Pesan Untuk Diri sendiri yang sedang Berda`wah

“Jika Seorang manusia sudah menyampaikan pendapatnya maka itu sudah mencukupi, dalam hal ini yakni sudah ditunaikan apa yang seharusnya disampaikan dengan cara yang baik dan santun serta beretika. Namun Apabila melahirkan suatu permusuhan, perdebatan, dan menyerang serta menyesat-sesatkan, maka inipun tidaklah termasuk pada sunnah Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi wa Sallam dalam hal memberikan penjelasan, tentu bukanlah cara dakwah dengan atas nama Allah dan kepada sunnah Rasulullah.
Latest Post
Loading...
Selamat Datang di Blog Dunia Cahaya hati yang menghadirkan kajian-kajian ilmu hikmah yang berlandaskan Al Qur`an dan Al Hadits dan dapatkan pula buku Al Fuaad Fi Nuurin Edisi Terbaru Semoga Blog disini dapat memberikan manfaat bagi para pengunjung
Saturday, 27 June 2015
Doa dan amalan janganlah dijadikan jarak pemisah kepada Allah Ta`ala jika tidak berdoa dan beramal Allah Ta`ala dilupakan namun ketika berdoa dan beramal Allah Ta`ala dekat, maka ini yang menjadikan Do`a dan Amalan dijadikan sandaran dan pengukur jarak antara hamba dengan Allah Ta`ala.

Padahal Allah Ta`ala tidak dapat ditenggelamkan dengan doa dan amal ibadah itu sendiri, kita diperintahkan untuk berdoa dan beramal sebagai kedudukan kita sebagai hamba yang merendahkan diri kepada-Nya, dikabulkan ataupun tidak pada doa itu maka itu mutlak pilihan Allah Ta`ala bukan karena sebab dari doa dan amalan itu, jika itu terjadi maka Sebab pun dijadikan Tuhan, pahamilah dengan hati karena ini bahasa hikmah yang menuju kepada kemurnian tauhid.

Karena tauhid tidak lagi memandang sesuatunya yang terpandang hanya Allah Ta`ala semata, jika doa dan amalan itu menjadi sebab terkabulnya doa maka suatu saat akan menonjolkan hukum sebab sehingga menjadi ahli Al Asbab orang yang melakukan sesuatu dengan penyaksian sebab sehingga sebab dijadikan sandaran yang mutlak dan suatu pemisah jika seseorang beribadah ingat dan merasa dekat kepada Allah Ta`ala jika tidak sedang beribadah maka Allah Ta`ala sangat jauh, Allah ada saat beribadah jika tidak beribadah Allah Ta`ala tidak ada, karena sudah terhijab dengan hukum sebab.

Kita diperintahkan berdoa dan beramal maka laksanakanlah namun bukan karena doa dan amal itu yang menyebabkan seseorang itu yang menyebabkan masuk kedalam surga-Nya.
Bukanlah tujuan utama itu hanya sekedar meminta, tetapi tujuan yang utama ialah jika diri ini mengetahui adab (tata krama) terhadap Allah Ta`ala

Dalam hal ini sudah dijelaskan pada buku AL Fuaad Fi Nurin (kemurnian tauhid) cahaya hati Nurani dan sudah hadir juga Buku AL Fuaad Fi Nuurin "Tanpa Berencong (tanpa terbelah)"

Penulis : Elfiansyah Elham Spd

Friday, 26 June 2015
Jika Mata Hati Berbicara, Maka diri ini terdiam: Dusta Dalam Beramal dan beribadah kepada Allah Ta`...: Didalam Buku Al Fuaad Fi Nurin pada Bab Dusta dalam beramal, beribadah dan berda`wah merupakan bab yang menusuk kedalam sanubari hati terd...

Visual Hati adalah penampakan diri yang tak terlihat
PELAJARAN DASAR II ISIM DHOMIR ( Kata Ganti )

Isim Dhomir : kata ganti Pelaku (Subjek), Sasaran ( Objek), Kepemilikan dan sesuatu yang di bicarakan tanpa menyebut Nama yang bersangkutan.

Contoh : 
Dia sedang membaca buku (هُوَيَقْرَاءُ  الْكِتَابَ ), saya memohon kepada Mu ( اَنَا أَسْألُكَ ),  ini rumahku(  هَذا بَيْتِى  ) dan itu rumahmu (  وَذالِكَ بَيْتُكَ ) dan disana rumahnya (  وَ هُنَاكَ بَيْتُهُ ) disinilah kota kami ( هُنَا مَدِيْنَتُنَا  ) , sesungguhnya saya ( إِنِي  ) dan sesungguhnya kami (  إنا ).

“Kalimat diatas ada sebagai pelaku, ada sebagai objek/target/sasaran, ada sebagai kepemilikan dan ada sesuatu yang di bicarakan” 

اَنَا  = saya,aku  (Pelaku )                         ي= Ku ( Kepemilikan atau target,sasaran (objek))
اَنْتَ= kamu,anda (Pelaku )                       ك = Mu ( Kepemilikan atau target,sasaran (objek))
هُوَ = dia(lk)    (Pelaku )                              ه = Nya (lk) ( Kepemilikan atau target,sasaran (objek))
هِيَ = dia (pr)     (Pelaku )                         هَا = Nya (pr) ( Kepemilikan atau target,sasaran (objek))
نَحْنُ = Kami,Kita  (Pelaku )                         نا  = Kami / Kita ( Kepemilikan atau target,sasaran (objek))
انتم = Kalian  (Pelaku )                                 كُمْ = Kalian ( Kepemilikan atau target,sasaran (objek))
هُمْ = Mereka (Pelaku )                      هُمْ = Mereka ( Kepemilikan atau target,sasaran (objek))

Hukum yang wajib berlaku pada Hukum Dhomir yaitu : Jika membicarakan kepemilikan maka Tidak boleh menambah Alif Lam (ال ).
PENGERTIAN AN-NAHWU (النحْوُ)
Nahwu ialah : Ilmu kaidah-kaidah untuk mengetahui Jabatan,keadaan kata dan bentuk huruf serta harakah (baris) terakhir dari suatu kata.
“Jika Masih dalam satu kata (Mufrod) Maka Ilmu Nahwu belum berfungsi atau kaidahnya belum terlihat, ketika sudah terdiri dari beberapa kata sehingga menjadi kalimat maka disinilah Peran Ilmu Nahwu agar kalimat itu dapat di baca dengan baik dan benar.”

