Pesan Untuk Diri sendiri yang sedang Berda`wah

“Jika Seorang manusia sudah menyampaikan pendapatnya maka itu sudah mencukupi, dalam hal ini yakni sudah ditunaikan apa yang seharusnya disampaikan dengan cara yang baik dan santun serta beretika. Namun Apabila melahirkan suatu permusuhan, perdebatan, dan menyerang serta menyesat-sesatkan, maka inipun tidaklah termasuk pada sunnah Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi wa Sallam dalam hal memberikan penjelasan, tentu bukanlah cara dakwah dengan atas nama Allah dan kepada sunnah Rasulullah.
Latest Post
Loading...
Selamat Datang di Blog Dunia Cahaya hati yang menghadirkan kajian-kajian ilmu hikmah yang berlandaskan Al Qur`an dan Al Hadits dan dapatkan pula buku Al Fuaad Fi Nuurin Edisi Terbaru Semoga Blog disini dapat memberikan manfaat bagi para pengunjung
Friday, 31 July 2015
Duniacahayahati.blogspot.com Situs tentang Ilmu Ma`rifatullah (Tauhid) Didalamnya banyak mengandung Ilmu Hikmah yang hanya dapat dirasakan oleh orang-orang yang diberikan Ilmu ini.

Makna kedalaman Syahadat اَشْهَدُاَنْ لَااِلَهَ اِلَّااللهُ


Dapatkan buku ini di Toko Buku
Setiap Muslim tentu mengenal syahadat namun apa itu Syahadat tentu selalu dijawab dengan Kesaksian atau penyaksian dalam hal ini, maka tentu ada yang menjawab cukup di imani ? sesederhana itukah Syahadat cukup di imani ?.

Bagi Bayi yang lahir dari Ibu yang muslimah tentu akan mengikuti jejak orang tuanya yakni Syahadat keturunan atau dengan bahasa yang populer saat ini yakni disebut Islam setruman dikatakan demikian dikarenakan si anak belum memahami secara jelas karena telah dilupakan oleh Allah setelah anak itu lahir kedunia, sebagaimana sebelumnya bahwa setiap manusia bersyahadat dan ini terdapat di dalam Al Qur`an Allah Ta`ala berfirman :

وَإِذۡ أَخَذَ رَبُّكَ مِنۢ بَنِىٓ ءَادَمَ مِن ظُهُورِهِمۡ ذُرِّيَّتَہُمۡ وَأَشۡہَدَهُمۡ عَلَىٰٓ أَنفُسِہِمۡ أَلَسۡتُ بِرَبِّكُمۡ‌ۖ قَالُواْ بَلَىٰ‌ۛ شَهِدۡنَآ‌ۛ أَن تَقُولُواْ يَوۡمَ ٱلۡقِيَـٰمَةِ إِنَّا ڪُنَّا عَنۡ هَـٰذَا غَـٰفِلِينَ (١٧٢

Dan [ingatlah], ketika Tuhanmu mengeluarkan keturunan anak-anak Adam dari sulbi mereka dan Allah mengambil kesaksian terhadap jiwa mereka [seraya berfirman]: "Bukankah Aku ini Tuhanmu?" Mereka menjawab: "Betul, kami menjadi saksi". [Kami lakukan yang demikian itu] agar di hari kiamat kamu tidak mengatakan: "Sesungguhnya kami [bani Adam] adalah orang-orang yang lengah terhadap ini [keesaan Tuhan]", (172). (Qs  Al Araf 7 : 172).
Setelah lahir maka semua akan kembali kepada Hukum yang sudah ditetapkan Allah Ta`ala yakni dilupakan atas penyaksiannya sehingga Rasulullah Bersabda :

Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda :

كُلُّ مَوْ لُدٍ يُو لدُ عَلَى الْفِطْرَةِ، فَأَبَوَاهَ يُهَوِّدَانِهِ أَوْ يُنَصِّرَانِهِ اَوْ يُمَجِّسَانِهِ
"Semua bayi dilahirkan di atas fithroh, kemudian kedua orang tuanya mengajarkan agama Yahudi kepadanya, atau mengajarkan agama Nashrani kepadanya, atau mengajarkan agama Majusi kepadanya".[HR. Bukhâri,no. 4775 dan Muslim, no. 2658], di kuatkan dengan Hadist dari Bukhari yakni : HR. Bukhâri, no.391, Fathul Bâri, pada Syarah hadits no. 391 kemudian dikuatkan lagi dengan ucapan Ibnu Abil Izz al hanafi dalam Syarh Thahawiyah karya Ibnu Abil Izz al Hanafi hal 43-44.
Maka berlakulah Qodrat Iradat-Nya (Kuasa dan Kehendak-Nya) pada seluruh makhluk di alam semesta ini, maka dengan demikian makna syahadat adalah Penyaksian yang nyata dan nampak yang ada ini pada penyaksian mata hati bahwa hanya Allah Ta`ala yang disaksikan dengan Musyahadah yang totalitas jika tidak maka rusaklah syahadatnya itu dan sangat rusak merusakkan bahkan didustakan.

