Pesan Untuk Diri sendiri yang sedang Berda`wah

“Jika Seorang manusia sudah menyampaikan pendapatnya maka itu sudah mencukupi, dalam hal ini yakni sudah ditunaikan apa yang seharusnya disampaikan dengan cara yang baik dan santun serta beretika. Namun Apabila melahirkan suatu permusuhan, perdebatan, dan menyerang serta menyesat-sesatkan, maka inipun tidaklah termasuk pada sunnah Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi wa Sallam dalam hal memberikan penjelasan, tentu bukanlah cara dakwah dengan atas nama Allah dan kepada sunnah Rasulullah.
Latest Post
Loading...
Selamat Datang di Blog Dunia Cahaya hati yang menghadirkan kajian-kajian ilmu hikmah yang berlandaskan Al Qur`an dan Al Hadits dan dapatkan pula buku Al Fuaad Fi Nuurin Edisi Terbaru Semoga Blog disini dapat memberikan manfaat bagi para pengunjung
Saturday, 19 September 2015
Duniacahayahati.blogspot.com Situs tentang Ilmu Ma`rifatullah (Tauhid) Didalamnya banyak mengandung Ilmu Hikmah yang hanya dapat dirasakan oleh orang-orang yang diberikan Ilmu ini.

Awal Keberadaan Sufisme dan Anti Sufisme
Oleh Elfiansyah Elham Spd

Dalam Hal Kajian Bedah Buku Sufi dan Anti Sufi yang ditulis oleh :Elizabeth Sirriyeh seorang Pakar Sufi yang diterjemahkan oleh Curzon Press pada tahun 1999 kemudian di alih bahasakan ke dalam bahasa Indonesia oleh Penerbit Pustaka Sufi.

Diperkirakan Sufisme muncul pada abad I Hijriyah, Golongan Sufi lahir sebagai bentuk ketidak puasan terhadap berbagai praktek yang sudah sangat menyimpang di Masyarakat, terutama yang dilakukan oleh para penguasa dimasa itu, Sufisme lahir sebagai bentuk kepedulian terhdap otentisitas dan orisinalitas doktrin-doktrin Islam, tidak heran jika kemudian Sufi terutama yang ada di masa awal itu, dikenal sebagai representasi kalangan moralis yang menjunjung tinggi watak hidup mulia, watak hidup yang tidak mencerminkan keangkuhan para penguasa dan kesombongan para penganut kehidupan hedonis, Sufisme muncul seiring kebangkitan pembaharuan yang semakin kuat dikalangan Muslim yakni yang begitu bersemangat untuk mengembalikan pesan otentik dan suci dari wahyu kenabian, namun seiring perjalanannya pula banyak penyimpangan kembali sehingga banyak oknum-oknum sufi yang menyimpang dari Al Qur`an dan Sunnah dengan melakukan amalan-amalan yang tidak menpunyai dasar dari Rasulullah.

Namun yang perlu digaris bawahi hanyalah Oknum dalam hal ini, dikarenakan tidaklah semua Sufi melakukan hal yang demikian, Bergejolak yang besar Tumbuh yakni ketika eksekusi terhadap Al-Hallaj yang merupakan salah satu bukti "Suatu Penggugatan" dalam hal ini, maka dengan demikian, benar jika dikatakan Sufi pada gilirannya melahirkan ANTI SUFI, jika eksekusi terhadap Al Hallaj adalah bukti kelahiran ANTI SUFI dari LUAR SUFI, maka fenomena Anti Sufi yang terbesar justru datang dari dalam Sufi itu sendiri dikarenakan melakukan amalan-amalan yang aneh dan keluar dari Sunnah.

Eksekusi atas diri Al Hallaj seorang Syahid ekstatik faham cinta Tuhan pada Tahun 922 Masehi, akan tetapi beberapa kritikan yang paling keras justru datang dari golongan sufi itu sendiri sebagaimana dapat dilihat dalam komentar terkenal Ruzbihan Baqli : "Aku melihat neraka dan aku melihat mayoritas penghuninya adalah orang-orang yang mengenakan baju Rok tambalan dan membawa mangkuk makanan".
Adapun Kritik paling terkemuka dari abad Pertengahan adalah : Kritik Ibnu Taymiyah yang dapat di anggap sebagai seorang Sufi ataupun Non Sufi, Dia memberikan Sumber Otoritas yang penting bagi para Reformer pada masa sesudahnya, baik para pemimpin Sufi yang bersungguh-sungguh bermaksud menjaga para pengikutnya mengikuti Syariat sesuai Sunnah, begitu juga kepada para penolak tegas Sufisme.


Bagi yang ingin mengakses melalui Iphone atau Android silahkan klik tombol dibawah ini :


Friday, 18 September 2015
Duniacahayahati.blogspot.com Situs tentang Ilmu Ma`rifatullah (Tauhid) Didalamnya banyak mengandung Ilmu Hikmah yang hanya dapat dirasakan oleh orang-orang yang diberikan Ilmu ini.

Membedah Buku Sufi dan Anti Sufi 
Oleh Elfiansyah Elham Spd

Sufi bahasa yang mungkin tidak asing didengar disatu sisi banyak yang menyukainya dan bahkan disisi lain banyak juga yang menghujatnya, sejarah membuktikan bahwa ada banyak kasus dimana praktik Sufi di anggap menyimpang dari Nash Al Qur`an dan Sunnah.

Bedah Buku Oleh Elfiansyah Elham Spd dalam Hal Sufi dan Anti Sufi yang mana ditulis oleh Elizabeth Sirriyeh, Pakar Sufi dari University Of Leeds membuktikan dalam bukunya yakni :"SUFI dan ANTI SUFI" yang mana berangkat dari asumsi dasar bahwa fenomena Sufi sudah memunculkan pula ANTI SUFI, buku ini lahir sebagai upaya untuk menguak kembali berbagai peristiwa sufistik yang dibelakangnya berdiri sufi-sufi fenomenal.

Agar pembahasan ini lebih tajam, penulis membatasi kajiannya pada wilayah-wilayah Islam yang menjadi pusat-pusat SUFI yakni di Semanjung Arab, Afrika Selatan dan Anak Benua India dan dalam kurun periodik tertentu yakni bentang abad XVIII-XX dalam cakupan wilayah dan penggal waktu tersebut, kita mendapati tokoh-tokoh penting semisal Syah Wali Allah, Ahmad Ibn Idris, Muhammad Abduh, Ziya Gokalp, Muhammad Iqbal, Al Mawdudi, Ali Syari`ati dan gerakan-gerakan semisal Wahhabiyah dan Salafiyyah serta intervensi-inttervensi kenegaraan Turki, Mesir dan sudan yang kesemuanya terlibat daam proses pemajuan ataupun penentangan terhadap sufi, Semuanya di Presentasikan dalam bingkai relasi Sufi dan Anti Sufi dalam pembahasan ini.


