Pesan Untuk Diri sendiri yang sedang Berda`wah

“Jika Seorang manusia sudah menyampaikan pendapatnya maka itu sudah mencukupi, dalam hal ini yakni sudah ditunaikan apa yang seharusnya disampaikan dengan cara yang baik dan santun serta beretika. Namun Apabila melahirkan suatu permusuhan, perdebatan, dan menyerang serta menyesat-sesatkan, maka inipun tidaklah termasuk pada sunnah Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi wa Sallam dalam hal memberikan penjelasan, tentu bukanlah cara dakwah dengan atas nama Allah dan kepada sunnah Rasulullah.
Latest Post
Loading...
Selamat Datang di Blog Dunia Cahaya hati yang menghadirkan kajian-kajian ilmu hikmah yang berlandaskan Al Qur`an dan Al Hadits dan dapatkan pula buku Al Fuaad Fi Nuurin Edisi Terbaru Semoga Blog disini dapat memberikan manfaat bagi para pengunjung
Saturday, 10 October 2015
Duniacahayahati.blogspot.com Situs tentang Ilmu Ma`rifatullah (Tauhid) Didalamnya banyak mengandung Ilmu Hikmah yang hanya dapat dirasakan oleh orang-orang yang diberikan Ilmu ini.

PENOLAKAN PADA TAREKAT OLEH KAUM WAHHABIYYAH 

Gayung bersambut yang bersifat reformis terhadap dilema-dilema Sufiesme pada Abad XVIII dan XIX pada dasarnya paling sering terjadi pada Kaum Sufi itu sendiri, seberapapun jauhnya mereka terlibat dalam perubahan, gerakan Kaum Wahhabiyah merupakan satu contoh  yang luar biasa dari penolakan yang keras dan total terhadap Sufiesme dan ekspresi-ekspresinya yang terorganisir dalam tarekat-tarekat, kecaman-kecaman keras kaum wahhabiyyah awal terhadap Pratek-pratek sufi yang populer barangkali merupakan ciri khas mereka yang paling terkenal, tetapi hubungan mereka dengan upaya-upaya reformasi kaum sufi sendiri masih belum jelas dikarenakan lebih banyak mencela, memvonis dan tidak banyak melakukan dialog-dialog pada kedua belah pihak, sebagaimana terbukti dalam kompromi yang dicapai oleh Ahmad Ibn Idris dan kontak-kontak awal Ibn Abdal Wahhab dengan tendesi-tendesi reformasi sufi di kota-kota suci.

#Muhammad Ibn Abd Al Wahhab dilahirkan dalam sebuah keluarga yang mempunyai tradisi keilmuan yang kuat sebagai ahli hukum Madzhab Hanbali dan segi warisan inilah yang paling sering ditekankan orang. khususnya pengaruh Ibn Taymiyyah terhadap pemikiran nya, #Ibn Taymiyyah tidak hanya berpengaruh di lingkungan pengikut-pengikut Hanbali, sehingga Ibn Taymiyyah dapat pula dianggap telah mempengaruhi pandangan para reformer Sufi Naqsyabandiyyah dan tidak hanya kelompok non sufi yang mengkritik penyimpangan sufiesme. 

Selanjutnya Ibn Abd Al Wahhab menyadari adanya kecenderungan reformasi orang-orang Naqsyabandiyyah selama periode studi mereka di Makkah, salah satunya adalah seorang guru utama seorang Sufi di India yakni Muhhammad Hayya As Sindi belajar kepada Abu Tohir Muhammad seorang pengikut Naqsyabandiyyah yang terkenal, Maka dapat dikatakan bahwa ajaran As Sindi telah mendorong Ibn Abd Al Wahhab muda untuk berjuang menentang pengkultusan orang-orang suci yang populer.

Namun pengaruh ajaran sufi As - Sindi yang sangat kuat terhadap Ibn Abd Al Wahhab itu tidak perlu dipertentangkan dengan pengaruh lainnya yang berasal dari tradisi Hanbali yang di wakili oleh Ibn Taymiyyah, dan masih banyak lagi penampakkan-penampakkan tukar pikiran antar warisan-warisan reformasi ini pada diri Muhammad Ibn Abd Al Wahhab daripada yang sering di Asumsikan orang.

Dalam berbagai hal yakni pada gerakan reformasi religius yang terinspirasi oleh Muhammad Ibn Abd Al Wahhab tampak memiliki kesamaan dengan beberapa tarekat yang baru atau yang sudah direformasi yakni : Ada anjuran untuk membentuk kembali masyarakat sesuai dengan aturan yang ada dalam komunitas Islam pertama di Madinah dan dorongan ketaatan pada Syariat yang sesuai Al Qur`an dan Hadits serta IJMA, kemudian menghapus bid`ah-bid`ah sesat yang terdapat pada abad-abad lalu dalam upaya untuk kembali menuju negara Islam yang ORIGINAL.