Bagaimana bermusyahadah yang totalitas ? dan apa Makna Musyahadah itu ? Musyahadah dalam istilah para pengajar Keilmuan Ma`rifatullah adalah penyaksian mata hati karena hanya mata hati yang dapat melihat dan merasakan secara nampak apa yang tak dapat dilihat dan dirasakan oleh mata, yakni seorang hamba itu dapat merasakan adanya Allah Ta`ala. Seorang muslim dapat merasakan bahwa Allah Ta`ala itu seolah-olah berada dihadapannya. 
Nampak perbuatan-Nya, nampak Kuasa-Nya, Nampak Pengaturan-Nya didepan mata hati (pada pandangan kedalaman hati) bukan pada pandangan zhohir karena Allah Ta`ala tidak dapat disaksikan namun dapat disaksikan dan dirasa oleh mata hati, jika pandangan zhohir maka ini mustahil dan tidak akan terjadi Allah Ta`ala seolah-olah di hadapan karena Allah Ta`ala bukan massa yang mengambil ruang  dan Dzat Allah Ta`ala bukan Makhluk dan Dzat Allah Ta`ala tidak menyerupai makhluk apapun (laisa kamitslihi Syaiun) dan Dzat Allah Ta`ala tidak dapat disetarakan dengan ciptaan-Nya, 
Dalam hal ini adalah seorang muslim dapat merasakan hampirnya ke Allah Ta`ala, dengan pandangan musyahadah pada kedalaman hati bahwa seolah-olah Allah Ta`ala itu berhadap-hadapan dengannya.

Adapun Visualisasinya dalam Al Qur`an adalah sebagai berikut :

ٱللَّهُ يَبۡسُطُ ٱلرِّزۡقَ لِمَن يَشَآءُ مِنۡ عِبَادِهِۦ وَيَقۡدِرُ لَهُ ۥۤ‌ۚ إِنَّ ٱللَّهَ بِكُلِّ شَىۡءٍ عَلِيمٌ (٦٢
Allah melapangkan rezeki bagi siapa yang dikehendaki-Nya di antara hamba-hamba-Nya dan Dia yang menyempitkan baginya. Sesungguhnya Allah Maha Mengetahui segala sesuatu. (QS Al-Ankabut 29 : 62).

قُلۡ إِنَّ رَبِّى يَبۡسُطُ ٱلرِّزۡقَ لِمَن يَشَآءُ وَيَقۡدِرُ وَلَـٰكِنَّ أَڪۡثَرَ ٱلنَّاسِ لَا يَعۡلَمُونَ (٣٦
Katakanlah: "Sesungguhnya Tuhanku melapangkan rezeki bagi siapa yang dikehendaki-Nya dan menyempitkan [bagi siapa yang dikehendaki-Nya], akan tetapi kebanyakan manusia tidak mengetahui". (QS Saba 34:36).

Tentu masih banyak lagi ayat yang berhubungan tentang ini di Al Qur`an, Setiap muslimin dan muslimah tentu mengucapkan Syahadat baik diluar sholat maupun didalam sholat, Adzan dan Iqomah dalam hal ini kenapa sering diulang-ulang bacaan syahadat itu ?

kenapa sering diulang-ulang bacaan syahadat itu ?

tentu karena banyak yang merusak dan membatalkannya disaat divisualisasikan oleh Allah Ta`ala sebagaimana Ayat diatas bahwa Allah yang melapangkan dan Allah pula yang menyempitkan adapun teknis Allah perbuat maka sekehendak-Nya.

Disaat diri ini di pecat dari pekerjaan atau upah diri ini dipotong apakah penyaksian mata hati ini kepada atasan atau kepada Allah ? jika kepada atasan maka rusaklah dan sangat rusak syahadatnya bahkan membatalkan syahadat itu jika atasan dan yang memotong upah sesuai kesepakatan yang sudah diatur dalam peraturan bersama, jika diri ini bolos maka akan dipotong gajih atau upahnya jika diri ini sering tidak masuk kerja maka akan dipecat, jika diri ini ternyata tidak terima saat pemecatan kemudian menjadi dendam, jengkel dan dongkol serta menghasut disana sini demo dst, maka batallah syahadatnya itu, oleh sebab itu diwaktu Sholat maka pembenahan kembali syahadat dan selalu diulang-ulang membaca syahadat itu.

jika semua terpandang atasan maka rusak dan merusakan hati tentunya, begitu juga diri ini berjualan sembako serba ada namun tetangga beli sembako selalu melewatinya dan membeli sembako untuk kebutuhannya nan jauh disana alias ditempat lain, maka disinilah Nampak penyaksian itu nampak Allah Ta`ala itu pada penyaksian kedalam hati. jangan memandang dengan mata Zhohir bahwa tetangga itu Allah Ta`ala maka ini sudah pemahaman yang salah kaprah, namun Allah Ta`ala memvisualisasikan ayat diatas yang mana benar tidak penyaksian diri ini atas syahadat yang dibaca itu.
Begitu juga di ayat yang lain : Allah yang menghidupkan, Allah yang mematikan , Allah yang memberi makan, Allah yang  melapangkan, Allah yang menghinakan, Allah yang memberi kekayaan, Allah yang mencukupkan, Allah yang menguji hamba-hambanya dengan kebaikan dan keburukan, kemiskinan dan kekayaan, kekurangan jiwa dan ketakutan, Allah yang menyembuhkan, Allah yang memberi taufiq dan hidayah dan masih banyak lagi, adapun jika sudah divisualisasikan maka banyak yang mendustakannya dan untuk teknis sekehendak Allah Ta`ala dalam pengeksekusiannya.
Para Dai memaksakan kepemahamannya dengan penuh amarah dan kebencian, para sakit akan memuji-muji dokter dan dukun bahkan rumah sakit dengan bermacam-macam pujian namun jika tidak sembuh atau pelayanannya jelek menurut pandangan si sakit atau keluarganya maka hujatan disana sini, yang kaya akan memuji dirinya atas usaha dan keberhasilannya dan seterus-seterusnya.

