Pesan Untuk Diri sendiri yang sedang Berda`wah

“Jika Seorang manusia sudah menyampaikan pendapatnya maka itu sudah mencukupi, dalam hal ini yakni sudah ditunaikan apa yang seharusnya disampaikan dengan cara yang baik dan santun serta beretika. Namun Apabila melahirkan suatu permusuhan, perdebatan, dan menyerang serta menyesat-sesatkan, maka inipun tidaklah termasuk pada sunnah Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi wa Sallam dalam hal memberikan penjelasan, tentu bukanlah cara dakwah dengan atas nama Allah dan kepada sunnah Rasulullah.
Latest Post
Loading...
Selamat Datang di Blog Dunia Cahaya hati yang menghadirkan kajian-kajian ilmu hikmah yang berlandaskan Al Qur`an dan Al Hadits dan dapatkan pula buku Al Fuaad Fi Nuurin Edisi Terbaru Semoga Blog disini dapat memberikan manfaat bagi para pengunjung
Saturday, 18 July 2015
Duniacahayahati.blogspot.com Situs tentang Ilmu Ma`rifatullah (Tauhid) Didalamnya banyak mengandung Ilmu Hikmah yang hanya dapat dirasakan oleh orang-orang yang diberikan Ilmu ini.

MPU Aceh mengeluarkan fatwa paham Salafi sesat menyesatkan

Duniacahayahati.blogspot.com menyayangkan dikeluarkan fatwa dari MPU Aceh bahwa Ajaran Salafi sesat menyesatkan, sebagaimana Majelis Permusyawatan Aceh (MPU) mengeluarkan Fatwa Bahwa ajaran yang dibawa kelompok Salafi adalah ajaran sesat dan menyesatkan, yakni dibidang Aqidah dan ibadah. sebagaimana tertuang dalam Fatwa MPU Aceh Nomor 09 Tahun 2014 Tentang Pemahaman, Pemikiran, Pengamalan, dan Penyiaran Agama Islam di Aceh.

Fatwa ini dipublikasikan pada 27 Sya'ban 1435 H bertepatan dengan 25 Juni 2014 yang mana disebutkan bahwa pengajian Kelompok Salafi di Gampong Pulo Raya Kecamatan Titeu Kabupaten Pidie dan di daerah lainnya adalah sesat menyesatkan dan meminta pemerintah untuk segera menutup pengajian, penyiaran dan ceramah serta melarang kegiatan kelompok Salafi.

Dalam hal ini maka hasil keputusan fatwa MPU Aceh ada 4 poin yakni di bidang Aqidah dan 5 poin di bidang ibadah yang ajarannya bertentangan dengan ajaran agama Islam. Seperti yang diajarkan dalam paham ajaran Salafi, Allah itu berada di atas 'Arsy dan Allah itu membutuhkan tempat, waktu, dan arah. Ini berarti Allah membutuhkan makhluk, Allah naik dan Turun, Pulang dan pergi
Adapun yang dikeluarkan MPU Aceh ada 4 poin Aqidah Salafi yang sesat dan menyesatkan yakni :
  1.     Meyakini Allah di atas langit yakni 'arsy, 
  2.     Meyakini Allah terikat dengan waktu, tempat dan arah, 
  3.     Meyakini kalamullah itu berhuruf dan bersuara dan 
  4.     Meyakini nabi Adam AS dan Nabi Idris AS bukan Rasulullah.

Dibidang ibadah dalam ajaran Salafi adalah niat shalat di luar takbiratul ihram, kemudian mengharamkan qunut pada shalat Shubuh, mengharamkan memperingati maulid Nabi Muhammad Sholallahu Alaihi Wassalam, mengharamkan berzikir dan berdoa berjama’ah, serta wajib berpegang kepada Al-Qur`an dan Al-Hadist pada bidang Aqidah, Syari`ah dan Akhlaq.

Adapun Fatwa MPU ada dibawah ini :




Dalam hal ini tidaklah begitu mudah kita mengambil keputusan untuk mengatakan sesat dan menyesatkan, maka sebaliknya kelompok yang disesatkanpun bisa jadi mengatakan sesat pula apa yang dipahami MPU, Maka ini akan berbalas pantun sampai akhir zaman.

Pemahaman itu datangnya dari Allah Ta`ala semata maka janganlah semua saling sesat dan menyesatkan kaum muslimin. setiap manusia mempunyai kadar kepemahamannya masing-masing.

Namun inilah bukti shodaqollah (maha Benar Allah) setiap golongan berbangga-bangga dengan golongannya disadari ataupun tidak.

Baca juga Sikap atas Fatwa MPU Aceh terhadap ajaran salafi yang dianggap sesat dan menyesatkan

Bagi yang ingin mengakses melalui Iphone atau Android silahkan klik tombol dibawah ini :




Duniacahayahati.blogspot.com Situs tentang Ilmu Ma`rifatullah (Tauhid) Didalamnya banyak mengandung Ilmu Hikmah yang hanya dapat dirasakan oleh orang-orang yang diberikan Ilmu ini.

Salafi yang suka menyesatkan

Diri ini sering melihat dan mendengar secara langsung para salafi yang suka menyesatkan yang tidak sepaham dengan kepemahaman para muslim yang lainnya, diri ini hanya dapat mengucapkan Shodaqollah (Maha benar Allah), dalam hal ini kita hanya banyak-banyak meminta ampun kepada Allah Ta`ala.

Bahkan Kitab Al Hikam disesatkan karena tidak sesuai Al Qur`an dan Al Hadits sungguh fitnah yang nyata sebelumnyapun Kitab Ihya Ulumuddin tidak luput dari hal ini, Maka diri inipun mengucapkan Shodaqollah (maha benar Allah).

Kebanyakan diri ini menemui salah satu dari mereka yang nampak nyata dan jelas kedustaan semata, disaat diri ini menanyakan Siapa yang menghidupkan dan mematikan, Di Jawab : Allah Ta`ala, diri inipun pun bertanya kembali teknis yang Allah lakukan ? diam sambil berpikir.....

Sebelum dijawab diri inipun menanyakan lagi siapa yang menyempitkan rezeki dan melapangkan rezeki di Jawab Allah, Bagiamana Teknis Allah dalam hal ini ? Apakah datang langsung kepada kita atau bagaimana ? bagaimana teknis Allah ta`ala menyempitkan dan melapangkan rezeki itu kepada kita ?....Diam sambil berpikir...

entah ratusan pertanyaan yang sudah diri ini ajukan namun hanya dijawab Allah, maka kesimpulannya adalah nampak dustanya jika divisualisasikan sehari-hari pada kehidupan yang nampak ini. Jika diri ini di PHK yang nampak siapa ? atasan atau Allah ?, Jika diri ini dibunuh orang yang nampak siapa manusia atau Allah. namun jika sudah terjadi gempa bumi atau Tsunami yang menewaskan ribuan manusia langsung cepat menjawab ALLAH ?......ada apa dengan kepemahaman yang dengan kepemahaman itu antum sesatkan kepahaman orang lain?....antum menyesatkan oranglain itupun visual dari Al Quran yang kita baca....maka Shodaqollah (Maha benar Allah)

Dikaji Al Hikam pun tidak, mendengarnya saja sudah ALERGI, Mengkaji Kitab Ihya Ulumuddin pun tidak apalagi mereplay nya berkali-kali, namun mendengarnya saja sudah Alergi, padahal semua isi kitab itu adalah yang nampak dikehidupan kita sehari-hari ini.

Jika alergi silahkan namun jangan mengatakan Kitab Al Hikam sesat kemudian mengirim email kesana kemari, berda`wahlah, menasehatilah namun jangan disesat-sesatkan jangan di kafir-kafirkan.

Kepemahaman itupun datangnya dari Allah Ta`ala bukan dari para Da`i.

Baca juga Artikel penting KITAB AL HIKAM SESAT disini : http://duniacahayahati.blogspot.com/2015/07/al-hikam-sesat-dan-menyesatkan.html


Bagi yang ingin mengakses melalui Iphone atau Android silahkan klik tombol dibawah ini :




Duniacahayahati.blogspot.com Situs tentang Ilmu Ma`rifatullah (Tauhid) Didalamnya banyak mengandung Ilmu Hikmah yang hanya dapat dirasakan oleh orang-orang yang diberikan Ilmu ini.


Gendrang Jihad telah ditabuh di Kabupaten Tolikara

Beberapa Tokoh Islam sangat mengutuk perbuatan Keji yang dilakukan warga yang tidak seyakinan, dan para Pemimpin Tokoh sudah mengambil Sikap dengan tegas jika tidak ditanggapi pemerintah dengan serius maka JIHAD DI KABUPATEN TOLIKARA AKAN BERKOBAR diseluruh penjuru nusantara, kejadian ini tidak hanya sekali dibeberapa wilayah juga pernah kasus yang serupa disaat Umat muslim menjalankan Ibadah Idul fitri mengalami serupa namun pada tingkatan yang sangat parah.

Dalam hal ini sering sudah terjadi karena aparat dalam hal ini kurang menanggapi termasuk surat yang diberikan oleh pihak GIDI.

Dalam surat itupun sudah sangat sewenang-wenang akan isinya, maka dalam hal ini perlu tindakan tegas dari seluruh pihak yang berkompoten untuk menangani jika tidak akan meluas dan akan banyak pertumpahan darah di Nusantara.
Ketua FPI pun mengutuk Keras sebagaimana Habib Rizieq dengan tegas mengatakan : "Itu perbuatan BIADAB..!!! Mereka KAFIR HARBI yang harus dibasmi..!!! Mereka telah menodai Agama, Bangsa dan Negara !!!"

Begitu juga dengan Tokoh-tokoh yang lainnya termasuk KH Abdullah Gymnastiar menyatakan :
"Sungguh Memperihatinkan andaikata tindakan Keji dari pihak-pihak yang tidak beradab merusak rumah ibadah bahkan membakar yang mana orang-orang melaksanakan ibadah, ini adalah perbuatan orang-orang yang benar-benar tidak mengenal adab dan inilah yang sudah bisa dipastikan kedalam katagori teroris kita sepakat bangsa ini tidak menghendaki perbuatan biadab dan terror seperti ini dan ini merupakan ujian bagi kepemimpinan Jokowi dengan seluruh jajarannya, apakah bisa bertindak tegas, adil atau memang bisa membiarkan dan berkembang lebih besar lagi semoga ini bisa diakhiri dan tindakan tegas seadil-adilnya diberlakukan dibumi ini beserta lainnya, kepada umat islam dimohon tetap mengendalikan diri tidak terprovokasi dan kepada pemerintah jangan membiarkan api makin berkobar. Nauzubillahi min dzalik. Terima kasih.
Demikianlah Sikap Pimpinan Daarut Tauhid kepada kasus yang terjadi di Kabupaten Tolikara yakni PEMBAKARAN MASJID.