Kaum Wahabiyyah sering dianggap keras dan Tegas dan lebih mempunyai komitmen untuk melaksanakan kewajiban-kewajiban religius sehingga Muhammad Ibn Abd Al Wahhab maupun Ibnu Idris yang mana keduanya menganggap orang yang melalaikan Sholat sebagai Orang yang KAFIR, namun disisi lain Kaum Wahabiyyah tidak keras kepada kaum Sufi yang sudah reformasi pada Abad XIX dan bahkan kaum sufi memperoleh kesempatan untuk mengimplementasikan pandangan meraka secara Politis.

Kaum Wahhabiyyah mulai membentuk aliansi pada tahun 1744 Masehi dengan melakukan Jihad dengan atas Nama Allah dengan maksud benar-benar mengesakan Tuhan, sehingga situs-situs yang dianggap suci dan berbau kesyirikan di hancurkan termasuk Pusat Kesyirikan yakni pada Kaum Syiah dan makam Husain di karbala adapun dalam penyerangan ini dilakukan oleh Kaum Sufi yang Reformer (sufi yang tidak melakukan amalan-amalan bid`ah serta hal - hal mistik dan Pengkultusan suatu tokoh) dan Kaum Wahabiyyah.

Mengapa Kaum Wahabiyyah mengambil Sikap penentangan yang Exstrem terhadap Sufiesme ?

Bersambung


Bagi yang ingin mengakses melalui Iphone atau Android silahkan klik tombol dibawah ini :


Friday, 9 October 2015
Duniacahayahati.blogspot.com Situs tentang Ilmu Ma`rifatullah (Tauhid) Didalamnya banyak mengandung Ilmu Hikmah yang hanya dapat dirasakan oleh orang-orang yang diberikan Ilmu ini.

Apakah diri ini bodoh ikut-ikutan dalam mengkafirkan Golongan lain ?

Saat ini banyak diri ini menemukan antar golongan saling mengkafirkan satu sama lain dan bahkan saling bertempur satu sama lain, saling menyusun kekuatan dan simpatisan satu sama lain dengan atas nama sunnah atau dengan atas nama Allah padahal jika dalam berda`wah sampaikanlah dengan baik dan penuh kasih sayang bukan dengan angkara murka sehingga tanpa sadar keluar dari sunnah itu sendiri yang mengklaim dirinya sunnah, apalagi dalam hal Keilmuan Fiqh disebabkan pada Fiqh akan banyak sekali benturan - benturan antar golongan yang mana tidak dapat lepas dari hal furuiyyah yang tentu bukan hal yang pokok.

Adapun Saling memvonis kafir (takfîr) dan saling menyesatkan karena perbedaan pandangan keagamaan antara satu kelompok dengan lainnya sampai saat ini masih sering kita saksikan. Lebih-lebih antara kelompok Syi’ah, wahhâbiyyah dan shûfiyyah. Tentu sangat disayangkan jika ada kelompok umat Islam yang terlalu mudah mengkafirkan orang atau institusi hanya karena berbeda pandangan dalam beberapa persoalan akidah atau fiqih.
Padahal  Al-Qur`an  mengingatkan  kita  agar  tidak  cepat-cepat  menghukumi orang  lain kafir. “Dan janganlah kamu mengatakan kepada orang yang mengucapkan ”salam” kepadamu, “Kamu bukan seorang yang beriman,” (lalu kamu membunuhnya) (QS. Al-Nisa: 94). 
Rasulullah mengingatkan,  “Jika ada seseorang yang melemparkan tuduhan fasiq dan kafir kepada orang lain, dan ternyata tuduhan itu tidak benar, maka tuduhan itu akan kembali kepada dirinya” (HR. Al-Bukhari).

Mengingat besarnya dampak yang diakibatkan oleh takfîr para ulama Islam mengingatkan agar kita tidak cepat-cepat melabelkan kafir kepada seseorang atau kelompok orang atau institusi. Imam al-Ghazali mengingatkan, “sedapat mungkin kita berhati-hati dalam mengkafirkan,  sebab menghalalkan darah  dan  harta  orang  yang  melakukan  shalat  ke kiblat, yang menyatakan secara tegas dua kalimat syahadat adalah sebuah kesalahan. Kesalahan yang berakibat membiarkan seribu orang kafir hidup lebih mudah menanggungnya daripada melakukan kesalahan yang berakibat terbunuhnya seorang Muslim”.

Baca Pernyataan BENARKAH PROF QURAISH SHIHAB SYI’AH?

