Pesan Untuk Diri sendiri yang sedang Berda`wah

“Jika Seorang manusia sudah menyampaikan pendapatnya maka itu sudah mencukupi, dalam hal ini yakni sudah ditunaikan apa yang seharusnya disampaikan dengan cara yang baik dan santun serta beretika. Namun Apabila melahirkan suatu permusuhan, perdebatan, dan menyerang serta menyesat-sesatkan, maka inipun tidaklah termasuk pada sunnah Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi wa Sallam dalam hal memberikan penjelasan, tentu bukanlah cara dakwah dengan atas nama Allah dan kepada sunnah Rasulullah.
Latest Post
Loading...
Selamat Datang di Blog Dunia Cahaya hati yang menghadirkan kajian-kajian ilmu hikmah yang berlandaskan Al Qur`an dan Al Hadits dan dapatkan pula buku Al Fuaad Fi Nuurin Edisi Terbaru Semoga Blog disini dapat memberikan manfaat bagi para pengunjung
Saturday, 17 October 2015
Duniacahayahati.blogspot.com Situs tentang Ilmu Ma`rifatullah (Tauhid) Didalamnya banyak mengandung Ilmu Hikmah yang hanya dapat dirasakan oleh orang-orang yang diberikan Ilmu ini.

BAKTI SEORANG ANAK TERHADAP IBUNYA YANG GILA
Tulisan ini Di Terjemahkan Oleh : Elfiansyah Elham Spd

Dalam hal ini di ambil dari kisah nyata dari seorang Wanita yang berprofesi Dokter yang menceritakan kisah ini yakni : Ada seseorang Laki-laki berusia kurang lebih 30 Tahun masuk menemuiku di tempat kerja ku, Dia masuk dengan memeluk seorang ibu yang selalu berontak yang ingin lari darinya, sehingga ibu itu melempar penutup kepalanya kemudian si anak tersebut merapikannya dan ibu itu pun mengigitnya, mencakarnya, bahkan meludahinya di wajahnya namun anak itu tetap tersenyum, Kemudian sang ibu mulai tertawa dan melakukan hal - hal yang aneh, sang ibu berputar-putar dimeja sang dokter.

Dokter Wanita itu bertanya : Siapakah Wanita ini, Muhammad Menjawab : Beliau adalah Ibuku, Dokter Wanita itupun bertanya kembali : ada apa dengan ibumu ? Muhammad Menjawab : Beliau lahir dalam keadaan Gila, Dokter bertanya : Lantas bagaimana dia melahirkanmu ? 

Muhammad Menjawab : Kakekku menikahkannya dengan bapakku dan Bapakku mentalaqknya ditahun pertama pernikahan, demikianlah beliau melahirkanku dan sejak usiaku 10 Tahun ku rawat dan menyiapkan segala kebutuhan beliau, aku memasak buat Beliau dan ketika tidu aku ikat kaki Ibuku agar Beliau tidak lari dariku.

Dokter Wanita itu bertanya mengapa engkau bawanya kesini ? Muhammad menjawab : untuk memerika kadar gula dan tekanan darahnya, Sang Ibu kemudian tertawa dan Beliau meminta kentang, Muhammad memberinya dengan senyum maka Ibu itu meludahi wajanya, Muhammad membasuh wajahnya tersebut dan senyum kepada Ibunya, Kemudian sang Ibu tiba = tiba berteriak itu Mekkah setelah melihat gambar yang ada didinding ruangan, kapan kita kesana, Muhammad Berkata : Insya Allah Hari Kamis, 

Dokter Wanita dengan penuh heran bertanya : Apakah Kamu akan membawanya umroh meski Belia Gila ?, Muhammad berkata : Setiap kali beliau ingin ke Mekkah, Aku penuhi dan aku berusaha memenuhi apapun keinginannya selama saya sanggup untuk melaksanakannya. Setelah Muhammad Pergi dan Pulang bersama Ibunya dokterpun menangis sejadi-jadinya.

Simak Video di bawah ini :




Baca Juga Keilmuan BLIND SPOT disini : http://cahayailmunya.blogspot.co.id/2015/10/arti-definisi-blind-spot.html

Bagi yang ingin mengakses melalui Iphone atau Android silahkan klik tombol dibawah ini :


Wednesday, 14 October 2015
Duniacahayahati.blogspot.com Situs tentang Ilmu Ma`rifatullah (Tauhid) Didalamnya banyak mengandung Ilmu Hikmah yang hanya dapat dirasakan oleh orang-orang yang diberikan Ilmu ini.


Bagaimana Pergerakan Keilmuan Tasawuf semakin merebak di Penjuru Dunia dan banyak diterima di Masyarakat baik para pemuda maupun yang Lanjut Usia ?

Oleh : Elfiansyah Elham Spd

Dalam hal ini penulis mengumpulkan data sejak Tahun 2002 sampai saat ini pada beberapa tempat, kota dikalimantan selatan, Kalimantan Tengah dan Kalimantan Timur, Jawa Barat, Jawa Timur dan Jawa Tengah, dalam penemuan penulis Keilmuan Tasawuf dianggap EKSKLUSIF dibeberapa tempat, Disisi lain penulis menemukan dibeberapa Majelis ada yang tidak menyukai mereka dikatakan mempelajari keilmuan Tasawuf namun mereka lebih suka Mengkaji Keilmuan Tauhid atau Ma`rifatullah.