Umat Islam Menunggu dari Pimpinan Tokoh-Tokoh Islam yang lainnya dalam hal menyikapi ini, jika memang benar-benar Berlandaskan Al Qur`an dan As-Sunnah.

Disinilah akan nampak Keimanan para Tokoh-Tokoh Islam itu sendiri Beriman atau dusta semata ? dihadapakan Ujian buat umat islam di wilayahnya sendiri kemudian apa sikap Para Tokoh Umat islam dan Umat Islam itu sendiri, jika para pemerintah tidak tegas dalam hal ini maka dipastikan akan menjadi konflik yang besar dikarena pergerakan umat Islam menunjukkan pergerakan akan BERJIHAD.

Baca juga Informasi Masjid Papua Dibakar di Tolikara disini : http://www.asiankonsultasionline.com/2015/07/masjid-papua-dibakar-di-tolikara.html

Bagi yang ingin mengakses melalui Iphone atau Android silahkan klik tombol dibawah ini :


Duniacahayahati.blogspot.com Situs tentang Ilmu Ma`rifatullah (Tauhid) Didalamnya banyak mengandung Ilmu Hikmah yang hanya dapat dirasakan oleh orang-orang yang diberikan Ilmu ini.

Beriman yang Dusta atau Tidak pada Umat islam di Tolikara

Diri ini mendengar kasus pembakaran Masjid di Kabupaten Tolikara yang mana umat islam sedang melaksanakan Sholah idul fitri 1 Syawal 1436 Hijriyah disinilah Keimanan Umat Islam Tolikara di Uji apakah beriman atau dusta, padahal sangat jelas sekali dalam hal keimanan pada bab hukum Jihad, seyogyanya lebih baik memilih kematian dalam hal ini untuk meminta Keridhoan Allah Ta`ala dalam hal Syahid. namun kenyataannya tidak ada perlawan yang berarti.

Para Da`i-dai yang lantang berteriak Jihadpun tak ada suara disaat Umat Islam didaerahnya di zholimi dengan semena-mena, partai-partai politik islampun belum ada suara dalam hal ini untuk menyatakan JIHAD di kabupaten Tolikara, kecuali dari Pimpanan FPI sebagaimana di Kutip di Islam Online:

"Itu perbuatan BIADAB..!!! Mereka KAFIR HARBI yang harus dibasmi..!!! Mereka telah menodai Agama, Bangsa dan Negara !!!" tegas Habib Rizieq melalui pesannya yang diterima Suara Islam Online, Jumat (17/7)
Habib Rizieq menyerukan kepada Pemerintah RI, khususnya aparat pertahanan dan keamanan, yaitu TNI dan POLRI, untuk segera mengambil tindakan tegas terhadap para perusuh yang telah membakar Masjid dan menjarah pasar umat Islam di Papua, sehingga berjatuhan korban dari umat Islam pada Jum'at pagi di Hari Raya Idul Fithri 1436 H.
Inilah Bukti jika Allah Ta`ala Menguji keimanan hamba-hamba-Nya tidak main-main, benar tidak imannya atau hanya dusta semata ?. Iman itu tidak sesederhana para dai memberikan tausyiah di majelis atau dimasjid-masjid itu, Iman itu wajib dirasa manis dan pahitnya, jika tidak maka akan nampak dustanya.

Bagaimanapun diri ini kedudukannya adalah "La Quwwata Illa Bilah" maka Bersyukurlah dalam setiap keadaan dimana saat dikondisikan maka disanalah kedudukan iman diri ini  yang sesungguhnya saat itu, maka dicermatilah diri ini sendiri, apakah dalam hal Jihad imannya sudah dimantapkan atau tidak, begitu juga dalam ibadah-ibadah yang lain.


Bagi yang ingin mengakses melalui Iphone atau Android silahkan klik tombol dibawah ini :


Friday, 17 July 2015
Duniacahayahati.blogspot.com Situs tentang Ilmu Ma`rifatullah (Tauhid) Didalamnya banyak mengandung Ilmu Hikmah yang hanya dapat dirasakan oleh orang-orang yang diberikan Ilmu ini.

Dai-Dai saat ini suka mencela Ulama Terdahulu

Dunia memang sudah sangat tua dan sangat rapuh, semua kepemahaman masing-masing berbeda-beda bagaimanapun semua mempunyai jalan kepemahaman sendiri-sendiri apalagi dalam hal keyakinan, siapapun dan apapun dia tidaklah pantas mencela ulama-ulama yang lain, sungguh sangat ironis apabila ini dilakukan oleh para penda`wah dan sangat amat mendustakan apa yang diucapkan setiap hari bibir selalu mengucapkan zikir-zikir  namun yang nampak setelahnya adalah celaan dan celaan serta lebih parah lagi dengan menghujat ulama kesana kemari. Maka nyata nampak dusta dan mendustakan atas zikir itu sendiri.

Sedang didalam Kitab Al Hikam jelas-jelas Ibnu Athoillah memberikan nasehat dengan nyaman dan masuk kemata hati sehingga para salik yang mengkaji inipun merasa kelezatan akan ilmu ini, namun disisi lain ada saja yang mengatakan KITAB AL HIKAM SESAT.

432. Hadits riwayat Abu Hurairah Radliyallahu 'anhu:


Hadits riwayat Abu Hurairah Radliyallahu 'anhu:
Bahwa ia mendengar Rasulullah Shallallahu 'alaihi wa Sallam bersabda: Sungguh ada seorang hamba yang mengucapkan satu kata (buruk) sehingga ia terjerumus ke dalam neraka lebih dalam dari jarak antara timur dan barat ( Shohih Muslim 432)

Jauh api dari panggang apa yang dilontarkan tersebut, bagaimana bahasa Al Hikam sangat sejuk dihati sebagaimana didalamnya Syeikh Ahmad Ibnu Athoillah As Sakandary menerangkan.

لاَ تَيْأَسْ مِنْ قَبُوْلٍ عَمَلٍ لَمْ تَجِدْ فِيْهِ وُجُدَ الْخُضُوْرِ فَرُبَّمَا قُبِلَ مِنَ الْعَمَلِ مَالَمْ تُدْرَكْ ثَمَرَتُهُ عَاجِلًا
“Jangan Putus asa harapan untuk diterimanya amal perbuatan yang engkau kerjakan dengan tidak khusyu, sebab masih ada kemungkinan amal itu diterima padahal belum dapat dilihat buahnya segera”

DiSyarahkan oleh Elfiansyah Elham yakni : Syeikh Ahmad Ibnu Athoillah menitik beratkan yaitu: Beramal tetap beramal dan janganlah berputus asa walaupun masih pada kedudukan ketidak khusyuan dalam menjalankannya karena masih ada harapan untuk memperbaiki dan boleh jadi amalan itu diterima, begitu juga bagi yang khusyu jangan merasa bangga karena menjadikan Ujub pada diri dan bukanlah yang diharapkan awan itu sekedar hujan saja, tetapi masih ada harapan utama selain itu, yaitu tumbuhnya tanam-tanaman atau perpohonan yang menghasilkan buah itu, pendalaman ikhwal ini yaitu bukanlah hanya sekedar khusyu saja namun dapat menghasilkan buah dari khusyuan itu dan tujuan utamanya adalah Allah semata.

Maka sesungguhnya kedudukan diri ini adalah :

ما شاء الله لاقوة الّا بالله
Jika diri ini masih saja ber-aku-aku maka intiplah diri ini kembali, koreksilah, evaluasilah dan intropeksilah agar dapat memahami kedudukan fir`aun-fir`aun abad baru saat ini.

Hadits riwayat Anas Radliyallahu 'anhu, ia berkata:
Nabi Shallallahu 'alaihi wa Sallam bersabda: Ada tiga hal yang barang siapa mengamalkannya, maka ia dapat menemukan manisnya iman, yaitu orang yang lebih mencintai Allah dan Rasul-Nya daripada yang lain, mencintai orang lain hanya karena Allah, tidak suka kembali ke dalam kekufuran (setelah Allah menyelamatkannya) sebagaimana ia tidak suka dilemparkan ke dalam neraka (Shohih Muslim 13)


Ditulis Oleh Elfiansyah Elham yang dibukukan di Al Fuaad Fi Nurin (kemurnian Tauhid).

Bagi yang ingin mengakses melalui Iphone atau Android silahkan klik tombol dibawah ini :


Thursday, 16 July 2015
Duniacahayahati.blogspot.com Situs tentang Ilmu Ma`rifatullah (Tauhid) Didalamnya banyak mengandung Ilmu Hikmah yang hanya dapat dirasakan oleh orang-orang yang diberikan Ilmu ini.

Al Hikam sesat dan menyesatkan

Beberapa orang yang baru pulang dari Timur tengah tiba-tiba datang berucap Al HIkam sesat dan menyesatkan, Ihya Ulumuddin Sesat, sungguh luar biasa menghujat ulama-ulama terdahulu, memahami kedua kitab ini haruslah dengan Mursyid bukan hanya sekedar baca kemudian langsung di sesat-sesatkan apalagi dengan pemikiran sendiri yang didalamnya sama sekali tidak ada rasa kecintaan atas suatu keilmuan namun tidaklah juga untuk tidak dipungkiri bahwa Imam Ghazali bukanlah Ahli Hadits (Pakar Hadits) sehingga terdapat Hadits-Hadits Lemah bahkan ada Hadits yang di anggap Palsu

Namun tidaklah juga berlebihan bahwa Keilmuan Al Hikam dan Ihya Ulumuddin merupakan keilmuan yang sungguh luar biasa kenikmatan dan kelezatan yang ada didalamnya, jika ada yang mengatakan sesat maka sesungguhnya itu merupakan fitnah dan kepemahaman yang salah kaprah semata, dikarenakan seseorang akan mengetahui salahnya jika beramal atau melakukan pekerjaan, jika menulis akan mengetahui kesalahannya dalam tulisan, jika seseorang menyetir akan mengetahui kesalahannya jika sudah terjadi kecelakaan, maka tugas kita adalah memperbaikinya bukan menghujat kesana kemari.