Takfîr hanya boleh dialamatkan kepada yang menyatakan kekufurannya secara terang- terangan, menjadikannya sebagai keyakinan/ agama, mengingkari dua kalimat syahadat, dan keluar dari agama Islam. Ulama Al-Azhar, Syeikh Muhammad Abduh juga mengingatkan, “Salah satu pokok ajaran Islam yaitu menghindari takfir. Telah masyhur di kalangan ulama Islam satu prinsip dalam agama, yaitu bila ada ucapan seseorang yang mengarah kepada kekufuran dari seratus penjuru, dan mengandung kemungkinan iman dari satu arah, maka diperlakukan iman didahulukan, dan tidak boleh dihukumi kafir”.

Catatan : M. Emarah, Al-A`mâl al-Kâmilah li al-Imâm Muhammad Abduh, (Kairo: Dar al-Syuruq, 1993), 3/302
Bagi yang ingin mengakses melalui Iphone atau Android silahkan klik tombol dibawah ini :


Duniacahayahati.blogspot.com Situs tentang Ilmu Ma`rifatullah (Tauhid) Didalamnya banyak mengandung Ilmu Hikmah yang hanya dapat dirasakan oleh orang-orang yang diberikan Ilmu ini.

BENARKAH PROF QURAISH SHIHAB SYI’AH?

Pernyataan : Muchlis M Hanafi
(Sekjen Ikatan Alumni Al-Azhar Internasional Cabang Indonesia)

Tudingan Syiah terhadap Quraish Shihab bukan hal baru. Dari dulu sampai sekarang tudingannya sama, hanya pemicunya yang berbeda. Jika pada tahun 1997 dilatari oleh faktor  politik,  setelah  beliau  diangkat  sebagai  Menag  di  Kabinet  Soeharto,  saat  ini tudingan itu muncul kembali dengan dilatari semakin meningkatnya potensi konflik Sunnah-Syiah di Indonesia, terutama Sunnah yang cenderung ekstrim. Ke depan, potensi itu akan semakin membesar, jika tidak diiringi dengan kesadaran masyarakat tentang keniscayaan perbedaan dan pentingnya persatuan. Kedua kelompok tersebut, dengan dukungan dari negara tertentu, akhir-akhir ini semakin gencar memperluas pengaruh dan dakwahnya di tengah masyarakat Indonesia.

Tulisan ini bukan sebagai pembelaan. Quraish Shihab tidak perlu dibela, karena sosok beliau dengan karya-karya dan pemikirannya sudah membela dirinya sendiri. Tidak ada pernyataannya dalam karya-karya tersebut yang menunjukkan beliau seorang pengikut Syiah. Dalam kesempatan wawancara harian Republika, 16 Februari 2014, bertepatan dengan hari ulang tahunnya yang ke-70, Quraish menyatakan dirinya bukan seorang penganut Syiah, dan meminta kepada siapa pun yang menuduhnya untuk mendatangkan bukti. Silakan baca karya-karyanya, tidak ditemukan ungkapan yang menunjukkan dirinya penganut Syiah. Tidak seorang pun berhak membedah dada orang lain untuk mengetahui isi hatinya. Benar atau tidaknya pengakuan tersebut urusan Quraish dengan Tuhan. Bertahun-tahun mendampingi Quraish Shihab bekerja dengannya, penulis tidak menemukan hal yang aneh dalam keyakinan dan tata cara peribadatan beliau yang berbeda dengan tradisi kebanyakan Ahlussunnah.

Sikap Quraish terhadap Syiah tidak berbeda dengan sikap para guru-gurunya, ulama Al- Azhar, yang menjunjung tinggi dan menghormati perbedaan tanpa harus menyetujuinya, apalagi mengamalkannya. Sebagai seorang akademisi, Quraish Shihab cukup kritis terhadap beberapa ajaran Syiah. Kejujuran Ilmiah menuntutnya untuk menyampaikan ajaran  Syiah dan  Sunnah  apa  adanya; dengan  kelebihan  dan kekurangannya, dengan persamaan dan perbedaannya.

Baca Juga Apakah diri ini bodoh atau ikut-ikutan dalam mengkafirkan golongan lain ?

Dalam Peluncuruan Buku Putih Mazhab Syiah yang ditulis oleh Prof Quraish Shihab anda dapat menyimaknya disini :



Dalam sebuah deklarasi yang dikeluarkan oleh Konferensi Islam Internasional di Amman Yordania 4 - 6 Juli 2005, dan ditegaskan kembali dalam keputusan dan rekomendasi Sidang ke 17 Majma al-Fiqh al-Islami (lembaga di bawah Organisasi Konferensi Islam/OKI) di Yordania 24-26 Juni 2006 dinyatakan;