Bagi yang ingin mengakses melalui Iphone atau Android silahkan klik tombol dibawah ini :


Duniacahayahati.blogspot.com Situs tentang Ilmu Ma`rifatullah (Tauhid) Didalamnya banyak mengandung Ilmu Hikmah yang hanya dapat dirasakan oleh orang-orang yang diberikan Ilmu ini.

Hikmah Syukur di balik Cobaan dan Ujian seorang Hamba
Kajian Al Fuaad Fi Nuurin Oleh Elfiansyah Elham Spd
Kemurnian Tauhid
Perhatikan-Perhatikanlah dengan baik, agar engkau mengetahui bagaimana musibah itu, dalam hal ini ada sebuah Kisah nyata tentang Abu Qilabah Al Jurmi, sebuah kisah yang menakjubkan diriwayatkan oleh Ibnu Hibban dalam kitab AtsTsiqot, kisah ini diriwayatkan dari Abdullah bin Muhammad, Dia Mengatakan : Suatu hari aku pernah berada di daerah perbatasan, wilayah Arish di negeri Mesir.

Aku melihat sebuah tenda kecil yang menunjukkan pemiliknya adalah seorang yang  sangat miskin, kemudian aku mendatangi tenda yang berada dipadang pasir tersebut untuk melihat apa yang ada didalamnya, aku melihat seorang laki-laki yang tangan dan kakinya buntung telinganya sulit mendengar, matanya buta, tidak ada yang manfaat baginya kecuali lisannya, kemudian orang tersebut berdoa : "Ya Allah berilah Aku Ilham untuk tetap mensyukuri nikmat-Mu yang telah Engkau anugerahkan kepadaku dan engkau sangat muliakan aku dari ciptaan-Mu yang lain"

Berkata Abdullah bin Muhammad ini benar-benar luar biasa, kemudian aku menemui orang tersebut, Aku berkata kepadanya : Wahai Saudaraku, Nikmat yang mana engkau syukuri ?, Ia Menjawab : Wahai saudaraku diamlah !. Demi Allah Seandainya Allah datangkan lautan niscaya laut tersebut menenggelamkanku, atau gunung Api pasti aku akan terbakar atau dijatuhkan langit kepadaku yang akan menghancurkanku, aku tidak akan mengatakan apapun kecuali rasa syukur, aku bertanya nikmat apalagi ?. Dia menjawab : Tidaklah engkau melihat bahwa aku di anugerahkan lisan yang senantiasa berdzikir dan bersyukur, Allah telah menganugerahkan kepada ku lidah yang selalu berdzikir dan selalu bersyukur kepada-Nya, adapun selain itu aku memiliki seorang anak yang diwaktu panggilan sholat ia selalu menuntunku untuk ke Masjid dan ia pula menyuapiku namun sejak 3 hari ini aku tidk melihatnya dan tolong carilah ia, maka akupun menyanggupinya untuk pergi mencari anaknya.

Ternyata aku dapati Serigala telah memakan anaknya, maka aku berkata pada diriku sendiri bagaimana cara aku menemuinya (untuk menyampaikan berita ini), hingga akhirnya akupun datang untuk menemuinya dan mengatakan apa yang harus aku katakan kepadanya : Bahwa anaknya di terkam serigala(padahal keadaanya demikian sangat menyedihkan), kemudian apa yang dikatakan Abdullah bin Muhammad ? ini adalah kisah yang sedih, mengharukan dan memilukan, kisah dari Abu Qilabah Rahimahullah, Apa yang harus Aku katakan padanya bahwa anaknya dimakan serigala yang lapar ?

Abdulan bin Muhammad mengatakan :"wahai Saudaraku" dijawab oleh Abu Qilabah : Iya, Abdullah bin Muhammad melanjutkan " Sudahkah engkau mendengar kisah Nabi Ayyub As.? dijawab oleh Abu Qilabah : "Iya pernah".

Abdullah bin Muhammad berkata : Sesungguhnya Allah telah memberinya cobaan dalam urusan hartanya, Abdullah bin Muhammad bertanya kepada Abu Qilabah : Bagaimana keadaanya dalam menghadapi Musibah ?  

Abu Qilabah : Dia menghadapi dengan sabar.
Abdullah bin Muhammad berkata : Tentu engkaupun mengetahui bahwa Nabi Ayyub alaihissalam beliau telah kehilangan anaknya, kemudian Allah Ta`ala mendatangkan banjir yang membinasakan hartanya dan segala yang beliau punya yakni hewan ternak hanya dalam satu malam sehingga Ayyub menjadi orang yang sangat miskin, Beliaupun bersabar dan dalam keadaan sabar tersebut Allah Ta`ala tambah lagi musibah yakni  anaknya yang berjumlah sepuluh orang yang mana berada didalam rumah serta merta rumahnya roboh dan kesepuluh anaknya tewas seketika, Beliapun tetap memuji Allah dan bersabar, dan dalam keadaan tersebut Allah tambah lagi deritanya dengan penyakit di badannya.

Abdullah bin Muhammad berkata : "Wahai Saudaraku Allah sudah menguji Ayyub dengan kefakiran bagaimana keadaannya ? Abu Qilabah : Dia menghadapi dengan sabar.
Abdullah bin Muhammad berkata : Beliau di uji dengan tewasnya anak-anaknya, bagaimana keadaannya ? Abu Qilabah : Dia menghadapi dengan sabar.
Abdullah bin Muhammad berkata : Beliau di uji dengan penyakit dibadannya, bagaimana keadaannya ? Abu Qilabah : Dia tetap sabar.

Abu Qilabah memotong pembicaraan: "Sekarang katakan kepadaku dimana anakku? Aku sangat lapar sedangkan anakku dalam perjalanan, Kemudian Aku pun memotong pembicaraan pula dengan mengajukan pertanyaan : Siapa yang dicinta Allah ? engkau atau nabi Ayyub Alaihissalam ? dijawab oleh Abu Qilabah :"tentu Ayyub Alaihissalam" maka berharaplah pahala dari musibahmu sesungguhnya anakmu dimakan serigala, ringankan beban ini dariku. kemudian Abu Qilabah mengatakan : "Segala puji bagi Allah" yang Dia tidak meninggalkan keturunan bagiku yang bermaksiat kepada Allah sehingga ia di azab dineraka sehingga Abu Qilabah tersedak sangat kuat disebabkan sangat sedih kemudian wafat.