Adapun Untuk di Jawa Barat dan Jawa Timur Kajian Tauhid (Ma`rifatullah) dijadikan Kajian yang Sangat Eksklusif dan hanya orang-orang tertentu saja yang benar-benar ingin mengkaji keilmuan ini, sedangkan di Daerah Khususnya Kalimantan Selatan, Kalimantan Tengah dan Kalimantan Timur Keilmuan ini tidak dijadikan Eksklusif dan sudah umum di Masyarakat baik dalam Kajian setelah Sholat Magrib dan Isya dibeberapa Masjid begitu juga di Majelis - Majelis Ta`lim.

Penulis dalam hal ini tidaklah berlebihan dalam menyampaikannya yang sesuai bukti data-data bahwa ada di beberapa Majelis yang berpayung Hukum maupun tidak, memberikan Kajian Tauhid atau lebih Tepatnya kajian atas nama Tauhid ( Ma`rifatullah) namun cenderung kepada hal-hal yang berbau Mistik dan Dongeng-dongeng semata serta Pengkultusan-pengkultusan yang tidak sesuai Sunnah itu sendiri.

Baca Juga Sesat atau tersesat di dalam TAUHID ?

Bahkan tidak hanya terjadi kepada Penyampai Keilmuan ini atau MURSYID (guru) namun juga terjadi kepada para Salik, Penerima Ilmu yang tujuannya bukan untuk Mendekatkan Diri Kepada Allah namun untuk mencari Kesaktian, Kekayaan, Karomah dan lain-lain bahkan lebih parahnya lagi untuk pembenaran dalam hal meninggalkan Syariat yang sudah ditetapkan Allah Ta`ala.

Bagaimana Pergerakan Keilmuan Tasawuf atau Tauhid ( Ma`rifatullah) semakin merebak di dunia khususnya di Indonesia baik para pemuda maupun Para Lanjut Usia ?, tidak dapat dipungkiri bahwa setiap manusia ingin selalu mencari jawaban-jawaban atas dirinya dan sekitarnya serta segala situasi dan kondisi yang dialami setiap manusia, maka kebanyakan jawaban-jawaban itu pada keilmuan ini karena langsung menusuk dihati yang paling dalam yaitu INTI HATI ( AL FUAAD).

Bagi yang mengkaji Keilmuan Tauhid (Ma`rifatullah) tentu dapat merasakannya dengan catatan sesudah Allah berikan kepemahaman dalam hal ini, maka bagi seseorang yang sudah diberikan Maqom rasa yakni Jatuh Cinta Kepada Allah Ta`ala atau yang dikenal oleh para Salik dengan sebutan SAKAR RUBBUBIYYAH ( Mabuk rasa kepada Tuhan ) dan ini dirasakan Oleh siapa saja yang sudah diberikan Maqom Rasa ini (ZAUQ), yakni Maqom yang paling dasar dalam Ilmu Tauhid (Ma`rifatullah).

Penulis sangat menyayangkan dibeberapa Kota dan Majelis masih menganggap Keilmuan ini adalah EKSKLUSIF padahal ilmu ini adalah Ilmu yang sangat paling dasar dan Utama untuk menjalankan Syariat dan memperkuat syariat yang diperintahkan Allah Ta`ala.

Adapun Para Salik, baik yang muda maupun yang Lanjut Usia semakin tenggelam dalam mempelajari keilmuan ini dan menjawab pertanyaan-pertanyaan dalam hal proses kehidupan ini yang dikenal dengan Keilmuan HATI, karena sangat erat dengan hati, oleh sebab itu jika seseorang sudah bertauhid maka tidak ada rasa takut apapun selain hanya kepada Allah Ta`ala semata.

Dikarenakan hal ini menyangkut hati dan menusuk pada inti hati maka keilmuan ini banyak digemari oleh para pemuda dan Lanjut Usia dalam mempelajarinya sehingga perkembangan ilmu ini lebih pesat dibandingkan keilmuan yang lainnya di bidang yang lain dalam hal Agama dan Majelis - Majelis yang mengkaji keilmuan Tauhid lebih bertahan dan semakin berkembang dari pada Majelis- Majelis yang lainnya adapun fakta realita dilapangan yang sudah penulis kemukakan diatas.

Beberapa Temuan penulis temukan di beberapa wilayah Khusus di Indonesia ada beberapa Kitab yang dikaji dalam hal ini yakni : Kitab Al Fuaad Fi Nuurin, Kitab Ad Durun Nafis, Kitab Ihya Ulumuddin, Kitab Al Hikam,Tasawuf Modern Buya Hamka dan Kitab-Kitab lainnya yang berhubungan dengan Tauhid (Ma`rifatullah).

Maka janganlah heran jika di daerah Kalimantan ada dibeberapa tempat dalam penyampaian keilmuan Tauhid ( Ma`rifatullah) tidak dianggap yang tabu atau sesuatu yang Eksklusif, bahkan Tokoh seperti KH Abdullah Gymnastiar pun secara terbuka dalam menyampaikan Kajian Ma`rifatullah dengan mengkaji Kitab AL-HIKAM Syeikh Ibnu Athoillah As Sakandary, tidaklah juga berlebihan penulis mengatakan bahwa Kitab Al Hikam adalah Buku putih dari Kitab Fushush Al Hikam Karangan Ibnu Arabi di divonis Kafir oleh para Ulama.