  1. Setiap yang mengikuti salah satu dari empat mazhab Ahlussunnah wal jamaah (Hanafi, Maliki, Syafi’i dan Hambali), mazhab Ja`fari, Zaidiyah, Ibadhiyah dan Zhahiriyah adalah Muslim yang tidak boleh dikafirkan. Demikian pula tidak boleh mengkafirkan kelompok Muslim lain yang beriman kepada Allah, Rasul-Nya, rukun iman, menghormati rukun Islam dan tidak mengingkari pokok-pokok ajaran agama (al-ma`lûm min al-dîn bi al-dharûrah).
  2. Yang menyatukan mazhab-mazhab yang ada sangatlah banyak dibanding perbedaan. Para penganut mazhab delapan sepakat prinsip-prinsip pokok ajaran Islam. Semua beriman kepada Allah yang Esa, Al-Qur`an adalah kalamullah, Nabi Muhammad adalah Nabi dan Rasul untuk seluruh umat manusia. Mereka juga sepakat rukun Islam yang lima; syahadat, shalat, zakat, puasa Ramadhan dan haji. Demikian  juga  rukun  iman;  percaya  kepada  Allah,  malaikat,  kitab-kitab,  rasul- rasul, hari akhir dan qadar yang baik dan buruk. Perbedaan ulama para pengikut mazhab adalah perbedaan dalam hal teknis (furu’iyyah), bukan yang prinsipil, dan itu mendatangkan rahmah.

Pernyataan yang ditandatangani oleh banyak ulama dunia Islam itu dapat dikatakan menjadi sebuah konsensus (ijmâ`) umat Islam di era modern sebagai upaya membangun pijakan dalam mewujudkan kerukunan dan kedamaian dalam kehidupan. Pernyataan tersebut bermula dari keinginan Raja Abdullah dari Yordania yang telah menggagas rumusan pesan damai Islam melalui Amman Message pada tahun 2004.

Catatan : Sayyid Jalaluddin, Al-Ta`addudiyyah al-Madzhabiyyah fi al-Islâm, h. 119 

Bagi yang belum membaca DITIPU, TERTIPU atau PURA-PURA BODOH Atas Jaminan Allah 

Bagi yang ingin mengakses melalui Iphone atau Android silahkan klik tombol dibawah ini :


Thursday, 8 October 2015
Duniacahayahati.blogspot.com Situs tentang Ilmu Ma`rifatullah (Tauhid) Didalamnya banyak mengandung Ilmu Hikmah yang hanya dapat dirasakan oleh orang-orang yang diberikan Ilmu ini.

DITIPU,TERTIPU ATAU PURA-PURA BODOH TERHADAP JAMINAN ALLAH

Diri ini setiap waktu selalu memikirkan dan mengkhawatirkan rezeki padahal rezeki sudah dijamin oleh Allah Ta`ala, apakah diri ini ditipu, tertipu atau pura-pura bodoh terhadap Jaminan Allah yang Dia Tetapkan dalam Al Qur`anul Karim.

Masihkah diri ini Meragukannya ? masihkah diri ini mendustakannya ? Masihkah diri ini pura-pura tidak mengetahuinya ? dan masihkah diri ini pura-pura bodoh ? atau masihkah diri ini tidak meyakininya ? 

Di Dalam Al Quran banyak sekali Ayat Al Qur`an sebagaimana Allah Ta`ala berfirman :


ٱللَّهُ يَبۡسُطُ ٱلرِّزۡقَ لِمَن يَشَآءُ وَيَقۡدِرُ‌ۚ وَفَرِحُواْ بِٱلۡحَيَوٰةِ ٱلدُّنۡيَا وَمَا ٱلۡحَيَوٰةُ ٱلدُّنۡيَا فِى ٱلۡأَخِرَةِ إِلَّا مَتَـٰعٌ (٢٦
Allah meluaskan rezeki dan menyempitkannya bagi siapa yang Dia kehendaki. Mereka bergembira dengan kehidupan di dunia, padahal kehidupan dunia itu [dibanding dengan] kehidupan akhirat, hanyalah kesenangan yang sedikit. (QS Ar-Rad 13:26).

ٱللَّهُ يَبۡسُطُ ٱلرِّزۡقَ لِمَن يَشَآءُ مِنۡ عِبَادِهِۦ وَيَقۡدِرُ لَهُ ۥۤ‌ۚ إِنَّ ٱللَّهَ بِكُلِّ شَىۡءٍ عَلِيمٌ (٦٢
Allah melapangkan rezeki bagi siapa yang dikehendaki-Nya di antara hamba-hamba-Nya dan Dia yang menyempitkan baginya. Sesungguhnya Allah Maha Mengetahui segala sesuatu.(QS Al-Ankabut 29 : 62).

قُلۡ إِنَّ رَبِّى يَبۡسُطُ ٱلرِّزۡقَ لِمَن يَشَآءُ وَيَقۡدِرُ وَلَـٰكِنَّ أَڪۡثَرَ ٱلنَّاسِ لَا يَعۡلَمُونَ (٣٦
Katakanlah: "Sesungguhnya Tuhanku melapangkan rezeki bagi siapa yang dikehendaki-Nya dan menyempitkan [bagi siapa yang dikehendaki-Nya], akan tetapi kebanyakan manusia tidak mengetahui".(QS Saba 34:36).