Bagaimana dengan Wahdatul Wujud ? dalam hal ini sudah dijelaskan dimajelis Ta`lim Nuurul Fuaad Sindangsari Kecamatan Sambutan Kota Samarinda yang mana majelis Ta`lim ini sudah berjalan  semenjak Tahun 2000 yang mana didalamnya mengkaji Kitab AlHikam, Ihya Ulumuddin, Al Fuaad Fi Nurin, Nahwu Shorof, Tafsir  dan Fiqh.

Bagaimana dengan Wahdatul Wujud ?
Semua kaum muslim jika ditanya siapa yang memberikan rezeki, maka pasti dijawab Allah, saya tanya kapan anda melihat Allah ?, semua kaum muslimin jika ditanya siapa yang menyempitkan rezeki dan melapangkan rezeki? pasti dijawab Allah, saya tanya lagi kapan anda melihat Allah.

Semua Kaum Muslimin jika ditanya siapa yang membuat tertawa dan menangis? pasti dijawab Allah, saya tanya kembali kapan Anda mengetahui yang membuat tertawa dan menangis itu Allah ?.

Sebenarnya Jutaan pertanyaan yang akan saya ajukan kepada Orang yang suka menyesatkan ulama-ulama terdahulu termasuk kitab-kitabnya seperti Al Hikam, Ihya Ulumuddin, Addurun Nafis dan lain-lainnya.

Di dalam buku Al Fuaad Fi Nurin sudah sangat jelas sekali diterangkan bahwasanya: Orang yang  suka mengucapkan sesat kepada ulama yang lain tanda fitnah yang besar yang datangnya dari ulama - ulama yang baru yang mana mereka berda`wah hanyalah yang nampak kedustaan semata padahal diri nya sendiri jauh api dari panggang apa yang ada di Al-Qur`an dan Al hadits itu sendiri, dapat kita temukan di Bab Dusta dalam amal, beribadah dan berda`wah.

Dalam hal ini dalam kehidupan sehari-hari jika diri ini membuka warung dan tetangga juga membuka warung dengan jualan yang sama namun pembeli membelinya di tempat tetangga padahal dekat jaraknya jika membeli ditempat diri ini. DISINILAH YANG NAMPAK ITU ALLAH, Nampak Dia yang melapangkan, Nampak Dia yang menyempitkan Rezeki itu. maka ucapkanlah Shodaqollah (Maha benar Allah) inilah Visual Al Qur`an yang Nampak. Bagaimana diri ini tehijab padahal Allahlah yang nampak itu....Nampak Dia yang melapangkan dan Nampak Dia yang Menyempitkan.

"NAMPAK ALLAH , NAMPAK ALLAH, NAMPAK ALLAH, NAMPAK ALLAH"

"NYATA ALLAH, NYATA ALLAH, NYATA ALLAH, NYATA ALLAH"
Sangat Nyata dari alam semesta ini bahkan diri ini

Semua kamu muslimin jika ditanya siapa yang mengatur semua ini ? pasti dijawab Allah, kapan anda mengetahui akan pengaturan-Nya ?

Wahai kepada orang yang suka menyesatkan Ulama-ulama terdahulu apalagi mengatakan Kitab Al Hikam Sesat, Kajian Al Hikam Sesat, Kitab Ihya Ulumuddin Sesat. sungguh nampaklah jelas diri yang menyesatkanpun berbuat jauh dari sifat yang baik dan jauh dari etika.

Pahamilah kalimat diatas jika tidak, yakni masih ada kebencian dalam memahaminya itulah kedudukan diri mu saat ini, maka Nampak jelas lagi Allah, Dia yang menyesatkan hamba-Nya dia Pula yang memberi hidayah, Maka Nampak Allah Ta`ala lagi. Nyata Allah Ta`ala, maka diri inipun mengucapkan Shodaqollah (Maha benar Allah)

Penulis Elfiansyah Elham (Kemurnian Tauhid) Cahaya Hati Nurani

Silahkan membaca Artikel yang berhubungan dengan Kitab Al Hikam Sesat di link ini : http://duniacahayahati.blogspot.com/2015/07/kitab-al-hikam-sesat.html

Bagi yang ingin mengakses melalui Iphone atau Android silahkan klik tombol dibawah ini :


Duniacahayahati.blogspot.com Situs tentang Ilmu Ma`rifatullah (Tauhid) Didalamnya banyak mengandung Ilmu Hikmah yang hanya dapat dirasakan oleh orang-orang yang diberikan Ilmu ini.

Kitab Al Hikam Sesat

Dalam Kajian tertentu bahkan di dunia maya (dumay) dapat kita temukan Kitab Al Hikam Sesat, bahkan Kajian Al Hikam Sesat, sungguh ini Fitnah yang luar biasa, semenjak tahun 2000 silam Kajian Al Hikam ini di bedah di Majelis Nuruul Fuaad semua Salik terkagum-kagum akan isi kandungannya, semua salik menangis akan kebenaran yang didalamnya dan semua salik bertambah Khusyu dalam menjalankan Syariat yang berlandasan Al Qur`an dan Al Hadits.

Maka Jika ada yang mengatakan Kitab Al Hikam Sesat maka kamilah yang menyatakan bahwa Kitab Al Hikam tidaklah sesat bahkan Kitab Al Hikam memberikan jalan pada Manfaat yang sangat luar biasa untuk Akhlaq yang ada pada diri ini yang diberikan oleh Allah Ta`ala

Sungguh ironis apabila ada yang mengatakan sesat dikarenakan ilmunya hanya sebatas ilmu yang tak diberikan cahaya untuk menyinari ilmu itu. Jangankan Al Hikam, AlQur`an saja banyak melahirkan pemahaman yang bermacam-macam kontek , sehingga banyak tafsir yang ada, maka tafsir manapun itu tetap seyogyanya dipelajari dengan Mursyid yang ahli dalam hal itu, sebagaimana Rasulullah bersabda :
“Sesungguhnya Allah, dengan kitab ini (Al Qur’an) meninggikan derajat suatu kaum dan menjatuhkan derajat kaum yang lain”. (HR. Muslim).
Kaum yang mana ? ini pun perlu di analisa lebih mendalam jangan-jangan diri kita masing-masing pandai membaca alqur`an namun praktek kehidupan sehari-hari berdusta dengan apa yang dibaca.
Dalam Buku Al Fuaad Fi Nurin dijelaskan dengan terang untuk yang berda`wah suka menyesatkan dan mengkafirkan orang lain adapun salah satu isinya :

Setiap Jum`at diri ini mendengar do`a untuk kaum muslimin dan muslimah namun setelah keluar dari masjid masihkan diri ini dongkol, dendam, hasad, hasud, dengki, fitnah, buruk sangka jika ini terjadi maka sungguh diri ini berdusta kepada Allah Ta`ala.

فَٱعۡلَمۡ أَنَّهُ ۥ لَآ إِلَـٰهَ إِلَّا ٱللَّهُ وَٱسۡتَغۡفِرۡ لِذَنۢبِكَ وَلِلۡمُؤۡمِنِينَ وَٱلۡمُؤۡمِنَـٰتِ‌ۗ وَٱللَّهُ يَعۡلَمُ مُتَقَلَّبَكُمۡ وَمَثۡوَٮٰكُمۡ (١٩
Maka ketahuilah, bahwa sesungguhnya tidak ada Tuhan [Yang Hak] melainkan Allah dan mohonlah ampunan bagi dosamu dan bagi [dosa] orang-orang mu’min, laki-laki dan perempuan. Dan Allah mengetahui tempat kamu berusaha dan tempat tinggalmu. (19). (Muhammad 47:19).

رَبَّنَا ٱغۡفِرۡ لَنَا وَلِإِخۡوَٲنِنَا ٱلَّذِينَ سَبَقُونَا بِٱلۡإِيمَـٰنِ وَلَا تَجۡعَلۡ فِى قُلُوبِنَا غِلاًّ۬ لِّلَّذِينَ ءَامَنُواْ رَبَّنَآ إِنَّكَ رَءُوفٌ۬ رَّحِيمٌ (١٠
"Ya Tuhan kami, beri ampunlah kami dan saudara-saudara kami yang telah beriman lebih dahulu dari kami, dan janganlah Engkau membiarkan kedengkian dalam hati kami terhadap orang-orang yang beriman; Ya Tuhan kami, sesungguhnya Engkau Maha Penyantun lagi Maha Penyayang". (10). ( Al Hashr 59:10).
Apabila tak sering-sering mengintip diri ini, maka diri ini hidup dilumpur dusta, doa hanya sebagai alat untuk menipu diri sendiri pada pandangan manusia agar terlihat fasih dan hebat membaca doanya, doa hanya sekedar hapalan semata begitu juga diri ini mengamini doa tersebut dengan mantap namun dusta semata.

Memang saat ini banyak ulama yang suka menyesat ulama terdahulu, bukankah itu juga perbuatan yang tidak terpuji dan sungguh tidak layak di ucapkan oleh seorang Ustadz, Kyai apapun gelar yang disandang.

Maka janganlah mengatakan dengan gampang suatu kesesatan apalagi mengatakan KITAB ALHIKAM SESAT atau KAJIAN KITAB ALHIKAM SESAT  fitnah yang nyata dan sungguh fitnah yang amat bahaya bagi yang mengatakannya.

Adapun untuk lebih jelasnya ada di Buku Al Fuaad Fi Nurin (Cahaya Hati Nurani)

Bagi yang ingin mengakses melalui Iphone atau Android silahkan klik tombol dibawah ini :


Duniacahayahati.blogspot.com Situs tentang Ilmu Ma`rifatullah (Tauhid) Didalamnya banyak mengandung Ilmu Hikmah yang hanya dapat dirasakan oleh orang-orang yang diberikan Ilmu ini.


Kitab Al Hikam Bukan Kitab yang sesat namun Malah Meluruskan

Dalam Kitab Al Hikam banyak sekali keilmuan hal rasa, keilmuan yang tak bisa dipahami oleh akal namun masuk kedalam Fuaad (Mata Hati), sangatlah amat penting dalam hal ini jika menjalani Syariat, jika tidak maka syariat hanya sekedar syariat, Jika Sholat sekedar sholat maka Monyet pun bisa sholat, habis sholat maksiat lagi, habis sholat mencela orang lagi, habis sholat menyesatkan orang lagi, jadi STMJ (Sholat Terus Maksiat Jalan), Bagi yang belum memahami Kitab Alhikam maka sangatlah Fitnah sekali jika mengatakan KITAB ALHIKAM SESAT, sungguh fitnah yang tak terpuji.