Bagi yang belum mengetahui siapa Ibnu Arabi yang divonis Kafir silahkan membacanya disini : http://duniacahayahati.blogspot.co.id/2015/10/siapakah-ibnu-arabi-yang-di-kafirkan.html

Disinilah penulis mengambil kesimpulan bahwa ternyata Keilmuan Ketuhanan atau yang disebut Tauhid (Ma`rifatullah) atau juga disebut Tasawuf lebih banyak diterima oleh masyarakat luas baik dipenjuru dunia maupun di Indonesia itu sendiri dan tidaklah aneh jika tenyata ada oknum-oknum yang mengatas namakan Kajian Tauhid melakukan penyimpangan-penyimpangan yang sudah jauh dari Al Qur`an dan Sunnah dalam penyampaian tentu banyak faktor dalam hal ini, namun khususnya dibeberapa tempat lebih pada Pengkutusan Mursyid dan Karomah yang dicari oleh para Salik serta hal-hal yang berbau keduniawian semata.

Apapun Isi artikel diatas adalah Murni dari penelitian penulis dalam hal ini dan dapat dipertanggung jawabkan jika ada pihak yang keberatan atas artikel diatas.



#Alhikamsesat    #KitabAlhikam #TauhidulAf`al   #TauhidulRubbubiyyah  #LumpurMurtad #Alfuaadfinuurin  #Alfuaadfinurin #Tasawuf  #Ma`rifatullah

Bagi yang ingin mengakses melalui Iphone atau Android silahkan klik tombol dibawah ini :





PESAN BUKU AL FUAAD FI NUURIN ( KEMURNIAN TAUHID )

Monday, 12 October 2015
Duniacahayahati.blogspot.com Situs tentang Ilmu Ma`rifatullah (Tauhid) Didalamnya banyak mengandung Ilmu Hikmah yang hanya dapat dirasakan oleh orang-orang yang diberikan Ilmu ini.

Siapakah Ibnu Arabi yang di Kafirkan Wahhabi ?
Oleh : Elfiansyah Elham Spd

Ibnu Arabi nama lengkapnya Abu Bakar Muhammad Ibnu Ali Muhyiddin Al Hatimi At Thai Al Andalusi dikenal dengan Ibnu Arabi (Bukan Ibnul Arabi yang Ahli Tafsir), Ibnu Arabi di anggap sebagai Tokoh Tasawuf Falsafi yang lahir di Murcia Spanyol pada 17 Ramdhan 560 H bertepatan pada tanggal 28 Juli 1165 Masehi dan meninggal di Damaskus, Rabiul Tsani 638 Hijriyyah bertepatan pada bulan Oktober 1240 Masehi.

Inti ajarannya di dasarkan atas teori Wihdatul Wujud (Satunya Wujud ini yakni semua wujud di alam semesta ini adalah : Cerminan Allah) yang menghasilkan Wihdatul Adyan (Satunya Agama, Tauhid maupun Syirik).

Penulis Mensyarahkan bahwa yang dimaksud Teori Wihdatul Wujud ( Semua Wujud di alam Semesta ini adalah Cerminan Allah ) Bukan pada DZAT-Nya namun Nampaklah Perbuatan Allah Ta`ala, Nampaklah Pengaturan dan Kuasa-Nya maka tercerminlah dari Alam Semesta ini.


Baik dan Buruk TERBIT DARI YANG SATU. YAITU : Allah Ta`ala bentuk Nyata Kemurnian Tauhid.

Baca Juga Berimankah diri ini atau dusta semata

Namun Tokoh - Tokoh Ulama Besar Memvonisnya sebagai KAFIR diantara ajaran-ajaran Ibnu Arabi adalah :

Kitab Ibnu Arabi Fushush Al Hikam yang diantaranya di anggap menyimpang yakni :
  • Hamba adalah Tuhan ; Fushush Al Hikam 92-93
  • Neraka adalah Surga itu sendiri; Fushush Al Hikam, 93-94
  • Perbuatan Hamba adalah Perbuatan Allah itu sendiri, ; Fushush Al Hikam 143
  • Fir`aun adalah Mu`min dan terbebas dari siksa neraka ;Fushush Al Hikam, 181
  • Wanita adalah Tuhan ; Fushush Al Hikam 216
  • Fir`aun adalah Tuhan Musa, Fushush Al Hikam, 209
  • Semua ini adalah Allah, tidak ada Nabi atau Malaikat, Allah adalah Manusia Besar ; Fushush Al Hikam, 48
  • Allah membutuhkan Pertolongan Makhluk ;Fushush Al Hikam 58-59
Disebabkan Karya-Karya Tulisannya yang menyimpang yang ditampilkan oleh Ibnu Arabi, Maka 37 Ulama telah mengkafirkannya atau memurtadkannya, adapun Ulama  besar yang mengkafirkannya diantaranya adalah :
  1. Ibnu Daqieq Al Ied Wafat 702 H
  2. Ibnu Taymiyyah Wafat 728 H
  3. Ibnu Qoyyim Al Jauziyyah Wafat 751 H
  4. Qadhi Iyadh Wafat 744 H
  5. Al Iraqi Wafat 744 H
  6. Ibnu Hajar Al AsQolani Wafat 852 H
  7. Al Jurjani Wafat 814 H
  8. An Nawawi Wafat 676 H
  9. Al Bulqini Wafat 805 H
  10. Izzudin bin Abdis Salam Wafat 660 H
  11. Adz Dzahabi Wafat 748 H
Namun perkembangan Saat ini Banyak Kitab Ibnu Arabi dikaji kembali di beberapa daerah di segala penjuru dunia dan sampai saat ini banyak Masyakat Indonesia Khususnya mempelajari Keilmuan Tasawuf Versi Ibnu Arabi dan versi Tasawuf yang lain seperti Kitab Ihya Ulumuddin dan Kitab Al Hikam oleh Syeikh Ibnu Athoillah As Sakandary.