PENGERTIAN AS-SHOROF (الصرَفُ)
Shorof Ialah : Ilmu Untuk Mengetahui atau sebagai Alat untuk mengetahui dan memahami sebuah kata (Mufrod) ketika kata itu berdiri sendiri ataupun sudah mengalami perubahan dari bentuk aslinya, baik dalam perubahannya,keadaaanya maupun kedudukannya, sehingga dapat dipelajari asal usul kata dan keadaanya serta perubahan yang meliputinya.
Perubahan kata dari satu bentuk ke bentuk yang lain dinamakan SHIGHOT.
Adapun Kata di dalam Ilmu keduanya ( Nahwu & Shorof ) di bagi menjadi 3 Kata yaitu :
  1. Isim (اِسْم ) yaitu : Kata Benda (Sesuatu yang beraroma kebendaan)
  2. Fi`il (فِعْل ) yaitu : Kata Kerja  ( Sesuatu yang melibatkan dan mengerakkan anggota badan / jasad)
  3. Harfun (حَرْف ) yaitu : Kata Tugas/pelengkap Selain kata Kerja dan Kata Benda 

Demikian Garis besar Ilmu tentang Nahwu dan Shorof.

PELAJARAN DASAR I ( AL MA`RIFAT & AN NAKIROH  )

Kedudukan dan Keadaan Kata pada Alif Lam ( ال ) pada kata Benda (اسم ) dan Kata Sifat dan ini tidak berlaku pada kata kerja.

Allah Ta`ala yang bersedekah buat diri ini

         













Bagaimana Mungkin diri ini bersedekah padahal Allah Ta`ala lah yang bersedekah
Kalimat ini benar-benar mengandung hikmah yang sangat dalam bagaimana mungkin diri ini bersedekah modalnya dari mana datangnya ? Jika bukan dari Allah Ta`ala maka tidaklah diri ini dapat bersedekah, Bagaimana mungkin diri ini dapat beramal padahal Alla Ta`ala lah yang menolong hamba itu dapat beramal, kajian ilmu hikmah ini dapat di dapat di Kitab Al Hikam dan Al Fuaad Fi Nuurin.
Disinilah Diri ini dituntut untuk kemahami dua kalimat syahadat, namun kebanyak seorang Muslim dan Muslimah tidak menyadari dua kalimat syahadat yang dibaca itu bahkan tidak memahami dua kalimat syahadat itu sendiri, dikarenakan Islamnya adalah islam setruman dari keturunan semata, maka ini kelak akan menjadi boomerang.

Tauhid pokok paling utama dalam menjalankan syariat














Tauhid (Ma`rifatullah) Pokok dasar dalam menjalankan syariat
Tauhid bukanlah suatu Ilmu yang serta merta mematahkan Syari`at dan meninggalkan hukum Al Asbab (sebab Musabab) Tauhid suatu keharusan yang wajib dipelajari oleh Para Muslimun dan muslimat sehingga Syahadatain yang dibaca tidak salah kaprah dan tidak hanya kesaksian yang bohong semata, disinilah para muslimun dan muslimat dituntut untuk mengetahui secara mendalam dua kalimat Syahadat yang dibaca itu dan buka hanya sekedar baca.

Kajian Islam & Bedah Buku

Majelis Kajian Islam & Bedah Buku Nuurul Fuaad Sindangsari.
Kajian Islam yang diadakan setiap malam jum`at dan malam selasa di Tiga Kelurahan yakni Sindangsari, Makroman dan Pulau Atas sudah berjalan kurang lebih 15 Tahun yang mana Para salik benar-benar dapat merasakan hikmah kandungan-kandungan Ilmu yang disampaikan Baik Al Fuaad Fi Nuurin, Al Hikam dan Nahwu Shorof serta Ilmu Fiqh, adapun perjalanan para salik bermacam ragam dalam menerima ilmu ini ada yang diberikan paham oleh Allah Ta`ala 4 Tahun dan bahkan 10 Tahun  sehingga disinilah mahalnya ilmu hikmah tidaklah sesederhana itu memahaminya apalagi hanya sekedar baca dan tidak dikaji kalimat perkalimat.

Namun didalam perjalanan bathiniyah setiap orang tentu mempunyai hikmah nya masing-masing yang hanya dapat dirasakan oleh yang mengalaminya diluar itu hanya hambar semata disinilah ilmu Tauhid itu wajib dirasa, jika tidak maka sesungguhnya diri ini belumlah memahami ilmu bertauhid. 

Dasar-Dasar Memahami Ilmu Tauhid

Memahami diri sendiri dan penyakit atau hama yang ada pada diri sendiri
  • Riya
    Penyakit siapa saja dapat terkena tak pandang siapa dan apapun diri ini
  • Ujub
    Penyakit ini tumbuh subur di posisi yang benar pada seseorang dan diri ini menonjol bahkan Taqbir setiap dibacapun didustakan
  • Dengki, Hasad dan Hasud
    Disinilah Diri ini belum mampu melihat orang lain bahagia, mendapatkan rezeki yang lebih dan berharap bisa semua itu berpindah kepada diri ini dengan cara-cara yang tidak dibenarkan
  • Berdusta dalam amal, ibadah dan berda`wah
    Penyakit ini sudah mewabah pada diri ini, amal, ibadah dan da`wah dapat dijadikan untuk meraup keuntungan serta simpatisan dalam meraih kepentingan dunia serta kelompok tertentu dan untuk dapat pengakuan serta hal-hal yang menampakkan kedustaannya.

Dusta Dalam Beramal

Dusta dalam beramal dan Ibadah Kepada Allah Ta`ala
  • Pandai membaca Takbir
    Diri ini selalu membaca Takbir yakni Allahu Akbar namun pada kenyataannya selalu ada yang lebih besar pada realita kehidupan dijalani, diri ini nongol disaat beribadah, diri ini lebih mementingan jemuran dari pada Takbir yang dibaca tadi.
  • Pandai Membaca Shodoqollah ( Maha Benar Allah) setelah membaca Al Qur`an
    Pada realita sehari-hari tak nampak Shodoqollah itu yang nampak hanya sumpah serapa, keluh kesah dan caci makian.
  • Pandai berzikir
    Namun pada kenyataannya hanyalah suara-suara yang keluar namun di Hati Allah Ta`ala tak hadir, serta visualisasi zikir itupun hanyalah dusta semata.
  • Pandai Berdalil
    Dalil hanya sebatas dalil namun tak dipahami dalil tersebut dalam realita kehidupan sehari-hari secara menyeluruh sehingga dalil itupun sebenarnya ditujukan pada diri ini sendiri.


Dzat yang bernama Allah adalah Maha Pencipta, Maha Terjadi sebab dari Dzat Allah maka adanya alam semesta berserta isinya termasuk di dalamnya segala kehidupan.