Di Majelis Nuurul Fuaad Sindangsari Kec Sambutan Kota samarinda sudah berjalan 15 tahun dalam mengkaji Kitab Al-Hikam dan Salik sangat antosias sekali dalam mempelajarinya, baik yang muda maupun yang berusia lanjut, dan mereka merasa mendapatkan kenikmatan yang tak dapat dibeli dengan apapun di dunia ini.

Al Hikam adalah Kitab yang masuk kedalam Maqom ilmu rasa yang mana tidak semua orang akan merasakan kenikmatannya kecuali Allah Ta`ala menghendaki-Nya.

Bagi adik-adik yang ingin mempelajari Al Hikam maka tetaplah lanjutkan karena ini sangat baik sekali untuk diri adik-adik, bila ada yang mengatakan KITAB ALHIKAM SESAT, atau KAJIAN KITAB ALHIKAM SESAT, maka tetaplah berlanjut karena dengan Banyak dari salik yang belajar Al Hikam merasakan jatuh cinta kepada Allah Ta`ala sehingga menjalankan Syariat benar-benar nyaman dan manis rasanya.

Adapun dalam Hal ini yang perlu diperhatikan adalah :
Berusahalah engkau menjadi seorang yang mempelajari ilmu fiqih dan juga menjalani tasawuf, dan janganlah kau hanya mengambil salah satunya. Sesungguhnya demi Allah saya benar-benar ingin memberikan nasehat padamu. Orang yang hanya mempelajari ilmu fiqih tapi tidak mau menjalani tasawuf, maka hatinya tidak dapat merasakan kelezatan taqwa. Sedangkan orang yang hanya menjalani tasawuf tapi tidak mau mempelajari ilmu fiqih, maka bagaimana bisa dia menjadi baik? [Diwan Al-Imam Asy-Syafi’i, hal. 47]
“Isa As. berkata: “Buat kalian tidak ada gunanya mendapat ilmu yang belum kalian ketahui, selama kalian tidak beramal dengan ilmu yang telah kalian ketahui. Terlalu banyak ilmu hanya menumbuhkan kesombongan kalau kalian tidak beramal sesuai dengannya.”
[ Diriwayatkan oleh (Abu ‘Abdallah Ahmad bin Muhammad al-Syaibani) Ibn Hanbal (… – 241 H), Kitab al-Zuhd, 327. Dan (Abu Hamid Muhammad bin Muhammad) Al-Ghazali (… – 505 H), Ihya’ ‘Ulum al-Din, 1:69-70].
“Ini bukan bisikan-bisikan syaithan, tapi ilmu laduni ini merubah firasat seorang mukmin, bukankah firasat seorang mukmin itu benar? Sebagaimana sabda Rasulullah Shalallahu ‘alaihi wassalam: “Hati-hati terhadap firasat seorang mukmin. Karena dengannya ia melihat cahaya Allah”. (H.R At Tirmidzi).
“Ilmu batin merupakan salah satu rahasia Allah ‘Azza wa Jalla, dan salah satu dari hukum-hukum-Nya yang Allah masukkan kedalam hati hamba-hamba-Nya yang dikehendaki-Nya”.
Hadits riwayat Ali bin Abi Thalib Ra:
Dalam mempelajari Kitab Al Hikam Wajib atasnya ada Mursyid yang ahli dalam hal ini, bukan yang bukan ahli apalagi yang baru membacanya dan hanya untuk sekedar baca.

Demikianlah semoga memberikan Manfaat dan janganlah sekali-kali mundur jika ada orang yang mengatakan KITAB ALHIKAM SESAT   atau  KAJIAN KITAB ALHIKAM SESAT

Penulis Elfiansyah Elham Spd ( Kemurnian Tauhid )
Bagi yang ingin mengakses melalui Iphone atau Android silahkan klik tombol dibawah ini :


Tuesday, 14 July 2015
Duniacahayahati.blogspot.com Situs tentang Ilmu Ma`rifatullah (Tauhid) Didalamnya banyak mengandung Ilmu Hikmah yang hanya dapat dirasakan oleh orang-orang yang diberikan Ilmu ini.


“Khusyukah Diri ini dalam Beribadah kepada Tuhan”

DI Kutip dari Buku Al Fuaad Fi Nurin Cetakan ke III
Sholat dan Berdoa itu haruslah Khusyu jika tidak khusyu maka ketauhidan diri ini bisa rusak dan amat sangat rusak....
Khusyu itu JIWA MEMIMPIN JASAD hanya tertuju kepada Allah semata-mata dan JIWA haruslah dihadirkan kedalam jasad secara FULL POWER tanpa ada di isi hal - hal yang duniawi seperti : (Masalah,Perencanaan/Planning, dan penyakit jiwa). JIWA harus kondisi sadar dengan apa yang diucapkan secara FULL POWER dan memahami apa yang diucapkan secara Full Power, Setiap Ucapan penuh dengan penyaksian dan merasakan kehadiran Allah, jika membaca Allah namun dihati tidak ada Allah, maka Kata Allah Engkau DUSTA.

Dalam Al Quran Suroh An-Nisa ayat 43: " Hai orang-orang yang beriman, janganlah kamu shalat, sedang kamu dalam keadaan mabuk, sehingga kamu mengerti apa yang kamu ucapkan"

Jangan sekali-kali JASAD ditinggal oleh JIWA saat beribadah Kepada Allah, JASAD Ikut Syariat Namun JIWA nya Melarikan diri dari Syariat alias Pergi kemana-mana.....(Jiwanya Menuju Tuhan-Tuhan yang lain).

"Dari Abu Hurairah radhiyallahu’anhu, Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda, “Sesungguhnya Allah tidak melihat kepada jasad atau rupa kalian. Akan tetapi Allah melihat kepada hati kalian.” (HR. Muslim. Lihat dalam Riyadhush Shalihin, hal. 45-46 tahqiq Syaikh ‘Ali al-Halabi)"

Seperti : sewaktu tidur JIWA DIRI INI tanpa di isi Hal-Hal duniawi dan menanggalkan penyakit Jiwa (hati) sehingga diri ini dapat khusyu Tidur dan JIWA dapat meninggalkan JASAD dengan TENANG dan DAMAI. jika tidak Maka DIJAMIN tidak dapat Tidur apalagi NYENYAK.
selama JASAD ditinggal oleh Diri ini maka JASAD hanyalah JASAD yang terbujur tanpa berjiwa sehingga jika di Ajak utk ngobrolpun oleh kawan, maka JASAD diri ini tidak membalas Obrolan itu dikarenakan Diri ini tidak ada alias sedang pergi.....sebagaimana di dalam Al Qur`an Allah Ta`ala berfirman :

اللَّهُ يَتَوَفَّى الْأَنْفُسَ حِينَ مَوْتِهَا وَالَّتِي لَمْ تَمُتْ فِي مَنَامِهَا ۖ فَيُمْسِكُ الَّتِي قَضَىٰ عَلَيْهَا الْمَوْتَ وَيُرْسِلُ الْأُخْرَىٰ إِلَىٰ أَجَلٍ مُسَمًّى ۚ إِنَّ فِي ذَٰلِكَ لَآيَاتٍ لِقَوْمٍ يَتَفَكَّرُونَ

“Allah memegang jiwa (orang) ketika matinya dan (memegang) jiwa (orang) yang belum mati di waktu tidurnya; maka Dia tahanlah jiwa (orang) yang telah Dia tetapkan kematiannya dan Dia melepaskan jiwa yang lain sampai waktu yang ditetapkan. Sesungguhnya pada yang demikian itu terdapat tanda- tanda kekuasaan Allah bagi kaum yang berfikir”(QS:Az-Zumar:42)

Beginalah Dzat yang bernama Allah itu mengajarkan manusia agar meninggalkan hal-hal dunia yang memenuhi jiwa karena jiwa tidak sama unsurnya dengan jasad cukuplah urusan dunia hanya sampai dijasad dan tidak boleh masuk kedalam jiwa serta wajib bagi jiwa harus meninggalkan sekecil apapun yang dapat mengikatnya kepada dunia yang dapat menjadikan dunia menjadi tuhan-tuhannya karena sudah menjadi ikatan yang mendalam kepada jiwa.

Apabila dunia meninggalkan Jiwa maka tentu Jiwa akan mengalami goncangan yang hebat, makan susah, tidur tidak nyenyak,hidup tidak tenang dan kacau bahkan dapat menyebabkan sakit jiwa, Perhatikanlah pada jiwa kita masing-masing condong kemanakah jiwa ini? kepada Tuhan Maha Pencipta atau Kepada Dunia semata, sebagai pembuktian Lemparlah barang kesayangan kita yang paling murah dalam keadaan sadar untuk menguji kepada siapa Khusyu jiwa kita?.....kemudian lakukanlah kepada barang paling mahal dalam keadaan sadar karena suatu saat kita harus meninggalkannya pula.

Sedangkan sholat itu adalah Komunikasi antara hamba kepada Tuhan yaitu : Allah dan kedudukan Sholat lebih tinggi dari zikir hati dan Nafas dikarenakan ada nilai plusnya yaitu komunikasi seorang hamba kepada Tuhannya.
Maka Tanggalkan urusan dunia serta penyakit Jiwa (hati) dalam beribadah kepada Allah....Pimpinanlah JASAD oleh JIWA dan jangan TINGGALKAN JASAD disaat beribadah kepada ALLAH.....

Elfiansyah Elham Dikutip "Al Fuaad Fi Nurin (Kemurnian Tauhid)"

Bagi yang ingin mengikuti kami di Mobile Android atau Iphone dapat mengklik tombol dibawah ini :
Duniacahayahati.blogspot.com Situs tentang Ilmu Ma`rifatullah (Tauhid) Didalamnya banyak mengandung Ilmu Hikmah yang hanya dapat dirasakan oleh orang-orang yang diberikan Ilmu ini.

Sebesar & Sebanyak apakah Amal Kita Di Dunia

Menetapkan Hukum Qiyas tidak diperkenankan mengambil dari Pendapat Para Ulama siapapun ulamanya. dikarenakan Pondasi Hukum Asalnya tidak menguatkan menyebabkan hal minal Furu` ilal Furu` (sesuatu hal yang sudah berselisih menuju perselisihan yang baru). Menetapkan Hukum Qiyas harus diambil dari Hukum Asalnya yaitu: Qur`an dan Al-Hadits (sunnah) tidak boleh keluar dari ini dalam menetapkan Fatwa Qiyas karena Hukum Qiyas harus kuat Pondasinya lebih dahulu yaitu Hukum Asalnya.  Jangan menjelaskan sesuatu yang kita sendiri belum memahaminya dan mendalaminya begitupula bagaimana cara menjelaskannya.