Adapun Dialog Ibnu Athoillah As Sakandary dengan Ibnu Taymiyyah tentang Ibnu Arabi yang masyhur dikalangan masyarakat Tasawuf :

Mengenal Diri Sendiri
Syeikh Ibnu Athaillah As Sakandary berkata kepada Ibnu Taymiyyah: “Saya mengetahui betapa luas pandangan syeikh Anda yakni imam Ahmad, dan betapa luas pula cakupan pandangan keilmuan fiqh Anda. Membendung ke arah yang tak dikehendaki (sad adzdzari’ah) dalam madzhab Anda disyaratkan sesuai kondisinya. Adapun yang boleh dapat dilarang jika mengakibatkan kerusakan yang kebanyakannya terjadi, seperti pengharaman penjualan senjata pada zaman di mana banyak fitnah. Atau pengharaman penaikan harga apabila dibayar secara nyicil, karena ditakutkan menuju riba. Mengambil makna lahir saja kadang-kadang bisa menjerumuskan kepada kekeliruan dan kesalahan.
Hai faqih. Antara lain pendapat Anda tentang Ibnu Arabi. Ia seorang imam agama yang wara’. Anda memahami tulisan-tulisannya secara lahiriah saja. Sedangkan para sufi itu mengatakan sesuatu sering dengan isyarat dan celotehan rohani. Kata-kata mereka sering dimaksudkan yang tersirat maka orang seperti Anda yang pintar, cerdas dan mengetahui baik ilmu bahasa, hendaknya mencari makna yang tersembunyi di balik kata-kata yang tersurat. Makna sufi itu seperti roh, dan kata-kata seperti jasad. Maka carilah di balik jasad agar Anda menemukan hakikat ruh. Lagi pula vonis Anda terhadap Ibnu Arabi didasarkan atas teks yang sengaja diselipkan oleh musuh-musuhnya. Adapun syeikhul Islam Izzuddin Ibnu Abdissalam setelah memahami tulisan-tulisan syeikh Ibnu Arabi dan memecahkan simbol-simbol, misteri dan sugestinya, beliau segera minta ampun kepada Allah atas pendapat-pendapatnya sebelum itu. dan menyatakan bahwa Ibnu Arabi seorang imam kaum muslimin. Tentang perkataan Asy-Syadzili, bukan Abul Hasan Asy-Syadzili sendiri yang mengatakannya, tapi salah seorang muridnya. Dialah yang berkata tentang Syeikh Ibnu Arabi dan tentang sebagian murid beliau yang memahami kata-katanya secara kurang benar

Silahkan baca Belajar Tauhid Haruslah Totalitas (Kafah)

Bagaimana Pergerakan Keilmuan Tasawuf semakin merebak di Penjuru Dunia dan banyak diterima di Masyarakat baik para pemuda maupun yang Lanjut Usia ?

Baca Selengkapnya disini 



#Alhikamsesat    #KitabAlhikam #TauhidulAf`al   #TauhidulRubbubiyyah  #IbnuArabi #Alfuaadfinuurin  #Alfuaadfinurin #Tasawuf  #Ma`rifatullah

Bagi yang ingin mengakses melalui Iphone atau Android silahkan klik tombol dibawah ini :





PESAN BUKU AL FUAAD FI NUURIN ( KEMURNIAN TAUHID )


Duniacahayahati.blogspot.com Situs tentang Ilmu Ma`rifatullah (Tauhid) Didalamnya banyak mengandung Ilmu Hikmah yang hanya dapat dirasakan oleh orang-orang yang diberikan Ilmu ini.

BAGAIMANA AHMAD IBNU IDRIS SEBAGAI TOKOH SUFI DAPAT BERGANDENGAN TANGAN DENGAN KAUM WAHHABIYYAH ?

Oleh : Elfiansyah Elham Spd


AHMAD IBNU IDRIS Menetap di Arab selama 14 Tahun dan Beliau Tinggal di Makkah dan pada akhir hayatnya atau akhir masa hidupnya Beliau tinggal di Yaman, Selama Tinggal di Makkah beliau banyak ditolong oleh sahabatnya yakni Syarif Galib Al Hasyimi penguasa Kota Suci Makkah dan ini berlangsung sampai penaklukan Makkah oleh para Reformer religius kaum Wahhabiyyah pada Tahun 1803.

Adapun Hubungan Ahmad Ibn Idris dengan Kaum Wahhabi yang Anti Sufi adalah hal suatu yang sangat amat menarik, Karena Ahmad Ibn Idris terkenal sebagai Seorang Sufi yang terkemuka dan Ahmad Ibn Idris tetap tinggal di Makkah dibawah pemerintahan kaum Wahhabi dan baru pindah ke Yaman pada tahun 1827-1828, setelah wahhabi kehilangan kekuasaan atas kota suci Makkah dikarenakan serangan orang-orang Mesir dan Ahmad Ibn Idris mulai mendapat serangan-serangan dari Para Ulama Makkah disebabkan PAra Ulama Makkah membenci Kritik Ahmad Ibn Idris terhadap FANATISME DAN PERPECAHAN ANTAR MAZHAB dan desakannya untuk mengembalikan rumusan para ahli hukum Abad pertengahan kepada Sumber Islam yakni Al Qur`an dan As Sunnah, karena banyaknya serangan kepada Ahmad Ibn Idris dan banyak Faktor yang lain baik secara personal maupun serangan antar golongan terhadap dirinya sehingga Ahmad Ibn Idris pindah ke Yaman menghabiskan masa hidupnya selama 10 Tahun di Yaman dan tinggal sebentar di Zabid sebelum bertempat tinggal di Asir sebuah Desa di Sabya.