وَجَعَلۡنَا لَكُمۡ فِيہَا مَعَـٰيِشَ وَمَن لَّسۡتُمۡ لَهُ ۥ بِرَازِقِينَ (٢٠
“Dan Kami telah menjadikan untukmu di bumi keperluan-keperluan hidup, dan [Kami menciptakan pula] makhluk-makhluk yang kamu sekali-kali bukan pemberi rezeki kepadanya”.(Al Hijr 15:20).


Dan masih banyak lagi ketegasan Allah Ta`ala dalam hal Rezeki namun diri ini masihkah mendustakannya ? 
JANGANLAH DIRI INI MENGKHAWATIRKAN REZEKI YANG SUDAH DIJANJIKAN & DIJAMINAN-NYA NAMUN KHAWATIRKANLAH APA-APA YANG DIWAJIBKAN-NYA YANG BELUM DIRI INI LAKSANAKAN.
Jangan Lupa membaca Makna kedalaman Syahadat di : http://duniacahayahati.blogspot.co.id/2015/07/makna-kedalaman-syahadat.html

Bagi yang ingin mengakses melalui Iphone atau Android silahkan klik tombol dibawah ini :


Wednesday, 7 October 2015
Duniacahayahati.blogspot.com Situs tentang Ilmu Ma`rifatullah (Tauhid) Didalamnya banyak mengandung Ilmu Hikmah yang hanya dapat dirasakan oleh orang-orang yang diberikan Ilmu ini.

Al Quran bagi diri ini hanya sebagai simbol dan hiasan semata

Banyak diri ini menemukan Kaum Muslimin dan Muslimat yang tidak mengerti Al Qur`annya sendiri bahkan mereka tidak peduli, mereka tidak menggunakan Al Quran tersebut untuk melembutkan hati, apalagi untuk berbicara kepada Allah, Mereka tidak memiliki apa yang seharusnya mereka dapatkan dari Al Quran tersebut sebagai kebenaran Kalamullah, maka merugilah diri ini jika termasuk dalam hal ini apalagi tidak mendapatkan manfaat dari Al Qur`an ini sama sekali.

Sebagaimana Kaum Yahudi dan Nasrani mereka mempunyai Kitab Taurat dan Injil disisi mereka tapi mereka tidak memanfaatkannya, maka para muslimin dan muslimat menjadi seperti mereka.

Kebanyakan diri ini menemukan seseorang yang datang hanya untuk bertanya saya rugi dalam berdagang ayat apa yang cocok saya baca ?, saya sedang sakit ayat apa yang bagus saya baca sehingga dapat sembuh ?, Putriku akan menikah ayat apa yang cocok untuk dibaca ? saya sedang mencari pekerjaan suroh manakah yang harus saya amalkan untuk mendapatkan pekerjaan ?, rumah saya sedang diganggu Jin suroh apakah yang harus saya tempel didinding ?

Apakah hanya itukah arti Al Qur`an bagi diri ini ? hanya itukah  Al Qur`an ini diturunkan ?

Diri ini mencari berkah dalam hal ini dan itu karena Al Qur`an dianggap memberikan berkah dalam hajat ini dan itu, acara budaya ini dan budaya itu ?

Apakah hanya itukah arti Al Qur`an bagi diri ini ? hanya itukah  Al Qur`an ini diturunkan ? untuk itukah Al Qur`an turun ? agar Al Quran dapat memberkahi acara adat kampung ini

Apakah turunnya Al Qur`an tidak berhasil mengubah diri ini ? Apakah turunnya Al Qur`an tidak memberikan petunjuk kepada diri ini untuk lebih dekat kepada Allah dan mencintai-Nya untuk dapat taat dan menjauhi apa yang dilarang-Nya ? Al Qur`an di turunkan bukan untuk hiasan rumah dan Pembukaan acara Upacara semata serta  hanya untuk kumpul-kumpul dan makan-makan semata apalagi untuk hiasan dinding rumah  semata.

Apakah Al Qur`an turun supaya diri ini dapat menyewa orang untuk membacakannya atau untuk acara pernikahan atau acara adat semata ?. Untuk inikah Al Qur`an Turun ?...itukah Arti Qur`an untuk diri ini ? apa yang sudah diri ini lakukan dengan Al Qur`an selama ini ?

