷺ bersabda, “Adapun mengenai perampokan, sesungguhnya kelak dalam waktu yang tidak lama, akan datang suatu masa, ketika sebuah kafilah tidak memerlukan pengawal saat menuju Makkah, 

dan adapun tentang kemiskinan, tidak akan datang hari Kiamat, (sehingga datang masa dimana) seorang diantara kalian berdiri untuk mencari orang yang mau menerima sedekah, namun tidak dapat menemukan seorangpun yang mau menerimanya, kemudian (dihari kiamat) setiap orang diantara kalian akan berdiri dihadapan Allah, yang tidak ada diantaranya dan Allah hijab/tabir, dan tidak pula ada penerjemah yang menerjemahkan/juru bicara untuk orang tersebut, kemudian Allah Subhanahu wa ta'ala berfirman:

'Bukankah Aku telah memberimu harta?' Kemudian orang itu menjawab, 'benar', kemudian Allah Subhanahu wa ta'ala berfirman, 'bukankah telah aku utus kepadamu seorang Rasul? ', lalu orang itu menjawab, 'benar', kemudian ia melihat ke arah kanannya, maka ia tidak mendapati kecuali Neraka, kemudian dia melihat ke arah kirinya, dan tidak mendapati kecuali Neraka. Maka jagalah diri-diri kalian dari api Neraka, meskipun dengan (bersedakah) separuh buah kurma, dan jika dia tidak mendapatinya (kurma/barang untuk bersedekah) maka (bersedekahlah) dengan perkataan yang baik”

( Hadits diriwayatkan oleh Imam Bukhari).

Ketahuilah dalam pergaulan diri ini sehari-hari banyak sekali mengeluarkan kata-kata celaan, sumpah serapah dan lain-lainya begitu juga berda`wah saling mencela satu sama lain yang tidak sepeham dengan nya, sehingga dalam berda`wah pun menjadi suatu yang istidroj yang membahayakan diri ini sendiri padahal Rasulullah bersabda :

وَعَنْ مُعَاذِ بْنِ جَبَلٍ رضي الله عنه قَالَ: قَالَ رَسُولُ اَللَّهِ صلى الله عليه وسلم ( مَنْ عَيَّرَ أَخَاهُ بِذَنْبٍ لَمْ يَمُتْ حَتَّى يَعْمَلَهُ )  أَخْرَجَهُ اَلتِّرْمِذِيُّ وَحَسَّنَهُ وَسَنَدُهُ مُنْقَطِعٌ

Dari Muadz Ibnu Jabal r.a bahwa Rasulullah Shallallaahu 'alaihi wa Sallam bersabda: "Barangsiapa menghina saudaranya karena suatu dosa ia tidak akan mati sebelum melakukannya." (Hadits hasan riwayat Tirmidzi ). 

Apakah diatas hanya sekedar dalil atau tulisan saja namun pada kenyataan dilapangan para dai suka mencela yang lainnya yang tidak sepaham apa yang dipahaminya.

Dikutip dari Syarah Al Fuaad Fi Nurin (kemurnian Tauhid)


Duniacahayahati.blogspot.com Situs tentang Ilmu Ma`rifatullah (Tauhid) Didalamnya banyak mengandung Ilmu Hikmah yang hanya dapat dirasakan oleh orang-orang yang diberikan Ilmu ini.

SHOHIH HADITS QUDSI



Diriwayatkan dari Abi Hurairah r.a, dia berkata; telah bersabda Rasulullah ﷺ, “Ketika Allah menetapkan penciptaan makhluk, Dia menuliskan dalam kitab-Nya ketetapan untuk diri-Nya sendiri: Sesungguhnya rahmat-Ku (kasih sayangku) mengalahkan murka-Ku”
Diriwayatkan oleh Muslim (begitu juga oleh Al-Bukhari, An-Nasa-i dan Ibnu Majah)


Diriwayatkan dari Zaid bin Khalid al-Juhniy r.a, beliau berkata, Rasulullah ﷺ memimpin kami shalat shubuh di Hudaibiyah, diatas bekas hujan yang turun malamnya, tatkala telah selesai, Nabi menghadap kepada manusia (jama'ah para shahabat), kemudian beliau bersabda, “Tahukah kalian apa yang telah difirmankan Tuhan kalian?”, (para sahabat) berkata;
“Allah dan Rasul-Nya lebih mengetahui”, Rasulullah ﷺ bersabda, “(Allah Subhanahu wa ta'ala berfirman) Pagi ini ada sebagian hamba-Ku yang beriman kepada-Ku dan ada yang kafir, adapun orang yang mengatakan, 'kami telah dikaruniai hujan sebab keutamaan Allah (fadlilah Allah) dan kasih sayang-Nya (rahmat-Nya), maka mereka itulah yang beriman kepada-Ku dan kafir kepada bintang -  bintang'; dan adapun yang berkata, 'kami telah dikaruniai hujan sebab bintang(2) ini dan bintang itu, maka mereka itulah yang kafir kepada-Ku dan beriman kepada bintang - bintang' ”.
Diriwayatkan oleh Al-Bukhari (dan begitu juga oleh An-Nasa-i)