JODOH DITANGAN TUHAN : inipun penyaksian pada syahadat itu namun disaat divisualisasikan banyak yang mendustakan atas syahadat itu : disaat sudah melamar namun ditolak apakah Jengkel, dendam, hasut, hasad perang sms dan membuka Aib di FB dengan macam-macam alasan untuk dapat dukungan? Maka nampak dustanya pada ucapan itu.

Di rasa-rasa saja pada diri sendiri, apakah diri ini mendustakan syahadat itu ? 

Sebagaimana Allah Ta`ala berfirman : Aku menciptakan Manusia untuk merasakan kekejaman manusia yang lainnya begitu juga di ayat yang lain Aku menciptakan manusia untuk menjadi musuh manusia yang lainnya.

Apakah masih terpandang musuh ? maka rusaklah hati ini dan sangat rusak merusakan begitu juga pada syahadat yang dibaca itu telah didustakan.

Ali bin Abi Tholib disaat musuhnya terjatuh dan Ali siap untuk membunuhnya maka si Musuhpun meludahinya, maka Ali bin Abi Tholib tidak jadi membunuh ditanya sama sahabat kenapa wahai Ali engkau tidak membunuhnya karena jika aku membunuhnya bukan lagi Jihad karena aku sudah dalam keadaan marah.

Dalam hal ini untuk lebih lengkapnya anda dapat membacanya di Al Fuaad Fi Nurin (Kemurnian Tauhid) Cahaya Hati Nurani. Ditulis Oleh Elfiansyah Elham Spd

Kemurnian Tauhid


Bagi anda yang belum membaca tentang Al Hikam Sesat dan menyesatkan dapat membacanya disini : Al Hikam sesat dan menyesatkan 

Bagi anda yang belum membaca Tuhan maha Kecil disaat divisualisasikan dapat membacanya disini : Tuhan Maha kecil disaat divisualisasikan.

Bagi yang ingin mengakses melalui Iphone atau Android silahkan klik tombol dibawah ini :


Thursday, 30 July 2015
Duniacahayahati.blogspot.com Situs tentang Ilmu Ma`rifatullah (Tauhid) Didalamnya banyak mengandung Ilmu Hikmah yang hanya dapat dirasakan oleh orang-orang yang diberikan Ilmu ini.

Tertipu dengan pandangan dan Kufur Nikmat

Setiap manusia akan dan pasti mengalami hal ini yakni selalu memandang diri orang lain lebih baik dalam kehidupan dan perekonomiannya sesuai dengan kata pepatah Halaman Rumput tetangga lebih hijau dari halaman rumput sendiri.

Didalam kehidupan diri ini jika bertemu sahabat dan diajak ngobrol maka selalu mendengar perkataan sahabat : saya kerja berpisah dengan Istri dan anak sehingga ingin mencari kerja yang dekat dekat mereka, Begitu juga yang belum mendapat kerjaan disaat lamaran kerja diterima namun dipelosok pedalaman, maka dengan sangat girang serta ucapan syukur yang tidak putus-putus bibir ini mengucapkan Alhamdulillah, disaat sudah berjalan 2 tahun maka nampaklah syukur tadi berbuah pengingkaran (kufur nikmat).

Disaat keluar kerja dan mendapatkan kerjaan yang baru serta dekat dengan Istri dan anak, maka syukur itupun terucap kembali namun disaat berjalannya waktu yakni melihat orang lain yang dipandang lebih baik, maka Kufur nikmatpun datang kembali, begitu lah kehidupan manusia ini dalam menjalani tahapan-tahapan yang di Ucapkan oleh Rasulullah Shollallahu Alaihi Wassalam:

نَعَمْ إِنَّ اْلقُلُوْبَ بَيْنَ أُصْبُعَيْنِ مِنْ أَصَابِعِ اللهِ يُقَلِّبُهَا كَيْفَ شَاء
“Benar, sesungguhnya hati itu berada diantara jari-jari Allah, Ia membolak-balikannya sekehendakNya”.(HR.At-Tirmidzi dishahiihkan Syeikh Al-albaaniy dalam shahiih at Tirmidzi).
Masihkan Diri ini tidak menyadarinya bahwa hati ini dibolak – balik ?, Masihkah diri ini tidak menyadari bahwa kedudukan diri ini LA QUWWATA ILLA BILLAH, Masihkah diri ini tidak menyadarinya berperan menjadi Fir`aun dan Qorun Abad Baru serta Abu Jahal dan Abu Lahab ?

Jika diri ini mengalaminya, maka mulailah mencari kebenaran yang Hakiki bagaimana diri ini kerja untuk makan, kerja untuk ekonomi, kerja untuk Istri dan anak apa bedanya dengan Binatang ternak, Kerja Makan, melahirkan menyusui anak dan seterusnya yang mana perputaran ini selalu berulang dan siklus ini tidak berhenti. Karena jika kerja sekedar kerja Monyetpun bisa bekerja, Sholat sekedar sholat maka Kerapun bisa Sholat.

Ketahuilah setiap manusia menjalani kedudukannya masing-masing sesuai dengan Taqdir yang sudah ditetapkan Allah.