Kemudian Abdullah bin Muhammad membaringkannya ditangannya dan berpikir apa yang harus aku perbuat, laki-laki ini wafat dan aku seorang diri untuk mengurus jenazahnya.

Abdullah bin Muhammad: Ya Rabb-ku siapa yang akan menolongku memandikan dan mengkafaninya apa yang harus aku perbuat, pada saat aku berpikir demikian dan jasadnya telah aku tutupi dengan mantelku, tiba-tiba datang empat orang laki-laki yang mengendarai kuda, mereka mengatakan :Wahai saudaraku apa yang terjadi padamu? Abdullah bin Muhammad: Alhamdulillah yang telah menbawa kalian kesini, bantulah aku memandikan, mengafani dan menyolatkan laki-laki ini, mereka bertanya siapa ini ? Aku juga tidak mengenalnya, dia dalam keadaan sakit dan memperhatinkan Kemudian Aku (Abdullah bin Muhammad) menceritakan kisahnya.

Mereka berkata : "Cobalah buka penutup wajahnya bisa jadi kami mengenalnya ? Kemudian Aku pun membuka penutup wajahnya, tiba-tiba mereka tersentak kemudian menciumi dan menangisinya mereka mengatakan " Subhanallah" Wajah yang selalu bersujud kepada Allah Azza Wa Jalla, mata yang selalu menunduk dari apa yang diharamkan oleh Allah, tangan yang tiada hentinya diangkat untuk memohon kepada Allah.

Hingga Akupun bertanya : Apakah kalian mengenal laki-laki ini ? mereka bertanya apakah engkau tidak mengetahui ? aku katakan : TIDAK.

Ini adalah Abu Qilabah sahabat dari Ibnu Abbas Radhiallahu`anhu, laki-laki ini oleh khalifah pernah ingin dijadikan seorang hakim kemudian dia menghindar dari jabatan tersebut dimana mnusia saat itu meminta jabatan untuk menjadi hakim, jadi khalifah ini menjadikan Abu Qilabah menjadi seorang Hakim suatu kedudukan yang mulia, namun dia (Abu Qilabah) menolaknya dan pergi kenegeri Mesir yang mana saat ini wafat dalam keadaan demikian ( tidak dikenal ).

Kemudian kami memandikan dan mengafani, menyolatkan dan menguburkannya dan orang-orang itupun berlalu dan aku kembali ke perbatasan.

Kemudian Aku (Abdullah bin Muhammad) tertidur kemudian aku bermimpi, Aku melihat Abu Qilabah dalam mimpiku berada disurga disebuah taman dan ia mengenakan sutera hijau berjalan dengan terhormat di surga dengan penampilan yang menarik sambil membaca firman Allah  dengan suara yang merdu : 

سَلَـٰمٌ عَلَيۡكُم بِمَا صَبَرۡتُمۡ‌ۚ فَنِعۡمَ عُقۡبَى ٱلدَّارِ

 "Salamun `alaikum bima shabartum" [2], Maka alangkah baiknya tempat kesudahan itu. (Ar-Rad 13:24)

Aku katakan : Wahai Saudaraku bukankah engkau sahabatku itu ? Bukankah kami telah menguburkanmu kemarin malam ?

Abu Qilabah menjawab : IYA. aku bertanya " Apa yang menyebabkanmu sampai derajat demikian ?
Abu Qilabah menjawab : Sesungguhnya di surga terdapat tingkatan-tingkatan yang tidak akan dicapai kecuali dengan kesabaran ketika ditimpa musibah dan bersyukur dikala lapang.

Semoga Allah merahmati anda wahai Abu Qilabah, Ini adalah sebuah kesabaran, dan perhatikanlah bagaimana sabar dapat menyebabkan mengangkat derajatnya.

Penulis : Elfiansyah Elham Spd (Kemurnian tauhid)  

Bagi yang ingin mengakses melalui Iphone atau Android silahkan klik tombol dibawah ini :



Thursday, 17 September 2015
Duniacahayahati.blogspot.com Situs tentang Ilmu Ma`rifatullah (Tauhid) Didalamnya banyak mengandung Ilmu Hikmah yang hanya dapat dirasakan oleh orang-orang yang diberikan Ilmu ini.

Usaha Hamba Menghindarkan diri ini dari PENYAKIT UJUB

بسم الله  الرحمن الرحيم 
Bismillahirrahmanirrahim

اللَّهُمَ صَلِّ عَلَي مُحَمَّدٍ وَعَلَي آلِ مُحَمَّدٍ فيِ أَوَّلٍ وَ آخِرٍ

Sesungguhnya Apabila kita sudah mengetahui bahwasahnya Allah Ta`ala mengharamkan surga bagi mereka yang kufur kepada-Nya, Dari ini lah kita dapat mengetahui bahwa sebesar-besar nikmat ialah : Nikmat Islam, Sungguh Nikmat yang Paling besar adalah Nikmat Islam dan Apabila Allah menginginkan bagi hambanya kebaikan, maka dia dimatikan atau diwafatkan dalam keadaan Islam, dan Rasulullah صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ pernah berdoa:

يَا مُقَلِّبَ الْقُلُوبِ ثَبِّتْ قَلْبِى عَلَى دِينِكَ
“Wahai Robb yang membolak-balikkan hati, teguhkanlah hatiku di atas agama-Mu.”
[HR.Tirmidzi 3522, Ahmad 4/302, al-Hakim 1/525, Shohih Sunan Tirmidzi III no.2792].

Dalam riwayat lain Rasulullah صلى الله عليه وسلمbersabda:

‎اللَّهُمَّ مُصَرِّفَ الْقُلُوبِ صَرِّفْ قُلُوبَنَا عَلَى طَاعَتِكَ
“Ya Allah yang memalingkan (membolak-balikkan) hati manusia, palingkanlah hati kami di atas ketaatan kepada-Mu”[HR. Muslim (no. 2654)].

Rasulullah  صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ sudah memberitahukan bahwa tanda-tanda fitnah akhir zaman orang yang malamnya Muslim dan paginya kafir atau paginya dia kafir dan petangnya dia beriman. Dalam hal ini kita sudah ditampakkan di sekitar atau di sekeliling kita berbagai permasalahan atau perkara yang disebarkan yang berbentuk kemaksyiatan dan perkara yang meragukan, perkara yang membangkitkan syahwat yang automatis membangkitkan nafsu yang dapat berpaling dari-Nya, tetapi Allah Maha Tinggi, Apabila Dia mencintai seorang hamba maka Dia wafatkan dalam keadaan Islam dan segala perkara yang ditarik dari kita akan ada gantinya dari Allah Ta`ala kecuali Iman maka tidak ada gantinya.