Apakah Al Qur`an diturunkan untuk di simpan di dalam Lemari dan dibungkus dengan kain kuning atau sutra yang indah ? kemudian untuk dipamerkan kesana kemari ? Untuk inikah Al Qur`an Turun ?..
Allah menurunkan petunjuk ini berupa Al Qur`an banyak hamba-hamba-Nya yang menetaskan darahnya agar dapat mengubah hidupnya sesuai dengan Al Qur`an ini, namun sekarang Al Qur`an hanya dijadikan sebuah Kitab Resmi Simbol Islam semata.

Banyak Orang yang menghapal Al Qur`an namun tidak paham dengan apa yang dibacanya dan dihapalkannya bahkan banyak Imam yang memimpin Sholat tidak paham dengan apa yang dibaca, Al Qur`an bukanlah hanya sebuah Piala yang dapat mengangkat Orang jadi IMAM, TOKOH AGAMA dan bukan untuk meraih pahala karena bagusnya bacaan pada diri ini, yang mana akhirnya Al Quran dijadikan Lahan bisnis untuk meraup rupiah untuk jadi Imam dan untuk mendapatkan pengakuan dari manusia.

Bagaimana diri ini memperlakukan Al Qur`an sesuai peruntukkan dia diturunkan ? Bagaimana seharusnya diri ini memperlakukan Al Qur`an ini ? 

PERLAKUKANLAH ALQURAN DENGAN SEMESTINYA 

Benarkan diri ini Muslim & Muslimah ?


Ditulis oleh : Elfiansyah Elham Spd


Bagi yang ingin mengakses melalui Iphone atau Android silahkan klik tombol dibawah ini :