Disinilah diri ini sesungguhnya tidak sanggup bekerja dan menghidupkan Istri dan Anak jika merasa mampu tanpa pertolongan Allah, maka diri ini akan merasakan bagaimana diri ini akan meninggalkan mereka didunia? Apakah merasa bahwa tidak ada diri ini maka merekapun tidak hidup ? (Fir`aun dan Qorun abad baru).
Disinilah TAUHID sangat nampak sebagaimana yang dijelaskan di Buku Al Fuaad Fi Nurin (Cahaya Hati Nurani) kemurnian Tauhid.
Silahkan membaca artikel : Tuhan Maha Kecil ketika divisualisasikan

Wednesday, 29 July 2015
Duniacahayahati.blogspot.com Situs tentang Ilmu Ma`rifatullah (Tauhid) Didalamnya banyak mengandung Ilmu Hikmah yang hanya dapat dirasakan oleh orang-orang yang diberikan Ilmu ini.

Tuhan Maha Kecil disaat visualisasikan dalam kehidupan

Disaat Tuhan dikenal Maha Besar namun pada yang nampak didepan mata Tuhan Maha Kecil, Jika diri ini sedang beribadah maka disaat hujan turun maka Maha Besar jatuh kepada pakaian yang sedang dijemur, padi yang sedang dijemur, jualan yang sedang dijajakan diluar.

Disaat Diri ini menaiki kapal laut dan kapal laut mengalami kebocoran,maka diri ini dan semua disekitar diri bertakbir kepada Tuhan sambil bibir ini tidak berhenti berdoa dan memohon pertolongan dan saat kapal laut tenggelam maka baju Pelampung sebagai Safety pun digunakan dan akhirnya kapal itu tenggelam secara totalitas namun diri ini tidak lepas memohon dan memohon kepada Tuhan dan akhirnya diri ini selamat pada saat itu juga para wartawan berkumpul dan mewawancarai diri ini, Maka Pelampunglah yang Maha Besar disaat diri ini ditanya ? bagaimana Bapak dapat selamat, saya menggunakan pelampung sehingga dapat selamat selama 2 hari dilaut. Pelampung Maha Besar pun sudah menggantikan kedudukan Tuhan yang disaat diri ini bertakbir, berdoa dan berzikir pada saat dalam kondisi bahaya namun semua itu tenggelam dan ditenggelamkan oleh pelampung disaat diri ini selamat.

walaupun diri ini merasa tidak menduakan Tuhan namun kenyataan perkataan dan perbuatan menunjukkan dengan jelas dan terang yakni menenggelamkan Tuhan dengan pelampung.

Tuhan diletakkan paling akhir, walaupun diucapkan dengan ucapan Alhamdulillah tetap saja lebih dominan pelampung…Alhamdulillah yang didustakan.
Benarkan visualisasi diri ini jika sudah di Uji oleh Tuhan apakah Benar Tuhan maha besar atau Uang yang maha Besar, atau pelampung yang Maha Besar, atau yang lainnya. Diri ini sendirilah yang dapat mengetahuinya ucapan dan hati serta tingkah laku dapat nampak dan sangat jelas jika diri ini beriman atau pendusta belaka.

Bacaan ini dikhususkan pelatihan diri pada penajaman untuk mengenal syirik Khofi (syirik yang tersembunyi) menuju kepada Maqom Fanabillah. pada buku Al Fuaad Fi Nurin

Baca artikel yang menguncangkan bahwa Kitab Al Hikam Sesat dan menyesatkan

Jangan lupa membaca Surga Milikku bukan Milik golonganmu

Bagi yang ingin mengakses melalui Iphone atau Android silahkan klik tombol dibawah ini :


Monday, 27 July 2015
Duniacahayahati.blogspot.com Situs tentang Ilmu Ma`rifatullah (Tauhid) Didalamnya banyak mengandung Ilmu Hikmah yang hanya dapat dirasakan oleh orang-orang yang diberikan Ilmu ini.

Pandai Berma`rifatullah Sholatpun di tinggalkan

Ada beberapa golongan jika sudah mempelajari Ma`rifatullah maka Sholatpun ditinggalkan ? ada apa dalam hal ini padahal Allah Ta`ala berfirman :

Maka datanglah sesudah mereka, pengganti [yang jelek] yang menyia-nyiakan shalat dan memperturutkan hawa nafsunya, maka mereka kelak akan menemui kesesatan. kecuali orang yang bertaubat, beriman dan beramal saleh, maka mereka itu akan masuk surga dan tidak dianiaya [dirugikan] sedikitpun. (QS Maryam 19:59-60).

Jelaslah sudah bahwa orang yang menyia-nyiakan sholat dan memperturutkan hawa nafsunya, maka mereka kelak akan menemui kesesatan, Allah Ta`ala sudah berfirman maka bagi yang menyia-nyiakan sholat maka akan bertemu dengan kesesatan.

Belajar Ilmu Ma`rifatullah itu adalah Ilmu dasar agar dalam menjalankan syariat tidak menyimpang apalagi menyelisihi Rasulullah. Bagaimana dapat menjalankan Syariat yang diri ini sembah saja tidak kenal ? padahal menjalankan Syariat tidak boleh keluar dari tauhid jika keluar maka kedudukan diri ini sudah bukan seorang musim lagi.

Sedangkan Kedudukan Muslimpun hanya Allah Ta`ala yang menilainya apakah kita ini seorang muslim atau dusta semata ?