Dan Apabila Allah mencintaimu maka Allah mewafatkanmu dalam keadaan Islam agar engkau meninggalkan dunia dalam keadaan Islam dan Husnul Khotimah, Maka berusahalah hati kita bergembira tatkala menyembah-Nya, sebagian orang apabila melakukan perkara mubah dan makruh seperti menghadiri suatu keramaian dia gembira dapat menghadirinya.

Bagaimana kita mengetahui bahwa kita tetap di atas Islam ? apabila kita merasa gembira tatkala kita menta`ati Allah Ta`ala, Maka berusahalah untuk tidak melakukan dalam melaksanakan ibadah itu semata-mata hanya untuk menyelesaikannya. (mengugurkan kewajiban saat itu), namun berusahalah melakukan ketaatan untuk mendekatkan diri kepada Allah Ta`ala.

Tidak dimudhoratkan oleh kemaksiatan kita tetapi kitalah yang binasa apabila melakukan kemaksyiatan dan mati didalam keadaan Islam jauh lebih baik berbanding wafat didalam kekufuran.

Sebagaimana disebutkan dalam doa para Sholihin : " Ya Allah Sesungguhnya aku mencintai-Mu walaupun aku bermaksyiat kepada-Mu dan seorang Sahabat Amru Ibnu Al-Ash ra : Tatkala hampir waktu kewafatannya berkata : "Ya Allah aku bukanlah seorang yang lepas dari dosa, maka aku memohon pengampunan dan bukanlah aku orang yang kuat dalam beribadah maka aku memohon pertolongan dan tiada bantuan dan kekuatan kecuali dengan pertolongan-Mu ya Allah"

Apabila Allah Ta`ala telah menetapkan bagi kita untuk sholat berjama`ah setelah kita keluar dari Masjid maka berusahalah menghadirkan perasaan gembira bahwa Allah Ta`ala atas rahmat-Nya membangunkan kita dari tempat tidur menyebabkan kita berdiri di hadapan-Nya dan membawa kita bergerak menuju rumah-Nya yakni Masjid inilah yang sesungguhnya kita harapkan, mereka yang apabila Allah inginkan kebaikan untuk mereka, maka mereka ditetapkan  dan diwafatkan  diatas agama Islam dan tidak ada kegembiraan yang lebih besar bagi seorang hamba selain kegembiraan terhadap Islam.

Sebagaimana kita sudah mengetahui bahwa seorang hamba itu mestinya bersyukur kepada Allah Ta`ala karena menjadikannya seorang muslim dengan rahmat Allah yakni dilahirkan muslim, yakni Allah memberikan kita Islam tanpa kita memintanya, maka semoga Allah mengaruniakan kita syurga tatkala kita berusaha untuk memintanya.

Segala Puji bagi Allah diatas nikmat Islam dan Iman

Kajian Al Fuaad Fi Nuurin oleh Elfiansyah Elham Spd.


Bagi yang ingin mengakses melalui Iphone atau Android silahkan klik tombol dibawah ini :


Wednesday, 16 September 2015
Duniacahayahati.blogspot.com Situs tentang Ilmu Ma`rifatullah (Tauhid) Didalamnya banyak mengandung Ilmu Hikmah yang hanya dapat dirasakan oleh orang-orang yang diberikan Ilmu ini.

Kajian Nahwu Shorof dan Fiqh Bit Takhrij Al Qur`an Wal Hadits

Kajian Nahwu Shorof dan Fiqh Bit Takhrij Al Qur`an Wal Hadits di Majelis Nuruul Fuaad Sindangsari Kecamatan Sambutan yang rutin di adakan setiap Malam selasa dan Untuk Malam Jum`at Kajian Ilmu Tauhid yang mana sudah berjalan hampir 15 Tahun, Adapun Kajian disampaikan Oleh Elfiansyah Elham Spd dan Ustadz Ismed

Kajian-Kajian Islam di ikuti Oleh segala kalangan baik muda maupun yang berusia lanjut, begitu juga dalam pembedahan buku-buku Islam serta Kitab-Kitab Ulama yang Masyhur.

Bagi Warga Makroman, Pulau Atas dan Sindangsari yang ingin mengikuti Kajian Islam yang berdasarkan Al Qur`an dan Al hadits (Sunnah)  dapat langsung mengikutinya untuk membekali diri dengan Ilmu dan amal.

Adapun yang ingin menghapal Al Qur`an silahkan langsung menghubungi sekretariat Majelis untuk mengetahui Jadwal kegiatan menghapal Al Qur`an.

Bagi yang ingin mengakses melalui Iphone atau Android silahkan klik tombol dibawah ini :


Sunday, 13 September 2015
Duniacahayahati.blogspot.com Situs tentang Ilmu Ma`rifatullah (Tauhid) Didalamnya banyak mengandung Ilmu Hikmah yang hanya dapat dirasakan oleh orang-orang yang diberikan Ilmu ini.

Iblis namanya adalah Azazil dia termasuk dari malaikat-malaikat yang paling mulia

وَٱلۡجَآنَّ خَلَقۡنَـٰهُ مِن قَبۡلُ مِن نَّارِ ٱلسَّمُومِ 

Dan Kami telah menciptakan jin sebelum [Adam] dari api yang sangat panas. (Al Hijr 15:27)

"Diriwayatkan oleh Ibnu Hatim dan Al Baihaqi dari Ibnu Abbas bahwa Rasulullah Sholallahu alihi wassalam bersabda : Bahwa dahulu Iblis namanya adalah Azazil dia termasuk dari malaikat-malaikat yang paling mulia yang memiliki 4 sayap kemudian dia durhaka setelah itu."

Sabda Rasullullah Sholallahu alihi wassalam: “Bila kamu telah menghadapi malam atau kamu telah berada disebagian malam maka tahanlah anak-anakmu karena sesungguhnya setan berkeliaran ketika itu dan apabila berlalu sesuatau ketika malam maka tahanlah mereka dan tutuplah pintu-pintu rumahmu serta sebutlah nama Allah, padamkan lampu-lampumu serta sebutlah nama Allah, ikatlah minumanmu serta sebutlah nama Allah serta tutuplah sisa makananmu dan sebutlah nama Allah (Ketika menutupnya).” (HR. Bukhari dan Muslim)

Iblis adalah musuh bagi umat manusia,  Iblis  bersumpah kepada Allah bahwa ia akan berusaha untuk menyesatkan anak cucu Adam yang jauh dari jalan Allah agar mereka mau menjadi pengikutnya dan menjadi orang-orang yang tersesat. 