Ma`rifat Kepada Allah itu adalah Karunia yang besar uang diberikan Allah kepada seorang Hamba, Maka Jika Allah membukakan bagimu suatu jalan untuk mengenal-Nya, maka amal-amalmu hanyalah sebatas amalan yang tidak berharap lagi akan Pahala dan Surga atas amal itu dan amal-amalmu yang dikerjakan bukan lagi sekedar Perintah atau Ancaman semata-mata namun amal-amalmu semata-mata tertuju kepada Dzat Allah sebagai wujud PENGABDIAN  RASA SYUKURMU kepada-Nya jika mengerjakan amal-amal sudah dapat menikmatinya maka itulah Karunia Allah yang diberikan kepada Hamba-Hamba yang di Kehendaki-Nya..

Jika mengerjakan suatu amalan masih Pilih-pilih, bersedekah masih pilih-pilih besaran uang yang mana mau diberikan? menolong orang harus pilih-pilih (Kolusi dan Nipotisme) Maka Proses ini sangatlah Jauh kepada Pencipta-Nya..

Sesungguhnya Allah hanya menerima Amal-Amal kebaikan yang dilupakan Hamba-Nya walaupun Amal kebaikan itu amat sangat kecil sekali bahkan sering diabaikan oleh Hamban-Nya dan semata-mata Karena Allah bukan karena Surga dan Pahala..

Analog : Perumpamaan namun bukan perumpamaan yang sesungguhnya....

Ada 3 orang bertamu kerumah A  dan Rumah A sangat besar dan Mewah serta penuh dengan Perabotan mewah dan lukisan yang indah dan mahal, setibanya mereka dirumah itu terdengar suara dari dalam"mereka disuruh masuk " sehingga seorang melihat rumahnya dan perabotnya semata sehingga melalaian si Pemilik Rumah....dan seorang Lagi sibuk melihat lukisan sehingga melalaikan yang punya rumah dan seorang lagi tidak tertarik pada rumah,perabot dan lukisan serta hidangan yang disediakan, dia hanya tertarik pada Pemilik Rumah itu maka Pemilik Rumah membawanya ketempat2 yang lebih indah disertai Hidangan yang lebih menghebohkan...

Itulah sebuah Analog yang dapat memberikan penjelasan bahwa bukanlah Surga dan pahala itu Tujuan yang sesungguhnya dan bukanlah pula amal-amal itu sebagai tempat bergantung dan bersandar untuk meraih Surga itu, Namun semata-mata Rahmat dan Ridho-Nya lah yang membawa kita kebahagian yang Hakiki dan kekal.

”Dan Dia tidak mengambil seorangpun menjadi sekutu bagi-Nya dalam menetapkan hukum”. (Qs. Al-Kahfi : 26)

Hadits Rasulullah yang disampaikan ke Muaz menerangkan bahwa banyak amalan-amalan kebaikan yang dilemparkan balik oleh Allah kepada Hambanya.

Maka Jadikanlah Amal-amal kebaikan itu untuk mendekatkan diri Kepada-Nya bukan mengharapkan kence blence atau embel-embel serta dipenuhi penumpang gelap yang seolah-olah seorang Makhluk meyakini bahwa amalannya dapat membawanya kesurga, begitu banyakkah amalnya sehingga meyakini bahwa dia Ahli surga ? jika hitung-hitungan dengan Allah tentu amal sebanyak apapun tidaklah pantas mendapatkan surga dan itu jauh sekali dari pantas.

Bagi yang ingin mengikuti kami di Mobile Android atau Iphone dapat mengklik tombol dibawah ini :
Duniacahayahati.blogspot.com Situs tentang Ilmu Ma`rifatullah (Tauhid) Didalamnya banyak mengandung Ilmu Hikmah yang hanya dapat dirasakan oleh orang-orang yang diberikan Ilmu ini.

Rasionalkah Beribadah & Hukum Insya Allah

Pada dasarnya Hubungan manusia ke Allah itu dibagi menjadi 2 yakni : IRASIONAL dan RASIONAL, adapun RASIONAL : mereka yang memahami apa yang di ucapkan dan sadar apa yg di ucapkan dalam beribadah (sholat,Zikir & Doa) tentu mereka yg memahami Bahasa Arab baik mendalam berserta qaidah=qaidah nya dan pendukungnya (Nahu Syaraf) maupun memahami bahasa arab seperlunya sesuai dengan sekedar mengetahui saja.

IRASIONAL : Mereka yang tidak memahami apa yang diucapkan dan tidak sadar apa yg di Ucapkan serta tidak memahami yang diucapkan orang lain (Imam Sholat, Pembaca Doa) namun memahami maksudnya saja yaitu : diucapkan hal yang baik-baik dan mereka meyakini Tuhan maha mengetahui keadaan mereka dan mereka ngikut saja Syariat, Baik yg wajib & Sunnah maupun Doa-doa nya.

Untuk IRASIONAL saya belum sepenuhnya yakin mereka bisa Khusyu dalam beribadah kepada Allah baik dalam sholat maupun berdoa alasan saya adalah :
Allah berfirman “Janganlah kalian mendekati sholat saat kalian mabuk, hingga kalian sadar dengan ucapan kalian” (An-Nisa:43)

Bagi mereka yang tidak memahami dan tidak sadar apa yang diucapkan maka jelas JIWA nya dalam keadaan Mabuk seperti Orang yang mabuk yang bicara namun Bagi yang mendengar paham apa yang dibicarakan serta yang dimaksud.

Dinegara Indonesia Kurang lebih 75% Penduduk muslimnya dalam beribadah Ke Allah adalah : IRASIONAL
Padahal Bahasa Arab itu BAHASA PALING MUDAH DIPELAJARI oleh siapa saja dan itupun diulang-ulang Oleh Allah dalam Al,Quran

HUKUM INSYA ALLAH
Adapun INSYA ALLAH Hukumnya adalah WAJIB di ucapkan jika menyangkut hal-hal kebelakang dan kedepan karena urusan hal kedepan dan masa lalu bukan wewenang Manusia karena masuk dalam perkara yang GHOIB.

Bagi mereka Seperti Lembaga Finansial seperti Bank, atau Koperasi WAJIB menulis dalam surat Perjanjian KREDIT menulis kalimat "INSYA ALLAH" (Jika Allah Menghendaki) jika tidak disertakan maka Allah akan memberikan Hukuman kepada kedua belah pihak dikarenakan Hak Allah dalam hal ini di KUDETA..
Bagi pengusaha maka Insya Allah di Ombang ambing usahanya, Bagi Lembaga finansial / perorangan maka Dananya akan Macet (Kredit macet)

Allah berfirman :"Dan jangan sekali-kali kamu mengatakan tentang sesuatu: "Sesungguhnya aku akan mengerjakan ini besok pagi,kecuali (dengan menyebut): "Insya Allah" (Al-Kahfi 23-24)
maka Rasullah diberikan hukuman selama 15 hari untuk tidak diberikan jawaban oleh Allah, Sehingga Rasulullah MALU dan sangat terpukul.

sampai Turun Ayat :"Maka barangkali kamu akan membunuh dirimu karena bersedih hati setelah mereka berpaling, sekiranya mereka tidak beriman kepada keterangan ini (Al-Quran)" (Al-Kahfi :6)

Dalam Hadits Rasulullah:
Sulaiman Bin Daud berkata: "Aku akan menggilir 70 istriku dallam 1 malam setiap istri melahirkan 1 anak laki-laki yang berperang di jalan Allah"katakanlah Insya Allah namun Sulaiman tidak mengucapkannya kemudian Sulaiman mendatangi istri2nya, maka tidak seorangpun dari istri-istrinya melahirkan anak, kecuali seorang istri yang melahirkan Wujud "SETENGAH MANUSIA" Rasulullah Bersabda" Demi Allah seandainya Sulaiman berkata INSYA ALLAH niscaya dia tidak berdosa dan demikian itu sudah memenuhi hajatnya"

Kesimpulannya HUKUM INSYA ALLAH adalah WAJIB hukumnya diucapkan yang menyangkut Urusan Masa lalu dan MASA DEPAN.


Bagi yang ingin mengikuti kami di Mobile Android atau Iphone dapat mengklik tombol dibawah ini :
Duniacahayahati.blogspot.com Situs tentang Ilmu Ma`rifatullah (Tauhid) Didalamnya banyak mengandung Ilmu Hikmah yang hanya dapat dirasakan oleh orang-orang yang diberikan Ilmu ini.

Dusta Seorang Guru Tauhid yang Nampak Mendustakan

Dalam mengkaji ilmu ini dalam penyaksian yang terpandang adalah Haq namun bila masih saja yang sholat di cela yang tidak sholat di bangga-banggakan begitu juga sebaliknya,maka nampak dusta dan rusak ilmu hakekat dan ma`rifat pada diri, begitu pandai diri ini mengucapkan :

مَوْتُوْاقَبْلَ اَنْ تَمُوْتُوْا
“Matilah kamu sebelum mati sesungguhnya”
Abu Bakar r.a, yang disisakan hanya Allah Ta`ala dan Rasulullah, adapun selain itu hartanya disedekahkan tanpa ada yang tersisa sedikitpun sedangkan diri ini sedekah hanya sisa dari jajan, harta hilang sesak dada dan mengumpat, jika ini terjadi pada diri ini dan diri ini adalah : seorang Syeikh, tuan guru, guru besar maka bangunkanlah diri ini, sadarkanlah diri ini dan nasehatilah diri ini bahwa sesungguhnya RUSAKLAH MUROQOBAH, MUHASABAH(1), MUAQOBAH(2) dan MUTABA`AH(3) pada diri dan segeralah tinggalkan diri ini jika tidak sadar juga akan rusaknya walaupun ribuan karomah yang diri ini miliki.