اللَّهُ لَا إِلَٰهَ إِلَّا هُوَ الْحَيُّ الْقَيُّومُ ۚ لَا تَأْخُذُهُ سِنَةٌ وَلَا نَوْمٌ ۚ لَهُ مَا فِي السَّمَاوَاتِ وَمَا فِي الْأَرْضِ ۗ مَنْ ذَا الَّذِي يَشْفَعُ عِنْدَهُ إِلَّا بِإِذْنِهِ ۚ يَعْلَمُ مَا بَيْنَ أَيْدِيهِمْ وَمَا خَلْفَهُمْ ۖ وَلَا يُحِيطُونَ بِشَيْءٍ مِنْ عِلْمِهِ إِلَّا بِمَا شَاءَ ۚ وَسِعَ كُرْسِيُّهُ السَّمَاوَاتِ وَالْأَرْضَ ۖ وَلَا يَئُودُهُ حِفْظُهُمَا ۚ وَهُوَ الْعَلِيُّ الْعَظِيمُ

Allah, tidak ada Tuhan (yang berhak disembah) melainkan Dia Yang Hidup kekal lagi terus menerus mengurus (makhluk-Nya); tidak mengantuk dan tidak tidur. Kepunyaan-Nya apa yang di langit dan di bumi. Tiada yang dapat memberi syafa´at di sisi Allah tanpa izin-Nya? Allah mengetahui apa-apa yang di hadapan mereka dan di belakang mereka, dan mereka tidak mengetahui apa-apa dari ilmu Allah melainkan apa yang dikehendaki-Nya. Kursi Allah meliputi langit dan bumi. Dan Allah tidak merasa berat memelihara keduanya, dan Allah Maha Tinggi lagi Maha Besar. (Qs 2:255)

Kepunyaan-Nya apa-apa yang ada dilangit dan apa-apa yang ada di bumi, ini bukti bahwa manusia tidak diperkenankan merasa memiliki sampai dapat menganggu Jiwanya, karena apapun itu atau sesuatu yang dimiliki itu adalah sebuah Pinjaman dan Amanah yang mana suatu saat akan diambil kembali, adapun teknis Allah dalam mengambilnya dapat kita rasakan dalam kehidupan kita sehari-hari.

Ayat diatas sangat jelas dan terang baik dalam kedudukan ayat maupun dalam Kedudukan Nahwu Shorof yang dikenal dengan Alif Lam Ma`rifat yang mana menyatakan apapun itu adalah milik Allah bahkan Kotoran dalam perut maupun yang sudah dikeluarkan itupun milik-Nya tanpa ada pengecualian.
Thursday, 25 June 2015
Telah hadir Buku Nahwu Shorof Bagi Pemula & Lanjut Usia yang sangat mudah dipahami dan
sangat familiar bagi yang belum pernah sama sekali mempelajari Ilmu Nahwu Shorof sehingga dengan hadirnya buku ini dapat dirasakan oleh masyarakat luas.

Buku Yang dapat jadi rujukan bagi para pemula dan lanjut usia yang ingin memperdalam kajian - kajian islam dengan menggunakan Ilmu nahwu dan Shorof, buku ini ada ditoko-toko buku dan terutama di Toko Aziz Samarinda dan di Toko Buku Pondok Modern Ibadurrahman.

Dapatkan Buku  Nahwu Shorof Bagi Pemula & Lanjut Usia Mahir dalam memberikan baris Arab Gundul dalam 24 Jam dan jangan terlewatkan buku ini segera dapatkan.

Bagi yang ingin membeli secara online dapat menghubungi kami di 085250550616 atau 05416242753.
Didalam Buku Al Fuaad Fi Nurin dijelaskan secara jelas dan terang sehingga ini bagian Syarah dari buku Al Fuaad Fi Nurin bahwa Setiap hari kita tidak lepas dari rasa Syukur kepada Allah Ta`ala, baik dalam keadaan senang maupun tidak, karena Makna Syukur yang sesungguhnya adalah Siap menerima Konsekuensi dari Kata Syukur itu, Jika diri ini bersyukur maka Harus Ridho dengan pemberian yang tidak sesuai harapan, pemberian rezeki yang sedikit-sedikit, menerima dengan lapang dada hal yang tak sesuai harapan.
Namun pada diri kita kebanyakan mendustakan makna Syukur ini disisi lain Diri ini memuji Allah Ta`ala dengan mengucapkan Al Hamdulillah namun disisi lain Mencela Allah Ta`ala atas pemberian yang diberikaan saat itu.

Sering kita mendengar seseorang mengucapkan Pujian Alhamdulillah namun tak diresapi dengan sungguh atas ucapan itu, sehingga setelah itu ditutup dengan mencela.
Seperti kata yang sering kita dengar : Alhamdulillah hari ini diberikan rezeki yang cukup seandainya tadi tidak hujan maka bisa lebih penghasilannya dari ini.

Pujian yang diakhiri dengan ketidak ridhoan serta tidak berlapang dada dengan totalitas sehingga hanyalah ucapan yang mendustakan atas Alhamdulillah tadi.
Ketahuilah bahwa berSyukur itu tidaklah sesederhana itu, karena ada konsekuensinya jika kita mengucapkan kata Alhamdulillah maka siap-siap Allah pasti uji apakah dusta kata Alhamdulillah itu yakni Pujian itu atau benar-benar pujian itu dari suatu kelapangan dada yang totalitas.
Setelah sholat kita selalu berzikir dan tidak tertinggal Alhamdulillah namun setelah selesai berzikir kemudian ada pengumuman hari ini gaji dipotong, Maka Kata Syukur disini argometernya berjalan…..apakah Pujian kepada Allah ta`ala tadi berlaku atau didustakan.
Dimasyarakat saat ini lebih cendrung kepada Furuiyyah, padahal Ajaran islam itu tidak lagi dapat dikembangkan, namun Agama Islam yang dapat di kembangkan sedangkan ajaran Islam sudah pada Al Qur`an dan Assunah, maka jangan mengembangkannya sehingga menjadi Furu kepada furu` lagi sehingga akan menambah furu-`ilal furu` ilal furu` ilal furu` sehinga menjadi percabangan yang tidak dapat di hidarkan lagi dan tanpa ada batasan terhadap Furuiyyah ini, sehingga Ushul (pokok) tenggelam entah kemana yang terhijab dengan hal furuiyyah (cabang)

Pahamilah Skema Furuiyyah ini dan semoga menambah wawasan diri ini terhadap Furuiyyah.

BAGI Saudaraku yang suka Inbox yang belum Paham Bab Furuiyah dan bahayanya ini saya visualisasikan cermati, pahami dan renungkan jangan pakai EMOSI & OTAK FANATIK yang membutakan MATA HATI
Posted by ‎الا بالله دون أخر‎ on 3 Mei 2015
Sholat bukanlah hanya sekedar sholat namun benar-benar dipahami kandungan bacaan pada sholat itu sehingga masuk kedalam Mata Hati yang akan ditampakkan buah dari sholat itu setelahnya jika setelah sholat kemudian masih juga berbuat kemungkaran, maka sesungguhnya sholat hanyalah suatu pekerjaan yang atas dasar kewajiban semata atau ada faktor lain yang meliputinya.

Sebagaiman jika diri ini melihat Video ini maka sesungguhnya diri ini dapat langsung melihat sesuatu yang tidak ada kenikmatan didalam sholat tersebut bagi diri ini, bagi yang lain tentu mempunyai alasan tersendiri, karena kenikmatan sholat hanya dapat dirasakan oleh diri masing-masing.