Sebelum nabi Adam diciptakan, Iblis merupakan makhluk yang mulia disisi Allah dan merupakan salah satu makhluk yang paling di hormati oleh Malaikat.

Pada kitab karangan Imam al-Ghazali menyebutkan bahwa Iblis itu sesungguhnya namanya disebut sebagai al-Abid (ahli ibadah) pada langit yang pertama, lalu langit yang kedua disebut az-Zahid, kemudian langit ketiga namanya disebut al-Arif, pada langit keempat namanya adalah al-Wali, pada langit kelima namanya disebut at-Taqi, pada langit keenam namanya disebut al-Kazin, dan pada langit ketujuh namanya disebut Azazil manakala dalam Luh Mahfudz (Lauhul Mahfudz) namanya ialah Iblis.

Dikisahkan Iblis dulunya adalah ahli ibadah yang tidak pernah membangkang dan mengeluh terhadap perintah-perintah Allah. Ia pernah bersujud kepada Allah selama 1000 tahun lamanya dan ia sangat giat dalam beribadah.

Iblis pernah menjadi Sayyidul Malaikat (Penghulu atau Pemimpin Malaikat), dan Khozinul Jannah (Bendahara Surga). 

Hingga pada suatu saat ketika Allah baru saja menciptakan Adam sebagai manusia, maka Allah memerintahkan Iblis untuk bersujud kepada Adam, lalu Iblis berkata, "Adakah Engkau mengutamakannya daripada aku, sedangkan aku lebih baik daripadanya. Engkau jadikan aku daripada api dan Engkau jadikan Adam dari pada tanah.". Kemudian Allah berfirman kepada Iblis, "Aku membuat apa yang Aku kehendaki.".

Oleh karena iblis memandang dirinya penuh keagungan, maka dia enggan sujud kepada Adam karena ia merasa bangga dan sombong. Dia berdiri tegak hingga malaikat selesai bersujud. Ketika para malaikat mengangkat kepala mereka, mereka mendapati Iblis tidak sujud sedang mereka telah selesai sujud.

Maka para malaikat bersujud kembali untuk kali kedua kerana bersyukur, tetapi Iblis telah dirasuki oleh sifat angkuh dan sombong tetap enggan sujud. Dia berdiri tegak dan berpaling dari para malaikat yang sedang bersujud. Dia tidak ingin mengikuti mereka dan tidak pula dia merasa menyesal atas pembangkangannya terhadap Allah.

Kemudian Allah merubahkan mukanya pada asalnya yang sangat indah cemerlangan ke bentuk hina yang menyerupai babi hutan. Allah membentuk kepalanya seperti kepala unta, dadanya seperti daging yang menonjol di atas punggung, wajah yang ada di antara dada dan kepala itu seperti wajah kera, kedua matanya terbelah pada sepanjang permukaan wajahnya.

Lubang hidungnya terbuka seperti cerek tukang bekam, kedua bibirnya seperti bibir lembu, taringnya keluar seperti taring babi hutan dan janggut terdapat sebanyak tujuh helai.

Setelah itu, lalu Allah mengusirnya dari surga, bahkan dari langit, dari bumi dan ke beberapa jazirah. Dia tidak akan masuk ke bumi melainkan dengan cara sembunyi, Allah melaknatnya hingga hari kiamat kerana dia menjadi kafir.

Meski Iblis pada sebelumnya sangat indah cemerlang rupanya, mempunyai sayap empat, banyak ilmu, banyak ibadah serta menjadi kebanggan para malaikat dan pemukanya, dan dia juga pemimpin para malaikat karubiyin dan banyak lagi, tetapi semua itu tidak menjadi jaminan sama sekali baginya.

Ketika Allah membalas tipu daya iblis, maka menangislah Malaikat Jibril dan Mikail. Lalu Allah Ta`ala berfirman kepada para Malaikat, "Apakah yang membuat kamu menangis?", lalu mereka menjawab, "Ya Allah! Kami tidaklah aman dari tipu dayamu.". Kemudian Allah kembali berfirman kepada Malaikat, "Begitulah Aku. Jadilah engkau berdua tidak aman dari tipu dayaKu.".

Setelah di usir dari surga, maka Iblis berkata, "Ya Tuhanku, Engkau telah mengusir aku dari Surga disebabkan Adam, dan aku tidak menguasainya melainkan dengan penguasaan-Mu." Lalu Allah berfirman pada Iblis, "Engkau dikuasakan atas dia, yakni atas anak cucunya, sebab para nabi adalah maksum.". Berkata lagi iblis, "Tambahkanlah lagi untukku." Allah berfirman, "Tidak akan dilahirkan seorang anak baginya kecuali tentu dilahirkan untukmu dua padanya.".

Berkata iblis lagi, "Tambahkanlah lagi untukku." Lalu Allah berfirman, "Dada-dada mereka adalah rumahmu, engkau berjalan di sana sejalan dengan peredaran darah.". Berkata iblis lagi, "Tambahkanlah lagi untukku.", maka Allah berfirman lagi yang bermaksud, "Dan kerahkanlah terhadap mereka pasukan berkuda dan pasukan yang berjalan kaki, artinya mintalah tolong menghadapi mereka dengan pembantu-pembantumu, baik yang naik kuda maupun yang berjalan kaki. Dan berserikatlah dengan mereka pada harta, yaitu mendorong mereka mengusahakannya dan mengarahkannya ke dalam haram. Dan pada anak-anak, yaitu dengan menganjurkan mereka dalam membuat perantara mendapat anak dengan cara yang dilarang, seperti melakukan senggama dalam masa haid, berbuat perkara-perkara syirik mengenai anak-anak itu dengan memberi nama mereka Abdul Uzza, menyesatkan mereka dengan cara mendorong ke arah agama yang batil, mata pencarian yang tercela dan perbuatan-perbuatan yang jahat dan berjanjilah mereka.".

"Dan hasunglah siapa yang kamu sanggupi di antara mereka dengan ajakanmu, dan kerahkanlah terhadap mereka pasukan berkuda dan pasukanmu yang berjalan kaki dan berserikatlah dengan mereka pada harta dan anak-anak dan beri janjilah mereka. Dan tidak ada yang dijanjikan oleh syaitan kepada mereka melainkan tipuan belaka." [QS. Al-Isra ayat 64]

Sebelum dilaknat Allah, Iblis pernah melakukan tugas-tugas mulia yang diperintahkan Allah kepadanya yaitu:

1. Iblis sebagai penjaga surga dalam kurun waktu 40.000 tahun.
2. Iblis pernah hidup bersama bergabung dengan Malaikat selama 80.000 tahun.
3. Iblis diangkat menjadi penasehat Malaikat selama 20.000 tahun.
4. Iblis menjadi pemimpin malaikat karobiyyun dalam waktu 30.000 tahun.
5. Iblis melakukan thowaf (mengelilingi) arasy bersama para malaikat dalam waktu 14.000 tahun.