فَلَا تُزَكُّوٓاْ أَنفُسَكُمۡ‌ۖ هُوَ أَعۡلَمُ بِمَنِ ٱتَّقَىٰٓ (٣٢
Maka janganlah kamu mengatakan dirimu suci. Dialah yang paling mengetahui tentang orang yang bertakwa. (Qs An Najm 53:32)

يَـٰٓأَيُّہَا ٱلَّذِينَ ءَامَنُواْ ٱتَّقُواْ ٱللَّهَ وَلۡتَنظُرۡ نَفۡسٌ۬ مَّا قَدَّمَتۡ لِغَدٍ۬‌ۖ وَٱتَّقُواْ ٱللَّهَ‌ۚ إِنَّ ٱللَّهَ خَبِيرُۢ بِمَا تَعۡمَلُونَ
Wahai orang-orang yang beriman, bertakwalah kepada Allah dan hendaklah setiap diri memperhatikan apa yang telah diperbuatnya untuk hari esok [akhirat], dan bertakwalah kepada Allah, sesungguhnya Allah Maha Mengetahui apa yang kamu kerjakan. (Qs Al Hashr 59:18)

فَأَقِمۡ وَجۡهَكَ لِلدِّينِ حَنِيفً۬ا‌ۚ فِطۡرَتَ ٱللَّهِ ٱلَّتِى فَطَرَ ٱلنَّاسَ عَلَيۡہَا‌ۚ لَا تَبۡدِيلَ لِخَلۡقِ ٱللَّهِ‌ۚ ذَٲلِكَ ٱلدِّينُ ٱلۡقَيِّمُ وَلَـٰكِنَّ أَڪۡثَرَ ٱلنَّاسِ لَا يَعۡلَمُونَ (٣٠
Maka hadapkanlah wajahmu dengan lurus kepada agama [Allah]; [tetaplah atas] fithrah Allah yang telah menciptakan manusia menurut fithrah itu. Tidak ada perubahan pada fithrah Allah. [Itulah] agama yang lurus; tetapi kebanyakan manusia tidak mengetahui. (Qs Ar Ruum 30:30).
"Allah Ta`ala memang sengaja menciptakan dunia yang di dalamnya terdapat kesusahan dan kerusuhan agar diri ini menjadi jemu dan tak berlebihan mencintai dunia ini”
Maka disinilah masuk dalam wilayah Maqom Khowas yang akan menuju kepada Khowasul Khowas.

1 ) Usaha untuk menilai,mengevaluasi dalam kemajuan atau meningkatnya amal shaleh yang dilakukan dan kesalahan-kesalahan atau maksiat yang dikerjakan.
2 ) Memberi sanksi pada diri ini sendiri jika melakukan kesalahan
3 ) Memonitoring, mengontrol dan mengevaluasi sejauh mana proses-proses yang sudah dilakukan

Dikutip dari Buku Al Fuaad Fi Nuurin ( Kitab Tanpa Berencong /Terbelah) Kemurnian Tauhid Jilid Cetakan ke 4 Edisi Revisi.

Bagi yang ingin mengikuti kami di Mobile Android atau Iphone dapat mengklik tombol dibawah ini :

Monday, 13 July 2015
Duniacahayahati.blogspot.com Situs tentang Ilmu Ma`rifatullah (Tauhid) Didalamnya banyak mengandung Ilmu Hikmah yang hanya dapat dirasakan oleh orang-orang yang diberikan Ilmu ini.


TRANSAKSI ZAKAT TIDAK BOLEH DIDALAM MASJID
Penulis : Elfiansyah Elham Spd
"Haram Hukum nya dalam bertransaksi Zakat di dalam masjid dengan menjual beras kepada para pembayar zakat fitrah apalagi menjual beras yang sudah dibeli oleh pembayar zakat sebelumnya maka dua dosa sekaligus dalam waktu yang sama dan berulang-ulang setiap harinya sampai penutupan badan amil itu sendiri."

Adapun Dalil-Dalilnya sebagai berikut :

عَن أَبِيْ هُرَيْرَةَ أَنَّ رَسُوْلَ اللهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَ سَلَّمَ قَالَ إِذَا رَأَيْتُمْ مَنْ يَبِيْعُ أَوْ يَبْتَاعُ فِي الْمَسْجِدِ فَقُوْلُوا لاَ أَرْبَحَ اللهُ تِجَارَتَكَ
Dari Abu Hurairah, Rasulullah bersabda, “Jika kamu melihat orang menjual atau membeli di mesjid maka katakanlah, ‘Semoga Allah tidak memberi keuntungan pada daganganmu.’” (Tirmidzi: 1232 dan  Abu Daud: 400, ad-Darimi: 1365, Shahih Ibnu Hibban: 1650, dinilai shahih oleh al-Albani dan ar-Arnauth dalam Shahih Ibnu Hibban)

أَنَّ النَّبِيَّ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَ سَلَّمَ نَهَى عَنِ الشِّرَاءِ وَ الْبَيْعِ فِي الْمَسْجِد
“Nabi صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَ سَلَّمَ melarang jual-beli di masjid.” (Ibnu Majah : 749)
لَا تَبِعْ مَا لَيْسَ عِنْدَكَ
Janganlah engkau menjual barang yang bukan milikmu.” (HR. Abu Dawud 3503, Tirmidzi 1232, An Nasaa’i VII/289, Ibnu Majah 2187, Ahmad III/402 dan 434).

الْمُسْلِمُ أَخُو الْمُسْلِمِ لَا يَحِلُّ لِمُسْلِمٍ بَاعَ مِنْ أَخِيهِ بَيْعًا فِيهِ عَيْبٌ إِلَّا بَيَّنَهُ لَهُ
“Seorang muslim adalah saudara bagi muslim yang lain. Tidak halal bagi seorang muslim menjual barang dagangan yang memiliki cacat kepada saudaranya sesama muslim, melainkan ia harus menjelaskan cacat itu kepadanya” (HR. Ibnu Majah nomor 2246, Ahmad IV/158, Hakim II/8, Baihaqi V/320).

Adapun Zakat berupa Uang atau Makanan Pokok dalam hal zakat fitrah terjadi khilafiyah.
Salah satu Imam Mazhab Membolehkan yaitu Imam Hanafi, adapun Imam Syafi`i, Maliki, Hanbali tidak membolehkan kecuali dari bahan makanan.
Dari hadits - hadits yang shohih, maka Imam Malik, Imam Syafi`i, dan Imam Hanbali menyebutkan bahwa zakat fitrah harus dengan makanan pokok. Ketika Imam Ahmad bin Hambal ra ditanya tentang membayar zakat fitrah dengan uang maka beliau menjawab,”Aku takut hal itu tidak memadai dan hal itu bertentangan dengan sunnah Rasulullah صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ”. Sehingga beliau menganggap bahwa hal itu adalah bertentangan dengan sunnah Rasulullah صلّى الله عليه وسلّم  Ibnu Hazm pun termasuk kalangan yang tidak membenarkan untuk membayar zakat fithrah dengan uang sebagai pengganti dari makanan pokok. (Lihat Al-Muhalla 6/137).

Duniacahayahati.blogspot.com Situs tentang Ilmu Ma`rifatullah (Tauhid) Didalamnya banyak mengandung Ilmu Hikmah yang hanya dapat dirasakan oleh orang-orang yang diberikan Ilmu ini.

BAB SALAM DALAM SHOLAT

Dari Abdullah bin Mas’ud radhiallahu ‘anhu dari Nabi صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ:
أَنَّهُ كَانَ يُسَلِّمُ عَنْ يَمِينِهِ وَعَنْ يَسَارِهِ السَّلَامُ عَلَيْكُمْ وَرَحْمَةُ اللَّهِ السَّلَامُ عَلَيْكُمْ وَرَحْمَةُ اللَّهِ
“Bahwasanya beliau mengucapkan salam ke arah kanan dan kiri seraya mengucapkan, ‘ASSALAAMU ‘ALAIKUM WA RAHMATULLAH, ASSALAAMU ‘ALAIKUM WA RAHMATULLAH’.” (HR. Abu Daud no. 845, At-Tirmizi no. 295, An-Nasai no. 1303, dan Ibnu Majah no. 906).

Dari Wail bin Hujr radhiallahu ‘anhu dia berkata :
صَلَّيْتُ مَعَ النَّبِيِّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ فَكَانَ يُسَلِّمُ عَنْ يَمِينِهِ السَّلَامُ عَلَيْكُمْ وَرَحْمَةُ اللَّهِ وَبَرَكَاتُهُ وَعَنْ شِمَالِهِ السَّلَامُ عَلَيْكُمْ وَرَحْمَةُ اللَّهِ
“Aku shalat di belakang Rasulullah صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ, maka beliau memberi salam ke arah kanan dengan mengucapkan ‘ASSALAAMU ‘ALAIKUM WA RAHMATULLAHI WA BARAKAATUH’,” dan ke arah kiri dengan mengucapkan : ‘ASSALAAMU ‘ALAIKUM WA RAHMATULLAH’.” (HR. Abu Daud no. 997 dan dinyatakan shahih oleh Al-Albani dalam Al-Irwa`: 2:31, 32).

Ibnu Umar menceritakan :
وَذَكَرَ السَّلَامُ عَلَيْكُمْ وَرَحْمَةُ اللَّهِ عَنْ يَـمِينِهِ السَّلَامُ عَلَيْكُمْ عَنْ يَسَارِهِ
Beliau membaca ‘ASSALAMU ‘ALAIKUM WA RAHMATULLAH’ dengan menoleh ke kanan, dan membaca ‘ASSALAMU ‘ALAIKUM’ dengan menoleh ke kiri. (HR. Nasa’i 1321 dan dinyatakan Hasan Shahih oleh Al-Albani).


Duniacahayahati.blogspot.com Situs tentang Ilmu Ma`rifatullah (Tauhid) Didalamnya banyak mengandung Ilmu Hikmah yang hanya dapat dirasakan oleh orang-orang yang diberikan Ilmu ini.

Duduk antara dua sujud

وَكَانَ يَفْتَرِشُ رِجْلَهُ الْيُسْرَى وَيَنْصِبُ رِجْلَهُ الْيُمْنَى
“Beliau menjulurkan ( telapak) kaki kirinya dan menegakkan (telapak) kaki kanannya.”(HR. Muslim no. 1110)

Abdullah ibnu Umar radhiyallahu anhu berkata;
مِنْ سُنَّةِ الصَّلاَةِ أَنْ تَنْصِبَ الْقَدَم الْيُمْنَى
“Termasuk sunnah shalat adalah menegakkan telapak kaki yang kanan, menghadapkan jari-jemari kaki ke arah kiblat, dan duduk diatas kaki kiri.” (HR. an-Nasa’i no. 1157, 1158, dinyatakan sahih dalam Shahih Sunan an-Nasa’i dan al-Irwa’ no. 317).

Duduk seperti inilah yang diistilahkan duduk iftirasy. Terkadang Rasulullah صلّى الله عليه وسلّم  duduk iq’a (إِقْعَاء), sebagaimana dalam hadits Ibnu Abbas r.a Thawus pernah bertanya kepada Ibnu Abbas radhiyallahu anhu tentang iq’a di atas dua tumit, maka beliau menjawab bahwa duduk seperti itu sunnah. (HR. Muslim no. 1198).