Diriwayatkan dari Abi Hurairah r.a, Beliau berkata, Telah bersabda Rasulullah ﷺ, “Telah berfirman Allah tabaraka wa ta'ala (Yang Maha Suci dan Maha Luhur), Aku adalah Dzat Yang Maha Mandiri, Yang Paling tidak membutuhkan sekutu; Barang siapa beramal sebuah amal menyekutukan Aku dalam amalan itu, maka Aku meninggalkannya dan sekutunya”

Diriwayatkan oleh Muslim (dan begitu juga oleh Ibnu Majah)


Ada seorang lelaki sebelum kalian yang dihisab, dan tidak ditemukan satupun kebaikan ada padanya kecuali bahwa dia adalah orang yang banyak bergaul dengan manusia, dan dia orang yang lapang(berkecukupan), serta dia memerintahkan kepada pegawai-pegawainya untuk membebaskan orang-orang yang kesulitan (dari membayar hutang), kemudian Rasulullah ﷺ bersabda, Allah Subhanahu wa ta'ala berfirman,'Kami *(Allah) lebih berhak untuk berbuat itu daripada dia, (oleh karena itu) bebaskan dia' ”

Hadits riwayat Muslim, begitu juga oleh Al-Bukhari dan An-Nasai.


Friday, 10 July 2015
Duniacahayahati.blogspot.com Situs tentang Ilmu Ma`rifatullah (Tauhid) Didalamnya banyak mengandung Ilmu Hikmah yang hanya dapat dirasakan oleh orang-orang yang diberikan Ilmu ini.

Puasaku hanyalah dusta semata kepada Allah

Diri ini berpuasa Ramadhan yakni puasa yang diwajibkan atas diri ini yang merasa beriman, bagi yang beriman maka diwajibkan atasnya berpuasa, Ketahuilah puasa itu tidaklah hanya menahan lapar dan haus semata, namun semua hawa nafsu yang ada pada diri ini juga berpuasa selama 24 jam sedangkan Puasa Jasad kurang lebih 13 jam yang mana setiap daerah mempunya waktu berbuka berbeda-beda.

Disaat berpuasa tiba-tiba listrik padam, air juga ikut terlibat untuk tidak mengalir, maka diri ini dongkol, marah, mencela serta mencaci maki tidak siang dan juga tidak malam, inikah yang dinamakan puasa ?, maka nampaklah dusta semata puasanya tersebut, pahampun tidak apa itu puasa hanya sekedar menjalankan perintah yang tidak dipahami, tidak dikaji, maka jadilah suatu amal ibadah yang didustakan oleh diri ini sendiri.

Seharusnya jika berpuasa, maka berusahalah untuk dapat mengendalikan hawa nafsu karena sesungguhnya diri ini dibolak balik hawa nafsunya oleh Allah Ta`ala.

Syarah Al Fuaad Fi Nurin (Kemurnian Tauhid) Cahaya Hati Nurani / Cahaya Mata Hati

Duniacahayahati.blogspot.com Situs tentang Ilmu Ma`rifatullah (Tauhid) Didalamnya banyak mengandung Ilmu Hikmah yang hanya dapat dirasakan oleh orang-orang yang diberikan Ilmu ini. 

TAHUKAH DIRI INI ?

Bahwa diri ini hidup di dunia ini hanya 40 tahun dalam keadaan terbangun, jika jatah hidup yang diberikan Tuhan 60 tahun, Maka diri ini sebenarnya hanya hidup 40 tahun, 

Kenapa demikian ?

Jika diri ini menggunakan waktu tidur selama 8 jam perhari, maka 8 jam x 360 hari x 60 tahun = 172800 Jam, kemudian 172800 JAM : 24 JAM = 7200 HARI



"7200 HARI SAMA DENGAN 20 TAHUN ARTINYA DIRI INI TIDUR SELAMA 20 TAHUN TANPA MAKAN & TANPA MINUM"
Duniacahayahati.blogspot.com Situs tentang Ilmu Ma`rifatullah (Tauhid) Didalamnya banyak mengandung Ilmu Hikmah yang hanya dapat dirasakan oleh orang-orang yang diberikan Ilmu ini.

Hakekat Kemiskinan adalah ketika kehilangan harapan

Hakekat Kemiskinan adalah ketika kehilangan harapan sehingga berputus asa atas rahmat Allah, dalam hal ini jika diri ini sudah kehilangan harapan maka disinilah titik batas akhir kepada Kufur atau tidak, Syukur atau ingkar semua ini adalah realita yang wajib dijalani oleh manusia siapapun dan apapun diri ini, 

Tidaklah dengan beribadah itu kemudian diri ini lepas dari hal diatas, sama halnya tidaklah diri ini setelah membaca ayat kursi kemudian dapat lepas dari marabahaya atau musibah serta kehilangan barang yang diamanahkan Allah kepada diri ini.