Jadi, keseluruhan Iblis beribadah melakukan semua perintah Allah dalam kurun waktu 185.000 tahun lebih. Selama dalam ibadahnya seperti kita umat Islam, melakukan sholat, puasa, thowaf dengan para malaikat (mengelilingi baitul makmur di Arsy).

Iblis tidak merasa lelah dan mengeluh dalam menjalankan perintah Allah yang mulia ini. Iblis menjalankan dengan ikhlas, tidak ada niat apapun kecuali karena Allah semata.

Pada masa itu malaikat dan lainnya memberi gelar kepada Iblis Al A'ziz (makhluk Allah yang termulia), ada yang memberi gelar A'zazil (panglima besar malaikat).

Menurut kitab tafsir Munir dan Showi, Iblis beribadah pada Allah dalam masa 80.000 tahun, thowaf di baitul Makmur dan Arsy selama 14.000 tahun. Oleh karenanya dilangit pertama sampai ketujuh Iblis begitu dihormati oleh para Malaikat.

Malaikat di penjuru alam semesta, dari bumi, langit, baitul makmur, arsy, dan sebagainya, mereka semua menghormati pada Iblis sebagai makhluk Allah yang terhormat dan termulia, sehingga bila Iblis lewat di depan para malaikat, maka malaikat menghormati pada Iblis, bagaikan penghormatan prajurit kepada komandannya, pengawal istana pada rajanya, sehingga terhormatlah nama Iblis di penjuru alam semesta.

Namun sayang, di lauhul mahfudz, tulisan Iblis terselubung rapi tidak satupun makhluk yang tahu kecuali Allah, tertera Al-kafir Al-mal'un (Iblis inkar terkutuk). Dalam sumber lain, Iblis pada mulanya bernama Azazil dan tinggal di bumi. Azazil adalah jin yang taat kepada Allah dan memang Iblis sebenarnya adalah dari golongan Jin seperti pada firman Allah,

"Dan ingatlah ketika kami berfirman kepada para malaikat 'Sujudlah kepada Adam,' maka sujudlah mereka kecuali Iblis. Dia adalah dari golongan Jin, maka ia mendurhakai Tuhannya" [QS. Al-Kahfi ayat 50]

Dia menyembah Allah selama 1000 tahun, lalu Allah swt mengangkatnya ke langit pertama. Di langit pertama, Azazil beribadah menyembah Allah selama 1000 tahun. Kemudian dia diangkat ke langit kedua, begitu seterusnya hingga akhirnya dia diangkat menjadi imam para malaikat.

Apa pun perintah Allah kepada malaikat juga adalah perintah baginya, karena dialah imam para malaikat yang memimpin malaikat. Azazil adalah imam dari seluruh malaikat (Al-muqorrobun, imamul jami'il malaikat).

Ada riwayat yang menyatakan Azazil beribadah kepada Allah selama 80.000 tahun dan tiada tempat di dunia ini yang tidak dijadikan tempat sujudnya ke hadirat Allah SWT.

Dalam satu riwayat menceritakan, malaikat Israfil melihat yang tersurat di Luh Mahfuz ada tercatat satu suratan yang berbunyi: "Adanya satu hamba Allah yang beribadah selama 80.000 tahun tetapi hanya kerana satu kesalahan, maka ibadah hamba itu tidak diterima Allah dan hamba itu terlaknat sehingga hari Kiamat.".

Maka menangislah Israfil karena bimbang makhluk yang tersurat di Loh Mahfuz itu adalah dirinya. Maka diceritakanlah Israfil kepada segala malaikat pengalamannya melihat apa yang tersurat di Loh Mahfuz.

Maka menangislah sekelian para malaikat karena takut dan bimbang dengan nasib mereka. Lalu semua malaikat datang menemui Azazil yang menjadi imam para malaikat, agar Azazil mendoakan keselamatan dunia dan akhirat kepada seluruh malaikat.

Azazil pun mendoakan keselamatan di dunia dan akhirat kepada seluruh malaikat dengan doa: "Ya Allah, janganlah Engkau murka terhadap mereka (para malaikat)." Namun, Azazil lupa untuk mendoakan keselamatan untuk dirinya. Setelah mendoakan semua para malaikat, Azazil terus menuju ke surga. Di atas pintu surga, Azazil terlihat suratan yang menyatakan: "Ada satu hamba dari kalangan hamba-hamba Allah yang muqarrabin yang telah diperintahkan Allah untuk membuat satu tugasan, tapi hamba tersebut mengengkari perintah Allah. Lalu dia tergolong dalam golongan yang sesat dan terlaknat.".

Lalu Allah Menciptakan Adam as, dan memerintahkan malaikat untuk sujud menghormat kepada Adam. Azazil, sebagai imam para malaikat, sepatutnya lebih dahulu bersujud memimpin para malaikat. Tetapi, dia menolak, karena dia merasa bahawa dirinya lebih baik dari pada Adam. Sementara para malaikat lain terus sujud tanpa dipimpin oleh Azazil.

Bukan saja enggan sujud, Azazil malah sombong dan menjawab kepada Allah: "Dan (ingatlah), tatkala Kami berfirman kepada para malaikat: 'Sujudlah kamu semua kepada Adam', lalu mereka sujud kecuali iblis. Dia berkata: 'Apakah aku akan sujud kepada orang yang Engkau ciptakan dari tanah?'" [QS. Al-Isra ayat 61]

Kesombongan Iblis ini berpuncak pada iri hati dan kedengkian Iblis terhadap Adam. Ia tidak terima karena Allah akan menciptakan Adam sebagai khalifah di bumi. Karena ia merasa lebih mulia dari Adam yang diciptakan dari tanah, sedangkan ia lebih mulia karena diciptakan dari api.

Ia durhaka kepada Allah, takabur dan lupa akan dirinya dimata Allah. Tak seharusnya ia membangkang perintah Tuhannya. Maka setelah itu, Iblis akhirnya diusir dari surga. Namanya dirubah menjadi Iblis dan dia bersumpah akan menyesatkan manusia dibumi.