Duduk ini dilakukan antara sujud yang pertama dan sujud yang kedua, pada raka'at pertama sampai terakhir. Ada dua macam tipe duduk antara dua sujud, duduk iftirasy (duduk dengan meletakkan pantat pada telapak kaki kiri dan kaki kanan ditegakkan)  dan duduk iq'a (إِقْعَاء),  (duduk dengan menegakkan kedua telapak kaki dan duduk diatas tumit). Hadits: Dari 'Aisyah berkata: "Nabi صلّى الله عليه وسلّم  menghamparkan kaki beliau yang kiri dan menegakkan kaki yang kanan, baliau melarang dari duduknya syaithan." (Diriwayatkan oleh Ahmad dan Muslim).

Komentar Syaikh Al-Albani: duduknya syaithan adalah dua telapak kaki ditegakkan kemudian duduk dilantai antara dua kaki tersebut dengan dua tangan menekan dilantai.
Dari Rifa'ah bin Rafi' dalam haditsnya- dan berkata Rasulullah صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ : "Apabila engkau sujud maka tekankanlah dalam sujudmu lalu kalau bangun duduklah di atas pahamu yang kiri." (Hadits dikeluarkan oleh Ahmad dan Abu Dawud dengan lafadhz Abu Dawud).
 Nabi صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ terkadang duduk iq'a (إِقْعَاء), yakni duduk dengan menegakkan telapak dan tumit kedua kakinya. (Hadits dikeluarkan oleh Muslim)
Waktu duduk antara dua sujud ini telapak kaki kanan ditegakkan dan jarinya diarahkan ke kiblat:
Beliau menegakkan kaki kanannya (Al-Bukhari).
Duniacahayahati.blogspot.com Situs tentang Ilmu Ma`rifatullah (Tauhid) Didalamnya banyak mengandung Ilmu Hikmah yang hanya dapat dirasakan oleh orang-orang yang diberikan Ilmu ini.

BAB SUJUD DAN BACAAN SUJUD
Sujud

Nabi Muhammad صلی الله عليه وسلم Meletakkan kedua tangannya kelantai sebelum kedua lututnya, badan turun condong kedepan menuju ke tempat sujud, dengan meletakkan kedua tangan terlebih dahulu baru kemudian meletakkan kedua lututnya dan kemudian meletakkan kepala dengan menyentuhkan/menekankan hidung dan jidat/kening/dahi ke lantai di antara dua tangan (tangan sejajar dengan pundak atau daun telinga).
Dalilnya seperti yang telah disebutkan: Nabi صلی الله عليه وسلم Meletakkan kedua tangannya kelantai sebelum kedua lututnya (Diriwayatkan oleh Ibnu Khuzaimah (1/76/1), ad-daraquthni dan Al-Hakim, Shahih dan disepakati oleh Ad-dzahabi. Pendapat ini juga dikatakan oleh Imam Malik dan pendapat Imam Ahmad dalam at-Tahqiiq karya Ibnul Jauzi (108/2), Al-marwazi meriwayatkan dalam al-masaa-ilnya (1/47/1), dengan sanad Shahih dari Imam Al-Auza'i, beliau berkata: "Saya menyaksikan orang-orang meletakkan tangannya ke tanah sebelum meletakkan lututnya")
Adapun dalil-dalil Lainnya: Nabi Muhammad صلی الله عليه وسلم bersabda: “Apabila salah seorang diantara kalian sujud, janganlah ia turun seperti unta menderum, hendaklah ia meletakkan kedua tangannya sebelum kedua lututnya".
 (Diriwayatkan oleh Abu Dawud, Tamam dalam Al-Fawaid No. 108/1, Juga Oleh An-Nasa'i dalam ashShugraa dan Al-Kubraa (54/1)).
Terkadang Nabi صلّى الله عليه وسلّم  meletakkan tangannya dan membentangkan serta merapatkan jari-jarinya dan menghadapkannya ke arah kiblat."
 (Hadits dikeluarkan oleh Al Imam Abu Dawud, Al-Hakim dan Al-Baihaqi)
"Beliau meletakkan tangannya sejajar dengan bahunya" (Hadits dikeluarkan oleh Al Imam Tirmidzi).
"Terkadang beliau meletakkan tangannya sejajar dengan daun telinganya." (Hadits dikeluarkan oleh Al Imam An-Nasa'i)
Sedangkan Hadits Wail (dibawah ini) dan Hadits lain yg bertentangan dengan Hadits diatas secara sanad tidak shahih.
Wail bin Hujr, berkata, "Aku melihat Rasulullah صلّى الله عليه وسلّم  ketika hendak sujud meletakkan kedua lututnya sebelum kedua tangannya dan apabila bangkit mengangkat dua tangan sebelum kedua lututnya." (Hadits dikeluarkan oleh Al Imam Abu Dawud, Tirmidzi An-Nasa'i, Ibnu Majah dan hadits Riwayat Ad-Daarimy).
"Terkadang beliau mengangkat kedua tangannya ketika hendak sujud." (Hadits dikeluarkan oleh Al Imam An-Nasa'i dan Daraquthni).

1. Ukuran sempurnanya ruku, sujud & i’tidal
 حَدَّثَنَا بَدَلُ بْنُ الْمُحَبَّرِ قَالَ حَدَّثَنَا شُعْبَةُ قَالَ أَخْبَرَنِي الْحَكَمُ عَنْ ابْنِ أَبِي لَيْلَى عَنْ الْبَرَاءِ قَالَ كَانَ رُكُوعُ النَّبِيِّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ وَسُجُودُهُ وَبَيْنَ السَّجْدَتَيْنِ وَإِذَا رَفَعَ رَأْسَهُ مِنْ الرُّكُوعِ مَا خَلَا الْقِيَامَ وَالْقُعُودَ قَرِيبًا مِنْ السَّوَاءِ (رواه البخاري)
Badal bin Al Muhabbar berkata, telah menceritakan kepada kami [Syu’bah] berkata, telah mengabarkan kepadaku [Al Hakam] dari [Ibnu Abu Laila] dari [Al Bara’] berkata : “Rukuk Nabi صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ, sujudnya, duduk antara dua sujud, dan ketika mengangkat kepala dari rukuk, tidaklah berbeda antara berdiri (i’tidal) dan duduknya melainkan semuanya sama (dalam thu’maninah).” (HR. Bukhari)

Duniacahayahati.blogspot.com Situs tentang Ilmu Ma`rifatullah (Tauhid) Didalamnya banyak mengandung Ilmu Hikmah yang hanya dapat dirasakan oleh orang-orang yang diberikan Ilmu ini.


"JIKA DIRI INI MAMENGETAHUI KEDUDUKAN DIRI DI  SISI  ALLATA`ALA  LIHATLAH DI MANA DIRI  DIDUDUKKAN".

Kedudukan diri ini disisi Allah Ta`ala maka tengoklah diri ini sendiri dimana saat ini diberi kedudukan, menjadi pelaku apa saat ini yang dilakukan, maka dalam hal ini jika diri ini di berikan ujian-ujian maka harus siap menjalaninya, berusahalah untuk tidak berkeluh kesah, untuk tidak mencari kambing hitam dikarenakan apapun yang ada dihadapan diri ini dalam penyaksiannya "La Quwwata Illa Billah".


Allah Ta`ala telah menetapkan beberapa derajat dan memperlihatkan tanda- tanda  bagi derajat  masing-masing.  Rasulullah    bersabda  : Jika Allah Ta`ala kasih kepada seseorang hamba maka diuji-Nya dengan bala, jika dia sabar dipilih-Nya dan jika dia ridho diistimewakan-Nya”.

Begitu juga diri ini melihat seseorang yang sedang di uji maka janganlah di cela, janganlah di rendahkan, sesungguhnya itupun akan menimpamu kelak, karena ujian ini berlaku pada setiap manusia, bagaimana agar manusia mengetahui kedudukan dirinya disisi Alla Ta`ala.

Ujian tak pandang saktinya manusia itu, alimnya manusia itu karena sakti dan alim itupun bagian dari ujian tersebut.