Bukankah didalamnya mempunyai Makna "Milik-Nya apa yang ada dilangit dan apa yang ada dibumi", jika Allah sudah menghendaki bahwa harta, anak, istri  yang ada pada diri ini diambil, walaupun dibaca ribuan kalipun ya tetap saja diambil, bukan karena ayat kursi yang dibaca itu, bukanlah itu....dibaca saja tidaklah cukup, dalam hal ini perlu juga dikaji dan diamalkan yakni : Apapun yang ada disekitar diri ini bahkan yang ada pada diri ini adalah milik-Nya, maka janganlah salah kaprah dalam memahaminya, intinya adalah diri ini sudah siap apapun yang terjadi bahwa setelah membaca ayat kursi, maka semuanya kita kembalikan kepada Allah Ta`ala semata, bukan bergantung kepada ayat kursi tersebut, apalagi ditulis kemudian digantung dipintu...jelas ini sangat merusak Aqidah yang ada pada diri dan jika harta pada diri ini dilenyapkan Allah Ta`ala, maka dapat berakibat kehilangan harapan atas apa yang dibaca tadi.

"Sesungguhnya tidaklah hanya sekedar membaca ayat kemudian diamalkan tanpa memahami apa yang dibaca, namun pahamilah, kajilah dan amalkanlah".

Syarah : AlFuaad Fi Nurin (kemurnian tauhid) Cahaya Hati Nurani.

Duniacahayahati.blogspot.com Situs tentang Ilmu Ma`rifatullah (Tauhid) Didalamnya banyak mengandung Ilmu Hikmah yang hanya dapat dirasakan oleh orang-orang yang diberikan Ilmu ini.

Bagaimana mungkin diri ini beramal ibadah

"Bagaimana mungkin diri ini akan mintah upah terhadap suatu amal ibadah yang Allah sendiri yang bersedekah kepadamu atas amal ibadah itu dan bagaimana mungkin diri ini minta balasan atas suatu keikhlasan, padahal Allah sendiri yang memberikan hidayah keikhlasan itu kepada diri ini".

Amal ibadah yang boleh minta upah ialah : Apabila amal itu menguntungkan atau menghindarkan kerugian terhadap siapa yang engkau beramal untuknya, sedangkan amal ibadah itu sendiri tidak memberikan keuntungan kepada Allah dan juga tidak menolak kemudhorotan terhadap-Nya, bahkan semua amal ibadah itu kembali kepada yang beramal, lebih-lebih amal perbuatan itu sebagai sedekah dari Allah sedangkan keikhlasan beramal itu suatu hadiah yang sangat berharga dari Allah.

Meminta apalagi menuntut balasan atas amal ibadah taat itu dikarenakan lupa terhadap karunia pemberian Allah, sedangkan berbangga-bangga atas amal itu apalagi menuntut upah atau balasan atas amal yang sudah dilakukannya maka amat sangat dekat dengan Murka Allah yakni masuk kelumpur UJUB.

Duniacahayahati.blogspot.com Situs tentang Ilmu Ma`rifatullah (Tauhid) Didalamnya banyak mengandung Ilmu Hikmah yang hanya dapat dirasakan oleh orang-orang yang diberikan Ilmu ini.

Benarkah diri ini mengenal Allah Ta`ala (Ma`rifatullah)

Bagi siapa yang benar-benar dikenalkan kepada Allah Ta`ala pada dirinya, maka tentu dia selalu

ingat kepada Allah Ta`ala, pada setiap sesuatu apapun yang diri ini lihat, dengar dan rasa, dikarenakan tidak ada sesuatu melainkan menunjukkan keindahan, kekuatan dan buatan Allah Ta`ala semata, maka siapa yang sudah fana dengan Allah, maka jelas bahwa sudah pasti sungguh-sungguh ingatnya hanya kepada Allah Ta`ala semata, maka pasti pula diri ini tidak akan mengutamakan sesuatu apapun selain Allah Ta`ala yang telah dicintainya, bahkan diri ini akan sanggup mengorbankan segala kepentingan dan hawa nafsunya didalam mencapai keridhoan Allah Ta`ala.

Sebab pada hakekatnya dari semua panca indera, penglihatan, pendengaran dan perasaan itu semua bukan semata-mata karena adanya mata, telinga dan lidah serta hidung, namun semua itu membutuhkan Nur Ilahi yang langsung dari Allah.

Sesungguhnya yang menghijab diri ini daripada melihat Allah karena sangat dekatnya Allah kepada diri ini, yang namanya Maha dekat, tidak dapat diukur lagi, jika masih dapat diukur maka tidaklah maha dekat, jika masih ada jarak dan ruang.

"Barang siapa yang tidak diberi Nur oleh Allah, maka dia tidak mempunyai Nur, Allah menyesatkan siapa yang dikehendaki-Nya dan memberi hidayat kepada siapa yang dikehendaki-Nya".