Dimana Penguasa Yaman Saat itu di Kuasai oleh Kaum Wahhabi, maka dikenallah perdebatan antara TOKOH SUFI DAN TOKOH WAHHABI YANG DIKENAL SEPANJANG MASA dalam perdebatan itu Ahmad Ibnu Idris menggunakan Pakaian dari WOL adapun ISI KLIMAK Perdebatan itu yang sangat menarik adalah :

Ahmad Ibnu Idris ditanya mengenai pandangannya tentang IBN AL ARABI sosok yang dianggap kaum Wahhabi sebagai KAFIR, Ahmad Ibn Idris menegaskan PENERIMAANNYA TERHADAP TULISAN-TULISAN IBN ARABI sepanjang tulisan-tulisan itu sesuai dengan Al Qur`an dan As Sunnah.


Ahmad Ibnu Idris ditanya kembali tentang pandangannya terhadap Muhammad Ibn Abd Al Wahhab, Beliau Menjawab : Bahwa Beliau Menyetujui Tujuannya yakni Mengembalikan Ajaran-Ajaran Islam Sesuai Al Qur`an dan As-sunnah untuk Memurnikan Agama Islam yang ORIGINAL tanpa ada Modifikasi dan Tambahan-tambahan apapun dalam hal Ibadah Murni maupun Non Murni, Namun Beliau menyatakan dengan Tegas dan Keras bahwa Muhammad Ibn Abdul Al Wahhab terlalu keras kepada orang-orang Muslim yang berbeda paham dengannya, Karena Setiap Daerah dan Wilayah Umat Muslim mempunyai Karakter dan Sifat yang Default dan cara atau Teknis dalam Penyampaiannyapun berbeda-beda jika semua dipukul rata dengan cara kekerasan dengan peperangan maka akan menjadi Boomerang karena sama saja menentang KETETAPAN ALLAH ATAS PERBEDAAN ITU SENDIRI yang mana akan melahirkan Permusuhan, Pengkhianatan, Kebencian dan Kemurkaan dan Pembunuhan, KETETAPAN ALLAH DI LAWAN DENGAN KETETAPAN ALLAH maka disini ada pesan yang tersembunyi yakni Pilihlah Ketetapan Allah dengan cara-cara Rasulullah dalam berda`wah dalam menyampaikan dengan Hak tidaklah harus dengan kekerasan apalagi dengan peperangan.

Penguasa Lokal dari Golongan Kaum Wahhabi sangat terkesan dengan Tokoh Sufi yang satu ini yakni Ahmad Ibn Idris sehingga Beliau dapat tinggal dengan tenang sampai Akhir hayatnya di sekitar akhir Usia 80 pada 20 Oktober 1837.

Ahmad Ibn Idris secara Aktif menekankan pentingnya Reformasi Total spritual dan cukup mampu meyakinkan penyimaknya melalui pendekatan Fundamentalisnya untuk mengcounter keraguan Kaum Wahhabi terhadapnya seorang Syeikh Sufi serta untuk berkompromi dengan Kaum Wahhabi dan Beliau sama sekali tidak tertarik dengan Jabatan Apapun dan Ahmad Ibn Idris hanya berkonsentrasi pada Pemurnian diri dan Pembangunan rasa Tawakal kepada Allah Semata yang Beliau jalankan secara sadar dalam tradisi sufi Klasik, Inilah peran Wahhabi menerima Ahmad Ibn Idris sebagai Tokoh Sufi yang tidak mementingkan dunia yang meliputinya baik jabatan maupun hal lainnya.

Maka Kaum Sufi yang di Bina Oleh Ahmad Ibn Idris banyak mendapat Dukungan dari Kaum Wahhabi dan berjalan hidup bersama-sama dengan berlandaskan Al Qur`an dan As Sunnah.

Kemudian Siapakah Ibn Al Arabi yang di anggap Kafir Oleh Tokoh Wahhabi ?

Bagi yang ingin mengakses melalui Iphone atau Android silahkan klik tombol dibawah ini :


Sunday, 11 October 2015
Duniacahayahati.blogspot.com Situs tentang Ilmu Ma`rifatullah (Tauhid) Didalamnya banyak mengandung Ilmu Hikmah yang hanya dapat dirasakan oleh orang-orang yang diberikan Ilmu ini.

Mengapa Kaum Wahhabiyyah mengambil sikap penentangan extstrem terhadap Sufiesme ?

Mengapa Kaum Wahhabiyyah mengambil sikap penentangan extstrem terhadap Sufiesme ? jawaban yang paling nampak dan jelas adalah : Disebabkan pengaruh Ibnu Taiymiyyah dan kritiknya yang keras terhadap pelaksanaan Bid`ah-Bid`ah yang dilakukan Sufi yang tidak berlandaskan Sunnah akan tetapi pandangan Ibnu Taymiyyah tentang Sufiesme secara umum dapat disimpulkan sebagai berikut :"Sikap yang benar dalam sufiesme atau dalam hal lainnya adalah menerima apa yang sesuai dengan Al Qur`an dan Sunnah serta menolak apa yang tidak sesuai dengan keduannya.