Tidaklah sesederhana diri ini mengakui seorang beriman, seorang muslim tentu ada konsekuensinya yakni DIUJI langsung oleh Allah Ta`ala adapun teknis pengujiannya sekehendak-Nya.

Dirasa-rasa sendiri pada diri tidak lah kita sibuk menengok orang lain yang mana pada diri inipun belum tentu dapat lulus setiap Ujian yang diberikan.

Disinilah pentingnya belajar ma`rifatullah sebagai penunjang inti dalam menjalankan syariat bukan malah ditinggalkan syariat, Kehadiran Ilmu Tauhid (Ma`rifatullah) untuk menguatkan Syariat itu sendiri namun dalam proses pembelajarannya seolah-olah mematahkan namun pada kenyataannya yang ditampakkan yakni untuk menguatkan syariat itu sendiri agar tidak salah kaprah dalam menjalankan syariat yang diajarkan oleh Rasulullah apalagi berlebih-lebihan dalam melakukan syariat sehingga menjurus kepada Bid`ah.


Bagi yang ingin mengakses melalui Iphone atau Android silahkan klik tombol dibawah ini :



Duniacahayahati.blogspot.com Situs tentang Ilmu Ma`rifatullah (Tauhid) Didalamnya banyak mengandung Ilmu Hikmah yang hanya dapat dirasakan oleh orang-orang yang diberikan Ilmu ini.

Perselisihan Kedudukan Orang Tua Rasulullah yang dinyatakan Masuk Neraka



Dalam hal ini banyak yang mengingkari hadits Rasulullah yang menyatakan Ayahnya masuk neraka, mayotitas kaum muslim menolak hadits ini, adapun hadits yang disampaikan Rasullah sebagai berikut :


عَنْ أَنَسٍ أَنَّ رَجُلًا قَالَ: يَا رَسُولَ اللَّهِ أَيْنَ أَبِيْ؟ قَالَ: فِي النَّارِ. فَلَمَّا قَفَّى دَعَاهُ فَقَالَ: إِنَّ أَبِي وَأَبَاكَ فِي النَّارِ

Dari Anas, bahwasanya ada seorang laki-laki bertanya kepada Rasulullah, “Wahai Rasulullah, di manakah tempat ayahku (yang telah meninggal) sekarang berada?” Beliau menjawab, “Di neraka.” Ketika orang tersebut menyingkir, maka beliau memanggilnya lalu berkata, “Sesungguhnya ayahku dan ayahmu di neraka.” (HR Imam Muslim dalam Shahîh-nya (203), Abu Awanah dalam Musnad-nya (289), Ahmad dalam Musnad-nya (3/268), Abu Dawud dalam Sunan-nya (4718), Ibnu Hibban dalam Shahîh-nya (578), Abu Ya’la dalam Musnad-nya (3516), al-Baihaqi dalam Sunan Kubra (7/190 no. 13856) dan Dalâil Nubuwwah (1/191), al-Jauraqani dalam al-Abâthil wal Manâkir wash Shihah wal Masyâhir (1/132–233), dan Ibnu Mandah dalam kitab Al-Îmân (926)).

Duniacahayahati.blogspot.com Situs tentang Ilmu Ma`rifatullah (Tauhid) Didalamnya banyak mengandung Ilmu Hikmah yang hanya dapat dirasakan oleh orang-orang yang diberikan Ilmu ini.

Zikir setelah Sholat berdasarkan Hadits Shohih

Dalam hal berzikir setelah Sholat maka kita wajib merujuk kepada Rasulullah Sholallahu Alaihi Wassalam.

.“Ya Allah, sesungguhnya aku mohon kepada-Mu ilmu  yang bermanfaat, rezki yang baik dan amal yang diterima “  . (Diucapkan setelah salam yang mana khusus pada shalat Subuh. Ibnu   Majah dan  lainnya.  Lihat   Shahih  Ibnu   Majah:  1/152 dan Majmauzzawa’id: 10/111). 
“Aku minta ampun kepada  Allah “(dibaca tiga kali),  “  Ya  Allah, Engkau  pemberi  keselamatan,  dan dari-Mu   keselamatan,    Maha   Suci    Engkau,   wahai Tuhan Yang Maha Agung dan Maha Mulia “.( HR Muslim: 1/414).


"Tiada Tuhan selain Allah Yang Maha Esa, tidak ada  sekutu  bagi-Nya. Bagi-Nya puji  dan bagi-Nya Kerajaan.  Dia Maha  Kuasa  atas segala  sesuatu. Ya Allah  tidak  ada   yang  dapat  mencegah apa yang Engkau berikan  dan tidak  ada yang mampu memberi apa  yang  Engkau cegah. Nasib baik  seseorang tiada berguna untuk menyelamatkan ancaman dari-Mu".( HR Bukhari: 1/225, Muslim: 1/414).


"Tiada   Tuhan   yang  berhak  disembah   selain Allah,  Yang  Maha  Esa, tidak ada  sekutu bagi-Nya. Bagi-Nya kerajaan dan pujaan. Dia Maha Kuasa atas segala sesuatu. Tidak ada daya dan kekuatan kecuali (dengan pertolongan) Allah. Tiada Tuhan yang berhak disembah selain Allah. Kami tidak menyembah kecuali kepada-Nya.  Baginya nikmat, anugerah,  dan  pujaan yang baik. Tiada Tuhan yang berhak disembah selain Allah, dengan  memurnikan  ibadah  kepada-Nya, sekalipun orang-orang kafir membencinya "(HR Muslim: 1/415).