Bagaimana diri ini dapat melakukan khuyu dalam beribadah kepada Allah Ta`ala maka dapat kita membaca buku-buku tentang Cara Sholat Khuyu atau dapat juga ditemukan di Buku Al Fuaad Fi Nurin yang mana didalamnya mengandung hikmah yang banyak sehingga dalam melakukan ibadah benar-benar sesuai harapan yakni mendapatkan buah setelah sholat itu.

Dapatkan Buku Al Fuaad Fi Nurin


Belajar Tauhid haruslah Kaffah jika tidak maka TEBAL HIJAB nya kepada Allah.
Pahamilah dan renungkanlah Kalimat ini secara berulang

1. Baik dan Buruk Terbit dari yang satu yaitu : Allah Ta`ala
2. Kebaikan dan kejahatan terbit dari yang satu yaitu : Allah Ta`ala
3. Rugi dan Untung terbit dari yang satu yaitu : Allah Ta`ala
4. Lapang dan Sempit terbit dari yang satu yaitu : Allah Ta`ala
5. Apakah ada yang bukan milik-Nya apa yang ada dilangit dan di Bumi dan diantara keduanya ?
6. Iblis bukanlah Ciptaan Allah yang CACAT namun itulah bukti Kuasa dan Kesempurnaan-Nya.
7. Tidaklah dapat dikatakan itu Putih jika tidak ada warna yang lain, bagaimana mungkin dapat memahami MUKHOLAFATU LIL HAWADITS jika Allah tidak nampakkan perbedaan itu.
8. Tidak dapat dikatakan " Disisi Allah hanya Agama Islam" jika agama lain itu tidak di adakan oleh-Nya beserta penganut-Nya.

Mengangkat Kedua Tangan
Para ulama bersepakat bahwa disyar’iatkan mengangkat kedua tangan ketika takbiratul ihram. Dalilnya hadits:

أنَّ النبيَّ صلّى الله عليه وسلّم كان يرفعُ يديه حذوَ مَنكبيه؛ إذا افتتح الصَّلاةَ، وإذا كبَّرَ للرُّكوع، وإذا رفع رأسه من الرُّكوع
“Nabi صلّى الله عليه وسلّم biasanya ketika memulai shalat, ketika takbir untuk ruku’ dan ketika mengangkat kepada setelah ruku’, beliau mengangkat kedua tangannya setinggi pundaknya” (HR. Bukhari 735).
Seseorang mengangkat kedua tangannya dan mengucapkan ‘Allahu Akbar‘ ketika memulai shalat, ini dinamakan takbiratul ihram. Takbiratul ihram termasuk rukun shalat, shalat tidak sah tanpanya. Dalil bahwa takbiratul ihram adalah rukun shalat adalah hadits yang dikenal sebagai hadits al musi’ shalatuhu, yaitu tentang seorang sahabat yang belum paham cara shalat, hingga setelah ia shalat Nabi bersabda kepadanya:

ارجِعْ فَصَلِّ فإنك لم تُصلِّ
“Ulangi lagi, karena engkau belum shalat”

Menunjukkan shalat yang ia lakukan tidak sah sehingga tidak teranggap sudah menunaikan shalat. Kemudian Nabi صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ mengajarkan shalat yang benar kepadanya dengan bersabda:

إذا قُمتَ إلى الصَّلاةِ فأسْبِغ الوُضُوءَ، ثم اسْتقبل القِبْلةَ فكبِّر
“Jika engkau hendak shalat, ambilah wudhu lalu menghadap kiblat dan bertakbirlah” (HR. Bukhari 757, Muslim 397).

مفتاح الصلاة الطهور وتحريمها التكبير وتحليلها التسليم
“Pembuka shalat adalah bersuci (wudhu), yang mengharamkan adalah takbir dan yang menghalalkan adalah salam” (HR. Abu Daud 618, dishahihkan Al Albani di Shahih Abu Daud).

Wednesday, 24 June 2015

Bagaimana mungkin Al Qur`an di baca dan hati penuh penyaksian bahwa yang dibaca adalah Kebenaran dari Allah Ta`ala kemudian penyaksian itu distemple Bid`ah.

Bilamana diri ini membaca Al Qur`an dan diri ini berhubungan langsung dengan apa yang dibaca dan merasakan langsung dengan apa yang dibaca kemudian diri ini mengucapkan Shodaqollah (Maha Benar Allah) kemudian di Stemple Bidah maka sesungguhnya terlalu dini, bagaimana diri ini dapat memahami Al-Qur`an penuh hikmat jika visualisasinya ternyata dihadapkan oleh Allah Ta`ala kemudian mengucapkan Shodaqollah maka disebut Bid`ah. Entahlah dalam hal ini pun diri ini tetap mengucapkan shodaqollah, diri ini sangat menikmati kalimat shodaqollah yang hanya dinikmati oleh diri ini sendiri.
Apapun yang ada pada Al Qur`an dan dihadapkan pada visualisasinya maka diri ini tak dapat lepas dengan kalimat shodaqollah.

قُلۡ صَدَقَ ٱللَّهُ‌ۗ فَٱتَّبِعُواْ مِلَّةَ إِبۡرَٲهِيمَ حَنِيفً۬ا وَمَا كَانَ مِنَ ٱلۡمُشۡرِكِينَ (٩٥

عَنْ أَبِي هُرَيْرَةَ رَضِيَ اللَّهُ عَنْهُ عَنْ رَسُولِ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ أَنَّهُ قَالَ : لَوْلَا أَنْ أَشُقَّ عَلَى أُمَّتِي لَأَمَرْتُهُمْ بِالسِّوَاكِ مَعَ كُلِّ وُضُوءٍ 
أَخْرَجَهُ مَالِكٌ وَأَحْمَدُ وَالنَّسَائِيُّ. وَصَحَّحَهُ ابْنُ خُزَيْمَةَ وَذَكَرَهُ الْبُخَارِيُّ تَعْلِيقًا
Dari Abu Hurairah Radhiyallaahu 'anhu dari Rasulullah Shallallaahu 'alaihi wa Sallam bahwa beliau bersabda: "Seandainya tidak memberatkan atas umatku niscaya aku perintahkan mereka bersiwak (menggosok gigi dengan kayu aurok) pada setiap kali wudlu." Dikeluarkan oleh Malik Ahmad dan Nasa'i. Oleh Ibnu Khuzaimah dinilai sebagai hadits shahih sedang Bukhari menganggapnya sebagai hadits muallaq (Sanad terputus kebawah)