Sikap ini sama dengan para reformer Sufi dari dalam yakni dari Tarekat Naqsyabandiyyah atau Ahmad Ibnu Idris disisi lain ada faktor lain dalam pada situasi Arab yang membuat Muhammad Ibn Abd Al Wahhab dan gerakannya mengambil Sikap yang lebih keras dan lebih tanpa Kompromi yakni dengan mengangkat senjata mengumandangkan JIHAD terhadap Para Sufi yang menyimpang dari Sunnah, dikarenakan gerakan dari dalam Sufi sendiri yakni para Sufi Reformer yang sesuai Al Qur`an dan Sunnah belum mampu memurnikan Islam dalam masyarakatnya sendiri pada suku Arab di Najd, sehingga Sufi reformer dan gerakan Wahhabiyyah bersama-sama memerangi para sufi yang menyimpang sebagai bentuk PENOLAKAN TOTALITAS TERHADAP SUFIESME yang tidak sesuai Al Qur`an dan Assunnah.

Siapakah Ahmad Ibnu Idris ?

Ahmad Ibnu Idris (1750 atau 1760 - 1837 ) Beliau tidak dianggap sebagai seorang Sufi Intelektual yang terkenal, Beliau juga bukanlah seorang penulis ilmiah yang produktif dan jelas sekali Beliau tidak pernah mengaku sebagai seorang teosofi yang cemerlang, namun para pakar - pakar masa kini menepatkan beliau sebagai tokoh cikal bakal sufi-sufi baru yang dinamis yang kemudian terkenal pada abad XIX, adapun 3 murid beliau menjadi pendiri-pendiri tarekat-tarekat Sufi, yakni : Muhammad Ibnu Ali As Sanusi dari Afrika Utara sebagai pendiri Tarekat Sanusiyyah di Libya, Muhammad Ibnu Usman  Al Mirgani dari Makkah sebagai Pendiri tarekat Khatmiyyah di Sudan dan Ibrahim Al Rasyid dari Sudan sebagai pendiri Tarekat Rasyidiyyah dan cabang-cabangnya di Sudan dan Somalia.

Baca Juga Benarkah Prof Quraish Shihab Syiah ?

Maka dapat disimpulkan bahwa Ahmad Ibnu Idris terkenal dari Kontak personal dan komunikasi antar mulut ke mulut dibandingkan dengan tulisan-tulisannya yang sebagian besar berupa catatan-catatan murid-muridnya dalam bentuk risalah-risalah sufi singkat dan fragmen-fragmen penafsiran Al Qur`an dan Al Hadits, Beliau sangat terkenal dengan doa-doa dan wirid-wirid yang diriwayatkannya adapun doa dibawah ini merupakan ciri khasnya :
" Ya Allah bersihkanlah Aku dari segala kotoran, kesalahan, penyakit, dosa, penyimpangan, kelalaian, pelanggaran hukum,selubung (penumpang gelap), dan pengasingan sebagaimana Engkau membersihkan Nabi-Mu Muhammad, semoga Allah mencurahkan rahmat dan keselamatan kepadanya dan keluarganya lahir dan bathin, Wahai Tuhan semesta Alam".
Adapun Keterangan-keterang tentang tanggal kelahiran Beliau tidak dapat dipastikan meskipun sudah ada upaya-upaya khusus untuk menyelidikinya, Namun dari beberapa sumber Beliau dilahirkan di Maysur dekat Fez di Maroko pada 1750 atau 1760 pada masa mudanya Beliau terkenal dengan kesholehannya.

BAGAIMANA AHMAD IBNU IDRIS SEBAGAI TOKOH SUFI DAPAT BERGANDENGAN TANGAN DENGAN KAUM WAHHABIYYAH ?


Bagi yang ingin mengakses melalui Iphone atau Android silahkan klik tombol dibawah ini :