“Maha Suci  Allah, Segala puji  bagi Allah, Allah Maha  Besar “  (di-baca  33   kali),  “Tiada Tuhan  yang berhak  disembah   selain   Allah   semata,  tidak  ada sekutu  bagi-Nya, bagi-Nya kerajaan, bagi-Nya pujian dan Dia berkuasa atas segala sesuatu “. (HR Muslim: 1/418, “Siapa  yang mengucapkannya selesai  shalat,  Aku (Allah)  ampuni kesalahan-kesalahannya  walaupun  sebanyak  buih di lautan”).

Duniacahayahati.blogspot.com Situs tentang Ilmu Ma`rifatullah (Tauhid) Didalamnya banyak mengandung Ilmu Hikmah yang hanya dapat dirasakan oleh orang-orang yang diberikan Ilmu ini.

SURGA MILIKU BUKAN MILIK GOLONGANMU


Rasulullah Bersabda : 

لَيْسَ مِنَّا مَنْ دَعَا إِلَى عَصَبِيَّةٍ وَلَيْسَ مِنَّا مَنْ قَاتَلَ عَلَى عَصَبِيَّةٍ وَلَيْسَ مِنَّا مَنْ مَاتَ عَلَى عَصَبِيَّةٍ
"Barang siapa mengajak pada fanatisme suatu golongan, maka ia bukanlah dari golongan kami “ ( HR Abu Daud ). 

Jelaslah Hadits diatas maka dengan demikian, bahwa ada ruang yang diberikan oleh Rasulullah Sholallahu Alaihi Wassalam, disinilah dapat memilih faham atau aliran. Tanpa mengurang prinsipnya sebagai seorang mu’min, muslim. 
Dengan catatan bahwa tidaklah golongan itu masing-masing mengklaim mereka paling benar dan tidaklah pula Surga sudah dikaplingkan oleh pihak-pihak tertentu dan bukanlah pula surga milik golongan tertentu.

Sebab animo masyarakat sekarang, lebih mau menerima jawaban atas problem sosial, ekonomi, agama, budaya dan politik dari pihak manapun  yakni “ siapa “ , akan tetapi “ apa “ yang dapat di berikan untuk menjawab problem problem mereka tersebut.

Apakah dengan adanya kelahiran kelompok organisasi  Nahdatul Ulama , Nahdatul Wathon, Muhammadiyah, LDII,Wahabi dan Persis dapat mententramkan hati umat ? Ternyata harapan masih jauh dari kenyataan, bahkan akhir-akhir saat ini semakin tajam perselisihan diantara mereka baik tingkat bawah maupun sampai kepada tingkat atas bahkan yang lebih memalukan lagi para dai saling menyerang satu sama lain, saling berdebat satu sama lain, saling menghujat satu sama lain, saling ghibah satu sama lain yang jelas-jelas jauh dari sunnah Rasulullah walaupun atas nama sunnah.

Dan juga bukanlah surga milik para salafi apapun dan siapapun karena hanya Allah Ta`ala yang berhak menentukan surga dan neraka, apalagi saat ini Indonesia tumbuh dengan bermacam-macam aliran.

Disyarahkan Oleh : Elfiansyah Elham Spd


Bagi yang ingin mengakses melalui Iphone atau Android silahkan klik tombol dibawah ini :