Di dalam Al Qur`an Allah Ta`ala berfirman :
يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا إِذَا قُمْتُمْ إِلَى الصَّلاةِ فَاغْسِلُوا وُجُوهَكُمْ وَأَيْدِيَكُمْ إِلَى الْمَرَافِقِ وَامْسَحُوا بِرُءُوسِكُمْ وَأَرْجُلَكُمْ إِلَى الْكَعْبَيْنِ وَإِنْ كُنْتُمْ جُنُبًا فَاطَّهَّرُوا وَإِنْ كُنْتُمْ مَرْضَى أَوْ عَلَى سَفَرٍ أَوْ جَاءَ أَحَدٌ مِنْكُمْ مِنَ الْغَائِطِ أَوْ لامَسْتُمُ النِّسَاءَ فَلَمْ تَجِدُوا مَاءً فَتَيَمَّمُوا صَعِيدًا طَيِّبًا فَامْسَحُوا بِوُجُوهِكُمْ وَأَيْدِيكُمْ مِنْهُ مَا يُرِيدُ اللَّهُ لِيَجْعَلَ عَلَيْكُمْ مِنْ حَرَجٍ وَلَكِنْ يُرِيدُ لِيُطَهِّرَكُمْ وَلِيُتِمَّ نِعْمَتَهُ عَلَيْكُمْ لَعَلَّكُمْ تَشْكُرُونَ (٦
Artinya : “Hai orang-orang yang beriman, apabila kamu hendak mengerjakan sholat, maka basuhlah mukamu, kedua tanganmu sampai siku, dan sapulah kepalamu dan basuhlah kakimu sampai mata kaki, dan jika kamu junub maka mandilah, dan jika kamu sakit atau dalam perjalanan atau kembali dari tempat buang air (kakus) atau menyentuh perempuan, lalu kamu tidak memperoleh air, maka bertayammumlah dengan tanah yang baik (bersih); sapulah mukamu dan tanganmu dengan tanah itu. Allah tidak hendak menyulitkan kamu, tetapi Dia hendak membersihkan kamu dan menyempurnakan nikmat-Nya bagimu, supaya kamu bersyukur.”(QS Al-Maidah :6).

Sebagaimana dalam Hadits dari ‘Umar bin Al Khattab bahwasanya Nabi Muhammad صلى الله عليه وسلم  bersabda :
إِنَّمَا الأَعْمَالُ بِالنِّيَّاتِ
“Sesungguhnya setiap amalan tergantung pada niatnya.” (HR. Bukhari no. 1 dan Muslim no. 1907).
Dari Umar bin al-Khatthab radhiyallahu’anhu, dia berkata:

قَالَ رَسُولُ اللَّهِ -صلى الله عليه وسلم- « إِنَّمَا الأَعْمَالُ بِالنِّيَّةِ وَإِنَّمَا لاِمْرِئٍ مَا نَوَى فَمَنْ كَانَتْ هِجْرَتُهُ إِلَى اللَّهِ وَرَسُولِهِ فَهِجْرَتُهُ إِلَى اللَّهِ وَرَسُولِهِ وَمَنْ كَانَتْ هِجْرَتُهُ لِدُنْيَا يُصِيبُهَا أَوِ امْرَأَةٍ يَتَزَوَّجُهَا فَهِجْرَتُهُ إِلَى مَا هَاجَرَ إِلَيْهِ 
Rasulullah صلى الله عليه وسلم bersabda, “Sesungguhnya setiap amal dinilai berdasarkan niatnya. Dan setiap orang akan mendapatkan balasan sesuai dengan apa yang dia niatkan. Barang siapa yang hijrahnya karena Allah dan rasul-Nya maka hijrahnya itu akan diterima oleh Allah dan rasul-Nya.
Bukanlah diri ini seorang ahli hakekat, jika masih suka mencela orang lain, Iblispun mencela Nabi Adam as disaat diperintahkan sujud dan bukanlah diri ini ahli ma`rifat jika ditawan oleh rasa takut
terhadap sesuatu yang rendah, takut miskin, takut tidak naik jabatan, takut dihina, takut di pecat, takut tak mendapat pekerjaan dan proyek, takut pada kematian, takut bangkrut, takut diacuhkan, sesungguhnya diri ini belum sanggup menomor satukan Allah, pemahaman nilai Tauhid ini tidaklah hanya sebatas teori semata, Ya Allah, Engkau segala apa yang ada pada diri ini, sungguh berasal semata-mata dari-Mu, diri ini bukanlah apa-apa yang tak dapat berdiri sendiri dan sungguh masih jauh tahapan pemahaman diri ini atas nilai tauhid.

Dalam dalam memahami ilmu hakekat hanya sebatas teori semata, maka sesungguhnya bukanlah seseorang itu memahami ilmu hakekat, karena kepemahamannya hanyalah suatu paham keniscayaan semata yang dapat menjerumuskan dan merusak pada dirinya sendiri, sebagaimana banyak ditemukan seorang Mursyid yang mengajarkan Tauhid (Ma`rifatullah) namun hanya memandang dirinya atau kelompoknya saja yang belajar sedangkan diluar mereka dicela bahkan yang sedang melakukan Syariatpun di rendahkan.
Dalam Hadits Rasulullah yakni :“Akan muncul suatu kaum di akhir zaman, mereka masih muda (belum matang) akal mereka tidak stabil, mereka mengatakan dari ucapan manusia terbaik, mereka membaca Al-Qur’an, iman mereka hanya sebatas kerongkongan, mereka menembus agama seperti anak panah menembus sasarannya. Maka di manapun kalian temui mereka maka bunuhlah karena membunuh mereka berpahala bagi yang melakukannya di sisi Allah pada hari Kiamat.” (Diriwayatkan oleh Al-Bukhari, Muslim, Abu Dawud dan Ahmad)

Ketahuilah bahwa sesungguhnya Surga Dan Neraka Sudah Tercipta Sejak Dahulu, Keduanya bukan ciptaan Allah yang baru ada setelah Kiamat kelak terjadi. Dalam kitabnya yang berjudul Al-Aqidah Ath-Thahawiyyah, Ath-Thahawi menulis sebagai berikut:

PERBEDAAN & BEDA KEPEMAHAMAN ITU HARUS ADA DAN SUATU YANG TIDAK DAPAT DIHINDARKAN
Perbedaan serta Beda kepemahaman itu tidak dapat dipaksakan semua terjadi atas Kehendak-Nya.
KEMURNIAN TAUHID yang tidak berbulu kesyirikan adalah :

"Jika ada lintasan didalam hati ada kehendak selain kehendakNya maka MURTAD"
"Jika ada lintasan didalam hati ada kehendak selain kehendakNya maka MURTAD"
"Jika ada lintasan didalam hati ada kehendak selain kehendakNya maka MURTAD"

"FIR`AUN & KARUN ABAD MASA KINI"