"Dia (iblis) berkata: "Terangkanlah kepadaku inikah orangnya yang Engkau muliakan atas diriku? Sesungguhnya jika Engkau memberi tangguh kepadaku sampai hari kiamat, niscaya benar-benar akan aku sesatkan keturunannya, kecuali sebahagian kecil". [QS. Al-Isra ayat 62]

Kemudian Allah berfirman, "Tuhan berfirman: "Pergilah, barangsiapa di antara mereka yang mengikuti kamu, maka sesungguhnya neraka Jahannam adalah balasanmu semua, sebagai suatu pembalasan yang cukup." [QS. Al-Isra ayat 63]

Categories

Kelolokan Km 12 (2) Memahami Bab Furuiyyah (2) Adab Islam dalam memasuki Rumah (1) Ahmadiyah dan LDII (1) Aku berda`wah untuk golongan kalian dan Golongan kalian tidak boleh menda`wahi golonganku (1) Al Fuaad Fi Nurin (1) Al Fuaad Fi Nuurin (1) Al HIkam sesat dan menyesatkan (1) Al Quran bagi diri ini hanya sebagai simbol dan hiasan semata (1) Alergi Belajar Tauhid (Ma`rifatullah) Rusaklah Hati dan Jasad (1) Allah Ta`ala ditenggelamkan oleh pelampung (1) Allah Ta`ala yang bersedekah buat diri ini (1) Amal Ibadah bukanlah Jaminan Surga (1) Amal sholat dan puasa akan nampak nilai setelahnya... (1) Apakah diri ini bodoh ikut-ikutan dalam mengkafirkan Golongan lain ? (1) Awal Keberadaan Sufisme dan Anti Sufisme (1) BAB HAID Bagi Wanita (1) BAB SHOLAT DALIL SEBELUM TAKBIR (1) BAB SHOLAT Takbiratul Ihkram (1) BAGAIMANA AHMAD IBNU IDRIS SEBAGAI TOKOH SUFI DAPAT BERGANDENGAN TANGAN DENGAN KAUM WAHHABIYYAH ? (1) BAKTI SEORANG ANAK TERHADAP IBUNYA YANG GILA (1) BENARKAH AKU BERIMAN ATAU ATHEIS (TAK BERTUHAN) (1) BENARKAH PROF QURAISH SHIHAB SYI’AH? (1) Bab Duduk antara dua sujud beserta doanya (1) Bab Salam dalam Sholat (1) Bab Sujud dan Bacaan Sujud (1) Bab Takbiratul Ikhram (1) Bab mengangkat kedua tangan ketika Takbir (1) Bagaimana Pergerakan Keilmuan Tasawuf semakin merebak di Penjuru Dunia dan banyak diterima di Masyarakat baik para pemuda maupun yang Lanjut Usia ? (1) Bagaimana mungkin diri ini beramal ibadah (1) Bantahan Umat Muslim Di Tolikara Papua (1) Belajar Tauhid haruslah Kaffah (1) Benarkah cinta kita kepada Allah ? (1) Benarkah diri ini mengenal Allah Ta`ala (Ma`rifatullah) (1) Berbagai Jenis Amal adalah karena berbagai Ahwal (1) Beriman yang Dusta atau Tidak pada Umat islam di Tolikara (1) Berimankah diri ini atau dusta semata ? (1) Bid`ah Maulid Nabi dan Bid`ah Hari Besar (1) Bid`ah dan Khilafiyah yang akan selalu di debatkan sampai akhir zaman (1) Bidadari Surga ditanah Adat (1) Bodoh yang yang ditampakkan (1) Bukanlah diri ini seorang ahli hakekat jika masih suka mencela orang lain (1) Bukti Allah tidak menyukai orang yang bangga dengan amalnya (1) Bukti Bahwa Makhluk Tidak dapat membawa rezekinya sendiri (1) Buku Nahwu Shorof Bagi Pemula & Lanjut Usia (1) CAK NUN : "Sangat dilarang menyakiti hati orang lain" (1) DITIPU (1) Dai-Dai saat ini suka mencela Ulama Terdahulu (1) Dasar-Dasar Ma`rifatullah Pembatalan Syahadat yang Nampak (1) Disaat Al Qur`an di visualisasikan Maka Nampaklah dusta pada diri ini (1) Doa Iftitah (1) Doa dan amalan bukanlah sebagai jarak pemisah kepada Tuhan (1) Dusta Dalam Beramal dan beribadah kepada Allah (1) Dusta seorang Guru Tauhid yang Nampak Mendustakan (1) Elfiansyah Elham Spd (1) Elfiansyah Spd (1) Fiqh Bab Niat (1) Fiqh Bab Wudhu (1) Fitnah yang nampak yang ditujukan kepada Dr ZAKIR NAIK hal INSHA ALLAH (1) Gendrang Jihad telah ditabuh di Kabupaten Tolikara (1) Hakekat Kemiskinan adalah ketika kehilangan harapan (1) Haram berzakat didalam masjid (1) Hikmah Syukur di balik Cobaan dan Ujian seorang Hamba (1) Hukum Mengirim Al Fatihah atau menghadiakan Al Fatihah kepada yang meninggal (1) Hukum Nun Mati dan Tanwin (1) IDGHAM BIGHUNNAH ( ادغم بغنة ) (1) I`tidal dari ruku (1) Ibadah Umrah dan haji yang didustakan dan mendustakan-Nya (1) Iblis namanya adalah Azazil dia termasuk dari malaikat-malaikat yang paling mulia (1) Ilmu Hikmah bukanlah Ilmu sesat (1) Ilmu Tajwid (1) Iman Bil Ghoib (1) Istiftah dan Al Fatihah (1) JALAN MEMPEROLEH MAKRIFAT (1) JANGAN ENGKAU DUSTAKAN KITAB SUCI MU SENDIRI (1) Jangan berbangga dengan kemajuan Zaman (1) Jika ada lintasan didalam hati ada kehendak selain kehendakNya maka MURTAD (1) Kajian Islam Ilmu Hikmah (1) Kajian Nahwu Shorof dan Fiqh Bit Takhrij Al Qur`an Wal Hadits (1) Kedustaan dan kesombongan dalam Tawadhu (Merendahkan diri) (1) Keputusan Mahkamah Agung Terhadap Syiah (1) Kesombongan yang mengecilkan diri sendiri (1) Ketika Tauhid Bergema Di Antara Dua Kubah (1) Khilafiyyah Maulid Nabi dan Hari Besar Islam (1) Kisah Nyata Imam Hanafi ( Abu Hanifah ) (1) Kitab Al Hikam Bukan Kitab yang sesat namun Malah Meluruskan (1) Kitab Al Hikam Sesat (1) Larangan waktu dalam menguburkan mayat (1) MPU Aceh mengeluarkan fatwa paham Salafi sesat menyesatkan (1) Maka diri ini terdiam: Allah Ta`ala ditenggelamkan oleh Tempe (1) Makna kedalaman Syahadat اَشْهَدُاَنْالَااِلَهَ اِلَّااللهُ (1) Mandu dalam kutim (1) Manusia tetaplah manusia tidaklah mampu dalam hal apapun (1) Membedah Buku Sufi dan Anti Sufi (1) Mengapa Kaum Wahhabiyyah mengambil sikap penentangan extstrem terhadap Sufiesme ? (1) Mengetahui Kedudukan Di Sisi Allah (1) Menyekutukan Allah Ta`ala dengan kekuatan (1) Menyikapi Fatwa MPU terhadap Ajaran Salafy yang sesat dan menyesatkan (1) Muslim atau Bukan Muslim atau muslimah (1) Novel Islam (1) PANDANGAN IBN HIBBAN PADA SIFAT ALLAH TA`ALA (1) PELAJARAN ISIM DHOMIR ( Kata Ganti ) (1) PENOLAKAN PADA TAREKAT OLEH KAUM WAHHABIYYAH (1) PERBEDAAN & BEDA KEPEMAHAMAN ITU HARUS ADA (1) Pandai Berma`rifatullah Sholatpun di tinggalkan (1) Pejabat Pemerintah yang Berdusta dan Kejam (1) Pelajaran Nahwu Shorof Bab Al Marifat & Annakiroh (1) Penghuni Surga dan neraka sudah ditetapkan (1) Penyakit UJUB yang Akut pada diri (1) Perselisihan Kedudukan Orang Tua Rasulullah yang dinyatakan Masuk Neraka (1) Praktek Syeikh Sufi yang jauh dari Al Qur`an dan As-Sunnah (1) Puasaku hanyalah dusta semata kepada Allah (1) Pujian Hanya Bagi Allah Ta`ala semata (1) Rasionalkah Beribadah & Hukum Insya Allah (1) Ruku dan Bacaan Ruku (1) SHOHIH HADITS QUDSI (1) SURGA MILIKU BUKAN MILIK GOLONGANMU (1) SYARAH TAUHIDUL AF`AL & TAUHIDUL RUBBUBIYYAH (1) Salafi yang suka menyesatkan (1) Sedekah Perkataan yang Baik itu lebih baik dari harta (1) Sesatkah Doa Abu Nuwas Amal jadi alat sambung atau Pemisah (1) Sesungguhnya setiap amalan tergantung pada niatnya (HR. Bukhari no. 1 dan Muslim no. 1907) (1) Sholat bukanlah hanya sekedar Sholat (1) Sholat sekedar Sholat Kerapunpun bisa sholat (1) Siapakah Ibnu Arabi yang di Kafirkan Wahhabi ? (1) Siapapun Diri ini tidak ada andil (1) Site Manubar (1) Syariat yang menipu pandangan mata manusia (1) Syukur yang dibaca namun didustakan setiap harinya (1) TAHUKAH ANDA ? (1) TERTIPU ATAU PURA-PURA BODOH TERHADAP JAMINAN ALLAH (1) Tanah adat Kutai timur (1) Tanda-Tanda Manusia yang Tidak Ikhlas pada Ketetapan Allah (1) Tasawuf dan Sufi gadungan (1) Tauhid Bab Syirik Khofi (Tersembunyi) (1) Tauhid adalah Pondasi Awal dalam menjalankan Syariat (1) Tentang Kebenaran Ilmu Laduni (1) Tentang Pertanyaan ZAKAT (1) Tertipu dengan pandangan dan Kufur Nikmat (1) Tuhan Maha Kecil disaat visualisasikan dalam kehidupan (1) Ucapan Alhamdulillah yang didustakan syarah Al Fuaad Fi Nurin (1) Ucapanku atas Shodaqollah adalah kenikmatan (1) Umat Muslim selain Manhaj Salaf Sesat dan Menyesatkan (1) Usaha Hamba Menghindarkan diri ini dari PENYAKIT UJUB (1) Zikir setelah Sholat berdasarkan Hadits Shohih (1) ilmu dan kemampuan (1) jangan meninggalkan Dzikir kepada Allah (1) “Khusyukah Diri ini dalam Beribadah kepada Tuhan” (1)