Pokok segala Hikmat itu adalah : Takut kepada Allah Ta`ala

Bagi yang ingin mengikuti kami di Mobile Android atau Iphone dapat mengklik tombol dibawah ini :


Pujian Hanya Bagi Allah Ta`ala semata

Sesungguhnya Orang-orang yang memujimu dikarenakan oleh apa yang mereka sangka ada padamu, karena itu engkau harus memperhatikan dirimu sendiri bahwa sesungguhnya Aibmu tidak dibuka oleh Allah Ta`ala karena sesungguhnya diri ini sendirilah yang benar-benar mengetahui apa-apa yang ada pada diri ini.

Seseorang yang beriman kepada Allah Ta`ala jika dipuji orang, maka malu pada Allah Ta`ala disebabkan dia dipuji dengan sifat yang tidak ada pada dirinya, jika Allah menghendaki maka pujian itu akan berubah menjadi hinaan dan cacian karena sesungguhnya diri ini yang mengetahui apa-apa yang ada pada diri ini.

Al Harits Al Muhasiby memberikan perumpamaan bahwa orang yang senang dengan pujian orang, bagaikan orang yang senang dengan ejekan orang padanya, Andaikan ada orang yang berkata: Kotoranmu itu berbau harum dan tidak berbau busuk, kemudian diri ini gembira padahal diri ini merasa jijik dan mencium berbau busuk atas kotoran yang dikeluarkan dari diri ini, maka pahamilah bahwa dosa itu lebih busuk dari kotoran itu sendiri.

Alhamdulillah yang di ucapkan setiap hari janganlah diri ini dustakan yakni dusta dan mendustakan bahwa Pujian Hanya untuk Allah Ta`ala namun pada kehidupan sehari-hari diri ini ingin selalu dipuji orang lain, ingin selalu diperhatikan orang lain, maka ini sudah mengambil Hak Allah Ta`ala dengan nampak dan jelas yakni merampas secara terang benderang.

Thursday, 9 July 2015

Tentang Pertanyaan ZAKAT

Nabi  shallallahu `alaihi wasallam telah  didatangi dua  orang   yang   meminta  harta  shodaqoh,   tapi  Rasullullah mendapati mereka adalah orang-orang yang kuat. Maka beliau berkata;

“Jika kalian mau, harta ini akan kuberikan kepada kalian, tetapi sebenarnya  ia  bukan  bagian  orang  kaya,  juga  bukan  bagian orang yang kuat dan mampu bekerja.”


Bagaimana   hukum  meninggalkan  zakat  itu?  Apakah  ada perbedaan antara orang yang meninggalkannya karena menentang, karena pelit, dan karena malas?

Jawabannya:

Bismillah,  segala puji hanya bagi Allah, dan semoga shalawat serta salam senantiasa tercurah atas rasulullah, keluarga beliau dan para sahabatnya dan setelahnya;

Mengenai meninggalkan zakat, hukumnya harus diperinci. Jika meninggalkan zakat karena menentang  kewajibannya, padahal seluruh  syarat  wajib  zakat  dimilikinya,  maka  dia  telah  kafir menurut   ijma `   meski   ia   mengeluarkan   zakat,   selama   ia menentang kewajiban tersebut.

Adapun jika meninggalkan zakat karena pelit atau karena malas, orang  seperti  ini  dianggap sebagai orang  fasik  yang  telah mengerjakan sebuah dosa besar. Orang ini tergantung kepada masyi`ah   (kehendak)  Allah  jika   meninggal   atas  perbuatan tersebut, Allah berfirman;
“Sesungguhnya  Allah tidak  akan  mengampuni   dosa  syirik,  dan  Dia mengampuni  segala  dosa yang selain  dari (syirik)  itu, bagi siapa saja yang dikehendaki-Nya.” (QS. An-Nisa`: 48)
Al-Qur`an  dan  as-sunnah  yang  mutawatir  telah  menjelaskan bahwa orang yang meninggalkan za kat akan disiksa pada hari kiamat   dengan  hartanya  yang  tidak  dizakati.  Kemudian   ia melihat  ke mana arah jalannya,  apakah  ke neraka atau surga. Ancaman ini diberikan kepada orang yang meninggalkan zakat bukan karena menentang  kewajibannya.  Allah berfirman dalam surat At-taubah:
“Hai  orang-orang  yang beriman,   sesungguhnya   sebagian  besar  dari orang-orang alim Yahudi  dan  rahib-rahib  Nasrani, benar-benar  telah memakan harta orang dengan jalan yang batil, serta menghalang-halangi (manusia) dari jalan Allah. Dan orang-orang yang menyimpan emas dan perak, juga tidak menafkahkannya  pada jalan Allah, maka beritahukanlah kepada mereka, (bahwa  mereka akan mendapat)  siksa yang pedih. Pada hari dipanaskan  emas  perak  itu dalam  neraka  Jahannam, lalu dibakar dengannya dahi mereka, lambung dan punggung  mereka (lalu dikatakan) kepada mereka: "Inilah  harta bendamu yang kamu simpan untuk dirimu sendiri,  maka rasakanlah sekarang (akibat dari)  apa yang kamu simpan itu".” (QS. At-Taubah: 34-35)
Sedangkan yang meninggalkan zakat uang kertas dan barang- barang   dagangan,   maka   hukumnya seperti   orang   yang meninggalkan zakat emas dan perak. Karena uang itu berperan sama seperti barang dagangan, emas dan perak.