Semua terjadi atas IZIN-NYA yang ada pada Kehendak-Nya....jika ada yang tidak sependapat dalam hal ini itu memang harus ada dan wajib ada jika tidak batal Al Qur`an pada Suroh Hujurat itu...Wajib ada perbedaan dan wajib harus ada pelakunya. jika semua sama maka Tuhan yang kita sembah adalah TUHAN PENDUSTA.
Tuesday, 23 June 2015
Benarkah Muslim atau Bukan Muslim atau muslimah ? Apapun yang ada pada diri ini adalah milik-Mu tanpa terkecuali dan tanpa koma maka hanya sebatas inilah pemahamanku tentang TAUHID.
Jika masih ada rasa takut selain kepada Mu Ya Allah, maka sesungguhnya diri ini belum mampu menyatakan Ke-Esa-an-Mu dan belum Mampu menomorsatukan-Mu..Demikianlah kepemahamanku atas ilmu Tauhid, iman pada diri inipun milik-Nya tanpa koma dan tapi, jika Dia berkehendak untuk membolak-baliknya, maka tidak ada satupun yang dapat menghalanginya, Jika merasa diri ini benar-benar tauhid, maka siapapun ada penampakkan dari seseorang berpindah agama, maka ucapkanlah Shodaqollah (Maha benar Allah), Milik-Nya apa yang ada di langit dan milik-Nya yang ada dibumi tanpa ada kecuali dan koma serta tanpa kata "tetapi". jika bicara Tauhid MUTLAQ semua kembali kepada Allah Ta`ala jangan dijadikan sisa-sisa Allah Ta`ala dalam hal apapun, dalam buku Al Fuaad Fi Nuurin bahwa : Baik dan Buruk terbit dari yang satu, kebaikan dan kejahatan terbit dari yang satu yaitu ; Alah Ta`ala, tanpa kata tetapi, tanpa koma, tanpa ada kecuali.
Monday, 22 June 2015
Diri ini dilarang keras menyekutukan Allah Ta`ala dengan berhala, batu, kayu, pohon, binatang, manusia, maka janganlah menyekutukan Allah Ta`ala dengan kekuatan diri sendiri, seolah-olah merasa sudah cukup kuat dan dapat berdiri sendiri tanpa pertolongan Allah Ta`ala, padahal tanpa Rahmat, Taufik dan Hidayah serta Karunia Allah Ta`ala diri ini bukanlah apa-apa.
Perhatikanlah Tokoh-Tokoh seperti Qarun, Fir`aun, Abrahah dan lainnya yang mana mereka merasa mampu dengan kekuatan serta ilmu yang dimilikinya sehingga Allah Ta`ala seolah-olah tenggelam oleh kekuatan dan keilmuan mereka.

Perhatikanlah perkataan Qorun : "Sesungguhnya Aku mendapat kekayaan ini karena ilmuku semata-mata" ( Al Qashosh 78)  disinilah syirik Khofi (Syirik yang tersembunyi) dan ini siapa saja bisa berbuat seperti Qarun bahkan menjadi penyakit yang sangat Akut.

Dalam hal ini, maka diri ini dapat mencontoh pada Nabi Sulaiman as ketika ia menerima nikmat karunia ketika Istana Ratu Balqis di Pindahkan.

قَالَ ٱلَّذِى عِندَهُ ۥ عِلۡمٌ۬ مِّنَ ٱلۡكِتَـٰبِ أَنَا۟ ءَاتِيكَ بِهِۦ قَبۡلَ أَن يَرۡتَدَّ إِلَيۡكَ طَرۡفُكَ‌ۚ فَلَمَّا رَءَاهُ مُسۡتَقِرًّا عِندَهُ ۥ قَالَ هَـٰذَا مِن فَضۡلِ رَبِّى لِيَبۡلُوَنِىٓ ءَأَشۡكُرُ أَمۡ أَكۡفُرُ‌ۖ وَمَن شَكَرَ فَإِنَّمَا يَشۡكُرُ لِنَفۡسِهِۦ‌ۖ وَمَن كَفَرَ فَإِنَّ رَبِّى غَنِىٌّ۬ كَرِيمٌ۬ 

Janganlah meninggalkan Dzikir, karena diri ini belum selalu ingat kepada Allah Ta`ala di waktu berdzikir, walaupun diri ini sedang berdzikir namun hati lalai, maka janganlah meninggalkannya sebab kelalaian terhadap Allah Ta`ala ketika tidak berdzikir itu lebih berbahaya dari pada kelalaian terhadap Allah Ta`ala ketika diri ini berdzikir.

Banyak pada diri ini walaupun berdzikir namun lalai, maka itu ada baiknya daripada tidak sama sekali sehingga Allah menaikkan derajatmu dari dzikir yang lalai (berdzikir namun hati lalai kepada Allah Ta`ala) kepada Dzikir yang disertai ingat (sadar) terhadap Allah Ta`ala kemudian naik pula dari Dzikir dengan kesadaran ingat kepada dzikir yang disertai rasa hadir dan dari dzikir yang disertai rasa hadir kepada dzikir hingga lupa terhadap segala sesuatu selain hanya Allah Ta`ala semata.

Bila diri ini berusaha mendalami dari satu kedalaman  kepada kedalaman yang lainnya maka Dzikir adalah satu-satunya jalan yang paling mudah, ringan dan terdekat kepada Allah Ta`ala.

Sunday, 21 June 2015
Dalam kehidupan diri ini sangat nampak dipandangan mata yakni : Siapa yang bergaul dengan orang
banyak harus mengikuti mereka, dan siapa yang mengikuti mereka maka harus bermuka-muka dengan mereka, dan siapa yang bermuka-muka kepada mereka maka rusaklah diri ini dan binasalah diri ini seperti rusaknya diri mereka dan binasanya mereka.

Maka berhati-hatilah ! dan jangan berkawan dengan tiga macam manusia :

1. Pejabat Pemerintah yang Berdusta dan Kejam
2. Ahli Quraa` yang bermuka-muka (Penjilat,Penyogok,Pemuas Nafsu)
3. Orang Tasawuf dan Sufi gadungan yang bodoh tentang hakikat tasawuf.

Sejahat-jahat teman adalah yang memaksa engkau bermuka-muka dengan cara memaksa engkau meminta maaf yang mana engkau tidaklah melakukan kesalahan itu dan memaksa engkau selalu mencari alasan.

Sangat berbahaya sekali jika ada teman seperti itu yang mana nampak sekali ada penumpang gelap menyertainya sehingga diri ini akan mirip seperti anjing yang menjilat disana sini.
Sebagaimana Akhir-akhir ini sudah sangat nampak dan jelas tanda-tanda akhir zaman, sehingga diri ini melihat secara jelas, para wanita banyak hamil diluar nikah, bayi-bayi dibuang dan dibunuh, maksyiat semakin merajalela dan seterusnya.

Saat ini lebih parah lagi para pemuda-pemuda ulama saling menyerang kesana kemari dengan dalil -dalil sehingga yang menyerangpun membalas dengan dalil dan dalil, entahlah diri ini hanya melihat sesuatu kebodohan dan kebodohan setiap hari.

Di Dalam Hadits sangat jelas sekali : " Akan tiba suatu masa dalam ummat ketika orang membaca Al Qur`an namun hanya sebatas tenggorokannya saja ( HR Muslim)

Di Hadits yang lain dijelaskan : Akan Tiba suatu masa pada ummat manusia, tiada tingga dari Al Qur`an kecuali tulisannya saja dan islam hanya nama belaka.