Categories

Kelolokan Km 12 (2) Memahami Bab Furuiyyah (2) Adab Islam dalam memasuki Rumah (1) Ahmadiyah dan LDII (1) Aku berda`wah untuk golongan kalian dan Golongan kalian tidak boleh menda`wahi golonganku (1) Al Fuaad Fi Nurin (1) Al Fuaad Fi Nuurin (1) Al HIkam sesat dan menyesatkan (1) Al Quran bagi diri ini hanya sebagai simbol dan hiasan semata (1) Alergi Belajar Tauhid (Ma`rifatullah) Rusaklah Hati dan Jasad (1) Allah Ta`ala ditenggelamkan oleh pelampung (1) Allah Ta`ala yang bersedekah buat diri ini (1) Amal Ibadah bukanlah Jaminan Surga (1) Amal sholat dan puasa akan nampak nilai setelahnya... (1) Apakah diri ini bodoh ikut-ikutan dalam mengkafirkan Golongan lain ? (1) Awal Keberadaan Sufisme dan Anti Sufisme (1) BAB HAID Bagi Wanita (1) BAB SHOLAT DALIL SEBELUM TAKBIR (1) BAB SHOLAT Takbiratul Ihkram (1) BAGAIMANA AHMAD IBNU IDRIS SEBAGAI TOKOH SUFI DAPAT BERGANDENGAN TANGAN DENGAN KAUM WAHHABIYYAH ? (1) BAKTI SEORANG ANAK TERHADAP IBUNYA YANG GILA (1) BENARKAH AKU BERIMAN ATAU ATHEIS (TAK BERTUHAN) (1) BENARKAH PROF QURAISH SHIHAB SYI’AH? (1) Bab Duduk antara dua sujud beserta doanya (1) Bab Salam dalam Sholat (1) Bab Sujud dan Bacaan Sujud (1) Bab Takbiratul Ikhram (1) Bab mengangkat kedua tangan ketika Takbir (1) Bagaimana Pergerakan Keilmuan Tasawuf semakin merebak di Penjuru Dunia dan banyak diterima di Masyarakat baik para pemuda maupun yang Lanjut Usia ? (1) Bagaimana mungkin diri ini beramal ibadah (1) Bantahan Umat Muslim Di Tolikara Papua (1) Belajar Tauhid haruslah Kaffah (1) Benarkah cinta kita kepada Allah ? (1) Benarkah diri ini mengenal Allah Ta`ala (Ma`rifatullah) (1) Berbagai Jenis Amal adalah karena berbagai Ahwal (1) Beriman yang Dusta atau Tidak pada Umat islam di Tolikara (1) Berimankah diri ini atau dusta semata ? (1) Bid`ah Maulid Nabi dan Bid`ah Hari Besar (1) Bid`ah dan Khilafiyah yang akan selalu di debatkan sampai akhir zaman (1) Bidadari Surga ditanah Adat (1) Bodoh yang yang ditampakkan (1) Bukanlah diri ini seorang ahli hakekat jika masih suka mencela orang lain (1) Bukti Allah tidak menyukai orang yang bangga dengan amalnya (1) Bukti Bahwa Makhluk Tidak dapat membawa rezekinya sendiri (1) Buku Nahwu Shorof Bagi Pemula & Lanjut Usia (1) CAK NUN : "Sangat dilarang menyakiti hati orang lain" (1) DITIPU (1) Dai-Dai saat ini suka mencela Ulama Terdahulu (1) Dasar-Dasar Ma`rifatullah Pembatalan Syahadat yang Nampak (1) Disaat Al Qur`an di visualisasikan Maka Nampaklah dusta pada diri ini (1) Doa Iftitah (1) Doa dan amalan bukanlah sebagai jarak pemisah kepada Tuhan (1) Dusta Dalam Beramal dan beribadah kepada Allah (1) Dusta seorang Guru Tauhid yang Nampak Mendustakan (1) Elfiansyah Elham Spd (1) Elfiansyah Spd (1) Fiqh Bab Niat (1) Fiqh Bab Wudhu (1) Fitnah yang nampak yang ditujukan kepada Dr ZAKIR NAIK hal INSHA ALLAH (1) Gendrang Jihad telah ditabuh di Kabupaten Tolikara (1) Hakekat Kemiskinan adalah ketika kehilangan harapan (1) Haram berzakat didalam masjid (1) Hikmah Syukur di balik Cobaan dan Ujian seorang Hamba (1) Hukum Mengirim Al Fatihah atau menghadiakan Al Fatihah kepada yang meninggal (1) Hukum Nun Mati dan Tanwin (1) IDGHAM BIGHUNNAH ( ادغم بغنة ) (1) I`tidal dari ruku (1) Ibadah Umrah dan haji yang didustakan dan mendustakan-Nya (1) Iblis namanya adalah Azazil dia termasuk dari malaikat-malaikat yang paling mulia (1) Ilmu Hikmah bukanlah Ilmu sesat (1) Ilmu Tajwid (1) Iman Bil Ghoib (1) Istiftah dan Al Fatihah (1) JALAN MEMPEROLEH MAKRIFAT (1) JANGAN ENGKAU DUSTAKAN KITAB SUCI MU SENDIRI (1) Jangan berbangga dengan kemajuan Zaman (1) Jika ada lintasan didalam hati ada kehendak selain kehendakNya maka MURTAD (1) Kajian Islam Ilmu Hikmah (1) Kajian Nahwu Shorof dan Fiqh Bit Takhrij Al Qur`an Wal Hadits (1) Kedustaan dan kesombongan dalam Tawadhu (Merendahkan diri) (1) Keputusan Mahkamah Agung Terhadap Syiah (1) Kesombongan yang mengecilkan diri sendiri (1) Ketika Tauhid Bergema Di Antara Dua Kubah (1) Khilafiyyah Maulid Nabi dan Hari Besar Islam (1) Kisah Nyata Imam Hanafi ( Abu Hanifah ) (1) Kitab Al Hikam Bukan Kitab yang sesat namun Malah Meluruskan (1) Kitab Al Hikam Sesat (1) Larangan waktu dalam menguburkan mayat (1) MPU Aceh mengeluarkan fatwa paham Salafi sesat menyesatkan (1) Maka diri ini terdiam: Allah Ta`ala ditenggelamkan oleh Tempe (1) Makna kedalaman Syahadat اَشْهَدُاَنْالَااِلَهَ اِلَّااللهُ (1) Mandu dalam kutim (1) Manusia tetaplah manusia tidaklah mampu dalam hal apapun (1) Membedah Buku Sufi dan Anti Sufi (1) Mengapa Kaum Wahhabiyyah mengambil sikap penentangan extstrem terhadap Sufiesme ? (1) Mengetahui Kedudukan Di Sisi Allah (1) Menyekutukan Allah Ta`ala dengan kekuatan (1) Menyikapi Fatwa MPU terhadap Ajaran Salafy yang sesat dan menyesatkan (1) Muslim atau Bukan Muslim atau muslimah (1) Novel Islam (1) PANDANGAN IBN HIBBAN PADA SIFAT ALLAH TA`ALA (1) PELAJARAN ISIM DHOMIR ( Kata Ganti ) (1) PENOLAKAN PADA TAREKAT OLEH KAUM WAHHABIYYAH (1) PERBEDAAN & BEDA KEPEMAHAMAN ITU HARUS ADA (1) Pandai Berma`rifatullah Sholatpun di tinggalkan (1) Pejabat Pemerintah yang Berdusta dan Kejam (1) Pelajaran Nahwu Shorof Bab Al Marifat & Annakiroh (1) Penghuni Surga dan neraka sudah ditetapkan (1) Penyakit UJUB yang Akut pada diri (1) Perselisihan Kedudukan Orang Tua Rasulullah yang dinyatakan Masuk Neraka (1) Praktek Syeikh Sufi yang jauh dari Al Qur`an dan As-Sunnah (1) Puasaku hanyalah dusta semata kepada Allah (1) Pujian Hanya Bagi Allah Ta`ala semata (1) Rasionalkah Beribadah & Hukum Insya Allah (1) Ruku dan Bacaan Ruku (1) SHOHIH HADITS QUDSI (1) SURGA MILIKU BUKAN MILIK GOLONGANMU (1) SYARAH TAUHIDUL AF`AL & TAUHIDUL RUBBUBIYYAH (1) Salafi yang suka menyesatkan (1) Sedekah Perkataan yang Baik itu lebih baik dari harta (1) Sesatkah Doa Abu Nuwas Amal jadi alat sambung atau Pemisah (1) Sesungguhnya setiap amalan tergantung pada niatnya (HR. Bukhari no. 1 dan Muslim no. 1907) (1) Sholat bukanlah hanya sekedar Sholat (1) Sholat sekedar Sholat Kerapunpun bisa sholat (1) Siapakah Ibnu Arabi yang di Kafirkan Wahhabi ? (1) Siapapun Diri ini tidak ada andil (1) Site Manubar (1) Syariat yang menipu pandangan mata manusia (1) Syukur yang dibaca namun didustakan setiap harinya (1) TAHUKAH ANDA ? (1) TERTIPU ATAU PURA-PURA BODOH TERHADAP JAMINAN ALLAH (1) Tanah adat Kutai timur (1) Tanda-Tanda Manusia yang Tidak Ikhlas pada Ketetapan Allah (1) Tasawuf dan Sufi gadungan (1) Tauhid Bab Syirik Khofi (Tersembunyi) (1) Tauhid adalah Pondasi Awal dalam menjalankan Syariat (1) Tentang Kebenaran Ilmu Laduni (1) Tentang Pertanyaan ZAKAT (1) Tertipu dengan pandangan dan Kufur Nikmat (1) Tuhan Maha Kecil disaat visualisasikan dalam kehidupan (1) Ucapan Alhamdulillah yang didustakan syarah Al Fuaad Fi Nurin (1) Ucapanku atas Shodaqollah adalah kenikmatan (1) Umat Muslim selain Manhaj Salaf Sesat dan Menyesatkan (1) Usaha Hamba Menghindarkan diri ini dari PENYAKIT UJUB (1) Zikir setelah Sholat berdasarkan Hadits Shohih (1) ilmu dan kemampuan (1) jangan meninggalkan Dzikir kepada Allah (1) “Khusyukah Diri ini dalam Beribadah kepada Tuhan” (1)