Ada seorang lelaki yang memiliki berbagai macam binatang ternak, tetapi setiap jenis binatang ternak itu tidak sampai kepada  nisab, apakah  dia wajib mengeluarkan  zakat?  Jika dia harus mengeluarkan zakat, bagaimana cara mengeluarkannya?

Jawabannya:

Binatang ternak, apakah itu unta, sapi, atau kambing, masing- masing  memiliki  nisab  tersendiri. Seseorang  wajib  zakat  jika masing- masing binatang itu sudah sampai kepada nisab, disertai dengan  terpenuhinya  seluruh  syarat,  diantaranya:  hendaklah unta, sapi dan kambing itu adalah saaimah. Maksudnya semua hewan itu selama setahun atau hampir setahun  menggembala sendiri, dalam artian  hewan-hewan  itu  langsung  makan  dari padang  rumput  tanpa  dipungut  biaya. Karena  itu, jika  nisab unta,  sapi,  atau  kambing  belum  sempurna,  maka  tidak  ada zakatnya, dan masing- masing tidak boleh digabungkan.

Kalau seseorang  memiliki tiga unta peliharaan, empat kambing peliharaan,   dan  dua   puluh   ekor sapi  peliharaan,   ia  tidak diharuskan  untuk  menggabungkan  hewan-hewan   itu  karena setiap jenis nya belum sampai kepada nisab.

Tetapi  jika  hewan-hewan   itu  diperjual  belikan,  maka  harus digabungkan satu sama lain, karena dalam keadaan seperti ini, hewan-hewan  itu  menjadi  barang  dagangan,  sehingga  harus dizakati seperti emas dan perak, sebagaimana  ditetapkan  oleh para ulama. Adapun dalil-dalilnya, sangat jelas bagi orang yang merenungkannya.

Ada  seseorang  yang  mempunyai  seratus  ekor  unta,  tetapi hampir   setahunnya   ia   memberi   makan   unta   itu   dengan biaya, apakah ia diwajibkan zakat ?

Jawabannya:

Jika binatang ternak yang berupa unta, sapi, atau kambing itu bukan  saaimah  selama  setahun  atau hampir  setahun,  maka hewan-hewan  itu tidak wajib  dizakati.  Karena  Nabi shallallahu`alaihi wasallam mensyaratkan  untuk  kewajiban zakat  hewan ternak  harus  saaimah,  yaitu  memakan rumput  sendiri  tanpa biaya sepeserpun dari pemiliknya.

Karena  itu,  jika  pemilik  hewan  tersebut  memberinya  makan dengan   mengeluarkan   biaya, baik selama   setahun   atau setengah  tahun,  maka  ia  tidak wajib  menzakati.  Kecuali jika hewan-hewan tadi diperjual belikan. Jika digunakan untuk jual beli maka hewan-hewan itu wajib dizakati, karena ia merupakan barang dagangan,  seperti halnya  tanah  yang  siap  jual,  mobil dan barang-barang lain yang diperjual belikan. 
Jika   barang-barang  yang  diperjual  belikan  itu  sudah mencapai  nishab  emas  dan  perak,  maka sang  pemilik  wajib mengeluarkan zakatnya sebagaimana diterangkan didepan.

Ada seseorang yang berada di negeri bukan negerinya, lalu uang  yang  dimiliknya  dicuri orang,  apakah  ia  diberi  zakat meski   transaksi   keuangan  di   zaman   sekarang   sangat mudah?

Jawabannya:

Orang yang ditanyakan ini tergolong ibnu sabil (perantau), jika dia  memang   membutuhkan,   atau   kehilangan   nafkah kesehariannya,  atau   kecurian,   maka   ia   harus  diberi  zakat sehingga ia bisa kembali ke nege rinya. Meski ia adalah seorang kaya raya di negeri tersebut.

Ada   seorang   pedagang   yang   menjual   berbagai   macam barang     dagangan,     seperti     baju,   keramik,  dan   lain sebagainya. Maka bagaimana Ia mengeluarkan zakat?

Jawabannya:

Ia wajib mengeluarkan zakat jika sampai setahun atas barang dagangan  yang   dipersiapkannya untuk dagang.   Yaitu:   jika ukurannya  sudah   mencapai  nisab  emas  atau  perak,  sesuai dengan hadits-hadits  yang  ada.  Diantaranya:  hadits Samurah bin Jundub dan hadits Abu Dza rr Al- Ghifari ra dhiyallahu anhuma.