“Akan muncul suatu kaum di akhir zaman, mereka masih muda (belum matang) akal mereka tidak stabil, mereka mengatakan dari ucapan manusia terbaik, mereka membaca al-Qur’an, iman mereka hanya sebatas kerongkongan, mereka menembus agama seperti anak panah menembus sasarannya. Maka di manapun kalian temui mereka maka bunuhlah karena membunuh mereka berpahala bagi yang melakukannya di sisi Allah pada hari Kiamat.” (Diriwayatkan oleh Al-Bukhari, Muslim, Abu Dawud dan Ahmad)

Bodoh yang yang ditampakkan

مَا تَرَاكَ مِنَ الْجَهْلِ شَيْأً مَنْ اَرَادَنَ يُحْدِثُ فِى اْلوَقْتِ غَيْرَ اَظْهَرَهُ اللهُ فِيْه

Artinya : “Tidak meninggalkan kebodohan sedikitpun (sangat bodoh) orang yang menghendaki perubahan di dalam waktu (yang telah ditentukan) menuju kelain waktu yang Allah telah menampakannya didalam waktu itu”. 
Bodoh sekali jika diri ini selalu ingin merubah waktu yang mana waktu itu sudah ditampakkan dengan jelas dan terang dan sudah jelaslah Taqdir yang ada dihadapannya

Categories

Kelolokan Km 12 (2) Memahami Bab Furuiyyah (2) Adab Islam dalam memasuki Rumah (1) Ahmadiyah dan LDII (1) Aku berda`wah untuk golongan kalian dan Golongan kalian tidak boleh menda`wahi golonganku (1) Al Fuaad Fi Nurin (1) Al Fuaad Fi Nuurin (1) Al HIkam sesat dan menyesatkan (1) Al Quran bagi diri ini hanya sebagai simbol dan hiasan semata (1) Alergi Belajar Tauhid (Ma`rifatullah) Rusaklah Hati dan Jasad (1) Allah Ta`ala ditenggelamkan oleh pelampung (1) Allah Ta`ala yang bersedekah buat diri ini (1) Amal Ibadah bukanlah Jaminan Surga (1) Amal sholat dan puasa akan nampak nilai setelahnya... (1) Apakah diri ini bodoh ikut-ikutan dalam mengkafirkan Golongan lain ? (1) Awal Keberadaan Sufisme dan Anti Sufisme (1) BAB HAID Bagi Wanita (1) BAB SHOLAT DALIL SEBELUM TAKBIR (1) BAB SHOLAT Takbiratul Ihkram (1) BAGAIMANA AHMAD IBNU IDRIS SEBAGAI TOKOH SUFI DAPAT BERGANDENGAN TANGAN DENGAN KAUM WAHHABIYYAH ? (1) BAKTI SEORANG ANAK TERHADAP IBUNYA YANG GILA (1) BENARKAH AKU BERIMAN ATAU ATHEIS (TAK BERTUHAN) (1) BENARKAH PROF QURAISH SHIHAB SYI’AH? (1) Bab Duduk antara dua sujud beserta doanya (1) Bab Salam dalam Sholat (1) Bab Sujud dan Bacaan Sujud (1) Bab Takbiratul Ikhram (1) Bab mengangkat kedua tangan ketika Takbir (1) Bagaimana Pergerakan Keilmuan Tasawuf semakin merebak di Penjuru Dunia dan banyak diterima di Masyarakat baik para pemuda maupun yang Lanjut Usia ? (1) Bagaimana mungkin diri ini beramal ibadah (1) Bantahan Umat Muslim Di Tolikara Papua (1) Belajar Tauhid haruslah Kaffah (1) Benarkah cinta kita kepada Allah ? (1) Benarkah diri ini mengenal Allah Ta`ala (Ma`rifatullah) (1) Berbagai Jenis Amal adalah karena berbagai Ahwal (1) Beriman yang Dusta atau Tidak pada Umat islam di Tolikara (1) Berimankah diri ini atau dusta semata ? (1) Bid`ah Maulid Nabi dan Bid`ah Hari Besar (1) Bid`ah dan Khilafiyah yang akan selalu di debatkan sampai akhir zaman (1) Bidadari Surga ditanah Adat (1) Bodoh yang yang ditampakkan (1) Bukanlah diri ini seorang ahli hakekat jika masih suka mencela orang lain (1) Bukti Allah tidak menyukai orang yang bangga dengan amalnya (1) Bukti Bahwa Makhluk Tidak dapat membawa rezekinya sendiri (1) Buku Nahwu Shorof Bagi Pemula & Lanjut Usia (1) CAK NUN : "Sangat dilarang menyakiti hati orang lain" (1) DITIPU (1) Dai-Dai saat ini suka mencela Ulama Terdahulu (1) Dasar-Dasar Ma`rifatullah Pembatalan Syahadat yang Nampak (1) Disaat Al Qur`an di visualisasikan Maka Nampaklah dusta pada diri ini (1) Doa Iftitah (1) Doa dan amalan bukanlah sebagai jarak pemisah kepada Tuhan (1) Dusta Dalam Beramal dan beribadah kepada Allah (1) Dusta seorang Guru Tauhid yang Nampak Mendustakan (1) Elfiansyah Elham Spd (1) Elfiansyah Spd (1) Fiqh Bab Niat (1) Fiqh Bab Wudhu (1) Fitnah yang nampak yang ditujukan kepada Dr ZAKIR NAIK hal INSHA ALLAH (1) Gendrang Jihad telah ditabuh di Kabupaten Tolikara (1) Hakekat Kemiskinan adalah ketika kehilangan harapan (1) Haram berzakat didalam masjid (1) Hikmah Syukur di balik Cobaan dan Ujian seorang Hamba (1) Hukum Mengirim Al Fatihah atau menghadiakan Al Fatihah kepada yang meninggal (1) Hukum Nun Mati dan Tanwin (1) IDGHAM BIGHUNNAH ( ادغم بغنة ) (1) I`tidal dari ruku (1) Ibadah Umrah dan haji yang didustakan dan mendustakan-Nya (1) Iblis namanya adalah Azazil dia termasuk dari malaikat-malaikat yang paling mulia (1) Ilmu Hikmah bukanlah Ilmu sesat (1) Ilmu Tajwid (1) Iman Bil Ghoib (1) Istiftah dan Al Fatihah (1) JALAN MEMPEROLEH MAKRIFAT (1) JANGAN ENGKAU DUSTAKAN KITAB SUCI MU SENDIRI (1) Jangan berbangga dengan kemajuan Zaman (1) Jika ada lintasan didalam hati ada kehendak selain kehendakNya maka MURTAD (1) Kajian Islam Ilmu Hikmah (1) Kajian Nahwu Shorof dan Fiqh Bit Takhrij Al Qur`an Wal Hadits (1) Kedustaan dan kesombongan dalam Tawadhu (Merendahkan diri) (1) Keputusan Mahkamah Agung Terhadap Syiah (1) Kesombongan yang mengecilkan diri sendiri (1) Ketika Tauhid Bergema Di Antara Dua Kubah (1) Khilafiyyah Maulid Nabi dan Hari Besar Islam (1) Kisah Nyata Imam Hanafi ( Abu Hanifah ) (1) Kitab Al Hikam Bukan Kitab yang sesat namun Malah Meluruskan (1) Kitab Al Hikam Sesat (1) Larangan waktu dalam menguburkan mayat (1) MPU Aceh mengeluarkan fatwa paham Salafi sesat menyesatkan (1) Maka diri ini terdiam: Allah Ta`ala ditenggelamkan oleh Tempe (1) Makna kedalaman Syahadat اَشْهَدُاَنْالَااِلَهَ اِلَّااللهُ (1) Mandu dalam kutim (1) Manusia tetaplah manusia tidaklah mampu dalam hal apapun (1) Membedah Buku Sufi dan Anti Sufi (1) Mengapa Kaum Wahhabiyyah mengambil sikap penentangan extstrem terhadap Sufiesme ? (1) Mengetahui Kedudukan Di Sisi Allah (1) Menyekutukan Allah Ta`ala dengan kekuatan (1) Menyikapi Fatwa MPU terhadap Ajaran Salafy yang sesat dan menyesatkan (1) Muslim atau Bukan Muslim atau muslimah (1) Novel Islam (1) PANDANGAN IBN HIBBAN PADA SIFAT ALLAH TA`ALA (1) PELAJARAN ISIM DHOMIR ( Kata Ganti ) (1) PENOLAKAN PADA TAREKAT OLEH KAUM WAHHABIYYAH (1) PERBEDAAN & BEDA KEPEMAHAMAN ITU HARUS ADA (1) Pandai Berma`rifatullah Sholatpun di tinggalkan (1) Pejabat Pemerintah yang Berdusta dan Kejam (1) Pelajaran Nahwu Shorof Bab Al Marifat & Annakiroh (1) Penghuni Surga dan neraka sudah ditetapkan (1) Penyakit UJUB yang Akut pada diri (1) Perselisihan Kedudukan Orang Tua Rasulullah yang dinyatakan Masuk Neraka (1) Praktek Syeikh Sufi yang jauh dari Al Qur`an dan As-Sunnah (1) Puasaku hanyalah dusta semata kepada Allah (1) Pujian Hanya Bagi Allah Ta`ala semata (1) Rasionalkah Beribadah & Hukum Insya Allah (1) Ruku dan Bacaan Ruku (1) SHOHIH HADITS QUDSI (1) SURGA MILIKU BUKAN MILIK GOLONGANMU (1) SYARAH TAUHIDUL AF`AL & TAUHIDUL RUBBUBIYYAH (1) Salafi yang suka menyesatkan (1) Sedekah Perkataan yang Baik itu lebih baik dari harta (1) Sesatkah Doa Abu Nuwas Amal jadi alat sambung atau Pemisah (1) Sesungguhnya setiap amalan tergantung pada niatnya (HR. Bukhari no. 1 dan Muslim no. 1907) (1) Sholat bukanlah hanya sekedar Sholat (1) Sholat sekedar Sholat Kerapunpun bisa sholat (1) Siapakah Ibnu Arabi yang di Kafirkan Wahhabi ? (1) Siapapun Diri ini tidak ada andil (1) Site Manubar (1) Syariat yang menipu pandangan mata manusia (1) Syukur yang dibaca namun didustakan setiap harinya (1) TAHUKAH ANDA ? (1) TERTIPU ATAU PURA-PURA BODOH TERHADAP JAMINAN ALLAH (1) Tanah adat Kutai timur (1) Tanda-Tanda Manusia yang Tidak Ikhlas pada Ketetapan Allah (1) Tasawuf dan Sufi gadungan (1) Tauhid Bab Syirik Khofi (Tersembunyi) (1) Tauhid adalah Pondasi Awal dalam menjalankan Syariat (1) Tentang Kebenaran Ilmu Laduni (1) Tentang Pertanyaan ZAKAT (1) Tertipu dengan pandangan dan Kufur Nikmat (1) Tuhan Maha Kecil disaat visualisasikan dalam kehidupan (1) Ucapan Alhamdulillah yang didustakan syarah Al Fuaad Fi Nurin (1) Ucapanku atas Shodaqollah adalah kenikmatan (1) Umat Muslim selain Manhaj Salaf Sesat dan Menyesatkan (1) Usaha Hamba Menghindarkan diri ini dari PENYAKIT UJUB (1) Zikir setelah Sholat berdasarkan Hadits Shohih (1) ilmu dan kemampuan (1) jangan meninggalkan Dzikir kepada Allah (1) “Khusyukah Diri ini dalam Beribadah kepada Tuhan” (1)