Categories

Kelolokan Km 12 (2) Memahami Bab Furuiyyah (2) Adab Islam dalam memasuki Rumah (1) Ahmadiyah dan LDII (1) Aku berda`wah untuk golongan kalian dan Golongan kalian tidak boleh menda`wahi golonganku (1) Al Fuaad Fi Nurin (1) Al Fuaad Fi Nuurin (1) Al HIkam sesat dan menyesatkan (1) Al Quran bagi diri ini hanya sebagai simbol dan hiasan semata (1) Alergi Belajar Tauhid (Ma`rifatullah) Rusaklah Hati dan Jasad (1) Allah Ta`ala ditenggelamkan oleh pelampung (1) Allah Ta`ala yang bersedekah buat diri ini (1) Amal Ibadah bukanlah Jaminan Surga (1) Amal sholat dan puasa akan nampak nilai setelahnya... (1) Apakah diri ini bodoh ikut-ikutan dalam mengkafirkan Golongan lain ? (1) Awal Keberadaan Sufisme dan Anti Sufisme (1) BAB HAID Bagi Wanita (1) BAB SHOLAT DALIL SEBELUM TAKBIR (1) BAB SHOLAT Takbiratul Ihkram (1) BAGAIMANA AHMAD IBNU IDRIS SEBAGAI TOKOH SUFI DAPAT BERGANDENGAN TANGAN DENGAN KAUM WAHHABIYYAH ? (1) BAKTI SEORANG ANAK TERHADAP IBUNYA YANG GILA (1) BENARKAH AKU BERIMAN ATAU ATHEIS (TAK BERTUHAN) (1) BENARKAH PROF QURAISH SHIHAB SYI’AH? (1) Bab Duduk antara dua sujud beserta doanya (1) Bab Salam dalam Sholat (1) Bab Sujud dan Bacaan Sujud (1) Bab Takbiratul Ikhram (1) Bab mengangkat kedua tangan ketika Takbir (1) Bagaimana Pergerakan Keilmuan Tasawuf semakin merebak di Penjuru Dunia dan banyak diterima di Masyarakat baik para pemuda maupun yang Lanjut Usia ? (1) Bagaimana mungkin diri ini beramal ibadah (1) Bantahan Umat Muslim Di Tolikara Papua (1) Belajar Tauhid haruslah Kaffah (1) Benarkah cinta kita kepada Allah ? (1) Benarkah diri ini mengenal Allah Ta`ala (Ma`rifatullah) (1) Berbagai Jenis Amal adalah karena berbagai Ahwal (1) Beriman yang Dusta atau Tidak pada Umat islam di Tolikara (1) Berimankah diri ini atau dusta semata ? (1) Bid`ah Maulid Nabi dan Bid`ah Hari Besar (1) Bid`ah dan Khilafiyah yang akan selalu di debatkan sampai akhir zaman (1) Bidadari Surga ditanah Adat (1) Bodoh yang yang ditampakkan (1) Bukanlah diri ini seorang ahli hakekat jika masih suka mencela orang lain (1) Bukti Allah tidak menyukai orang yang bangga dengan amalnya (1) Bukti Bahwa Makhluk Tidak dapat membawa rezekinya sendiri (1) Buku Nahwu Shorof Bagi Pemula & Lanjut Usia (1) CAK NUN : "Sangat dilarang menyakiti hati orang lain" (1) DITIPU (1) Dai-Dai saat ini suka mencela Ulama Terdahulu (1) Dasar-Dasar Ma`rifatullah Pembatalan Syahadat yang Nampak (1) Disaat Al Qur`an di visualisasikan Maka Nampaklah dusta pada diri ini (1) Doa Iftitah (1) Doa dan amalan bukanlah sebagai jarak pemisah kepada Tuhan (1) Dusta Dalam Beramal dan beribadah kepada Allah (1) Dusta seorang Guru Tauhid yang Nampak Mendustakan (1) Elfiansyah Elham Spd (1) Elfiansyah Spd (1) Fiqh Bab Niat (1) Fiqh Bab Wudhu (1) Fitnah yang nampak yang ditujukan kepada Dr ZAKIR NAIK hal INSHA ALLAH (1) Gendrang Jihad telah ditabuh di Kabupaten Tolikara (1) Hakekat Kemiskinan adalah ketika kehilangan harapan (1) Haram berzakat didalam masjid (1) Hikmah Syukur di balik Cobaan dan Ujian seorang Hamba (1) Hukum Mengirim Al Fatihah atau menghadiakan Al Fatihah kepada yang meninggal (1) Hukum Nun Mati dan Tanwin (1) IDGHAM BIGHUNNAH ( ادغم بغنة ) (1) I`tidal dari ruku (1) Ibadah Umrah dan haji yang didustakan dan mendustakan-Nya (1) Iblis namanya adalah Azazil dia termasuk dari malaikat-malaikat yang paling mulia (1) Ilmu Hikmah bukanlah Ilmu sesat (1) Ilmu Tajwid (1) Iman Bil Ghoib (1) Istiftah dan Al Fatihah (1) JALAN MEMPEROLEH MAKRIFAT (1) JANGAN ENGKAU DUSTAKAN KITAB SUCI MU SENDIRI (1) Jangan berbangga dengan kemajuan Zaman (1) Jika ada lintasan didalam hati ada kehendak selain kehendakNya maka MURTAD (1) Kajian Islam Ilmu Hikmah (1) Kajian Nahwu Shorof dan Fiqh Bit Takhrij Al Qur`an Wal Hadits (1) Kedustaan dan kesombongan dalam Tawadhu (Merendahkan diri) (1) Keputusan Mahkamah Agung Terhadap Syiah (1) Kesombongan yang mengecilkan diri sendiri (1) Ketika Tauhid Bergema Di Antara Dua Kubah (1) Khilafiyyah Maulid Nabi dan Hari Besar Islam (1) Kisah Nyata Imam Hanafi ( Abu Hanifah ) (1) Kitab Al Hikam Bukan Kitab yang sesat namun Malah Meluruskan (1) Kitab Al Hikam Sesat (1) Larangan waktu dalam menguburkan mayat (1) MPU Aceh mengeluarkan fatwa paham Salafi sesat menyesatkan (1) Maka diri ini terdiam: Allah Ta`ala ditenggelamkan oleh Tempe (1) Makna kedalaman Syahadat اَشْهَدُاَنْالَااِلَهَ اِلَّااللهُ (1) Mandu dalam kutim (1) Manusia tetaplah manusia tidaklah mampu dalam hal apapun (1) Membedah Buku Sufi dan Anti Sufi (1) Mengapa Kaum Wahhabiyyah mengambil sikap penentangan extstrem terhadap Sufiesme ? (1) Mengetahui Kedudukan Di Sisi Allah (1) Menyekutukan Allah Ta`ala dengan kekuatan (1) Menyikapi Fatwa MPU terhadap Ajaran Salafy yang sesat dan menyesatkan (1) Muslim atau Bukan Muslim atau muslimah (1) Novel Islam (1) PANDANGAN IBN HIBBAN PADA SIFAT ALLAH TA`ALA (1) PELAJARAN ISIM DHOMIR ( Kata Ganti ) (1) PENOLAKAN PADA TAREKAT OLEH KAUM WAHHABIYYAH (1) PERBEDAAN & BEDA KEPEMAHAMAN ITU HARUS ADA (1) Pandai Berma`rifatullah Sholatpun di tinggalkan (1) Pejabat Pemerintah yang Berdusta dan Kejam (1) Pelajaran Nahwu Shorof Bab Al Marifat & Annakiroh (1) Penghuni Surga dan neraka sudah ditetapkan (1) Penyakit UJUB yang Akut pada diri (1) Perselisihan Kedudukan Orang Tua Rasulullah yang dinyatakan Masuk Neraka (1) Praktek Syeikh Sufi yang jauh dari Al Qur`an dan As-Sunnah (1) Puasaku hanyalah dusta semata kepada Allah (1) Pujian Hanya Bagi Allah Ta`ala semata (1) Rasionalkah Beribadah & Hukum Insya Allah (1) Ruku dan Bacaan Ruku (1) SHOHIH HADITS QUDSI (1) SURGA MILIKU BUKAN MILIK GOLONGANMU (1) SYARAH TAUHIDUL AF`AL & TAUHIDUL RUBBUBIYYAH (1) Salafi yang suka menyesatkan (1) Sedekah Perkataan yang Baik itu lebih baik dari harta (1) Sesatkah Doa Abu Nuwas Amal jadi alat sambung atau Pemisah (1) Sesungguhnya setiap amalan tergantung pada niatnya (HR. Bukhari no. 1 dan Muslim no. 1907) (1) Sholat bukanlah hanya sekedar Sholat (1) Sholat sekedar Sholat Kerapunpun bisa sholat (1) Siapakah Ibnu Arabi yang di Kafirkan Wahhabi ? (1) Siapapun Diri ini tidak ada andil (1) Site Manubar (1) Syariat yang menipu pandangan mata manusia (1) Syukur yang dibaca namun didustakan setiap harinya (1) TAHUKAH ANDA ? (1) TERTIPU ATAU PURA-PURA BODOH TERHADAP JAMINAN ALLAH (1) Tanah adat Kutai timur (1) Tanda-Tanda Manusia yang Tidak Ikhlas pada Ketetapan Allah (1) Tasawuf dan Sufi gadungan (1) Tauhid Bab Syirik Khofi (Tersembunyi) (1) Tauhid adalah Pondasi Awal dalam menjalankan Syariat (1) Tentang Kebenaran Ilmu Laduni (1) Tentang Pertanyaan ZAKAT (1) Tertipu dengan pandangan dan Kufur Nikmat (1) Tuhan Maha Kecil disaat visualisasikan dalam kehidupan (1) Ucapan Alhamdulillah yang didustakan syarah Al Fuaad Fi Nurin (1) Ucapanku atas Shodaqollah adalah kenikmatan (1) Umat Muslim selain Manhaj Salaf Sesat dan Menyesatkan (1) Usaha Hamba Menghindarkan diri ini dari PENYAKIT UJUB (1) Zikir setelah Sholat berdasarkan Hadits Shohih (1) ilmu dan kemampuan (1) jangan meninggalkan Dzikir kepada Allah (1) “Khusyukah Diri ini dalam Beribadah kepada Tuhan” (1)