Categories

Kelolokan Km 12 (2) Memahami Bab Furuiyyah (2) Adab Islam dalam memasuki Rumah (1) Ahmadiyah dan LDII (1) Aku berda`wah untuk golongan kalian dan Golongan kalian tidak boleh menda`wahi golonganku (1) Al Fuaad Fi Nurin (1) Al Fuaad Fi Nuurin (1) Al HIkam sesat dan menyesatkan (1) Al Quran bagi diri ini hanya sebagai simbol dan hiasan semata (1) Alergi Belajar Tauhid (Ma`rifatullah) Rusaklah Hati dan Jasad (1) Allah Ta`ala ditenggelamkan oleh pelampung (1) Allah Ta`ala yang bersedekah buat diri ini (1) Amal Ibadah bukanlah Jaminan Surga (1) Amal sholat dan puasa akan nampak nilai setelahnya... (1) Apakah diri ini bodoh ikut-ikutan dalam mengkafirkan Golongan lain ? (1) Awal Keberadaan Sufisme dan Anti Sufisme (1) BAB HAID Bagi Wanita (1) BAB SHOLAT DALIL SEBELUM TAKBIR (1) BAB SHOLAT Takbiratul Ihkram (1) BAGAIMANA AHMAD IBNU IDRIS SEBAGAI TOKOH SUFI DAPAT BERGANDENGAN TANGAN DENGAN KAUM WAHHABIYYAH ? (1) BAKTI SEORANG ANAK TERHADAP IBUNYA YANG GILA (1) BENARKAH AKU BERIMAN ATAU ATHEIS (TAK BERTUHAN) (1) BENARKAH PROF QURAISH SHIHAB SYI’AH? (1) Bab Duduk antara dua sujud beserta doanya (1) Bab Salam dalam Sholat (1) Bab Sujud dan Bacaan Sujud (1) Bab Takbiratul Ikhram (1) Bab mengangkat kedua tangan ketika Takbir (1) Bagaimana Pergerakan Keilmuan Tasawuf semakin merebak di Penjuru Dunia dan banyak diterima di Masyarakat baik para pemuda maupun yang Lanjut Usia ? (1) Bagaimana mungkin diri ini beramal ibadah (1) Bantahan Umat Muslim Di Tolikara Papua (1) Belajar Tauhid haruslah Kaffah (1) Benarkah cinta kita kepada Allah ? (1) Benarkah diri ini mengenal Allah Ta`ala (Ma`rifatullah) (1) Berbagai Jenis Amal adalah karena berbagai Ahwal (1) Beriman yang Dusta atau Tidak pada Umat islam di Tolikara (1) Berimankah diri ini atau dusta semata ? (1) Bid`ah Maulid Nabi dan Bid`ah Hari Besar (1) Bid`ah dan Khilafiyah yang akan selalu di debatkan sampai akhir zaman (1) Bidadari Surga ditanah Adat (1) Bodoh yang yang ditampakkan (1) Bukanlah diri ini seorang ahli hakekat jika masih suka mencela orang lain (1) Bukti Allah tidak menyukai orang yang bangga dengan amalnya (1) Bukti Bahwa Makhluk Tidak dapat membawa rezekinya sendiri (1) Buku Nahwu Shorof Bagi Pemula & Lanjut Usia (1) CAK NUN : "Sangat dilarang menyakiti hati orang lain" (1) DITIPU (1) Dai-Dai saat ini suka mencela Ulama Terdahulu (1) Dasar-Dasar Ma`rifatullah Pembatalan Syahadat yang Nampak (1) Disaat Al Qur`an di visualisasikan Maka Nampaklah dusta pada diri ini (1) Doa Iftitah (1) Doa dan amalan bukanlah sebagai jarak pemisah kepada Tuhan (1) Dusta Dalam Beramal dan beribadah kepada Allah (1) Dusta seorang Guru Tauhid yang Nampak Mendustakan (1) Elfiansyah Elham Spd (1) Elfiansyah Spd (1) Fiqh Bab Niat (1) Fiqh Bab Wudhu (1) Fitnah yang nampak yang ditujukan kepada Dr ZAKIR NAIK hal INSHA ALLAH (1) Gendrang Jihad telah ditabuh di Kabupaten Tolikara (1) Hakekat Kemiskinan adalah ketika kehilangan harapan (1) Haram berzakat didalam masjid (1) Hikmah Syukur di balik Cobaan dan Ujian seorang Hamba (1) Hukum Mengirim Al Fatihah atau menghadiakan Al Fatihah kepada yang meninggal (1) Hukum Nun Mati dan Tanwin (1) IDGHAM BIGHUNNAH ( ادغم بغنة ) (1) I`tidal dari ruku (1) Ibadah Umrah dan haji yang didustakan dan mendustakan-Nya (1) Iblis namanya adalah Azazil dia termasuk dari malaikat-malaikat yang paling mulia (1) Ilmu Hikmah bukanlah Ilmu sesat (1) Ilmu Tajwid (1) Iman Bil Ghoib (1) Istiftah dan Al Fatihah (1) JALAN MEMPEROLEH MAKRIFAT (1) JANGAN ENGKAU DUSTAKAN KITAB SUCI MU SENDIRI (1) Jangan berbangga dengan kemajuan Zaman (1) Jika ada lintasan didalam hati ada kehendak selain kehendakNya maka MURTAD (1) Kajian Islam Ilmu Hikmah (1) Kajian Nahwu Shorof dan Fiqh Bit Takhrij Al Qur`an Wal Hadits (1) Kedustaan dan kesombongan dalam Tawadhu (Merendahkan diri) (1) Keputusan Mahkamah Agung Terhadap Syiah (1) Kesombongan yang mengecilkan diri sendiri (1) Ketika Tauhid Bergema Di Antara Dua Kubah (1) Khilafiyyah Maulid Nabi dan Hari Besar Islam (1) Kisah Nyata Imam Hanafi ( Abu Hanifah ) (1) Kitab Al Hikam Bukan Kitab yang sesat namun Malah Meluruskan (1) Kitab Al Hikam Sesat (1) Larangan waktu dalam menguburkan mayat (1) MPU Aceh mengeluarkan fatwa paham Salafi sesat menyesatkan (1) Maka diri ini terdiam: Allah Ta`ala ditenggelamkan oleh Tempe (1) Makna kedalaman Syahadat اَشْهَدُاَنْالَااِلَهَ اِلَّااللهُ (1) Mandu dalam kutim (1) Manusia tetaplah manusia tidaklah mampu dalam hal apapun (1) Membedah Buku Sufi dan Anti Sufi (1) Mengapa Kaum Wahhabiyyah mengambil sikap penentangan extstrem terhadap Sufiesme ? (1) Mengetahui Kedudukan Di Sisi Allah (1) Menyekutukan Allah Ta`ala dengan kekuatan (1) Menyikapi Fatwa MPU terhadap Ajaran Salafy yang sesat dan menyesatkan (1) Muslim atau Bukan Muslim atau muslimah (1) Novel Islam (1) PANDANGAN IBN HIBBAN PADA SIFAT ALLAH TA`ALA (1) PELAJARAN ISIM DHOMIR ( Kata Ganti ) (1) PENOLAKAN PADA TAREKAT OLEH KAUM WAHHABIYYAH (1) PERBEDAAN & BEDA KEPEMAHAMAN ITU HARUS ADA (1) Pandai Berma`rifatullah Sholatpun di tinggalkan (1) Pejabat Pemerintah yang Berdusta dan Kejam (1) Pelajaran Nahwu Shorof Bab Al Marifat & Annakiroh (1) Penghuni Surga dan neraka sudah ditetapkan (1) Penyakit UJUB yang Akut pada diri (1) Perselisihan Kedudukan Orang Tua Rasulullah yang dinyatakan Masuk Neraka (1) Praktek Syeikh Sufi yang jauh dari Al Qur`an dan As-Sunnah (1) Puasaku hanyalah dusta semata kepada Allah (1) Pujian Hanya Bagi Allah Ta`ala semata (1) Rasionalkah Beribadah & Hukum Insya Allah (1) Ruku dan Bacaan Ruku (1) SHOHIH HADITS QUDSI (1) SURGA MILIKU BUKAN MILIK GOLONGANMU (1) SYARAH TAUHIDUL AF`AL & TAUHIDUL RUBBUBIYYAH (1) Salafi yang suka menyesatkan (1) Sedekah Perkataan yang Baik itu lebih baik dari harta (1) Sesatkah Doa Abu Nuwas Amal jadi alat sambung atau Pemisah (1) Sesungguhnya setiap amalan tergantung pada niatnya (HR. Bukhari no. 1 dan Muslim no. 1907) (1) Sholat bukanlah hanya sekedar Sholat (1) Sholat sekedar Sholat Kerapunpun bisa sholat (1) Siapakah Ibnu Arabi yang di Kafirkan Wahhabi ? (1) Siapapun Diri ini tidak ada andil (1) Site Manubar (1) Syariat yang menipu pandangan mata manusia (1) Syukur yang dibaca namun didustakan setiap harinya (1) TAHUKAH ANDA ? (1) TERTIPU ATAU PURA-PURA BODOH TERHADAP JAMINAN ALLAH (1) Tanah adat Kutai timur (1) Tanda-Tanda Manusia yang Tidak Ikhlas pada Ketetapan Allah (1) Tasawuf dan Sufi gadungan (1) Tauhid Bab Syirik Khofi (Tersembunyi) (1) Tauhid adalah Pondasi Awal dalam menjalankan Syariat (1) Tentang Kebenaran Ilmu Laduni (1) Tentang Pertanyaan ZAKAT (1) Tertipu dengan pandangan dan Kufur Nikmat (1) Tuhan Maha Kecil disaat visualisasikan dalam kehidupan (1) Ucapan Alhamdulillah yang didustakan syarah Al Fuaad Fi Nurin (1) Ucapanku atas Shodaqollah adalah kenikmatan (1) Umat Muslim selain Manhaj Salaf Sesat dan Menyesatkan (1) Usaha Hamba Menghindarkan diri ini dari PENYAKIT UJUB (1) Zikir setelah Sholat berdasarkan Hadits Shohih (1) ilmu dan kemampuan (1) jangan meninggalkan Dzikir kepada Allah (1) “Khusyukah Diri ini dalam Beribadah kepada Tuhan” (1)