Marak   di    zaman    ini    menaruh    saham    di    perusahaan - perusahaan. Pertanyaan kami, apakah dalam saham-saham itu ada zakatnya, dan bagaimana mengeluarkannya ?
Monday, 6 July 2015
Janganlah berbangga-bangga dengan kemajuan zaman, perhatikanlah semakin canggih alat kedokteran maka semakin ada penyakit yang baru yang dikenal dengan ZERO ATTACK penyerangan yang belum ada penghambatnya apalagi mengobatinya.

Ebola, Hanta, HIV, malaria, pandemi, flu babi, dan flu burung ini, tentu banyak ahli di bidang medis dan penelitian menganggap ini menjadi salah satu patogen virus terburuk dan paling mematikan di dunia, dan angka kematian dan statistik terkait lainnya setuju. Sebagai mesin belaka, mobil selalu menikmati kekebalan alami untuk bentuk penyakit. 
Bagaimana jika berikutnya targetnya adalah : komputer di mobil-yaitu: ECU (Engine Control Unit) dan  atau TCU (Transmission Control Unit), bisa jadi akan ada virus baru yang akan menyerang sehingga Mobil yang Automatis akan mengalami kegagalan system dan tidak dapat dikendalikan.

Sementara virus komputer generik, malware, layar biru, dan upaya jahat hacker terampil sekarang telah ada selama beberapa dekade, dengan lahirnya diri memperbarui (via wifi) komputer otomotif dan seluruh papan dorongan untuk kendaraan antonymous, akan ebug selanjutnya ditujukan untuk mobil Anda, truk atau SUV.

Demikianlah suatu gambaran bahwa manusia jangan berbangga-bangga dengan apa yang diraihnya karena itu merupakan ujian buat dirinya dan orang lain yang harus dijalani setiap manusia, seperti hadirnya aplikasi media sosial yang mana setiapnya membawa kebaikan dan keburukan, maka peran dalam pengetahuan Agama serta mengkaji keilmuan Tauhid amatlah sangat penting sekali.

Sudahkah diri ini berTauhid ?...................................