Hati Nurani

Dunia Cahaya Hati Nurani


Hati Nurani atau disebut Mata Hati bila sudah bicara, maka tak dapat dibantah akan suara yang terdengar oleh segenap tubuh ini, Hati Nurani dapat menembus apa yang tak dapat ditembus oleh Kedua Mata Zhohir ini, Hati Nurani selalu memberikan Support atas kebaikan dan menghalang-halangi suatu keburukan, tugas yang tak mudah dipikul oleh Hati Nurani, dimanakah hati Nurani diri ini ?

Imam Ibnul Jauzi rahimahullah berkata, “Sesungguhnya ma’rifatullâh (yang benar) adalah mengenal Dzat-Nya, mengenal nama-nama dan sifat-sifat-Nya, serta mengenal perbuatan-perbuatan-Nya.” Dinukil oleh syaikhul Islam Ibnu Taimiyah dalam Majmû’ul Fatâwâ (17/104).

AL Fuaad Fi Nurin

AL Fuaad Fi Nurin
1. Apakah Anda pernah melihat Allah Ta`ala sebagaimana anda bersaksi? 2. Apakah Anda seorang beriman atau pendusta semata ? 3. Apakah anda merasakan kesengsaraan didunia ? apakah ini gambaran hidup anda kelak dineraka ? Apapun pertanyaan pada diri sendiri maka Insya Allah jawabannya ada di buku ini

Markaz Buku Online

Usaha Ingin Di Iklankan ?

Informasi Keilmuan

Translate

Temukan Kami


Pembayaran Buku

Wilayah Pulau Jawa & Sumatera

BCA 165-1586-122
Dede Rahmat

Hp : 081316235961

Wilayah Pulau Kalimantan & Sulawesi

Mandiri 900000-2832-583
Sutimah

Hp : 081254285572

Konfirmasikan jika sudah Transfer, Terimaksih

Kata Kunci Kehidupan

"Bergantung dan Bersandarlah secara Total Kepada Allah Ta`ala tiadakanlah Makhluk yang lain jika engkau belum dapat mencapai kesana maka anggaplah tidak ada makhluk disekitarmu, jikapun masih belum bisa itulah kedudukanmu saat ini"
Powered by Blogger.

Dapatkan Kitab-Kitab ini

Bacaan yang disarankan

Beriman atau Dusta

Kontak Online

Informasi Keilmuan

Nahwu Shorof Bagi Pemula

Nahwu Shorof Bagi Pemula
Mahir dalam memberikan baris arab gundul