Hati Nurani

Dunia Cahaya Hati Nurani


Hati Nurani atau disebut Mata Hati bila sudah bicara, maka tak dapat dibantah akan suara yang terdengar oleh segenap tubuh ini, Hati Nurani dapat menembus apa yang tak dapat ditembus oleh Kedua Mata Zhohir ini, Hati Nurani selalu memberikan Support atas kebaikan dan menghalang-halangi suatu keburukan, tugas yang tak mudah dipikul oleh Hati Nurani, dimanakah hati Nurani diri ini ?

Imam Ibnul Jauzi rahimahullah berkata, “Sesungguhnya ma’rifatullâh (yang benar) adalah mengenal Dzat-Nya, mengenal nama-nama dan sifat-sifat-Nya, serta mengenal perbuatan-perbuatan-Nya.” Dinukil oleh syaikhul Islam Ibnu Taimiyah dalam Majmû’ul Fatâwâ (17/104).

AL Fuaad Fi Nurin

AL Fuaad Fi Nurin
1. Apakah Anda pernah melihat Allah Ta`ala sebagaimana anda bersaksi? 2. Apakah Anda seorang beriman atau pendusta semata ? 3. Apakah anda merasakan kesengsaraan didunia ? apakah ini gambaran hidup anda kelak dineraka ? Apapun pertanyaan pada diri sendiri maka Insya Allah jawabannya ada di buku ini

Markaz Buku Online

Usaha Ingin Di Iklankan ?

Informasi Keilmuan

Translate

Temukan Kami


Pembayaran Buku

Wilayah Pulau Jawa & Sumatera

BCA 165-1586-122
Dede Rahmat

Hp : 081316235961

Wilayah Pulau Kalimantan & Sulawesi

Mandiri 900000-2832-583
Sutimah

Hp : 081254285572

Konfirmasikan jika sudah Transfer, Terimaksih

Kata Kunci Kehidupan

"Bergantung dan Bersandarlah secara Total Kepada Allah Ta`ala tiadakanlah Makhluk yang lain jika engkau belum dapat mencapai kesana maka anggaplah tidak ada makhluk disekitarmu, jikapun masih belum bisa itulah kedudukanmu saat ini"
Powered by Blogger.

Dapatkan Kitab-Kitab ini

Bacaan yang disarankan

Beriman atau Dusta

Kontak Online

Informasi Keilmuan

Nahwu Shorof Bagi Pemula

Nahwu Shorof Bagi Pemula
Mahir dalam memberikan baris arab gundul