Hati Nurani

Dunia Cahaya Hati Nurani


Hati Nurani atau disebut Mata Hati bila sudah bicara, maka tak dapat dibantah akan suara yang terdengar oleh segenap tubuh ini, Hati Nurani dapat menembus apa yang tak dapat ditembus oleh Kedua Mata Zhohir ini, Hati Nurani selalu memberikan Support atas kebaikan dan menghalang-halangi suatu keburukan, tugas yang tak mudah dipikul oleh Hati Nurani, dimanakah hati Nurani diri ini ?

Imam Ibnul Jauzi rahimahullah berkata, “Sesungguhnya ma’rifatullâh (yang benar) adalah mengenal Dzat-Nya, mengenal nama-nama dan sifat-sifat-Nya, serta mengenal perbuatan-perbuatan-Nya.” Dinukil oleh syaikhul Islam Ibnu Taimiyah dalam Majmû’ul Fatâwâ (17/104).

AL Fuaad Fi Nurin

AL Fuaad Fi Nurin
1. Apakah Anda pernah melihat Allah Ta`ala sebagaimana anda bersaksi? 2. Apakah Anda seorang beriman atau pendusta semata ? 3. Apakah anda merasakan kesengsaraan didunia ? apakah ini gambaran hidup anda kelak dineraka ? Apapun pertanyaan pada diri sendiri maka Insya Allah jawabannya ada di buku ini

Markaz Buku Online

Usaha Ingin Di Iklankan ?

Informasi Keilmuan

Translate

Temukan Kami


Pembayaran Buku

Wilayah Pulau Jawa & Sumatera

BCA 165-1586-122
Dede Rahmat

Hp : 081316235961

Wilayah Pulau Kalimantan & Sulawesi

Mandiri 900000-2832-583
Sutimah

Hp : 081254285572

Konfirmasikan jika sudah Transfer, Terimaksih

Kata Kunci Kehidupan

"Bergantung dan Bersandarlah secara Total Kepada Allah Ta`ala tiadakanlah Makhluk yang lain jika engkau belum dapat mencapai kesana maka anggaplah tidak ada makhluk disekitarmu, jikapun masih belum bisa itulah kedudukanmu saat ini"
Powered by Blogger.

Dapatkan Kitab-Kitab ini

Bacaan yang disarankan

Beriman atau Dusta

Kontak Online

Informasi Keilmuan

Nahwu Shorof Bagi Pemula

Nahwu Shorof Bagi Pemula
Mahir dalam memberikan baris arab gundul