Syarah Al Hikam Oleh : Elfiansyah Elham Spd

Categories

Kelolokan Km 12 (2) Memahami Bab Furuiyyah (2) Adab Islam dalam memasuki Rumah (1) Ahmadiyah dan LDII (1) Aku berda`wah untuk golongan kalian dan Golongan kalian tidak boleh menda`wahi golonganku (1) Al Fuaad Fi Nurin (1) Al Fuaad Fi Nuurin (1) Al HIkam sesat dan menyesatkan (1) Al Quran bagi diri ini hanya sebagai simbol dan hiasan semata (1) Alergi Belajar Tauhid (Ma`rifatullah) Rusaklah Hati dan Jasad (1) Allah Ta`ala ditenggelamkan oleh pelampung (1) Allah Ta`ala yang bersedekah buat diri ini (1) Amal Ibadah bukanlah Jaminan Surga (1) Amal sholat dan puasa akan nampak nilai setelahnya... (1) Apakah diri ini bodoh ikut-ikutan dalam mengkafirkan Golongan lain ? (1) Awal Keberadaan Sufisme dan Anti Sufisme (1) BAB HAID Bagi Wanita (1) BAB SHOLAT DALIL SEBELUM TAKBIR (1) BAB SHOLAT Takbiratul Ihkram (1) BAGAIMANA AHMAD IBNU IDRIS SEBAGAI TOKOH SUFI DAPAT BERGANDENGAN TANGAN DENGAN KAUM WAHHABIYYAH ? (1) BAKTI SEORANG ANAK TERHADAP IBUNYA YANG GILA (1) BENARKAH AKU BERIMAN ATAU ATHEIS (TAK BERTUHAN) (1) BENARKAH PROF QURAISH SHIHAB SYI’AH? (1) Bab Duduk antara dua sujud beserta doanya (1) Bab Salam dalam Sholat (1) Bab Sujud dan Bacaan Sujud (1) Bab Takbiratul Ikhram (1) Bab mengangkat kedua tangan ketika Takbir (1) Bagaimana Pergerakan Keilmuan Tasawuf semakin merebak di Penjuru Dunia dan banyak diterima di Masyarakat baik para pemuda maupun yang Lanjut Usia ? (1) Bagaimana mungkin diri ini beramal ibadah (1) Bantahan Umat Muslim Di Tolikara Papua (1) Belajar Tauhid haruslah Kaffah (1) Benarkah cinta kita kepada Allah ? (1) Benarkah diri ini mengenal Allah Ta`ala (Ma`rifatullah) (1) Berbagai Jenis Amal adalah karena berbagai Ahwal (1) Beriman yang Dusta atau Tidak pada Umat islam di Tolikara (1) Berimankah diri ini atau dusta semata ? (1) Bid`ah Maulid Nabi dan Bid`ah Hari Besar (1) Bid`ah dan Khilafiyah yang akan selalu di debatkan sampai akhir zaman (1) Bidadari Surga ditanah Adat (1) Bodoh yang yang ditampakkan (1) Bukanlah diri ini seorang ahli hakekat jika masih suka mencela orang lain (1) Bukti Allah tidak menyukai orang yang bangga dengan amalnya (1) Bukti Bahwa Makhluk Tidak dapat membawa rezekinya sendiri (1) Buku Nahwu Shorof Bagi Pemula & Lanjut Usia (1) CAK NUN : "Sangat dilarang menyakiti hati orang lain" (1) DITIPU (1) Dai-Dai saat ini suka mencela Ulama Terdahulu (1) Dasar-Dasar Ma`rifatullah Pembatalan Syahadat yang Nampak (1) Disaat Al Qur`an di visualisasikan Maka Nampaklah dusta pada diri ini (1) Doa Iftitah (1) Doa dan amalan bukanlah sebagai jarak pemisah kepada Tuhan (1) Dusta Dalam Beramal dan beribadah kepada Allah (1) Dusta seorang Guru Tauhid yang Nampak Mendustakan (1) Elfiansyah Elham Spd (1) Elfiansyah Spd (1) Fiqh Bab Niat (1) Fiqh Bab Wudhu (1) Fitnah yang nampak yang ditujukan kepada Dr ZAKIR NAIK hal INSHA ALLAH (1) Gendrang Jihad telah ditabuh di Kabupaten Tolikara (1) Hakekat Kemiskinan adalah ketika kehilangan harapan (1) Haram berzakat didalam masjid (1) Hikmah Syukur di balik Cobaan dan Ujian seorang Hamba (1) Hukum Mengirim Al Fatihah atau menghadiakan Al Fatihah kepada yang meninggal (1) Hukum Nun Mati dan Tanwin (1) IDGHAM BIGHUNNAH ( ادغم بغنة ) (1) I`tidal dari ruku (1) Ibadah Umrah dan haji yang didustakan dan mendustakan-Nya (1) Iblis namanya adalah Azazil dia termasuk dari malaikat-malaikat yang paling mulia (1) Ilmu Hikmah bukanlah Ilmu sesat (1) Ilmu Tajwid (1) Iman Bil Ghoib (1) Istiftah dan Al Fatihah (1) JALAN MEMPEROLEH MAKRIFAT (1) JANGAN ENGKAU DUSTAKAN KITAB SUCI MU SENDIRI (1) Jangan berbangga dengan kemajuan Zaman (1) Jika ada lintasan didalam hati ada kehendak selain kehendakNya maka MURTAD (1) Kajian Islam Ilmu Hikmah (1) Kajian Nahwu Shorof dan Fiqh Bit Takhrij Al Qur`an Wal Hadits (1) Kedustaan dan kesombongan dalam Tawadhu (Merendahkan diri) (1) Keputusan Mahkamah Agung Terhadap Syiah (1) Kesombongan yang mengecilkan diri sendiri (1) Ketika Tauhid Bergema Di Antara Dua Kubah (1) Khilafiyyah Maulid Nabi dan Hari Besar Islam (1) Kisah Nyata Imam Hanafi ( Abu Hanifah ) (1) Kitab Al Hikam Bukan Kitab yang sesat namun Malah Meluruskan (1) Kitab Al Hikam Sesat (1) Larangan waktu dalam menguburkan mayat (1) MPU Aceh mengeluarkan fatwa paham Salafi sesat menyesatkan (1) Maka diri ini terdiam: Allah Ta`ala ditenggelamkan oleh Tempe (1) Makna kedalaman Syahadat اَشْهَدُاَنْالَااِلَهَ اِلَّااللهُ (1) Mandu dalam kutim (1) Manusia tetaplah manusia tidaklah mampu dalam hal apapun (1) Membedah Buku Sufi dan Anti Sufi (1) Mengapa Kaum Wahhabiyyah mengambil sikap penentangan extstrem terhadap Sufiesme ? (1) Mengetahui Kedudukan Di Sisi Allah (1) Menyekutukan Allah Ta`ala dengan kekuatan (1) Menyikapi Fatwa MPU terhadap Ajaran Salafy yang sesat dan menyesatkan (1) Muslim atau Bukan Muslim atau muslimah (1) Novel Islam (1) PANDANGAN IBN HIBBAN PADA SIFAT ALLAH TA`ALA (1) PELAJARAN ISIM DHOMIR ( Kata Ganti ) (1) PENOLAKAN PADA TAREKAT OLEH KAUM WAHHABIYYAH (1) PERBEDAAN & BEDA KEPEMAHAMAN ITU HARUS ADA (1) Pandai Berma`rifatullah Sholatpun di tinggalkan (1) Pejabat Pemerintah yang Berdusta dan Kejam (1) Pelajaran Nahwu Shorof Bab Al Marifat & Annakiroh (1) Penghuni Surga dan neraka sudah ditetapkan (1) Penyakit UJUB yang Akut pada diri (1) Perselisihan Kedudukan Orang Tua Rasulullah yang dinyatakan Masuk Neraka (1) Praktek Syeikh Sufi yang jauh dari Al Qur`an dan As-Sunnah (1) Puasaku hanyalah dusta semata kepada Allah (1) Pujian Hanya Bagi Allah Ta`ala semata (1) Rasionalkah Beribadah & Hukum Insya Allah (1) Ruku dan Bacaan Ruku (1) SHOHIH HADITS QUDSI (1) SURGA MILIKU BUKAN MILIK GOLONGANMU (1) SYARAH TAUHIDUL AF`AL & TAUHIDUL RUBBUBIYYAH (1) Salafi yang suka menyesatkan (1) Sedekah Perkataan yang Baik itu lebih baik dari harta (1) Sesatkah Doa Abu Nuwas Amal jadi alat sambung atau Pemisah (1) Sesungguhnya setiap amalan tergantung pada niatnya (HR. Bukhari no. 1 dan Muslim no. 1907) (1) Sholat bukanlah hanya sekedar Sholat (1) Sholat sekedar Sholat Kerapunpun bisa sholat (1) Siapakah Ibnu Arabi yang di Kafirkan Wahhabi ? (1) Siapapun Diri ini tidak ada andil (1) Site Manubar (1) Syariat yang menipu pandangan mata manusia (1) Syukur yang dibaca namun didustakan setiap harinya (1) TAHUKAH ANDA ? (1) TERTIPU ATAU PURA-PURA BODOH TERHADAP JAMINAN ALLAH (1) Tanah adat Kutai timur (1) Tanda-Tanda Manusia yang Tidak Ikhlas pada Ketetapan Allah (1) Tasawuf dan Sufi gadungan (1) Tauhid Bab Syirik Khofi (Tersembunyi) (1) Tauhid adalah Pondasi Awal dalam menjalankan Syariat (1) Tentang Kebenaran Ilmu Laduni (1) Tentang Pertanyaan ZAKAT (1) Tertipu dengan pandangan dan Kufur Nikmat (1) Tuhan Maha Kecil disaat visualisasikan dalam kehidupan (1) Ucapan Alhamdulillah yang didustakan syarah Al Fuaad Fi Nurin (1) Ucapanku atas Shodaqollah adalah kenikmatan (1) Umat Muslim selain Manhaj Salaf Sesat dan Menyesatkan (1) Usaha Hamba Menghindarkan diri ini dari PENYAKIT UJUB (1) Zikir setelah Sholat berdasarkan Hadits Shohih (1) ilmu dan kemampuan (1) jangan meninggalkan Dzikir kepada Allah (1) “Khusyukah Diri ini dalam Beribadah kepada Tuhan” (1)

Hati Nurani

Dunia Cahaya Hati Nurani


Hati Nurani atau disebut Mata Hati bila sudah bicara, maka tak dapat dibantah akan suara yang terdengar oleh segenap tubuh ini, Hati Nurani dapat menembus apa yang tak dapat ditembus oleh Kedua Mata Zhohir ini, Hati Nurani selalu memberikan Support atas kebaikan dan menghalang-halangi suatu keburukan, tugas yang tak mudah dipikul oleh Hati Nurani, dimanakah hati Nurani diri ini ?

Imam Ibnul Jauzi rahimahullah berkata, “Sesungguhnya ma’rifatullâh (yang benar) adalah mengenal Dzat-Nya, mengenal nama-nama dan sifat-sifat-Nya, serta mengenal perbuatan-perbuatan-Nya.” Dinukil oleh syaikhul Islam Ibnu Taimiyah dalam Majmû’ul Fatâwâ (17/104).

AL Fuaad Fi Nurin

AL Fuaad Fi Nurin
1. Apakah Anda pernah melihat Allah Ta`ala sebagaimana anda bersaksi? 2. Apakah Anda seorang beriman atau pendusta semata ? 3. Apakah anda merasakan kesengsaraan didunia ? apakah ini gambaran hidup anda kelak dineraka ? Apapun pertanyaan pada diri sendiri maka Insya Allah jawabannya ada di buku ini

Markaz Buku Online

Usaha Ingin Di Iklankan ?

Informasi Keilmuan

Translate

Temukan Kami


Pembayaran Buku

Wilayah Pulau Jawa & Sumatera

BCA 165-1586-122
Dede Rahmat

Hp : 081316235961

Wilayah Pulau Kalimantan & Sulawesi

Mandiri 900000-2832-583
Sutimah

Hp : 081254285572

Konfirmasikan jika sudah Transfer, Terimaksih

Kata Kunci Kehidupan

"Bergantung dan Bersandarlah secara Total Kepada Allah Ta`ala tiadakanlah Makhluk yang lain jika engkau belum dapat mencapai kesana maka anggaplah tidak ada makhluk disekitarmu, jikapun masih belum bisa itulah kedudukanmu saat ini"
Powered by Blogger.

Dapatkan Kitab-Kitab ini

Bacaan yang disarankan

Beriman atau Dusta

Kontak Online

Informasi Keilmuan

Nahwu Shorof Bagi Pemula

Nahwu Shorof Bagi Pemula
Mahir dalam memberikan baris arab gundul