Hati Nurani

Dunia Cahaya Hati Nurani


Hati Nurani atau disebut Mata Hati bila sudah bicara, maka tak dapat dibantah akan suara yang terdengar oleh segenap tubuh ini, Hati Nurani dapat menembus apa yang tak dapat ditembus oleh Kedua Mata Zhohir ini, Hati Nurani selalu memberikan Support atas kebaikan dan menghalang-halangi suatu keburukan, tugas yang tak mudah dipikul oleh Hati Nurani, dimanakah hati Nurani diri ini ?

Imam Ibnul Jauzi rahimahullah berkata, “Sesungguhnya ma’rifatullâh (yang benar) adalah mengenal Dzat-Nya, mengenal nama-nama dan sifat-sifat-Nya, serta mengenal perbuatan-perbuatan-Nya.” Dinukil oleh syaikhul Islam Ibnu Taimiyah dalam Majmû’ul Fatâwâ (17/104).

AL Fuaad Fi Nurin

AL Fuaad Fi Nurin
1. Apakah Anda pernah melihat Allah Ta`ala sebagaimana anda bersaksi? 2. Apakah Anda seorang beriman atau pendusta semata ? 3. Apakah anda merasakan kesengsaraan didunia ? apakah ini gambaran hidup anda kelak dineraka ? Apapun pertanyaan pada diri sendiri maka Insya Allah jawabannya ada di buku ini

Markaz Buku Online

Usaha Ingin Di Iklankan ?

Informasi Keilmuan

Translate

Temukan Kami


Pembayaran Buku

Wilayah Pulau Jawa & Sumatera

BCA 165-1586-122
Dede Rahmat

Hp : 081316235961

Wilayah Pulau Kalimantan & Sulawesi

Mandiri 900000-2832-583
Sutimah

Hp : 081254285572

Konfirmasikan jika sudah Transfer, Terimaksih

Kata Kunci Kehidupan

"Bergantung dan Bersandarlah secara Total Kepada Allah Ta`ala tiadakanlah Makhluk yang lain jika engkau belum dapat mencapai kesana maka anggaplah tidak ada makhluk disekitarmu, jikapun masih belum bisa itulah kedudukanmu saat ini"
Powered by Blogger.

Dapatkan Kitab-Kitab ini

Bacaan yang disarankan

Beriman atau Dusta

Kontak Online

Informasi Keilmuan

Nahwu Shorof Bagi Pemula

Nahwu Shorof Bagi Pemula
Mahir dalam memberikan baris arab gundul