Hati Nurani

Dunia Cahaya Hati Nurani


Hati Nurani atau disebut Mata Hati bila sudah bicara, maka tak dapat dibantah akan suara yang terdengar oleh segenap tubuh ini, Hati Nurani dapat menembus apa yang tak dapat ditembus oleh Kedua Mata Zhohir ini, Hati Nurani selalu memberikan Support atas kebaikan dan menghalang-halangi suatu keburukan, tugas yang tak mudah dipikul oleh Hati Nurani, dimanakah hati Nurani diri ini ?

Imam Ibnul Jauzi rahimahullah berkata, “Sesungguhnya ma’rifatullâh (yang benar) adalah mengenal Dzat-Nya, mengenal nama-nama dan sifat-sifat-Nya, serta mengenal perbuatan-perbuatan-Nya.” Dinukil oleh syaikhul Islam Ibnu Taimiyah dalam Majmû’ul Fatâwâ (17/104).

AL Fuaad Fi Nurin

AL Fuaad Fi Nurin
1. Apakah Anda pernah melihat Allah Ta`ala sebagaimana anda bersaksi? 2. Apakah Anda seorang beriman atau pendusta semata ? 3. Apakah anda merasakan kesengsaraan didunia ? apakah ini gambaran hidup anda kelak dineraka ? Apapun pertanyaan pada diri sendiri maka Insya Allah jawabannya ada di buku ini

Markaz Buku Online

Usaha Ingin Di Iklankan ?

Informasi Keilmuan

Translate

Temukan Kami


Pembayaran Buku

Wilayah Pulau Jawa & Sumatera

BCA 165-1586-122
Dede Rahmat

Hp : 081316235961

Wilayah Pulau Kalimantan & Sulawesi

Mandiri 900000-2832-583
Sutimah

Hp : 081254285572

Konfirmasikan jika sudah Transfer, Terimaksih

Kata Kunci Kehidupan

"Bergantung dan Bersandarlah secara Total Kepada Allah Ta`ala tiadakanlah Makhluk yang lain jika engkau belum dapat mencapai kesana maka anggaplah tidak ada makhluk disekitarmu, jikapun masih belum bisa itulah kedudukanmu saat ini"
Powered by Blogger.

Dapatkan Kitab-Kitab ini

Bacaan yang disarankan

Beriman atau Dusta

Kontak Online

Informasi Keilmuan

Nahwu Shorof Bagi Pemula

Nahwu Shorof Bagi Pemula
Mahir dalam memberikan baris arab gundul