Categories

Kelolokan Km 12 (2) Memahami Bab Furuiyyah (2) Adab Islam dalam memasuki Rumah (1) Ahmadiyah dan LDII (1) Aku berda`wah untuk golongan kalian dan Golongan kalian tidak boleh menda`wahi golonganku (1) Al Fuaad Fi Nurin (1) Al Fuaad Fi Nuurin (1) Al HIkam sesat dan menyesatkan (1) Al Quran bagi diri ini hanya sebagai simbol dan hiasan semata (1) Alergi Belajar Tauhid (Ma`rifatullah) Rusaklah Hati dan Jasad (1) Allah Ta`ala ditenggelamkan oleh pelampung (1) Allah Ta`ala yang bersedekah buat diri ini (1) Amal Ibadah bukanlah Jaminan Surga (1) Amal sholat dan puasa akan nampak nilai setelahnya... (1) Apakah diri ini bodoh ikut-ikutan dalam mengkafirkan Golongan lain ? (1) Awal Keberadaan Sufisme dan Anti Sufisme (1) BAB HAID Bagi Wanita (1) BAB SHOLAT DALIL SEBELUM TAKBIR (1) BAB SHOLAT Takbiratul Ihkram (1) BAGAIMANA AHMAD IBNU IDRIS SEBAGAI TOKOH SUFI DAPAT BERGANDENGAN TANGAN DENGAN KAUM WAHHABIYYAH ? (1) BAKTI SEORANG ANAK TERHADAP IBUNYA YANG GILA (1) BENARKAH AKU BERIMAN ATAU ATHEIS (TAK BERTUHAN) (1) BENARKAH PROF QURAISH SHIHAB SYI’AH? (1) Bab Duduk antara dua sujud beserta doanya (1) Bab Salam dalam Sholat (1) Bab Sujud dan Bacaan Sujud (1) Bab Takbiratul Ikhram (1) Bab mengangkat kedua tangan ketika Takbir (1) Bagaimana Pergerakan Keilmuan Tasawuf semakin merebak di Penjuru Dunia dan banyak diterima di Masyarakat baik para pemuda maupun yang Lanjut Usia ? (1) Bagaimana mungkin diri ini beramal ibadah (1) Bantahan Umat Muslim Di Tolikara Papua (1) Belajar Tauhid haruslah Kaffah (1) Benarkah cinta kita kepada Allah ? (1) Benarkah diri ini mengenal Allah Ta`ala (Ma`rifatullah) (1) Berbagai Jenis Amal adalah karena berbagai Ahwal (1) Beriman yang Dusta atau Tidak pada Umat islam di Tolikara (1) Berimankah diri ini atau dusta semata ? (1) Bid`ah Maulid Nabi dan Bid`ah Hari Besar (1) Bid`ah dan Khilafiyah yang akan selalu di debatkan sampai akhir zaman (1) Bidadari Surga ditanah Adat (1) Bodoh yang yang ditampakkan (1) Bukanlah diri ini seorang ahli hakekat jika masih suka mencela orang lain (1) Bukti Allah tidak menyukai orang yang bangga dengan amalnya (1) Bukti Bahwa Makhluk Tidak dapat membawa rezekinya sendiri (1) Buku Nahwu Shorof Bagi Pemula & Lanjut Usia (1) CAK NUN : "Sangat dilarang menyakiti hati orang lain" (1) DITIPU (1) Dai-Dai saat ini suka mencela Ulama Terdahulu (1) Dasar-Dasar Ma`rifatullah Pembatalan Syahadat yang Nampak (1) Disaat Al Qur`an di visualisasikan Maka Nampaklah dusta pada diri ini (1) Doa Iftitah (1) Doa dan amalan bukanlah sebagai jarak pemisah kepada Tuhan (1) Dusta Dalam Beramal dan beribadah kepada Allah (1) Dusta seorang Guru Tauhid yang Nampak Mendustakan (1) Elfiansyah Elham Spd (1) Elfiansyah Spd (1) Fiqh Bab Niat (1) Fiqh Bab Wudhu (1) Fitnah yang nampak yang ditujukan kepada Dr ZAKIR NAIK hal INSHA ALLAH (1) Gendrang Jihad telah ditabuh di Kabupaten Tolikara (1) Hakekat Kemiskinan adalah ketika kehilangan harapan (1) Haram berzakat didalam masjid (1) Hikmah Syukur di balik Cobaan dan Ujian seorang Hamba (1) Hukum Mengirim Al Fatihah atau menghadiakan Al Fatihah kepada yang meninggal (1) Hukum Nun Mati dan Tanwin (1) IDGHAM BIGHUNNAH ( ادغم بغنة ) (1) I`tidal dari ruku (1) Ibadah Umrah dan haji yang didustakan dan mendustakan-Nya (1) Iblis namanya adalah Azazil dia termasuk dari malaikat-malaikat yang paling mulia (1) Ilmu Hikmah bukanlah Ilmu sesat (1) Ilmu Tajwid (1) Iman Bil Ghoib (1) Istiftah dan Al Fatihah (1) JALAN MEMPEROLEH MAKRIFAT (1) JANGAN ENGKAU DUSTAKAN KITAB SUCI MU SENDIRI (1) Jangan berbangga dengan kemajuan Zaman (1) Jika ada lintasan didalam hati ada kehendak selain kehendakNya maka MURTAD (1) Kajian Islam Ilmu Hikmah (1) Kajian Nahwu Shorof dan Fiqh Bit Takhrij Al Qur`an Wal Hadits (1) Kedustaan dan kesombongan dalam Tawadhu (Merendahkan diri) (1) Keputusan Mahkamah Agung Terhadap Syiah (1) Kesombongan yang mengecilkan diri sendiri (1) Ketika Tauhid Bergema Di Antara Dua Kubah (1) Khilafiyyah Maulid Nabi dan Hari Besar Islam (1) Kisah Nyata Imam Hanafi ( Abu Hanifah ) (1) Kitab Al Hikam Bukan Kitab yang sesat namun Malah Meluruskan (1) Kitab Al Hikam Sesat (1) Larangan waktu dalam menguburkan mayat (1) MPU Aceh mengeluarkan fatwa paham Salafi sesat menyesatkan (1) Maka diri ini terdiam: Allah Ta`ala ditenggelamkan oleh Tempe (1) Makna kedalaman Syahadat اَشْهَدُاَنْالَااِلَهَ اِلَّااللهُ (1) Mandu dalam kutim (1) Manusia tetaplah manusia tidaklah mampu dalam hal apapun (1) Membedah Buku Sufi dan Anti Sufi (1) Mengapa Kaum Wahhabiyyah mengambil sikap penentangan extstrem terhadap Sufiesme ? (1) Mengetahui Kedudukan Di Sisi Allah (1) Menyekutukan Allah Ta`ala dengan kekuatan (1) Menyikapi Fatwa MPU terhadap Ajaran Salafy yang sesat dan menyesatkan (1) Muslim atau Bukan Muslim atau muslimah (1) Novel Islam (1) PANDANGAN IBN HIBBAN PADA SIFAT ALLAH TA`ALA (1) PELAJARAN ISIM DHOMIR ( Kata Ganti ) (1) PENOLAKAN PADA TAREKAT OLEH KAUM WAHHABIYYAH (1) PERBEDAAN & BEDA KEPEMAHAMAN ITU HARUS ADA (1) Pandai Berma`rifatullah Sholatpun di tinggalkan (1) Pejabat Pemerintah yang Berdusta dan Kejam (1) Pelajaran Nahwu Shorof Bab Al Marifat & Annakiroh (1) Penghuni Surga dan neraka sudah ditetapkan (1) Penyakit UJUB yang Akut pada diri (1) Perselisihan Kedudukan Orang Tua Rasulullah yang dinyatakan Masuk Neraka (1) Praktek Syeikh Sufi yang jauh dari Al Qur`an dan As-Sunnah (1) Puasaku hanyalah dusta semata kepada Allah (1) Pujian Hanya Bagi Allah Ta`ala semata (1) Rasionalkah Beribadah & Hukum Insya Allah (1) Ruku dan Bacaan Ruku (1) SHOHIH HADITS QUDSI (1) SURGA MILIKU BUKAN MILIK GOLONGANMU (1) SYARAH TAUHIDUL AF`AL & TAUHIDUL RUBBUBIYYAH (1) Salafi yang suka menyesatkan (1) Sedekah Perkataan yang Baik itu lebih baik dari harta (1) Sesatkah Doa Abu Nuwas Amal jadi alat sambung atau Pemisah (1) Sesungguhnya setiap amalan tergantung pada niatnya (HR. Bukhari no. 1 dan Muslim no. 1907) (1) Sholat bukanlah hanya sekedar Sholat (1) Sholat sekedar Sholat Kerapunpun bisa sholat (1) Siapakah Ibnu Arabi yang di Kafirkan Wahhabi ? (1) Siapapun Diri ini tidak ada andil (1) Site Manubar (1) Syariat yang menipu pandangan mata manusia (1) Syukur yang dibaca namun didustakan setiap harinya (1) TAHUKAH ANDA ? (1) TERTIPU ATAU PURA-PURA BODOH TERHADAP JAMINAN ALLAH (1) Tanah adat Kutai timur (1) Tanda-Tanda Manusia yang Tidak Ikhlas pada Ketetapan Allah (1) Tasawuf dan Sufi gadungan (1) Tauhid Bab Syirik Khofi (Tersembunyi) (1) Tauhid adalah Pondasi Awal dalam menjalankan Syariat (1) Tentang Kebenaran Ilmu Laduni (1) Tentang Pertanyaan ZAKAT (1) Tertipu dengan pandangan dan Kufur Nikmat (1) Tuhan Maha Kecil disaat visualisasikan dalam kehidupan (1) Ucapan Alhamdulillah yang didustakan syarah Al Fuaad Fi Nurin (1) Ucapanku atas Shodaqollah adalah kenikmatan (1) Umat Muslim selain Manhaj Salaf Sesat dan Menyesatkan (1) Usaha Hamba Menghindarkan diri ini dari PENYAKIT UJUB (1) Zikir setelah Sholat berdasarkan Hadits Shohih (1) ilmu dan kemampuan (1) jangan meninggalkan Dzikir kepada Allah (1) “Khusyukah Diri ini dalam Beribadah kepada Tuhan” (1)

Hati Nurani

Dunia Cahaya Hati Nurani


Hati Nurani atau disebut Mata Hati bila sudah bicara, maka tak dapat dibantah akan suara yang terdengar oleh segenap tubuh ini, Hati Nurani dapat menembus apa yang tak dapat ditembus oleh Kedua Mata Zhohir ini, Hati Nurani selalu memberikan Support atas kebaikan dan menghalang-halangi suatu keburukan, tugas yang tak mudah dipikul oleh Hati Nurani, dimanakah hati Nurani diri ini ?

Imam Ibnul Jauzi rahimahullah berkata, “Sesungguhnya ma’rifatullâh (yang benar) adalah mengenal Dzat-Nya, mengenal nama-nama dan sifat-sifat-Nya, serta mengenal perbuatan-perbuatan-Nya.” Dinukil oleh syaikhul Islam Ibnu Taimiyah dalam Majmû’ul Fatâwâ (17/104).

AL Fuaad Fi Nurin

AL Fuaad Fi Nurin
1. Apakah Anda pernah melihat Allah Ta`ala sebagaimana anda bersaksi? 2. Apakah Anda seorang beriman atau pendusta semata ? 3. Apakah anda merasakan kesengsaraan didunia ? apakah ini gambaran hidup anda kelak dineraka ? Apapun pertanyaan pada diri sendiri maka Insya Allah jawabannya ada di buku ini

Markaz Buku Online

Usaha Ingin Di Iklankan ?

Informasi Keilmuan

Translate

Temukan Kami


Pembayaran Buku

Wilayah Pulau Jawa & Sumatera

BCA 165-1586-122
Dede Rahmat

Hp : 081316235961

Wilayah Pulau Kalimantan & Sulawesi

Mandiri 900000-2832-583
Sutimah

Hp : 081254285572

Konfirmasikan jika sudah Transfer, Terimaksih

Kata Kunci Kehidupan

"Bergantung dan Bersandarlah secara Total Kepada Allah Ta`ala tiadakanlah Makhluk yang lain jika engkau belum dapat mencapai kesana maka anggaplah tidak ada makhluk disekitarmu, jikapun masih belum bisa itulah kedudukanmu saat ini"
Powered by Blogger.

Dapatkan Kitab-Kitab ini

Bacaan yang disarankan

Beriman atau Dusta

Kontak Online

Informasi Keilmuan

Nahwu Shorof Bagi Pemula

Nahwu Shorof Bagi Pemula
Mahir dalam memberikan baris arab gundul